Apa Salahku Pa

Apa Salahku Pa
Nadhira mabuk?


__ADS_3

Setelah Nadhira dan Amanda duduk ditempat yang lebih sepi, tiba tiba Clara dan beberapa wanita datang ketempat dimana Nadhira berada saat ini sambil membawa beberapa botol minuman yang sama sekali tidak Nadhira kenali isi dari botol itu.


"Hay gais aku bawa minuman ini lo, kamu juga mau cobain anggur mahal ini Dhira? Kamu harus cobain minuman seperti ini Dhira, aku sudah beli banyak untuk kita lo" Ucap Clara sambil ikut duduk disamping Nadhira.


"Tidak terima kasih, minuman itu pasti ada alkoholnya kan, tempat seperti ini tidak akan lepas dari alkohol bukan, aku tidak peminum alkohol, aku tidak bisa meminum alkohol" Ucap Nadhira.


"Bagaimana kau tau minuman ini ada alkoholnya, kau sendiri belum mencobanya bukan? Jadi jangan beranggapan bahwa minuman ini ada alkoholnya" Ucap Clara


Clara menuangkan isi botol tersebut kesebuah gelas yang ada didepan Nadhira dengan perlahan lahan, setelah itu Clara menyodorkan segelas minuman itu kepada Nadhira dan meminta Nadhira untuk meminumnya bersama sama.


"Ayo minumlah".


"Aku tidak mau".


"Dhira minumlah, aku sudah membelikannya untukmu loh"


"Aku tidak bisa minum minuman seperti itu! Jangan paksa aku".


Nadhira sama sekali tidak mau menerima minuman itu, apalagi seluruh minuman yang ada ditempat seperti ini sudah pasti terdapat kandungan alkohol didalamnya, hal itu membuat Nadhira sama sekali tidak berminat untuk mencobanya.


Melihat Clara yang tengah menyodorkan minuman kepada Nadhira akan tetapi Nadhira tidak segera menerimanya membuat Amanda segera bergegas mengambil gelas itu dari tangan Clara dan meminta Nadhira untuk meminumnya.


"Sudahlah Kak, ayo diminum dulu, ini minuman sangat mahal loh sayang kalau tidak diminum sekarang, kau pasti akan menyukainya nanti, tidak boleh menolak pemberian dari orang lain Kak" Bujuk Amanda agar Nadhira mau meminumnya.


"Aku tidak mau Manda jangan paksa aku".


"Cicipi dulu Kak, kita tidak akan pulang sebelum kau mencicipinya, kasihan kan dia sudah membelikan minuman mahal seperti ini tapi tidak kau hargai".


Tanpa basa basi Amanda segera mengarahkan ujung gelas tersebut kepada bibir Nadhira dan memaksa Nadhira untuk meminumnya, dengan paksaan Amanda menyuruh Nadhira meminumnya akan tetapi Nadhira tidak tinggal diam begitu saja dirinya langsung menggerakkan tangannya dan menepis gelas yang berisi minuman keras itu.


Ciarrr....


Gelas tersebut langsung jatuh kelantai gedung itu dengan sangat kerasnya sehingga membuat pecahayan kaca dari gelas bening itu bersedakan dimana mana dan menimbulkan bunyi yang begitu nyaring ketika bertabrakan dengan lantai.


"Nadhira! kenapa kau membuangnya? Itu mahal Dhira!" Teriak Clara.


"Aku tidak mau! Jangan paksa aku untuk meminumnya! aku bilang aku tidak mau ya tidak mau".


"Ya setidaknya jangan lakukan hal seperti itu disini, kau telah datang sendiri ketempat ini jadi jangan salahkan orang orang disekitarmu memaksamu untuk meminumnya".


Nadhira segera berdiri dari tempat dirinya duduk sebelumnya dan menatap kearah Clara dengan tajamnya karena Nadhira merasa dipermainkan ditempat seperti itu saat ini.


"Seberapapun mahalnya minuman itu, aku sama sekali tidak tertarik untuk meminumnya! Apalagi hanya sekedar mencicipinya sekalipun" Ucap Nadhira dengan tegasnya.


