
Lia memang tidak pernah menceritakan tentang keluarganya yang sesungguhnya, Lia tidak pernah mengetahui tentang keberadaannya maupun tentang kabarnya, yang semua orang tau adalah Lia anak satu satunya dari sebuah pasangan suami istri.
"Apa kau tidak mencurigai kenapa disaat kau menikah dengan Lia, justru bukan Ayahnya sendiri yang menjadi wali? Melainkan wali hakim".
"Lia bilang Ayahnya sakit dan tidak bisa menjadi wali disaat kita menikah dulu".
"Tidak Rendi, karena memang orang itu bukanlah Ayah kandung dari Lia sehingga dia tidak bisa menjadi wali nikah untuk kalian, Lia sengaja menutupinya darimu, karena dia tidak tau harus mencari kami kemana lagi".
"Tidak!! Kau berbohong, Lia adalah anak tunggal, dan dia sama sekali tidak memiliki hubungan dengan dirimu ataupun keluargamu itu".
"Memang dia diadopsi oleh pasangan suami istri itu, dan sekarang aku sudah mengetahui semuanya! Nandhita sendiri memberitahukan hal ini kepadaku Rendi, kau tidak bisa mengelak lagi, aku akan membawa Nadhira pergi dari sini, aku tidak menyangka bahwa kau memperlakukan Nadhira dengan sangat jahat Rendi dan bahkan aku ragu apakah dirimu memiliki hati atau tidak".
"Lia mengatakan kepadaku bahwa dia adalah anak satu satunya, dia tidak punya Kakak atau Adik, bahkan kedua orang tuanya juga mengatakan hal tersebut waktu itu".
"Berapa kali aku harus menjelaskan kepadamu Rendi, aku dan Lia sudah terpisah dalam waktu yang sangat lama, Lia telah diadopsi oleh pasangan suami istri itu dari panti asuhan, dan aku datang kemari untuk membawanya kembali bersama diriku, tapi yang ku dapat apa? Lia sudah tiada dan bahkan makamnya saja juga tidak ada".
David adalah adik kandung dari Lia, keduanya berpisah disaat keduanya masih berusia sekitar 10 tahunan, waktu kecil Devid mengalami sakit sakitan sehingga kedua orang tuanya membawanya keluar negeri untuk berobat demi kesembuhannya.
Kedua orang tua Lia menitipkan dirinya dirumah saudaranya, akan tetapi justru saudara itu membawa Lia kepanti asuhan untuk dirawat tanpa sepengetahuan dari kedua orang tuanya, Tantenya sangat tidak menyukai Lia karena baginya Lia hanyalah merepotkan dirinya.
Tantenya merasa iri dengan keluarga Lia sebelumnya karena Ibu Lia menikah dengan seorang CEO disuatu perusahaan sehingga bisa dibilang kehidupannya lebih beruntung daripada kehidupan Tante dari Lia sehingga Tantenya sangat tidak menyukai keluarga Lia.
Karena Adik kandungnya mengalami sakit sakitan sehingga itu adalah kesempatan yang bagus untuk membalaskan rasa irinya kepada keluarga Lia, mereka berpura pura baik kepada Lia dan keluarganya agar Ibu Lia merasa aman untuk menitipkan Lia kepada mereka.
Devid dan kedua orang tuanya pergi keluar negeri selama 10 tahun tanpa kabar apapun, dan selama itu Lia diadopsi oleh pasangan suami istri yang kaya akan tetapi keduanya tidak karuniai seorang anak dan keduanya membesar Lia dengan penuh cinta, mereka menganggap bahwa Lia adalah anak mereka sendiri.
David dan kedua orang tuanya baru kembali dari luar negeri 5 tahun yang lalu, ketika sampai dirumah mereka, mereka begitu terkejut ketika mendapati bahwa Lia telah dibuang oleh saudaranya karena keterkejutannya itu membuat Ayah Lia terkena serangan jantung dan akhirnya meninggal disatu bulan sejak kepulangan mereka.
Sejak saat itu Ibunya sering menangis dan meminta kepada David untuk segera mencari Lia, berbulan bulan hingga berubah menjadi tahun, David tidak pernah berhenti untuk berusaha mencari Lia hingga dirinya berhasil menemukan satu keluarga yang pernah sudah mengadopsi Lia.
David merasa sangat bahagia ketika dia dapat bertemu dengan Nandhita, akan tetapi kebahagiaan itu tidak berlangsung lama karena Nandhita memberitahukan kepada David bahwa Lia telah tiada beberapa tahun yang lalu.
