Apa Salahku Pa

Apa Salahku Pa
Mengungkap misteri 3


__ADS_3

"Lebih baik aku mati, daripada harus menyerahkan kehormatanku kepada kalian". Rahel mengucapkan itu dengan tegasnya, meskipun tubuhnya kini bersimbah darahnya sendiri.


Kepala adalah tempat sensitif dan mengandung banyak darah apabila terluka, dan saat ini Rahel terluka dikeningnya dan melukai dengan dalam pembuluh darahnya sehingga banyaknya darah yang keluar dari kepalanya.


Kepala adalah anggota bagian tubuh paling vital yang mampu menghilangkan nyawa orang dengan sekejap, ketiga pria itu hanya bisa melihat Rahel melukai dirinya sendiri dalam diam.


"Aku lebih rela kehilangan nyawaku, daripada harus kehilangan kehormatanku hanya demi lelaki ba****gan seperti kalian, lebih baik mati karena mengingat Allah daripada hidup dalam sebuah noda yang tidak dapat dihilangkan!".


Rahel dengan sekuat tenaga mengatakan hal itu dengan lantangnya, ia tidak menyangka akan mati ditempat ini dalam keadaan seperti ini, Ia lebih memilih untuk mati daripada harus menyerahkan kehormatannya kepada lelaki baj****n seperti itu.


Uhuk uhuk


Rahel terbatuk batuk dan termuntah darah karena luka yang ada dikepalanya, tak beberapa lama datanglah seorang wanita ditempat itu yang Rahel kenali adalah Ibu dari orang yang ia cintai.


"Aku tidak menyangka bahwa Tante dengan tega melakukan hal itu kepadaku, suatu hari Tante akan menyesalinya, apapun yang kita tanam kitalah yang menuai, karma itu pasti datang! Dan disaat itu kau akan menyesalinya seumur hidupmu!".


Rahel sangat tidak menyangka bahwa ketiga lelaki itu adalah orang suruhan dari wanita yang dikenalnya sebagai Ibu dari Hakam, hanya demi memisahkan anaknya dari wanita seperti dirinya saja Nita harus menyuruh seseorang untuk melecehkannya sampai seperti itu.


"Ya Allah, aku serahkan seluruh hidup dan matiku hanya kepada-Mu, tiada Tuhan selain Allah, ampunilah segala dosa dosa yang pernah hamba-Mu lakukan ini ya Allah, terimalah pengorbananku". Ucap Rahel bersungguh sungguh dalam doanya.


"Apa yang kalian lihat!! Hentikan dia!!". Perintah Nita kepada orang orang itu untuk menghentikan Rahel yang ingin mengakhiri hidupnya.


Akan tetapi perintah itu terlambat untuk dilaksanakan oleh orang orang itu, Rahel mengangkat batu tersebut den dengan kerasnya ia memukulkannya kembali kekepalanya sehingga mampu merenggut nyawanya dalam sekejap.


"Allahu Akbar". Ucap Rahel dengan lirihnya dan diiringi dengan tubuhnya yang perlahan lahan jatuh ketanah dengan bersimbah darah dan sudah tidak bernyawa karena luka yang ada dikepalanya.


"Tidak...". Teriak Nita ketika menyaksikan hal itu.


Nita yang melihat Rahel yang tengah bersimbah darah yang begitu banyak, ia tidak kuasa untuk melihatnya, bayangan seseorang tiba tiba muncul menghantuinya.


Rahel tidak pernah takut akan kehilangan nyawanya, tetapi ia begitu takut jika sampai kehormatannya direnggut oleh orang orang yang bukan mahramnya, ia tidak ingin ketika dirinya menghadap kepada Tuhannya, dirinya penuh noda yang tidak akan pernah bisa hilang apalagi itu menyangkut dengan kehormatannya yang direnggut secara paksa.


Ia begitu ikhlas akan kehilangan nyawa disaat itu, akan tetapi dirinya masih kepikiran dengan nasib Adiknya yang telah disekap oleh Nita.


Keadaanlah yang memaksanya untuk melakukan itu, meskipun dengan cara kehilangan nyawa itu tidak masalah baginya, asalkan dirinya tidak kehilangan Tuhannya walau dalam keadaan mati sekalipun.


Ibunya pernah bilang kepada Rahel bahwa kehormatan seorang wanita adalah segalanya, jika ada orang yang ingin melecehkannya maka lawanlah dengan sekuat tenaga, jika tidak bisa melawan lebih baik dirinya kehilangan nyawanya daripada harus kehilangan kehormatannya.


