
"Lantas kenapa disaat seperti ini kau baru mengatakannya? Kenapa kejadian waktu itu kau sembunyikan sampai saat ini? Kenapa kau sama sekali tidak mengatakan hal itu kepadaku sebelumnya". Tanya Samsul dengan rasa kecewaan yang sangat mendalam kepada apa yang telah diucapkan oleh Ahmad.
"Maaf Sam, aku tidak berniat untuk menyembunyikan semuanya darimu, tapi istrimu memintaku untuk melakukan hal itu, ia telah janji kepadaku kalau hal itu tidak akan ia ulangi lagi, tapi nyatanya aku salah justru masalah itu membuat seseorang kehilangan nyawa lagi". Ucap Ahmad yang merasa bersalah karena menyembunyikan hal seperti ini sebelumnya.
"aku menyaksikannya sendiri bahwa istrimu melakukan tabrak lari, saat itu aku ada tidak jauh dari lokasi kejadian karena sepedah yang aku naiki mogok tiba tiba aku juga yang meminta bantuan kepada orang orang untuk menolong orang tersebut, tapi alangkah disayangkan nyawa orang itu sudah tidak tertolong, keesokan paginya aku mendatangi rumahmu tapi kau sudah berangkat bekerja, istrimu memintaku untuk merahasiakannya". Tambahannya.
"Baiklah Bapak nanti ikut kami kekantor dan jelaskan semuanya disana". Ucap polisi tersebut.
"Baik Pak". Jawab Ahmad dengan tegasnya.
Situasi ditempat itu semakin memanas, Samsul dan Hakam sama sekali tidak menduga tentang apa yang telah dilakukan oleh sosok yang begitu sangat mereka sayangi itu, karena begitu banyak rahasia yang disembunyikan oleh Nita dari mereka berdua.
Nita sudah kehabisan kata kata untuk menolak kenyataan itu, semua bukti bukti sudah terarah kepadanya saat ini, ia tidak bisa mengelak tentang hal itu, biar bagaimanapun ia adalah orang dibalik kejadian tersebut.
"Tidak!!!". Teriak Nita.
Nita terus memberontak dari pegangan suaminya, ia tidak ingin ditangkap oleh polisi tersebut, hal itu membuat Samsul merasa kewalahan, melihat hal itu Hakam segera membantu Ayahnya.
"Hentikan Nita!!".
Dengan sengaja Nita menyahut tubuh Nadhira yang terdekat dari dirinya, dan segera melilitkan tali yang tadinya digunakan untuk mengikat Adiknya Rahel kepada leher Nadhira.
Nadhira yang tidak menduga bahwa Nita akan melakukan hal seperti itu membuatnya tidak bisa menghindar apalagi reflek yang dikeluarkan oleh Nadhira begitu lambat sehingga Nita dengan mudah melilitkan tali kepada leher Nadhira.
"Dhira!!".
Uhuk... Uhuk...
Nadhira terbatuk batuk karena tali tersebut yang tiba tiba diarahkan kepadanya, Nita segera menarik tubuh Nadhira dan mengikatkan tali tersebut dengan kuatnya dileher Nadhira.
Nita segera membawa Nadhira menjauh dari Rifki dan yang lainnya, Nadhira hanya bisa pasrah dan mengikuti semua kemauan dari Nita tanpa ada bantahan sedikitpun, karena ikatan itu begitu kuat sehingga dia tidak bisa mengeluarkan suaranya.
"Letakkan senjata kalian!! Atau gadis ini akan ku bunuh sekarang juga". Teriak Nita kepada para polisi.
"Nita! Apa yang kau lakukan!". Teriak Samsul yang juga terkejut dengan hal semacam itu.
"Tante! Lepaskan Nadhira". Teriak Rifki yang bersahutan dengan Samsul.
Rifki memberi pertanda kepada para polisi untuk menuruti keinginan dari Nita agar Nadhira tidak kenapa kenapa dan dibalas anggukan oleh mereka, tangan Nadhira terus meraih tali tersebut karena tali itu membuatnya tidak bisa bernafas dengan leluasanya.
"Berani kau macam macam atau melawan, jangan harap kau akan selamat". Bisik Nita kepada Nadhira agar Nadhira tidak lagi melawannya.
"I... Ya Tan... Te uhuk.. uhuk..". Nadhira berusaha untuk mengucapkan hal itu kepada Nita.
"Nita...! Tolong jangan lakukan hal gila lagi, lepaskan Nadhira, kasihan dia". Bujuk Samsul.
"Kenapa!! Bukannya kau tadi tidak mempedulikanku sama sekali, kau justru percaya kepada mereka daripada membela istrimu sendiri".
Uhuk... Uhuk...