David mengajak Ibunya untuk menemui Nandhita cucunya meskipun sosok Lia telah tiada, awalnya David berniat untuk mengajak Nandhita tinggal bersama dengan Ibunya akan tetapi Nandhita menolaknya karena dirinya tidak bisa meninggalkan Kakek dan Neneknya sendirian.
Nandhita juga mengatakan bahwa dirinya masih memiliki seorang Adik perempuan akan tetapi Adiknya tinggal bersama dengan Papanya beserta keluarga barunya, Nandhita ingin sekali membawa Nadhira ikut bersamanya akan tetapi dirinya tidak mampu untuk melakukan itu.
Nandhita sangat merindukan Nadhira, akan tetapi rasa sakit hatinya tidak mengizinkan dirinya untuk kembali kepada keluarganya meski hanya singgah untuk mengunjungi Nadhira.
Mendengar cerita dari Nandhita hal itu membuat David ingin melihat langsung mengenai kehidupan Nadhira bersama dengan keluarga barunya, justru hal itu membuat emosinya meningkat ketika mengetahui bahwa Nadhira diperlakukan dengan tidak adil dikeluarga itu.
"Tidak mungkin itu tidak mungkin! aku tidak akan membiarkanmu membawa Nadhira pergi!"
"Sebenarnya aku tidak ingin memisahkan dirimu dengan anakmu sendiri seperti ini, aku hanya ingin bertemu dengan Nadhira saja untuk menanyakan bagaimana kabarnya saat itu, tapi setelah aku melihat semuanya sendiri dengan jelas, ternyata aku salah jika aku membiarkan Nadhira tetap tinggal bersama denganmu, aku terpaksa harus membawanya pergi jauh darimu".
"Omong kosong seperti apa lagi yang kau bicarakan itu Jon!" Teriak Sena yang mendengarkan semuanya.
"Diam kau wanita licik! Selama ini aku hanya berpura pura denganmu, kau bahkan belum mengetahui jati diriku yang sebenarnya! Dan kau telah berani bermain main dengan David Imelio, jangan bermimpi kau akan menang dariku".
"Kau!"
__ADS_1
"Kenapa? Asal kau tau Ren, istrimu itu telah mencuri uangmu untuk menutup mulutku agar tidak mengatakan hal ini kepada siapapun".
"Apa yang kau katakan!"
"Bukannya beberapa hari yang lalu kau kehilangan uang sebanyak 50 juta dari brangkasmu? Dan kau tau siapa pencurinya? Dia adalah istrimu sendiri".
Seketika itu juga David yang mengaku sebagai Jono itu tiba tiba terlihat begitu emosi saat ini dan menepuk tangan beberapa kali dan seketika itu juga beberapa orang yang berpakaian rapi berdatangan ketempat itu dan berdiri dibelakang David, iya orang orang itu adalah suruhan dari David.
Ketika segerombolan orang datang ketempat itu, tiba tiba mereka memberi hormatnya kepada David ditempat itu, hal itu membuat orang yang menetap ditempat itu begitu terkejut dan tidak mempercayai apa yang mereka lihat saat ini.
David segera melemparkan sebuah koper yang berisikan uang yang telah Sena curi tepat dihadapan Rendi dan Sena, Rendi segera membuka koper tersebut dan melihat uang yang ada didalamnya.
"Bagaimana bisa?" Ucap Rendi yang tidak mempercayai apa yang ada dihadapannya saat ini.
"Aku tidak butuh uang darimu karena aku punya segalanya yang tidak kau miliki, aku bekerja padamu hanya ingin dekat dengan keponakanku sendiri dan aku ingin lihat bagaimana dirimu memperlakukan Nadhira selama ini secara langsung, sudah cukup kau menyakiti hati Nadhira selama ini Rendi, seandainya bukan karena kehadiran Nadhira mungkin kau sudah tiada sejak dulu Rendi!".
"Kau salah paham, aku tidak pernah berbuat jahat kepada dirinya selama ini".
"Kau memang tidak mengetahui semuanya, tapi aku sangat tau tentang apa yang terjadi dengan Nadhira, ilmu hitam apa yang telah digunakan oleh istrimu untuk menyakiti Nadhira! Kau sendiri bahkan tidak tau soal hal itu, Ayah macam apa kau ini!".
David mengungkit kembali soal Nadhira dan juga perlakuan Sena kepada dirinya dihadapan semua orang yang ada ditempat itu, Bi Ira terus meneteskan air matanya karena dirinya merasa senang ketika ada yang membela Nadhira didepan banyak orang akan tetapi dirinya juga sangat sedih ketika mengetahui bahwa Nadhira telah meminum racun.
Memang selama ini hanya Bi Ira yang begitu dekat dengan Nadhira dan selalu ada untuk Nadhira, ia tidak menyangka bahwa dirinya akan bertemu dengan keluarga Lia yang sesungguhnya saat ini, dimana Lia sudah pergi mendahuluinya.