Perempuan yang mati berusaha untuk lari karena ingin dilecehkan akan mendapatkan kematian yang syahid karena berjihad, berjuang dijalan Allah, sama seperti seseorang yang berada ditengah tengah sebuah pertempuran melawan musuh.


Seberapa rendah dirimu dihina, seberapa rendah kedudukanmu, harga diri dan kehormatan seorang wanita wajib untuk dijunjung tinggi, meskipun kamu bukan orang yang punya segalanya jangan pernah biarkan kehormatanmu direbut begitu saja.


Serendah rendahnya seorang wanita adalah dia yang membiarkan kehormatannya dinikmati oleh orang orang yang bukan mahramnya, akan tetapi serendah rendahnya seorang pelacur akan lebih rendah orang yang dengan sengaja melakukan zina dengan yang bukan mahramnya hanya demi kepuasannya saja.


Dengan tubuh bergetar, Nita memerintahkan kepada orang suruhannya untuk mengecek keadaan Rahel yang bersimbah darah seperti itu. Hal itu segera dilaksanakan oleh orang suruhan Nita, orang itu begitu terkejut setelah mengetahui kondisi Rahel.


"Bos, dia sudah mati".


"Apa!! Cepat cari alat untuk menggali tanah, dan kubur dia, hilangkan juga bukti buktinya!!". Nita begitu panik ketika mengetahui bahwa Rahel sudah tewas didepannya.


"Baik Bos!!".


Dengan sesegera mungkin mereka mengubur jenazah Rahel ditempat dimana Rahel terbaring tidak berdaya saat ini, dan menghilangkan segala bukti bukti mengenai hal yang menimpa Rahel.


Ini diluar dugaannya, Nita sama sekali tidak menduga bahwa Rahel akan mengorbankan nyawanya dalam kejadian itu, Nita hanya ingin Rahel menderita seperti apa yang dialami oleh anaknya, akan tetapi hal itu justru kebalikan dari rencananya tersebut.


****Kisah selesai****


"Ael... Jangan tinggalkan aku, Ael... Kembalilah". Hakam merintih menangisi kertas yang bergambar wajah kekasihnya yang telah disobek oleh Ibunya.


Hakam begitu terpukul ketika mengetahui bahwa Rahel telah tiada untuk selama lamanya, ia meninggalkan Hakam dan tidak akan pernah kembali.


Karena seringnya ia diberi minuman untuk melupakan sosok Rahel dalam hidupnya membuat dirinya menjadi kehilangan mental dan sering berteriak maupun berbicara sendiri.

__ADS_1


"Ael.. kembalilah, jangan tinggalkan aku seperti ini, apa yang terjadi denganmu waktu itu, apakah yang diceritakan oleh Rifki benar benar terjadi kepadamu Ael, maafkan aku, maafkan aku Ael...".


Tidak akan ada yang sanggup mendengar bahwa kekasih pujaannya telah pergi terlebih dahulu meninggalkan dirinya sendiri, begitupun dengan Hakam yang ditinggal pergi oleh sang kekasih.


"Aku harus bertemu Rifki".


Hakam segera bangkit dari duduknya, ia harus bertemu dengan Rifki, sosok pemuda yang ia kenal sebelumnya karena telah menyelamatkan dirinya.


Yang ia tau hanya Rifki satu satunya yang bisa menjadi penolongnya, Rifki telah melakukan banyak cara kepadanya untuk mengembalikan kesadaran akan jiwanya yang telah diganggu oleh ilmu hitam.


Rifki dapat mengetahui tentang kematian dari Rahel kekasihnya bukan hanya kebetulan saja, akan tetapi Rifki adalah anak yang sepesial yang diberikan kelebihan daripada orang lain.


****


Tok tok tok


Pintu ruangan Rifki tiba tiba diketuk oleh seseorang dari luar, Rifki yang sedang sibuk membaca bukunya segera menaruh bukunya diatas meja.


"Masuk!!".


Tiba tiba seorang lelaki masuk kedalam ruangan tersebut, orang itu segera menunduk dihadapan Rifki sambil memberi hormat kepadanya.


"Apakah ada perkembangan lagi?".


"Iya Tuan Muda, mata mata yang telah saya kirim memberitahukan bahwa perempuan yang Tuan Muda suruh awasi, sedang menuju kesuatu tempat".