Nadhira terus terbatuk batuk karena eratnya ikatan itu, hal itu sampai membuat Nadhira meneteskan air matanya, berhadapan dengan orang yang seperti Nita adalah bukan hal yang mudah.
Ada rasa sesak didadanya ketika ikatan itu semakin dieratkan oleh Nita, Nadhira sangat kesulitan untuk bernafas, ia memandang kearah Rifki dengan penuh harap agar Rifki membantunya.
"A...ku tidak ta...kut ma...ti Tan...te".
"Akh...".
Ketika melihat Rifki mendekat kearah keduanya, Nita segera menarik tali tersebut sehingga membuat Nadhira memekik kesakitan akibat tali tersebut.
"Jangan coba coba mendekat, aku tidak main main dengan ancamanku!!".
"Tante lepaskan Dhira, tolong jangan sakiti dia, Tante aku mohon, jangan sakiti Nadhira". Rifki memohon kepada Nita agar Nita melepaskan Nadhira.
__ADS_1
"Berani mendekat satu langkah lagi, maka aku jamin nyawa gadis ini akan melayang saat itu juga". Ancam Nita kepada semua orang yang ada disitu.
"Aku juga tidak main main Tante, sampai Nadhira kenapa kenapa, aku tidak akan mengampunimu, aku akan segera membuatmu menyesali semuanya".
"Kalian puas!! Aku akui bahwa aku penyebab kematian dari Ayah Rahel, aku yang membunuhnya! Aku yang menghancurkan hidupnya, akulah orang dibalik pembunuhan itu, aku juga yang telah mengirim ilmu hitam untuk Hakam agar melupakan Rahel, gadis itu pantas menerimanya, aku sama sekali tidak menyukainya hidup, dan aku juga yang menyuruh ketiganya untuk melecehkan mayat gadis sialan itu". Nita mengakui semuanya didepan semua orang yang ada disitu.
"Aku tidak menyangka bahwa kau benar benar iblis bermuka manusia, Nita! Aku telah menyesal mengenalmu dan menikah denganmu". Ucap Samsul yang begitu kecewanya karena tingkah istrinya.
"Kau menyesali pernikahan ini? Baiklah jangan harap aku dan gadis ini akan selamat, setelah aku membunuhnya aku juga akan bunuh diri".
"Ibu, selama ini aku telah salah menilaimu, Bu kau telah menghancurkan hidup dan hati putramu sendiri, aku tidak menyangka hal seperti ini telah kau perbuat selama ini". Hakam begitu sangat frustasi saat ini, bukan hanya kehilangan sosok Rahel tetapi dirinya juga kehilangan kepercayaan kepada Ibunya.
"Kau anak yang ku lahirkan dengan nyawaku sendiri, tapi kau sama sekali tidak berada dipihakku untuk apa kau hidup didunia ini, aku menyesal telah melahirkan dan membesarkanmu!".
"Arghhh... Bahkan aku tidak pernah minta untuk dilahirkan oleh perempuan sepertimu! Jika aku bisa memilih, aku tidak ingin terlahir didunia ini sebagai anakmu!".
Nita mengeratkan lagi tali tersebut sehingga membuat Nadhira memekik kesakitan akibat dari apa yang telah dilakukan oleh Nita.
"Akh...".
"Nadhira!!". Teriak semuanya berbarengan.
"Bukankah kalian begitu senang ketika membongkar semuanya? Aku tidak peduli dengan nyawa orang lain, sekali kalian mendekat kemari maka nyawa gadis ini akan menjadi taruhannya".
"Le... pas... kan". Rintih Nadhira pelan.
Nadhira mengangguk pelan kepada Rifki, agar Rifki tidak mendekat kearahnya karena jika Rifki dan yang lainnya mendekat maka ia akan merasakan sakit akibat dari lilitan tali tersebut.
Nita perlahan lahan menarik tubuh Nadhira menjauh dari tempat itu, fokus mereka semua tertuju kepada Nadhira dan Nita, hal itu membuat Nita memberi kode kepada tiga orang itu untuk segera menyerang mereka dan kabur dari tempat itu.
"Ayo ikut aku! Jangan sekali kali membantah diriku, atau ku bunuh kau sekarang". Bisik Nita sambil menarik Nadhira.
Ketiganya segera membuat kekacauan ditempat itu sehingga fokus semua orang terpecahkan, terjadilah perkelahian antara mereka, hal itu menciptakan sebuah peluang untuk Nita melarikan diri bersama Nadhira yang ada ditangannya saat ini.
"Cepat lindungi Nadhira!". Teriak Bayu.
Rifki segera menyerang ketiganya dengan bantuan dari anak buahnya, fokus mereka terpecahkan antara menyelesaikan masalah ketiga orang itu dengan Nadhira yang dibawa kabur oleh Nita.
