
Panji segera menutup wajahnya dengan selembar kain hitam legam yang hanya menyisakan kedua matanya saja yang dapat dilihat, Panji tiba tiba muncul didepan orang orang itu dengan cara mengejutkan mereka dengan kedatangannya yang jatuh dari atas pohon.
"Siapa kau!!". Teriak pemimpin itu.
"Kau bisa menyebutnya sebagai malaikat mautmu". Ucap Panji tersenyum tipis dan hanya mampu dilihat dari kedua matanya saja.
"Serang orang itu! Cepat!". Perintah pemimpin kepada serigala serigala gaib untuk menyerang kearah Panji.
Aauuuu.....
Melihat para siluman serigala yang mendekat kearahnya membuat Panji segera mengeluarkan auranya sambil membacakan sebuah doa doa sehingga membuat para siluman itu mengaung kesakitan dan kepanasan karena aura yang dikeluarkan oleh Panji dan juga doa doa yang tengah dibacakan olehnya.
"Dia pemilik aura ini! Sebaiknya kalian berhati hati untuk menghadapinya!". Teriak pemimpin mereka.
"Nampaknya kau pantas disebut pemimpin yang cerdas". Puji Panji ketika mendengar ucapan dari orang yang memimpin itu.
Melihat ketakutan dan kewaspadaan mereka membuat Panji merasa senang dan bahkan dirinya tak henti hentinya menampakkan senyuman yang misterius kepada mereka hal itu membuat mereka bertambah waspada dengan sosok seperti pemuda yang ada didepannya saat ini.
"Nampaknya siluman suruhanmu itu begitu lemah dihadapan dengan energiku atau mungkin penumbalan kalian kurang hebat sehingga mereka tidak mampu menyerangku walaupun aku masih diam ditempat ku". Ucap Panji kepada mereka yang tengah mematung saat ini.
"Sombong sekali kau ini! Lihat saja nanti kami akan mengalahkan dirimu nanti!". Teriak pemimpin itu tidak terima dengan ucapan Panji.
"Kalau begitu buktikan, jangan hanya berkata kata saja". Ucap Panji dengan santainya sambil mengibaskan kedua tangannya.
Perlahan lahan tubuh para serigala itu lenyap dari hadapan semua orang karena serigala itu tidak mampu menahan aura yang dikeluarkan oleh Panji dalam jarak yang begitu dekat dengan mereka.
Melihat kedatangan seorang pemuda yang tiba tiba berada dihadapan membuat mereka begitu terkejut akan tetapi mereka justru lebih terkejut lagi ketika merasakan aura yang dikeluarkan dari tubuh pemuda yang menghadang mereka saat ini.
"Udara apa ini? Kenapa begitu dingin dan mencengkeram seperti ini tiba tiba, kenapa dia malah mengunci sarafku seperti ini, ya Tuhan tolong selamatkan lah aku". Batin Indah menjerit ketika merasakan aura yang keluar dari tubuh Panji saat ini.
Aura yang dikeluarkan oleh Panji membuat anak anak yang menjadi sandera langsung tidak sadarkan diri karena merasakan udara yang begitu dingin dan mencengkeram erat tubuh mereka.
"Siapa kau sebenarnya? Kenapa auramu begitu kuat seperti ini? Dan kenapa kau melawan kami seperti ini? Kami tidak pernah membuat masalah dengan dirimu! Apalagi sampai menganggu dirimu! Bagaimana kalau aku mengajakmu untuk bekerja sama denganku? Kau akan mendapatkan keuntungan yang besar dari ini, dan kau juga bisa berlatih ilmu beladiri yang cukup kuat". Teriak pemimpin dari mereka itu.
"Seperti menarik jika bekerja sama dengan kalian, tapi apakah ilmu beladirimu begitu hebat sehingga mengajakku untuk bergabung dengan kalian?".
"Tuan kami memiliki banyak buku buku kuno yang dapat digunakan untuk menambah kekuatan fisik, jika kau mempelajarinya maka kau akan menjadi yang terhebat". Bujuk pemimpin itu kepada Panji.
"Benarkah? Aku jadi penasaran dengan seberapa kuatnya Tuan kalian".
"Maka bergabunglah dengan kami, kau akan memiliki hidup yang terjamin".
