Apa Salahku Pa

Apa Salahku Pa
Kisah Pangeran Kian 6


__ADS_3

Kekuatan yang dimiliki oleh Kuswanto tiba tiba masuk kedalam tubuh Panji tanpa sepengetahuan dari Panji dengan berupa cahaya putih yang begitu terang, Panji segera menidurkan Ayahnya dan bergegas kembali untuk mengambil jenazah Ibunya sesuai dengan keinginan terakhir dari Ayahnya.


Dengan menggunakan kekuatan barunya, Panji diam diam kembali ketempat dimana jenazah Ibunya berada saat ini, dari kejauhan dirinya dapat melihat bahwa jenazah Ibunya sudah diikat diatas pohon dan dijaga oleh beberapa orang dibawahnya.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang?". Guman Panji pelan ketika mengetahui bahwa jenazah Ibunya bergelantungan diatas pohon.


Panji segera memakai pakaian yang berwarna hitam dan juga memakai penutup wajahnya berupa topeng untuk menyamar ditempat itu agar mampu membawa jenazah Ibunya pergi dari sana.


Dengan perlahan lahan dirinya mendekat ketempat itu, dan sesekali membunuh salah satu dari mereka tanpa suara sedikitpun karena Panji langsung menyayat leher para penjaga itu dan menyeretnya untuk disembunyikan dibalik semak semak.


Sudah sekitar 15 orang yang ia bunuh tanpa diketahui oleh para penjaga yang lainnya, dengan hati hati Panji bertindak, baginya apapun akan dia lakukan asalkan mampu memenuhi keinginan terakhir dari Ayahnya untuk dimakamkan dekat dengan Ibunya.


Kini tinggal 10 orang lagi yang berjaga ditempat itu, akan tetapi pemimpin ditempat itu segera menyadarinya bahwa anak buahnya perlahan lahan mulai menghilang dengan tiba tiba tanpa sepengetahuannya.


"Dimana yang lainnya?". Tanya pemimpin dari mereka dengan nada yang sangat keras.


"Ada apa Tuan?". Tanya anak buahnya yang berada paling dekat dengan pemimpinnya.


"Kenapa hanya tersisa kalian saja? Kemana yang lainnya? Cepat cari!!". Dengan marahnya pemimpin itu membuat anak buahnya merasa ketakutan.


"Baik Tuan".


Dengan sesegera mungkin anak buahnya melaksanakan perintahnya, mendengar hal itu Panji segera memanjat pohon yang paling dekat dengan pohon yang digunakan oleh mereka untuk menggantung jenazah Ibunya.


"Tuan!! Mereka semua telah mati". Ucap salah satu anak buahnya dengan ketakutan karena melihat lembah yang cukup luas dan diisi oleh darah yang mengalir dengan derasnya dari leher temannya.


Pemimpin dari mereka segera bergegas kearah dimana salah satu anggotanya yang berteriak itu, Panji sengaja menatuh jenazah jenazah mereka ketempat yang agak jauh dari tempat dimana Ibunya digantung saat ini agar dapat memudahkannya untuk membawa jenazah Ibunya pergi dari tempat itu.


Dia merasa begitu terkejut ketika mengetahui bahwa sepertiga dari anak buahnya telah kehilangan nyawa dengan begitu tragisnya karena ulah seseorang yang tidak ia ketahui, pandangannya tertuju kepada jenazah mereka cukup lama sehingga Panji dengan leluasanya untuk membawa jenazah Ibunya pergi dari tepat itu secepat mungkin.


"Apa yang kalian lakukan!! Cepat kembali keposisi kalian sebelumnya!!".


Pemimpin dari mereka segera menyadari tentang tugas mereka sebelumnya ditempat itu dan segera bergegas menuju ketempat dimana mereka berjaga, akan tetapi setelah sampai disana pemimpin itu begitu murka karena jenazah yang mereka gantung sudah tiada ditempatnya.


"Cepat cari orang itu!!!!".


Anak buahnya segera bergegas untuk mencari orang yang telah membawa kabur jenazah yang mereka jaga sedari tadi, pencarian tersebut membuat Panji dikejar kejar oleh mereka karena mereka berhasil menemukan keberadaan dari Panji.