Melihat itu Amanda segera menarik tangan Nadhira agar Nadhira kembali duduk disampingnya dengan tenang, tidak hanya itu saja Amanda terus mencoba agar Nadhira meminum minuman seperti itu dan pada akhirnya Nadhira meneguk minuman tersebut karena dirinya tidak bisa berbuat apa apa.


"Bagus Kak, coba dari tadi kau patuh seperti ini, aku tidak perlu repot repot untuk memaksamu meminum minuman ini".


Minuman itu terasa begitu menyengat diarea pernafasan Nadhira, juga terasa begitu pahit, rasa pahit yang aneh tidak seperti obat pada umumnya, dan minuman itu terasa dingin ketika melewati tenggorokannya itu akan tetapi perlahan lahan minuman itu yang telah melewati tenggorokannya berubah yang awalnya digin menjadi sangat panas begitupun dengan perutnya seiring dengan mengalirnya minuman itu kedalam tubuhnya.


"Huek, uhuk.. uhuk... Minuman apa ini, rasanya tidak enak sama sekali" Ucap Nadhira sambil terbatuk batuk setelah dirinya berhasil meneguk minuman itu.

__ADS_1


Ada rasa penyesalan yang mendalam didalam hati Nadhira ketika minuman alkohol itu berhasil masuk kedalam tubuhnya karena paksaan dari Amanda dan Clara yang membuat minuman itu berhasil masuk kedalam tubuhnya itu.


"Maafkan aku karena telah menodai kepercayaan yang terlah kau berikan kepadaku" Ucap Nadhira lirih dan hampir tidak didengar.


Clara dan Amanda terlihat bahagia ketika Nadhira sudah berhasil meminumnya meskipun sebagian kecil sudah dimuntahkan oleh Nadhira karena baru pertama kali Nadhira mencobanya.


"Bagus, kau baru pertama kali mencobanya teman, jika kau terus mencobanya kau akan terbiasa dan merasakan bahwa minuman itu begitu enak dan sangat segar hingga kau akan ingin minum lagi dan lagi" Ucap Clara sambil tersenyum ketika melihat Nadhira meminumnya.


Clara menuangkan lagi minuman itu kedalam gelas yang sama yang dipakai oleh Nadhira sebelumnya, dan memberikan minuman itu lagi kepada Nadhira akan tetapi Nadhira menolaknya.


Nadhira pun mengibaskan tangannya dengan lemah kearah gelas tersebut, kepalanya tiba tiba terasa pusing dan seakan akan sedang melayang layang diudara.


"Tidak tidak, kenapa kepalaku tiba tiba pusing saat ini, aku sudah tidak mau lagi" Ucap Nadhira sambil melambaikan tangannya.


"Ayo Dhira coba lagi, masak begitu saja sudah menyerah, kau bahkan belum mengabiskan separuh isi dari botol ini masak sudah menyerah" Cibir Clara.


"Aku tidak mau lagi, jangan paksa aku! kepalaku begitu pusing, ayo pulang Manda, kau sudah berjanji setelah aku meminumnya kita akan pulang".


"Jangan pulang dulu Kak, pestanya bahkan belum juga dimulai masak sudah pulang". Sela Amanda.


"Aku sudah tidak tahan dengan musik ini, semuanya seakan akan seperti berputar" Keluh Nadhira sambil memegangi kepalanya dengan erat dan tetap berusaha untuk mempertahankan kesadarannya.


Nadhira dapat melihat bahwa seisi gedung itu bergerak begitu cepatnya dan berputar putar didalam kepalanya, hal itu membuat Nadhira tidak bisa duduk dengan benarnya karena apa yang ia rasakan saat ini.


"Ayo Dhira tambah lagi".


"Aku tidak mau" Ucap Nadhira dengan lirihnya.


"Baru saja mencobanya segelas, sudah mambuk aja nih anak" Ucap Amanda ketika melihat Nadhira sudah mabuk dibuatnya itu.


"Ayo tambah lagi Dhira, enakkan?" Tanya Clara dengan tersenyum sambil menuangkan kembali minuman itu pada gelas Nadhira.


Clara terus menerus memberi Nadhira minuman itu kepada Nadhira dan Amanda memaksa Nadhira untuk terus meminum minuman yang mengandung alkohol itu hingga pikiran Nadhira benar benar sudah diluar kendalinya sendiri.


