Apa Salahku Pa

Apa Salahku Pa
Nadhira kembali dan hilang ingatan


__ADS_3

Rasa sakit yang dirasakan oleh Haris begitu parah sehingga tubuh Haris seakan akan tidak mampu untuk digerakkan lagi, Haris berpikir bahwa hidupnya akan berakhir sekarang akan tetapi Haris tidak akan bisa mati dengan tenangnya karena dirinya merasa begitu bersalah kepada Aryabima dan dirinya belum meminta maaf kepadanya.


Ketika kesadaran sudah berada diambang batas, tiba tiba Haris merasakan tubuhnya diangkat oleh seseorang akan tetapi dirinya sama sekali tidak bisa melihat orang itu dengan jelasnya, Haris hanya mampu mendengar suara suara teriakan kesakitan berada ditempat itu.


"Selama berminggu minggu aku tidak sadarkan diri karena parahnya luka yang aku alami, Ayah Arya tidak pernah meninggalkanku dan terus berusaha untuk mengobatiku, dan disaat aku terbangun seluruh tubuhku terasa begitu sakit".


Nadhira mendengarkan cerita tersebut dalam diamnya, sementara Haris yang bercerita mulai terlihat setitik air mata dipelupuk matanya ketika membayangkan kejadian kejadian yang telah berlalu itu, akan tetapi Haris masih memaksakan diri untuk tetap tersenyum dihadapan Nadhira.


"Saat itu aku kehilangan semuanya, kehilangan harapanku untuk membalaskan dendam atas kematian dari Ayahku, karena aku tidak lagi dapat berlatih ilmu beladiri sampai saat ini, cidera lamaku akan kambuh jika aku memaksakan diri untuk terus berlatih ilmu beladiri, bisa dibilang aku sangat ahli dalam beladiri tapi karena kesalahanku sendiri akhirnya aku tidak bisa berlatih lagi".


"Om kehilangan semuanya? Pasti waktu itu Om merasa sangat sedih dan bahkan tidak mempercayai tengang apa yang terjadi waktu itu, maafkan aku karena telah mengingatkan Om pada kejadian kejadian yang sangat berat untuk Om".


"Kau tidak salah Nak, jika mengingat itu sedih rasanya karena aku tidak bisa berbuat apa apa, tapi Ayah Arya tidak pernah meninggalkanku bahkan disaat saat tersulitku, setelah itu aku tidak tau lagi apa yang harus aku lakukan, kau benar Nak, waktu itu Om merasa frustasi ketika mengetahui bahwa Om sudah tidak mampu lagi untuk berlatih ilmu beladiri dan hanya mengandalkan Ayah Arya untuk melindungi diriku".


Haris tersadarkan dari tidur panjangnya, ia mendapati sosok Aryabima yang masih tetap berada disampingnya, melihat dirinya yang sudah mulai membuka mata Aryabima merasa begitu bahagianya.


Karena bahagianya hal itu membuat Aryabima sampai meneteskan air mata dan berkali kali mengucapkan syukur atas kesadaran dari Haris, sementara disatu sisi Haris merasa begitu bersalah kepada Aryabima karena telah memiliki niat untuk mengambil nyawanya.


Haris berusaha untuk bangkit dari tidurnya dengan dibantu oleh Aryabima, Aryabima berpikir bahwa Haris ingin pergi untuk menemui orang orang itu yang telah berhasil memukulinya akan tetapi pikiran itu berlawanan dari dugaannya dan Haris tiba tiba memeluk dirinya dan meminta maaf kepadanya.


Aryabima merasa begitu bahagia ketika Haris memeluknya dengan begitu eratnya dan mulai memanggil dirinya dengan sebutan Ayah, kejadian waktu itu benar benar telah merubah Haris. Merubah segala kebencian yang ada didalam hatinya yang sudah mendalam menjadi sebuah kasih sayang yang tulus diberikan untuk Aryabima.


"Aku kehilangan segalanya, aku sudah tidak bisa berlatih lagi dan bahkan aku terlihat seperti orang yang begitu lemah karena tidak dapat untuk melindungi diriku sendiri".


Sejak kejadian itu, Haris tidak pernah lagi berkelahi ataupun bertarung dengan musuh musuhnya, akan tetapi dirinya terus berlindung dibalik punggung Aryabima untuk dapat menyelamatkan hidupnya dan bertahan hidup sampai saat ini.