"Maksud kalian? Apakah akan terjamin kematian kalian akan terjadi secepatnya ditangan atasan kalian, setelah mengetahui bahwa kalian tidak berdaya untuk melawanku?". Ucapan dengan beriringan dengan mengeluarkan sebuah pedang kecil yang masih tersimpan rapi didalam sarungnya yang ada balik bajunya.
"Kalian memang tidak membuat masalah denganku, dengan menculik anak anak itu kau telah membangkitkan iblis yang ada didalam tubuhku, bagaimana kalau kalian yang bekerja sama denganku? Contohnya mengatakan siapa yang menyuruh kalian misal, maka aku akan dengan senang hati memberikan kematian yang cepat untuk kalian". Ucap Panji sambil menunjuk kearah anak anak yang mereka sandera sebelumnya.
Panji segera mengeluarkan sebuah pedang kecil dari sarungnya yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi dan mengayunkannya dihadapan mereka semua, Indah yang menyaksikan itu tidak menyangka bahwa orang yang ia kenal dengan dinginnya juga memiliki hati yang kejam.
Tanpa ampun panji terus menyerang kearah mereka, ia sama sekali tidak mempedulikan seberapa banyak musuh yang ia hadapi saat ini, yang ia pedulikan hanyalah kematian dari orang yang telah berani menumbalkan seorang anak hanya demi kekuatan dari bangsa gaib yang mereka yakini.
"Bagaimana ini Tuan? Apa yang harus kita lakukan selanjutnya, nampaknya pemuda ini bukanlah lawan kita semua!". Ucap salah satu anak buahnya dengan perasaan yang campur aduk ketika melihat aksi yang dilakukan oleh pemuda yang tidak ia kenal sebelumnya.
"Ngak ada pilihan lain segeda serang pemuda itu bersama sama!". Ucap pemimpin itu.
__ADS_1
"Saatnya bersenang senang dengan kalian semua". Ucap Panji dengan lantangnya dan mengarahkan sebilah pedang kearah mereka yang menampakkan bercak darah dipedang tersebut.
Tanpa aba aba Panji segera bergegas menyerang orang orang itu tanpa perasaan dan simpati sedikitpun, pedang yang ada ditangannya ia ayunkan tanpa ragu sedikitpun sehingga pedang kecil itu bersimbah darah begitupun dengan telapak tangannya, karena pedang tersebut sering diasah sehingga pedang itu mampu menyayat musuhnya dengan sekali ayun saja.
Sringgg...
Pedang Panji bertemu dengan pedang dari pemimpin tersebut, sehingga menciptakan sebuah suara yang begitu nyaring didengar, akan tetapi Pedang yang dimiliki oleh Panji jauh lebih tajam dan kuat sehingga mampu menciptakan sebuah retakan dipedang musuhnya.
Tanpa perasaan sedikitpun Panji membunuh mereka hingga membuat Indah begitu terkejut dengan apa yang dilakukan oleh pemuda yang ia kagumi itu dengan gerakan yang sangat cepat dan lincah yang dilakukan oleh Panji sehingga membuat musuhnya kewalahan untuk menghadapinya.
Tanpa hentinya Panji terus menyerang mereka dan mampu merenggut nyawa mereka hanya dalam sekejab karena Panji mengoyak bagian vital mereka yakni bagian leher, Panji melakukan hal itu berulang ulang kali sampai akhirnya hanya menyisakan satu orang saja dari mereka yakni pemimpin dari mereka yang menjadi lawannya yang cukup merepotkan daripada yang lainnya bagi Panji.
"Ampun Tuan, tolong jangan bunuh saya". Ucap pemimpin itu dengan ketakutan.
"Katakan siapa yang menyuruhmu untuk menumbalkan anak anak yang ada didesa ini!!". Ucap Panji dengan marahnya kepada orang yang sudah menjadi sanderanya sekarang.
"Aku tidak akan mengatakannya, meskipun nyawaku menjadi taruhannya".
"Baiklah kalau begitu mari kita lihat sampai kapan dirimu akan bertahan dengan apa yang akan aku lakukan kepada dirimu, dan kau akan berteriak untuk meminta kematianmu dariku". Ucap Panji dengan senyum yang sangat misterius.
Panji memiliki watak yang begitu kejam dan juga akan melakukan hal hal yang sangat sadis kepada musuh musuhnya tanpa adanya rasa belas kasih sedikitpun, untuk apa baik kepada mereka, jika aku yang berada diposisi mereka, mereka tidak akan pernah mengampuniku juga bukan, begitulah pikirnya selama ini sehingga membuat dirinya tidak memiliki hati.