"Terus awasi setiap pergerakannya, bagaimana dengan ketiga orang itu?".


"Baik Tuan Muda, Mereka aman bersama saya Tuan Muda, Tuan Muda tidak perlu khawatir soal itu".


"Baiklah, aku akan menghubungi yang lain".


"Saya permisi Tuan Muda".


"Rifki, perempuan itu menuju ketempat dimana tubuhku dimakamkan, kau harus segera kesana". Ucap arwah Rahel kepada Rifki.


Rifki segera menghubungi Samsul ( Ayah Hakam ) dan memberitahukan mengenai apa rencananya selanjutnya, setelah itu Rifki segera bergegas untuk menjemput Nadhira karena Nadhira juga ingin ikut terlibat dalam masalah seperti ini.


Rifki membawa beberapa anak buahnya dan juga beberapa orang untuk mengikutinya menuju ketempat dimana anak buahnya ia perintahkan untuk mengawasi setiap pergerakan dari Nita.


Disatu sisi, Nita mengikat seorang anak laki laki yang tidak sadarkan diri karena obat bius yang ia berikan kepada anak itu dibawah pohon tempat dimana ia mengubur jenazah Rahel sebelumnya.


"Kau puas!! Kau telah mengganggu hidupku!! Kau sudah mati, jangan pernah kembali lagi kedunia ini!!".


Nita berbicara seorang diri ditempat itu, seakan akan dirinya menjadi gila akibat tidak tidur semalaman karena diganggu oleh arwah seorang perempuan sehingga membuatnya begitu menderita semalaman.


"Kamu menginginkan Adikmu bukan? Maka aku akan mengirim dia kepadamu sekarang juga". Teriak Nita kepada makam tersebut.


Nita segera mengambil batu yang pernah digunakan oleh Rahel bunuh diri, dan hendak mengayunkan batu tersebut kepada kepala bocah yang malang itu.


"Tidak!!!".


Rombongan Rifki datang tepat waktu ditempat itu, Nadhira segera berlari dan sesegera mungkin untuk memeluk bocah yang tidak sadarkan diri tersebut untuk melindunginya dari batu yang akan membunuh bocah yang malang itu.


Sementara Rifki segera melindungi Nadhira dengan cara menendang tangan Nita sehingga batu tersebut terlempar jauh dari arah yang ingin Nita tuju.


"Akh...". Pekik Nita karena tangannya yang ditendang oleh Rifki untuk melepaskan batu yang ia pegang.


"Adek, kamu tidak apa apa? Kenapa dia tidak sadarkan diri, Adek bangun Kakak mohon". Nadhira begitu panik ketika mengetahui bahwa anak kecil yang tadi ia pelukannya sekarang tidak sadarkan diri.


Samsul dan Hakam segera memegangi Ibunya tersebut yang ingin memukul Rifki yang perhatian sekarang tertuju kepada Nadhira dan adik dari Rahel.


"Ibu sadar Bu!!!". Ucap Samsul sambil terus memegangi istrinya itu.

__ADS_1


"Kalian!! Kenapa kalian disini!!". Nita begitu shock ketika melihat banyak orang yang berada ditempat terpencil seperti itu.


"Ibu.. seharusnya Ibu sadar dengan apa yang Ibu lakukan kepada Ael, maafkan kami karena menjebak Ibu seperti ini, Ibu bertaubatlah". Ucap Hakam menenangkan Ibunya itu.


"Kau sudah sembuh?". Tanya Nita yang tidak percaya apa yang telah dikatakan oleh anaknya.


"Berkat Rifki sekarang aku sudah tidak apa apa Ibu, maafkan kami".


****Flash back on****


Samsul menemui Rifki dan Nadhira setelah keduanya keluar dari sekolah, ia mendapatkan informasi dari Fajar mengenai sosok seperti Rifki.


Karena begitu penasarannya mengenai kisah tentang Rahel sehingga dirinya datang menemui Rifki untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi kepada anak mereka.


Awalnya Samsul tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh Rifki mengenai istrinya, tetapi Rifki harus mencari tau dimana keberadaan Adik dari Rahel yang telah disembunyikan oleh Nita.


"Aku akan menyembuhkan anak Bapak, dia terpengaruh oleh ilmu hitam yang memang sengaja ditujukan kepadanya untuk melupakan sosok Rahel, tetapi karena perasaan anak Bapak dengan Rahel begitu kuat sehingga itu berdampak buruk bagi mental anak Bapak". Jelas Rifki.