Aryabima terus berusaha mati matian untuk dapat melindungi Haris dari incaran para musuhnya, para musuhnya tau bahwa Haris sudah tidak mampu lagi untuk bertarung sehingga untuk mengalahkan Aryabima seorang saja bukanlah masalah bagi mereka, sementara Haris merasa dirinya hanya menjadi sebuah beban untuk Aryabima ketika menghadapi para musuhnya.


Beruntunglah keduanya dapat lolos dari kejaran para musuhnya meskipun dengan menggunakan seluruh tenaganya, melihat Aryabima yang sudah mulai kelelahan hal itu membuat Haris merasa begitu sedih karena dirinya sama sekali tidak berguna untuk Aryabima dan hanya merepotkannya saja.


"Aku melihat sendiri bagaimana Ayah Arya berjuang untuk melindungi diriku, meskipun begitu banyak luka sayatan ditubuhnya, ia sama sekali tidak menyerah untuk menyelamatkan diriku, perguruan ilmu beladiri yang telah aku bangun bersama dengan Ayah Arya saat itu kini telah menjadi Gengcobra, kau pasti sudah mengenalnya bukan?" Tanya Haris.


"Bagaimana mungkin aku tidak mengenalnya Om, anggota Gengcobra terkenal dengan sebuah geng yang begitu hebat, jadi pemilik Gengcobra yang sebenarnya adalah Om?".


Haris mengangguk mengiyakan pertanyaan yang dilontarkan oleh Nadhira, "Karena diriku yang sudah tidak mampu lagi untuk belajar ilmu beladiri saat itu, aku serahkan semuanya kepada Ayah Arya, metode pelatihannya tergantung pada diriku akan tetapi yang membimbing mereka untuk dapat berlatih ilmu beladiri adalah Ayah Arya, hingga suatu hari aku bertemu dengan Putri, sosok seorang wanita yang mampu menarik perhatianku".


Hubungan Haris dan Putri sangat rumit jika dibayangkan, Haris tersenyum ketika mengingat tentang pertemuan pertamanya dengan Putri keduanya tidak saling suka atau bahkan ketika awal bertemu Haris sering menggoda Putri karena penampilan Putri yang kala itu sedikit terbuka.


"Putri adalah wanita yang baik tapi penampilannya waktu itu tidak seperti orang baik, aku terus menggodanya karena penampilannya itu dan karena godaanku hingga membuatnya berubah dan menjadi lebih baik lagi"


"Benarkah itu Om? Bagaimana dengan perasaan Tante Putri ketika Om goda waktu itu?".

__ADS_1


Haris seketika merasa malu jika menceritakan tentang pertemuannya dengan Putri, karena bisa dikatakan kejadian saat itu itu begitu sangat membuat dirinya malu malu sendiri ketika mengingatnya, "Lain kali Om akan cerita soal itu, setelah berhasil membangun markas Gengcobra dan menikah dengan Putri, Om dikaruniai seorang anak laki laki, kelahiran Rifki bisa dibilang seperti anak tetangga, hehe".


"Anak tetangga? Kenapa bisa begitu Om?" Nadhira ikut tersenyum ketika melihat tawa Haris.


"Entah Om juga tidak tau, ketika Rifki masih bayi wajahnya berbeda jauh dari Om, tidak ada mirip miripnya sama sekali dengan Om, mulai dari bentuk alisnya, hidungnya, bibirnya sama sekali tidak mirip dengan Om ataupun Putri, entah anak siapa itu, tapi ketika masih berusia anak anak wajahnya mirip sekali dengan Om dan bahkan sikap Om menurun semuanya kepadanya dari mulai kenakalannya sampai pola pikirnya tidak jauh berbeda dari Om".


Haris merasa begitu bahagia ketika Rifki lahir kedunia ini, tidak ada kebahagiaan lain yang lebih besar selain kedatangan seorang malaikat kecil dalam sebuah keluarga, dan Rifki lah alasan utama mengapa Haris mampu bertahan dan alasan utama dari kebahagiaannya selama ini.


"Mungkin karena ketika sedang hamil Rifki, Putri nyidamnya yang aneh aneh kali ya Nak".


"Benarkah Om?".