Panji segera mengikat dengan sangat rapat orang itu disebuah pohon yang cukup besar dari yang lainnya, rerumputan yang tadinya begitu hijau dan subur kini sudah banjir dengan merah darah dan bau anyir darah juga mulai tercium ditempat itu.
Panji teringat kembali dengan kematian kedua orang tuanya sehingga membuatnya selalu terpancing emosi ketika berhadapan dengan seseorang yang tidak punya hati seperti saat ini.
"Arghhhh.....". Teriak pemimpin itu.
Tanpa perasaan Panji segera mencambukinya menggunakan tanaman rambat yang memiliki duri yang tajam sehingga menimbulkan sensasi panas ketika duri duri itu menyayat kulitnya.
"Tidak! Arghhhh......".
"Baiklah jika itu keinginanmu, aku akan menurutinya".
"Arghhh....".
Panji terus mencambukinya tanpa memperdulikan teriakan kesakitan itu, bagi Panji orang seperti itu tidak pantas untuk dikasihani, melihat apa yang dilakukan oleh Panji kepada orang orang itu membuat Indah merasa begitu ngeri ketika melihat kemarahan yang ada diwajah Panji.
Sementara anak anak yang disandera oleh mereka sebelumnya sudah Panji buat mereka tidak sadar sebelum melakukan aksi seperti itu, ia tidak ingin membuat anak anak itu merasa trauma dengan apa yang ia lakukan saat ini sehingga akan berpengaruh dengan mental mereka.
"Arghhh... Aku mohon bunuh saja aku". Ucap pemimpin itu sambil memohon kepada Panji.
"Membunuhmu begitu mudah bagiku, tapi aku tidak akan melakukan itu sebelum tujuanku tercapai".
"Arghhh..... Lepaskan aku!!".
"Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau mengatakan semuanya kepadaku, siapa yang menyuruhmu dan apa yang selama ini kau lakukan".
"Baiklah! Baiklah! Aku akan katakan".
Mendengar ucapan itu membuat Panji segera menghentikan apa yang tengah ia lakukan saat ini, Panji menatap kearah orang itu dengan tatapan yang sangat tajam seakan akan mengatakan bahwa cepat katakan atau akan ku siksa dirimu lebih parah lagi begitulah arti dari tatapan yang diberikan oleh Panji.
"Cepat katakan!". Bentak Panji kepada orang itu sambil memegangi leher orang itu dengan eratnya.
__ADS_1
"Saya hanya melaksanakan perintah untuk menculik anak anak itu, aku sama sekali tidak tau apa tujuannya untuk menjadikan anak anak itu sebagai tumbal, Tuan Danuarta telah menjanjikan sebuah harta untuk kami semua jika kami berhasil mencari anak kecil sebagai target untuk dijadikan tumbal olehnya selama ini". Ucap lelaki itu dengan lirih.
Plakk
Panji menampar orang itu dengan kerasnya ketika orang itu menyebutkan nama seseorang yang telah membunuh kedua orang tuanya, tamparan itu menggunakan tenaga dalam sehingga dalam sekejap mampu mematahkan tulang leher orang itu dan mampu merenggut nyawanya dengan cepat.
Lelaki itu bahkan tidak menyadari bahwa dirinya sudah mati hanya karena sebuah tamparan yang diberikan oleh Panji, dirinya tidak mengetahui hal apa yang membuatnya tewas seketika itu juga.
"Danuarta!! Aku tidak akan mengampunimu, aku bersumpah akan membunuhmu secepatnya! Tunggu kedatanganku Danuarta, akan ku pastikan kau tidak akan selamat dariku!". Ucap Panji dengan geramnya.
Panji mengepalkan kedua tangannya dengan erat, ia tidak menyangka bahwa apa yang dilakukan oleh Danuarta benar benar tidak memiliki hati layaknya seorang manusia, bahkan lebih kejam daripada seekor hewan sekaligus.
Danuarta terus menambah kekuatannya agar dapat mengalahkan Kuswanto beserta anak anaknya, ia tidak mengetahui bahwa Kuswanto sudah tiada bersama dengan istrinya karena kejadian waktu itu, dalam kejadian itu Danuarta mengalami luka yang cukup serius sehingga ia meminta bantuan kepada para siluman untuk menyembuhkannya dan menjadikan anak anak sebagai tumbal.