Panji segera menaruh jenazah Ibunya dengan hati hati diatas rerumputan untuk menghadapi orang orang yang tengah mengejarnya saat ini, dengan sekejab dirinya mampu membunuh setengah dari orang orang yang sedang mengejarnya saat ini.


Setelah menghadapi mereka semua, Panji segera bergegas menuju ketempat dirinya menaruh jenazah Ibunya, akan tetapi langkahnya segera dihentikan oleh seseorang yang menjadi pemimpin dari mereka dengan menodongkan pisau dileher Panji.

__ADS_1


"Siapa dirimu?!". Ucap pemimpin itu.


"Aku adalah malaikat mautmu".


Tanpa berkata kata Panji segera menggerakkan tangannya dan kakinya untuk membanting seseorang yang ada didepannya saat ini, dan pisau yang dipegang oleh pemimpin itu dengan mudahnya ditancapkan oleh Panji keadah kepala dari pemimpin tersebut sehingga membuatnya mati dalam sekejap.


Darah menetes dari setiap luka sayatan yang diberikan oleh Panji kepada orang orang itu, Panji membunuh mereka tanpa rasa ampun bahkan memiliki rasa belas kasih karena kemarahannya yang diakibatkan oleh kematian dari orang tuanya apalagi ketika dirinya melihat tubuh Ibunya yang tergantung diatas pohon.


Kemarahan seorang anak atas kematian dari kedua orang tuanya yang paling ia sayangi akan jauh lebih menakutkan daripada harimau yang lapar.


"Aku terima tantanganmu, bahwa nyawa harus dibalas dengan nyawa". Ucap Panji dengan nada marahnya.


Pisau yang dipakai oleh Panji kini sepenuhnya benar benar tertutup dengan noda darah bahkan sebagian sudah mulai membeku, kedua mata Panji mulai memerah karena kemarahannya, akan tetapi jika dirasakan Panji tengah memendam kesedihan yang begitu mendalam dengan apa yang terjadi kepadanya saat ini.


Dengan gerakan membabi buta, Panji mampu menorehkan beberapa luka yang cukup serius kepada musuhnya, bahkan ada yang tangan dan kakinya sampai patah karena ulah Panji yang seakan akan sedang kerasukan itu.


Setelah berkelahi dengan mereka atau lebih tepatnya membantai mereka, Panji menatap kesekeliling tempat itu, Perkelahiannya ditempat itu telah merusak beberapa pohon dan mayat mayat dari orang orang yang mengejarnya tadi membuat pemandangan itu tidak layak untuk dipandang.


Orang awam yang melihatnya akan termuntah muntah ataupun bahkan sampai pingsan karena melihat darah yang membanjiri tempat itu, sungguh pemandangan yang tidak sedap untuk dipandang.


Panji segera mengumpulkannya mayat mayat itu menjadi sebuah gundukan mayat, Panji juga menggali tanah cukup lama menggunakan tenaga dalamnya untuk menguburkan gundukan mayat tersebut, setelah selesai membuat lubang yang cukup luas, Panji segera memasukkan mereka kedalamnya bersama sama.


"Hanya ini yang aku bisa lakukan untuk kalian, meskipun kalian hanya menjalankan perintah, tapi perintah yang kalian jalankan sama sekali tidak memiliki perasaan sedikitpun". Ucap Panji.


Sesampainya digoa tersebut, Panji segera membaringkan jenazah Ibunya didekat jenazah Ayahnya, setelah itu Panji segera menggali tanah menggunakan tenaga dalamnya untuk memakamkan kedua orang tuanya,


Karena tanah yang ada didalam goa tersebut berupa tanah separuh batu yang cukup keras jika harus digali dengan cangkul biasa sehingga membuat Panji harus menggunakan kekuatan tenaga dalam penuhnya agar dapat menggali tanah yang ada didalam goa tersebut.


Setelah lama menggali dengan tenaga dalam, akhirnya Panji berhasil menggali 2 liang lahat untuk kedua orang tuanya, akan tetapi Panji tidak membersihkan darah yang ada dibaju Ayah dan Ibunya karena darah tersebut akan menjadi bukti dihadapan Allah akan pengorbanan yang telah keduanya berikan sebagai jihad karena telah berkoban untuk keselamatan keluarganya.