"Iya, dia bahkan terus menangis meminta kepada Om untuk mengantarkan dirinya kepantai karena ingin melihat pantai, eh sampai disana yang ia lihat justru para wisatawan yang tampan tampan yang berhasil mencuri pandangannya, lalu kerumah tetangga malem malem cuma pengen lihat cara tetangganya menggoreng makanan".


"Tante Putri lucu ya Om, hehe..."


"Begitulah sikap Putri, tiada hari yang Om lalui tanpa memikirkan dirinya".


Alasan mengapa Haris pergi meninggalkan Rifki adalah dirinya tidak akan mampu untuk melindungi Rifki karena cidera parah yang ia alami ketika masih berusia remaja, apalagi musuhnya begitu banyak dan dirinya tidak ingin musuhnya mengetahui bahwa Rifki adalah anak dari orang yang mereka incar.


Seandainya Haris masih mampu untuk berlatih beladiri, dirinya tidak akan pernah meninggalkan Rifki ketika Rifki masih kecil dan belum mengerti apa apa, ia hanya bisa menitipkan Rifki kepada Aryabima dan Aryabima lah yang selalu menemani Rifki untuk tumbuh dewasa selama ini.


Haris yakin bahwa Aryabima akan mampu untuk melindungi Rifki dan menemaninya untuk tumbuh dewasa sampai Rifki benar benar mengerti tentang tugas dan kewajibannya, Aryabima telah melakukan semua keinginan dari Haris untuk dapat melindungi Rifki akan tetapi tanpa sengaja dirinya mengetahui tentang keberadaan dari musuhnya sehingga tega tidak teganya Aryabima harus meninggalkan Rifki ketika Rifki sudah mampu untuk berjalan sendiri seperti saat ini.


Sangat sulit untuk dapat melakukan itu, akan tetapi Rifki dituntut untuk bisa melakukan itu semua meskipun dirinya masih berusia remaja saat ini bahkan belum genap 20 tahun, karena masalah keluarganya yang tidak tau akan berujung seperti apa nantinya hal itu membuat Rifki mau tidak mau harus tetap menjalani takdirnya sendiri.


"Kehilangan hari untuk berlatih memang sangat menakutkan dan menyedihkan Nak, jika Om bisa memilih, Om tidak ingin berhenti untuk terus berlatih akan tetapi kondisi Om tidak memungkinkan untuk melakukan hal itu"


"Om benar, seharusnya aku tidak menyerah saat ini, aku harus secepatnya untuk sembuh dan dapat berlatih lagi seperti yang Om katakan sebelumnya"


"Baguslah, teruslah berlatih jangan pernah menyerah untuk menggapi sebuah mimpi, menyerah hanya untuk orang orang yang lemah dan tidak percaya pada kemampuan dirinya sendiri bahwa dia bisa, tapi Om yakin bahwa Nadhira adalah gadis yang kuat dan tangguh, Nadhira bisa melalui masa masa tersulit sekalipun itu, Om sangat percaya dengan Dhira".


"Dhira akan terus berusaha Om, Dhira tidak akan pernah menyerah sedikitpun seperti keyakinan yang telah Om berikan kepadaku".


"Om merasa senang ketika bisa bertemu dengan gadis sepertimu Nak, tapi Om minta maaf".


Dhuk


Haris tiba tiba memukul punggung atas Nadhira hingga membuat Nadhira tidak sadarkan diri dan terjatuh pingsan, Haris segera menangkap tubuh Nadhira ketika tubuhnya hendak jatuh ketanah.


"Maafkan Om, Om harus melakukan ini demi kebaikanmu Nak, untuk selanjutnya kau harus bisa melakukannya sendiri, semuanya tergantung dirimu sendiri Dhira, takdirmu berada digenggaman tanganmu dan yang akan menentukan nasibmu adalah dirimu sendiri".

__ADS_1


*****


Pagi hari ini, seperti biasa Bi Ira hendak membersihkan halaman depan rumah majikannya, tanpa kehadiran dari Nadhira membuat Bi Ira merasa begitu sedihnya dan terus berharap agar Nadhira dapat kembali dengan selamat.


Ketika dirinya hendak mengambil sapu lidi untuk membersihkan taman, Bi Ira begitu terkejut ketika melihat seorang gadis tengah terbaring tidak sadarkan diri diantara rerumputan yang ada didepannya, Bi Ira segera mendekat kearah gadis itu untuk memeriksanya.