Setelah mendengar bahwa mayat dari Rahayu telah dibawa pergi oleh seseorang hal itu membuat Danuarta begitu murka dan berusaha untuk mencari tau dimana keberadaan dari Kuswanto beserta dengan Panji.
Hal itu membuat Danuarta bersekutu dengan para iblis dan siluman untuk dapat membalaskan dendamnya, ia sangat tidak terima jika Ayahnya sudah tiada ditangan Kuswanto yang sesungguhnya hal itu adalah keinginan dari Birawa untuk dapat menyelamatkan nyawa dari Pangeran Kian.
Kemarahan yang ada dihati Panji segera meredah ketika pandangannya tertuju kepada anak anak yang tengah diikat ditempat itu sebelumnya, Panji segera mendatangi mereka untuk memeriksa keadaan mereka.
Panji memeriksa denyut nadi dari anak anak itu secara bergantian, Panji merasa lega ketika anak anak itu hanya mengalami pingsan saja karena ulahnya sebelumnya.
Setelah itu Panji tersadar bahwa ada seorang gadis yang tengah ia lumpuhkan sebelumnya, Panji segera mendatangi dimana gadis itu berada saat ini dan membuka kuncian sarafnya sehingga gadis itu dapat kembali bergerak dan berbicara.
"Kau bukan manusia!!". Teriak Indah yang begitu terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Panji.
"Iya memang aku bukan manusia". Ucap Panji dengan dinginnya kepada Indah.
"Bagaimana kau bisa membunuh mereka tanpa perasaan sedikitpun seperti ini? Bahkan kau juga masih mampu tersenyum setelah membunuh mereka dan bahkan ketika darah terciprat dari tubuh mereka mengenai dirimu, kau bahkan lebih sadis dari apa yang aku dengar selama ini".
"Iya, memang aku haus akan darah! aroma darah memang terasa begitu menyegarkan bagiku, apa kau sekarang merasa menyesal karena telah mengenaliku?".
"Aku sama sekali tidak menduga bahwa hatimu begitu keji dan sadis seperti ini, kau bukanlah seorang manusia, seorang manusia tidak akan sanggup melakukan hal itu kepada sesama manusia, ingatlah Allah sangat membencinya!".
Panji sama sekali tidak mempedulikan ucapan dari Indah, ia langsung bergegas menuju ketempat dimana anak anak itu sedang tidak sadarkan diri saat ini, tanpa kata kata lagi kepada Indah, sementara Indah tetap mematung ditempatnya sebelumnya.
Tak beberapa lama kemudian datanglah segerombolan warga desa untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi ditempat itu sehingga menciptakan kebisingan yang cukup menyita perhatian mereka.
"Apa yang sebenarnya terjadi ditempat ini? Kenapa suara gemuruhnya sangat keras?". Tanya kepala desa.
"Semuanya sudah berakhir, binatang binatang itu hanyalah sebuah ilusi, dan merekalah pelaku yang sebenarnya, mereka menculik anak anak yang tidak bersalah ini dan menjadikannya sebagai tumbal". Ucap Panji pelan sambil menunjuk ke mayat orang orang yang telah ia bunuh sebelumnya.
Perhatian seluruh tertuju kepada mayat mayat yang berserakan ditempat itu, sehingga mereka tidak menyadari bahwa Panji sudah pergi dari tempat itu dengan cepatnya tanpa berpamitan kepada mereka.
"Dimana pemuda itu?". Tanya salah satu warga desa.
"Iya... Kemana perginya? Kenapa begitu cepat menghilang". Sahut lainnya.
"Siapa sebenarnya pemuda misterius itu Pak?". Tanya salah satu pemuda kepada kepala desa.
"Aku juga tidak terlalu mengenalinya, dia hanya bilang bahwa dia hanyalah seorang pemuda pengelana yang membantai kejahatan, dia datang kedesa kita hanya untuk mengatasi serangan dari binatang buas yang ia dengar itu".
"Kalau begitu kita harus berterima kasih dengannya, semoga dirinya selalu berada didalam lindungan-Nya dan dapat terus berbuat baik".
__ADS_1
"Aamiin". Jawab mereka serempak.
...Jangan lupa dukung Author ya 😁...