"Ilmu hitam apa yang dia maksud Sena! Katakan kepadaku sekarang juga!" Ucap Rendi dengan nada tinggi kepada Sena.
"Aku tidak tau! Dia hanya berbohong, kenapa kau bisa mempercayai dirinya" Jawab Sena.
"Apa yang kau katakan!".
"Aku mengatakan yang sebenarnya Rendi! Kau juga tidak akan mengetahui bagaimana rasa sakit yang selama ini Nadhira rasakan, bahkan karena rasa sakitnya yang tidak mampu ia tahan membuat dirinya kehilangan kesadarannya, dan Nadhira tidak pernah menceritakan hal itu kepadamu karena dia tidak ingin kau menghawatirkan dirinya! Dia begitu tersiksa karena dirimu dan beberapa kali nyawanya hampir terancam karena dirimu"
"Tidak mungkin! Kau pasti berbohong kepadaku".
"Apa gunanya aku berbohong kepadamu Rendi? Kau bahkan sama sekali tidak mempedulikan nyawa Nadhira selama ini, kau tidak peduli apakah dia masih bernafas atau tidak, dan rasa sakit seperti apa yang ia rasakan saat itu, kau juga tidak mengetahuinya, Ayah macam apa kau ini, justru orang lain yang selalu ada untuk dirinya".
"Apa yang dialami oleh Nadhira selama ini? Katakan kepadaku"
David benar benar tidak mempercayai apa yang tengah dikatakan oleh Rendi, bahkan Rendi sendiri tidak mengetahui hal apa yang selama ini dilalui oleh Nadhira seorang diri.
"Tolong jelaskan kepada mereka, apa yang terjadi pada Dhira selama ini" Ucap David yang sengaja ia arahkan kepada Bi Ira.
"Kenapa Bi Ira?"
"Karena dia adalah orang yang paling dekat dengan Nadhira selama ini dan seorang pemuda yang entah siapa namanya, entah sudah 3 tahun berlalu dan aku tidak pernah melihatnya lagi bersama Dhira".
Yang dimaksud oleh David adalah Rifki, sudah lama Rifki meninggalkan Nadhira untuk melanjutkan pendidikannya, tak terasa waktu sudah berjalan 3 tahun keduanya berpisah selama ini, David tidak mengetahui asal usul dari pemuda itu dengan jelas karena identitasnya yang disembunyikan dengan rapatnya sehingga tidak ada yang mengetahui tentang dirinya.
"Katakan Bi, apa yang terjadi dengan Nadhira selama ini?" Tanya Rendi.
__ADS_1
"Nadhira tidak pernah mempedulikan nyawanya sendiri, apapun akan ia lakukan demi menyelamatkan orang orang yang ada disekitarnya, ia tidak pernah menceritakan sesuatu kepadaku tapi aku tau apa yang ia rasakan selama ini, perlakuan kejam apa yang ia dapatkan dari kalian berdua, ia tidak pernah mengeluh dan selalu menyembunyikan lukanya seorang diri, hanya pemuda itu yang tau betul dengan apa yang selama ini dilalui oleh Nadhira".
"Dimana pemuda itu sekarang?"
"Dia pergi keluar negeri untuk melanjutkan pendidikannya dan karena pemuda itu Nadhira mampu bertahan sampai saat ini".
"Iya Om itu benar, aku melihatnya sendiri, pemuda itu adalah Tuan Muda kami, dia begitu menyayangi Nadhira dan tidak akan pernah membiarkan Nadhira dalam bahaya" Ucap seseorang entah dari mana asalnya tiba tiba muncul ditempat itu.
"Kau!".
"Mungkin Om sudah kenal denganku, aku datang kesini untuk mengatakan segalanya tentang Nadhira dan apa yang telah dilalui olehnya, memang aku tidak sehebat pemuda itu, jika aku mengatakan bahwa pemuda itu mampu melihat alam gaib dan dia juga mampu melihat ilmu gaib apa yang diberikan oleh Tente Sena kepada Nadhira, apa Om akan mempercayai ucapanku itu?"
Setelah mendapatkan informasi bahwa telah terjadi kekacauan disebuah gedung dan kekacauan itu terjadi kepada keluarga Nadhira hal itu membuat Bayu sangat penasaran dan sudah tidak sabar untuk menangkap Ibu tiri yang jahat itu sehingga dirinya segera bergegas menuju kegedung itu.
"Bagaimana mungkin Sena melakukan itu?"