"Ibu, terima kasih atas jasa jasa yang pernah kau berikan kepadaku Ibu, dan bahkan aku tidak mampu untuk membalasnya, maafkan aku karena belum bisa menjadi seperti apa yang kau harapkan, maafkan anakmu ini". Ucap Panji sambil bersimpu didepan jenazah Ibunya.


Ibunya adalah wanita pertama yang menyayanginya tanpa syarat, rela berkorban demi dirinya tanpa ada rasa lelah dan letih, dan bahkan ketika dirinya sakit, dia tidak pernah mengeluh untuk tetap ada bersama anak anaknya.


"Ayah, terima kasih kepadamu karena kau selalu membimbing anakmu kejalan yang benar selama ini, ilmu pengetahuan yang telah kau berikan kepadaku begitu sangat berarti, kaulah guru sekaligus Ayah bagiku, terima kasih Ayah, maafkan aku yang sering membuatmu marah dan kecewa, dan mulai sekarang Panji akan berusaha sebisa Panji untuk dapat membantu orang orang yang ada diluar sana seperti keinginan Ayah selama ini".


Panji berlutut didepan jenazah Ayahnya, sosok seorang pahlawan bagi Panji, Panji mencium beberapa kali tangan kedua orang tuanya itu, kesedihan tengah menyelimuti hatinya saat ini.


Didalam goa yang gelap itu, terdapat sebuah api unggun yang dinyalakannya untuk menerangi didalam goa tersebut, suasana remang remang yang ada didalam goa tersebut telah melengkapi perasaannya saat ini, dirinya begitu sedih karena kehilangan orang yang sangat berarti bagi dirinya untuk selama lamanya.


Rasa dingin tengah menyelimuti dirinya, hembusan angin yang masuk kedalam goa tersebut tidak mampu dihentikannya, dimalam hari yang gelap gulita, Panji berada didalam goa tersebut dengan kedua jenazah orang tuanya.

__ADS_1


Panji sama sekali tidak menyangka bahwa kedua orang tuanya akan pergi secapat ini dan bahkan keduanya pergi sebelum Panji menemukan pasangan hidupnya dan belum menyaksikan pernikahan anak satu satunya itu.


Darah yang ada dipakaian kedua orang tuanya yang sudah mulai mengering itu akan menjadi saksi bisu mengenai pengorbanan keduanya yang telah diberikan kepadanya hanya demi menyelamatkan nyawa dari anaknya, darah itulah yang akan membuat keduanya mampu menyeberang jembatan yang menuju ke syurga-Nya tanpa hisab.


Jihad merupakan kata serapan dari bahasa Arab, memiliki arti “mengerahkan segenap potensi diri untuk melakukan sesuatu”. Kata ini dengan berbagai derivasinya, disebut sebanyak 41 kali dalam Al Quran yang semuanya berkonotasi peperangan.


Tidak hanya mengenai “peperangan”, istilah jihad juga diperkenalkan Rasulullah SAW sebagai sebuah upaya pengendalian diri dari hawa nafsu. Al Quran dan hadits lebih sering menyebut peperangan dengan Al-Qitaal, al Harb, al Ma’rakah, dan al-Sariyah.


Ustadz Ahmad Sarwat Lc MA mengatakan, mati syahid merupakan salah satu dari dua kemungkinan yang akan dialami oleh orang yang berjihad. Seorang mujahid yang mati di medan pertempuran tentu darahnya berceceran di mana-mana.


Orang awam yang melihatnya pasti akan ngeri, atau malah merasa jijik karena darah yang mengalir begitu banyak. Namun di akhirat nanti, darah yang berceceran di sekujur tubuh itu justru akan berubah menjadi bau harum semerbak wangi sewangi bunga, kata Ustadz Ahmad Sarwat dalam bukunya "Mati Syahid".


Dan hal itu memang merupakan salah satu keutamaan bagi mujahid ( orang yang melakukan jihad ) yang mati syahid di jalan-Nya, sebagaimana telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya.


Bungkuslah jasad mereka (syuhada’) sekalian dengan darah-darahnya juga. Sesungguhnya mereka akan datang di hari kiamat dengan berdarah-darah, warnanya warna darah namun aromanya seharum kesturi. (HR. An-Nasai dan Ahmad).