Clara terus memberikan minuman kepada Nadhira dan Nadhira sendiri yang menerima minuman itu dan segera meminumnya karena dirinya sudah tidak mampu untuk mempertahankan kesadarannya saat ini, Nadhira terus meminumnya hingga dirinya sudah tidak mampu lagi untuk meminumnya dan bahkan untuk membuka kedua matanya saja sudah tidak kuat lagi, Nadhira mengalami mabuk berat kali ini.


Nadhira menjatuhkan kepalanya dipundak Amanda karena rasa pusing yang ia alami saat ini, bukan hanya itu akan tetapi tubuhnya terasa seperti mati rasa karena Nadhira merasa begitu ringannya, melihat itu Amanda segera menaruh kepala Nadhira diujung kursi karena ia tidak ingin menyangga tubuhnya lagi.


Huekk....


Nadhira berusaha untuk memuntahkan minuman itu, lama kelamaan Nadhira merasa mual dengan minuman seperti itu, sehingga membuat terus berusaha untuk memuntahkannya akan tetapi minuman itu sama sekali tidak bisa Nadhira muntah kan seperti apa yang ia inginkan.


"Dhira apa kau baik baik saja?" Tanya Amanda sambil menepuk pipi Nadhira.


"Kau sangat licik Amanda, haha.." Ucap Nadhira menunjuk kearah Amanda sambil tertawa tawa karena dirinya telah mabuk karena minuman itu.


"Aku bilang juga apa, kau pasti akan menikmatinya, ini belum separuh rencana kita, kau akan mendapatkan begitu banyak kejutan nantinya tunggu saja hal itu terjadi, cepat atau lambat pasti akan terjadi juga kok".


Nadhira sudah berada diluar kesadarannya saat ini, Nadhira tidak mampu mengendalikan tubuhnya sendiri saat ini, dan tubuhnya bergerak bukan atas kemauannya.


Nadhira mencoba untuk bangkit dari duduknya dan berjalan dengan sempoyongan menuju ketempat dimana sumber suara musik yang begitu keras itu berasal dan tidak hanya itu saja, Nadhira mulai menari nari riang ditempat seperti itu.

__ADS_1


Nadhira terus menari nari dengan sempoyongan karena pengaruh dari minuman itu yang membuatnya seakan akan tidak sadar dengan apa yang ia lakukan saat ini, tidak berhenti disitu saja akan tetapi Nadhira terus mencicipi minuman minuman yang terpajang rapi ditempat itu.


Nadhira juga mengajak beberapa pria ikut berdansa bersamanya, tanpa rasa malu Nadhira terus menari ditempat itu bersama dengan para lelaki yang sama sekali tidak ia kenali sebelumnya.


"Aku tidak menyangka bahwa wanita baik baik seperti itu akan begitu liarnya ketika sedang mabuk" Guman Clara dan dibalas anggukan oleh Amanda.


Nadhira tidak hanya berhenti disitu saja, akan tetapi dirinya terus berjoget dengan para lelaki yang ada ditempat itu, Nadhira seakan akan begitu sangat menikmatinya dan bahkan dirinya tak henti hentinya untuk terus tersenyum dan tertawa seakan akan seperti orang gila.


"Kau tau, aku sangat menyayangi satu orang laki laki, tapi dia pergi begitu jauh, dia begitu tampan dan baik hati, aku sangat menyayanginya" Ucap Nadhira tanpa ia sadari karena dalam kondisi mabuk sambil terus berputar putar untuk menari.


"Hahaha.... Lelaki seperti apa yang kau sayangi itu" Ucap pria yang bersama dengan Nadhira sambil terus meneguk minuman itu.


"Seperti pangeranku, tapi dia pasti sangat kecewa denganku saat ini, aku telah merusak kepercayaannya yang telah ia berikan kepadaku" Jawab Nadhira dan juga ikut meneguk minuman itu.


Nadhira tertawa begitu bahagianya dengan para lelaki itu seakan akan tiada beban yang berat diantara mereka saat ini.