"Itu artinya Om tidak mempercayai ucapanku, baiklah tidak masalah jika Om tidak mempercayai ucapanku, aku katakan kepada Om bahwa menahan cemburu itu tidak mudah, apa lagi cemburu dengan saudara sendiri karena kasih sayang yang telah Om berikan kepada Amanda ataupun Nadhira sangat berbeda, bagi seorang anak gadis, Ayahnya adalah cinta pertamanya lantas bagaimana bisa Om membedakan kasih sayang antara mereka berdua?"
"Aku tidak pernah membedakan kasih sayang yang aku berikan antara Amanda dan Nadhira".
"Entah Om sadar atau tidak, apa Om tidak merasa perubahan sikap Nadhira selama ini? Selalu menyembunyikan apapun dari Om dan mengatakan bahwa dirinya baik baik saja didepan Om, tapi asal Om ketahui bahwa Nadhira saat itu sedang tidak baik baik saja saat itu".
Bayu menceritakan segalanya tentang apa yang ia ketahui mengenai Nadhira selama ini, dan hal hal aneh apakah yang sering dilakukan olehnya termasuk berkelahi, bukan hanya itu saja Bayu juga menceritakan tentang apa yang dialami oleh Nadhira kepada Rendi yang ia ketahui.
"Nadhira sering merasakan sakit dibagian jantungnya akan tetapi dirinya sering menyembunyikan hal itu kepada kami, tapi Tuan Muda kami mengetahui semuanya, dan penyebab dari rasa sakit itu adalah ilmu hitam kiriman dari Tante Sena sendiri".
"Katakan Sena! Katakan semuanya dengan jelas sekarang!"
"Iya iya iya! Aku telah menyuruh dukun untuk mencelakakan Nadhira selama ini, semua yang ku lakukan hanya ingin balas dengan denganmu Rendi! Aku tidak akan membiarkan dirimu bahagia, puas kau!" Ucap Sena mengakuinya.
Rendi benar benar tidak mempercayai apa yang tengah dikatakan oleh Sena, Sena telah menyimpan sebuah dendam yang mendalam kepadanya dalam waktu bertahun tahun, dan dirinya melampiaskan semuanya kepada Nadhira yang bahkan sama sekali tidak mengetahui apapun soal itu.
"Kenapa! Kenapa kau melakukan itu Sena! Dendam apa yang kau miliki kepada diriku! Aku mencintaimu dengan setulus hatiku tapi kenapa kau mendustaiku Sena, katakan kepadaku kenapa?"
"Karena dulu kau meninggalkanku demi Lia! Dan karenamu juga Ayahku meninggal Rendi!"
"Bukannya kau sendiri yang meninggalkanku karena dulu aku tidak memiliki apapun untuk dapat mempertahankan dirimu, kau memilih bersama dengan lelaki lain, soal Ayahmu yang meninggal itu bahkan aku sendiri tidak mengetahuinya kapan dan dimana Ayahmu meninggal".
"Jangan berpura pura seakan akan kau tidak mengetahui! Aku melihatnya sendiri kau mendorong Ayahku dan pergi meninggalkannya begitu saja".
"Ayahmu terus memaksaku untuk kembali bersamamu dan meninggalkan Lia, aku tidak mendorongnya sama sekali, setelah itu aku pergi dari tempat itu dan aku tidak mengetahui apapun yang terjadi ditempat itu lagi".
Sena memendam kebencian kepada Rendi karena dirinya berpikir bahwa Rendi adalah penyebab dari kematian Ayahnya yang bahkan Rendi sama sekali tidak mengetahui apapun tentang itu, waktu itu Ayah Sena mendatanginya dengan diam diam dan menyuruh Rendi kembali kepada Sena karena Rendi sudah menjadi orang sukses.
Akan tetapi saat itu, Lia sedang mengandung anaknya sehingga dirinya tidak bisa meninggalkan Lia bagaimanapun caranya, dirinya sudah memiliki perasaan dengan Lia, Rendi tidak suka jika harus dipaksa untuk berpisah dengan sosok seperti Lia.
Rendi segera bergegas pergi dari tempat itu dan meninggalkan Ayah Sena, tanpa ia sadari bahwa setelah kepergiannya dari tempat itu tiba tiba Ayah Sena terjatuh dengan sendirinya karena penyakit jantungnya kambuh lagi.
Disaat penyakit Ayahnya kambuh Sena segera datang ketempat itu, tanpa sengaja dirinya melihat Rendi yang tengah bergegas pergi menjauh dari tempat itu, Sena langsung berpikir bahwa apa yang tengah terjadi kepada Ayahnya saat itu adalah perbuatan dari Rendi.
__ADS_1
**Terima kasih tetap setia dengan Nadhira
Author sayang deh sama kalian ♥️ jangan lupa dukungannya, biar Author makin semangat lagi 🏃♂️**