Ustadz Ahmad mengatakan, meski hadits di atas. Ini berbicara tentang apa yang terjadi nanti di hari kiamat, namun kenyataannya begitu banyak bukti di masa sekarang ini, mereka yang mati syahid, justru darahnya sudah berubah menjadi bau harum semerbak.


Misalnya tatkala umat Islam berjihad mengusir Uni Sovyet di tanah Afghan, banyak sekali mujahidin yang mengalami hal seperti itu.


"Semua menjadi bukti dan tanda dari Allah Yang Maha Rahman, bahwa mereka betul-betul telah menjadi syahid di jalannya," katanya.


Selain berbau wangi, tetesan darah orang yang mati syahid itu dicintai Allah SWT. Bagi Allah SWT ada dua macam tetesan yang dicintainya, yaitu tetesan darah para syuhada, dan tetesan air mata orangyang takut kepada Allah SWT.


Dan tetes darah para syahid merupakan syuhada adalah satu tetesan yang paling dicintai Allah, sebagaimana sabda beliau SAW: "Tidak ada sesuatu yang dicintai Allah dari pada dua macam tetesan atau dua macam bekas : tetesan air mata karena takut kepada Allah dan tetesan darah yang tertumpah dijalan Allah; dan adapun bekas itu adalah bekas (berjihad) dijalan Allah dan bekas penunaian kewajiban dari kewajiban-kewajiban Allah (HR. At Tirmidzi).


Ustadz Ahmad mengatakan, secara etimologis atau secara bahasa, istilah syahid dengan wazan fa’iil bersumber dari kata dasar syahida, wasyhadu syahadah yang berarti menyaksikan. Dan kata syaahid dan syahiid mengacu kepada pelaku dari perbuatan menyaksikan, alias orang yang menyaksikan atau orang yang menjadi saksi.


Meski syaahid dan syahiid bermakna sama, yaitu sama-sama saksi, namun bentuk syahiid lebih punya penekanan dalam makna. Artinya adalah orang yang benar-benar menjadi saksi.


Orang yang mati syahid adalah ketika orang itu meninggal dalam keadaan terpuji di jalan Allah SWT, menurut hadits, di antaranya yang meninggal tenggelam.


Namun bagaimana dengan orang yang meninggal akibat kecelakaan apakah termasuk mati syahid?.


Syahid akhirat saja adalah seperti orang yang meninggal teraniaya tanpa adanya peperangan, meninggal akibat sakit perut, wabah penyakit, tenggelam, meninggal sebab berkelana, meninggal ketika mencari ilmu, menahan cinta (karena Allah), tercerai, berada di daerah musuh dan sebagainya. (Syekh Wahbah Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Dar el Fikr, Damaskus, Suriah)


Syahid itu terbagi menjadi tiga, adakalanya syahid akhirat saja, maka ia seperti orang yang tidak syahid. Yang demikian seperti orang yang sakit perut, yaitu orang yang mati karena sakit perut, baik berupa busung air (perutnya dipenuhi cairan kuning) atau sebab diare, dan orang yang tenggelam, meskipun tenggelamnya disebabkan maksiat, dengan meminum miras misalnya, bukan orang yang tenggelam disebabkan naik perahu di saat angin ribut, orang yang tenggelam dengan cara seperti ini bukan termasuk syahid (sebab ada unsur bunuh diri didalamnya) dst. (Syekh Nawawi al-Bantani, Nihâyatuz Zain fii Irsyad al-Mubtadiîn, Dar el Fikr, Beirut, cetakan pertama, juz 1, halaman: 161).


Syekh Abu Bakar Syatha’ Dimyathi juga menjelaskan bahwa orang yang tenggelam dan orang yang tertimpa bangunan termasuk syahid akhirat.


Orang yang meninggal karena penyakit tha’un (wabah penyakit) adalah orang yang mati syahid, orang yang meninggal karena sakit perut adalah syahid, orang yang meninggal karena tenggelam adalah syahid kecuali bunuh diri, orang yang meninggal tertimpa benda keras adalah syahid, orang yang meninggal karena penyakit pleuritis adalah syahid, orang yang mati terbakar adalah syahid dan seorang perempuan yang mati karena hamil ataupun berjuang untuk melahirkan anaknya adalah syahid. (HR An-Nasa`i)

__ADS_1


...Terima kasih atas dukungannya 😊 jangan lupa like ya...


__ADS_2