"Lalu apa yang harus aku lakukan Dek? Tolong sembuhkan anak Bapak".


"Baiklah, bawa aku untuk menemui anak Bapak". Rifki menyerah sebuah kertas kepada Samsul. "Ini nomor saya, Bapak bisa hubungi saya nanti, saya akan memberikan alamat cafe dan temui saya disana bersama dengan anak Bapak".


"Iya Dek, terima kasih". Ucap Samsul dengan sedihnya karena ia mengetahui bagaimana sikap istrinya ketika dibelakangnya.


"Pak, saya tau itu sangat berat untuk dapat Bapak terima, kita harus selamatkan anak yang tidak berdosa itu".


"Lalu bagaimana caranya kita mengungkapkan apa yang telah dilakukan oleh istriku?".


"Aku punya ide, nanti aku akan jelaskan kepada kalian ketika berkumpul dicafe". Ucap Nadhira.


Beberapa hari kemudian, Hakam telah kembali sadar atas bantuan dari Rifki, Fajar merasa senang karena temannya itu sembuh, Rifki hanya bisa mengobati seseorang jika seseorang itu memiliki masalah dengan hal gaib.


"Dengarkan baik baik rencana yang harus kita lakukan". Ucap Nadhira dicafe itu.


"Apa itu Dhira?". Tanya Fajar yang sangat penasaran.


"Aku akan menyamar menjadi sosok Rahel yang akan mendatangi keluarga dari saudara Hakam untuk meminta pertanggung jawaban dan menginginkan Adikku kembali, sementara Pak Samsul harus berpura pura seakan akan kejadian itu tidak pernah terjadi".


"Maksudmu, kita main hantu hantuan begitu? Bagaimana kalau hantu itu beneran datang?". Belum selesai Nadhira menjelaskan, Fajar segera menolak ide tersebut ia berpikir hantu yang asli akan datang juga untuk ikut serta.


"Sebenarnya aku setuju sih dengan ide tersebut, tapi bagaimana kalau Ibuku benar benar ketakutan atau sampai melakukan hal hal yang diluar nalar kita". Hakam mulai mengutarakan pendapatnya.


"Aku setuju dengan itu, siapa tau setelah kita menjalankan rencana ini, Tante Nita akan membawa kita menemui adik dari Rahel karena ia frustasi setelah didatangi oleh Rahel". Rifki juga ikut mengutarakan pendapatnya.


Masing masing dari mereka terus mengutarakan pendapatnya ada yang setuju mengenai ide tersebut dan ada yang tidak setuju dengan hal itu.


Sampai akhirnya keputusan dari Samsul adalah keputusan yang mutlak tidak ada bantahan dari siapapun, Samsul begitu menyetujui apa yang diutarakan oleh Nadhira.


Selama Nita tidak ada dirumah, Rifki dan lainnya segera memasang alat yang dibutuhkan untuk rencana tersebut termasuk kipas angin yang d taruh diluar kamar untuk menambah angin dimalam hari.


Jalan keluar yang aman untuk Nadhira keluar masuk dalam kamar tersebut melalui cendela dan memasang spicker kecil untuk membuat suara yang akan dibunyikan terlihat begitu nyaring dikamar tersebut.


Mereka menjalankan rencana yang diberitahukan oleh Nadhira kepada mereka, Nadhira keluar dari rumahnya dengan diam diam dimalam hari untuk menjalankan rencana itu agar tidak membuat seluruh penghuni rumahnya gempar karenanya.


Rifki memerintahkan kepada Reno untuk berjaga didalam kamar milik Samsul beserta istrinya, Reno segera bersembunyi dibawah ranjang keduanya ia ditugaskan untuk menarik selimut dari Nita jika diperlukan dari bawah, tanpa adanya bantahan sedikitpun dari Reno.


Hakam dan Rikfi berjaga didalam kamar milik Hakam yang berdekatan dengan kamar milik orang tua Hakam, tugas keduanya cukup mudah, yakni menyalakan pemutar musik untuk menakut nakuti Nita dan jeritan ketika kematian Rahel.


Ada mikrofon kecil yang memang sengaja diletakkan dibaju yang akan digunakan oleh Nadhira dan baju yang akan digunakan oleh Hakam untuk menakut nakuti.


**Jangan lupa like dan komen**


**Dukungan kalian begitu berarti buat Author agar bertambah Semangat**

__ADS_1


__ADS_2