Malam semakin larut, Nadhira sendiri pun larut dalam mabuknya itu, melihat itu Clara pun bergegas membawa Nadhira pergi dari tempat itu dengan langkah gontai Nadhira mengikuti kemana perginya Clara. Clara berniat untuk membuat perhitungan kepada Nadhira karena Nadhira pernah berurusan dengan dirinya dikala mereka masih berada didalam satu kelas yang sama waktu dulu.


Clara ingin sekali melihat Nadhira dilecehkan oleh orang orang agar Nadhira merasakan apa yang ia rasakan waktu dimana dirinya dipermalukan oleh Nadhira waktu itu, Clara masih ingat dengan jelasnya dimana dirinya dibuat malu oleh Nadhira.


"Bawa dia masuk kedalam mobil sekarang, mobil itu akan menuju ke hotel xxxxx" Perintah Clara.


"Baiklah, kau tenang saja" Ucap Amanda.


"Bagus, pastikan Nadhira benar benar hancur kali ini"


"Kau tidak perlu khawatir soal itu".


Amanda segera memapah tubuh Nadhira untuk masuk kedalam mobil yang telah disiapkan oleh Clara sebelumnya, tanpa sadarnya Nadhira hanya mampu mengikuti arah tangannya yang tengah menariknya entah kemana.


"Maafkan aku karena telah membuat kalian kecewa kepadaku, aku sama sekali tidak berdaya, ku harap kalian dapat mengerti dengan apa yang aku lakukan saat ini" Ucap Nadhira lirih sambil memejamkan kedua matanya ketika dirinya sudah berada didalam mobil tersebut.


"Apa yang kau katakan Dhira?" Tanya Amanda.


"Jangan sakiti aku, aku mohon, aku sama sekali tidak menginginkan hal ini terjadi kepada kalian, maafkan aku, aku mohon maafkanlah diriku" Ucap Nadhira seakan akan sedang mengigau.


Nadhira memiliki rasa bersalah yang mendalam dengan apa yang ia lakukan selama ini, sehingga disaat keadaan mabuk dan tidak sadarkan diri seperti ini Nadhira terus mengucapkan kata maaf entah kepada siapa.


Pikiran Nadhira benar benar kacau saat ini, Nadhira mampu menangis dan tertawa dengan kerasnya disaat yang bersamaan seperti ini, disatu sisi dia merasa menyesal dengan apa yang ia lakukan akan tetapi disisi lain dia tertawa karena pengaruh dari minuman minuman yang memabukkan itu.


"Mama kenapa kau sangat membenci diriku dan menginginkan kematianku". Meskipun dalam memejamkan matanya Nadhira mampu tersenyum saat ini. "Jika itu adalah keinginanmu kenapa kau tidak langsung untuk membunuhku saja, jika kematianku yang ditunggu maka percepatlah agar kalian bahagia tanpa hadirnya diriku".


Dalam keadaan mabuk sekalipun itu, Nadhira tetap mengingat semua yang telah terjadi kepadanya belakangan ini, Nadhira mengucapkan setiap kata dengan nada yang begitu menyedihkan akan tetapi bibirnya mampu menampakkan sebuah senyuman.


Amanda yang mendengarkan suara Nadhira hanya bisa berdiam diri, ia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang sedang diucapkan oleh Nadhira saat ini, jika Amanda mengetahui setiap hal yang dilalui oleh Nadhira, ia tidak akan mampu melakukan hal itu kepada Nadhira apalagi saat ini dirinya hendak membawa Nadhira kesebuah hotel untuk menghancurkan masa depan Nadhira.


"Kenapa aku harus hidup sampai saat ini, mereka bilang mereka telah menunggu kematianku sejak lama, tapi kenapa mereka tidak langsung membunuhku, aku telah kehilangan semuanya, kenapa Tuhan masih membiarkan aku hidup" Ucap Nadhira mencurahkan isi hatinya dengan keadaan mabuk.


Amanda hanya berdiam diri sambil mendengarkan apa yang diucapkan oleh Nadhira diluar kesadarannya, meskipun dengan nada sedih Nadhira mengucapkannya akan tetapi ada tawa yang tercipta dibibinya seakan akan dirinya tengah menertawakan dirinya sendiri atas kebodohan yang telah ia lakukan.


...Jangan lupa, coment, like dan dukungannya 🥰...

__ADS_1


...Terima kasih ...


__ADS_2