Deg


"Tuan!! Non Dhira sudah ditemukan!" Teriaknya ketika mengetahui bahwa gadis yang terbaring tidak sadarkan diri adalah Nadhira. "Nak bangun, apa yang terjadi denganmu, bangunlah Nak, Nak apa kau bisa mendengar suaraku, bangunlah Nak".


Mendengar teriakan Bi Ira membuat Rendi segera bergegas untuk memeriksanya, Rendi merasa senang ketika mendengar bahwa Nadhira sudah kembali setelah sekian lama menghilang entah kemana dan Rendi sama sekali tidak mempercayai tentang berita yang pernah beredar itu.


Rendi dan Sena segera bergegas mendatangi tempat dimana Bi Ira berada, melihat Nadhira yang terbaring tidak sadarkan diri ditempat itu membuat Rendi segera mengangkat tubuhnya dan membawanya menuju kekamar Nadhira.


"Kenapa gadis ini bisa kembali lagi! Bukannya mereka telah membawanya pergi dari sini waktu itu, lalu bagaimana bisa gadis ini sudah mampu untuk kembali lagi! Sial bagaimana kalau dia mengatakan semuanya pada Rendi tentang diriku yang membuatnya dalam bahaya waktu itu!" Batin Sena.


"Apa yang terjadi dengan dirinya Bi? Kenapa dia bisa tidak sadarkan diri seperti ini?" Tanya Rendi dengan cemasnya kepada Bi Ira.


"Saya tidak tau Tuan, ketika saya menemukannya dia sudah seperti ini" Jawab Bi Ira.


"Cepat ambilkan minyak kayu putih untuknya".


"Baik Tuan".


Rendi segera membaringkan tubuh Nadhira keranjang yang ada dikamar Nadhira, ia begitu terkejut ketika mendapati bahwa celana yang digunakan oleh Nadhira sudah sobek dan bekas luka yang ada dikaki Nadhira terlihat begitu jelas tanpa ada kain yang menutupinya.


Sebelum Nadhira berniat untuk berpamitan pulang kepada Haris, Nadhira sudah mengganti pakaiannya kembali dan dirinya memakai pakaian yang sama sebelum dirinya dikabarkan hilang, ketika Nadhira sudah dibuat tidak sadarkan diri Haris segera mepelas kain yang melilit dikaki Nadhira agar mereka tidak mencurigainya.


"Apa yang terjadi dengan kakinya? Kenapa bisa bengkak seperti ini" Ucap Rendi dan ia segera duduk disamping Nadhira yang sedang terbaring tidak sadarkan diri saat ini.


Bi Ira datang sambil membawakan minyak kayu putih yang diminta oleh Rendi, Rendi segera menempelkan minyak kayu putih tersebut didekat hidung Nadhira agar Nadhira bisa mencium aromanya dan membuat Nadhira segera sadarkan diri.


"Apa yang terjadi dengan Nadhira, Alhamdulillah jika Nadhira bisa kembali setelah menghilang begitu lama, aku merasa senang melihatnya baik baik saja, tapi kenapa dia belum juga sadar sampai sekarang, semoga Nadhira baik baik saja" Batin Bi Ira.


"Nadhira sadarlah Nak, apa yang terjadi denganmu, bangunlah Nak, Papa mohon" Ucap Rendi.


"Jangan sampai anak ini mengatakan semuanya! Bisa bisa rencanaku gagal karena anak ini, jika dia sadar apa yang harus aku lakukan! Aku harus melakukan sesuatu jika sampai anak ini mengatakan semuanya" Batin Sena.


Nadhira terlihat begitu memperihatinkan saat ini karena pakaian yang ia gunakan banyak yang terkoyak dan juga noda tanah melekat begitu jelas dibaju milik Nadhira saat ini.


Meskipun dalam keadaan tidak sadarkan diri seperti itu, wajah Nadhira terlihat begitu tenang dan damainya hal itu membuat Rendi merasa begitu sedih karena sudah 3 bulan berlalu Nadhira pergi menghilang begitu saja dan disaat dia kembali sudah seperti ini.

__ADS_1


...Jangan lupa like dan dukungannya 🥰...


...Terima kasih ...


__ADS_2