Dorr... Dorr... Dorr...
Para polisi itu tidak tinggal diam, ia segera menembak kaki ketiga orang tersebut agar mereka berhenti untuk melawan, meskipun dengan kaki berdarah mereka tetap melawan.
Tak beberapa lama kemudian akhirnya mereka bertiga mampu dilumpuhkan oleh polisi dan juga anak buah Rifki, akan tetapi mereka kehilangan jejak Nadhira dan Nita dari tempat itu.
"Kemana mereka?". Tanya Rifki dengan paniknya.
"Maaf Tuan Muda kami kehilangan jejak mereka". Ucap anak buah Rifki dengan paniknya kepada Rifki karena mereka telah kehilangan jejak Nadhira.
"Kalian! cepat cari mereka sampai dapat!!". Rifki memerintahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Nita yang tengah membawa Nadhira.
"Baik Tuan Muda".
Duphh... Duph...
"Arghhhh.....". Teriak Rifki sambil memukul pohon yang dekat dengannya.
Perasaan Rifki sekarang menjadi campur aduk karena Nita berhasil membawa Nadhira pergi menjauh darinya, ia tidak ingin Nita akan melakukan hal yang dapat membahayakan Nadhira.
Seluruh anak buahnya segera menjalankan perintah dari Tuan Muda nya itu, mereka berpencar kesana kemari untuk mencari Nadhira begitupun dengan Rifki yang ikut mencari.
"Dhira! Dimana kamu, Tante lepaskan Dhira!!!!". Teriak Rifki mencari keberadaan dari keduanya.
Sedangkan para polisi tengah sibuk mengamankan ketiga orang itu, Ahmad, Samsul, dan Hakam juga tengah mematung ditempatnya itu karena kejadian yang mereka alami membuat mereka bingung dengan situasi seperti itu.
__ADS_1
"Apa yang harus kita lakukan selanjutnya Pak?". Tanya Hakam kepada Samsul ayahnya.
"Aku benar benar tidak menyangka Nita akan melakukan hal seperti itu kepada kekasihmu Nak".
Setelah ketiganya dapat kembali berpikir, mereka segera ikut menyusul anggota Rifki dan yang lainnya untuk segera mencari keberadaan dari Nadhira dan juga Nita yang telah membawanya pergi dari tempat itu.
Rifki dan anak buahnya segera mencari Nadhira kesekeliling hutan tersebut, akan tetapi Rifki tidak menemukan jua keberadaan Nadhira hingga Nimas mendekat kearahnya.
***"Rifki ikuti aku!". Ucap Nimas memberi petunjuk kepada Rifki.
Rifki segera berlari menuju ketempat dimana Nimas menunjukkannya, melihat Rifki yang tengah berlari seorang diri membuat Reno, Bayu, dan Vano segera mengejarnya untuk menjaganya.
"Rifki mau kemana?". Tanya Bayu kepada keduanya.
"Sebaiknya kita ikuti, mungkin dia mendapatkan sebuah petunjuk". Jawab Reno
Ketiganya segera memasuki hutan yang lebih dalam untuk mengikuti Rifki, sementara Rifki masuk kedalam hutan tersebut atas petunjuk dari Nimas dan berlari mengikuti Nimas yang sedang melayang layang diudara menuju ketempat Nadhira.
Disatu sisi Nadhira terus berjalan dan terus mematuhi perintah dari Nita karena ia tidak ingin mati konyol ditempat itu bersama seseorang yang seperti Nita, ia tidak rela nyawanya pergi meninggalkan tubuhnya hanya karena sosok seperti Nita.
Perlahan lahan Nita menarik tubuh Nadhira untuk menjauh dari mereka, Nadhira mengikuti kemauannya karena desakan dari tali tersebut akhirnya Nita dan Nadhira masuk kedalam hutan sampai Nita tidak lagi melihat keramaian itu.
"Apa yang ingin Tante lakukan kepadaku?". Tanya Nadhira ketika ikatan tali tersebut semakin dieratkan oleh Nita.
"Diam kau!! Kau senangkan telah menjebakku seperti ini!! Aku akan membuatmu menyesali semuanya, karena kamu berani beraninya melakukan hal itu kepadaku".
Uhuk... Uhuk...
Ikatan itu semakin di eratkan oleh Nita sehingga membuat Nadhira terbatuk batuk karenanya, keringat bercucuran diwajah Nadhira karena akibat dari tali itu yang membuatnya sesak nafas.
"Tan.. uhuk.. jika aku.. uhuk mati saat ini uhuk.. kau tidak akan uhuk... Bisa tenang...". Nadhira terus terbatuk batuk dan mencoba untuk melepaskan pegangan Nita dari tali yang melilit dilehernya.
"Diam kau!! Kita akan mati bersama sama ditempat ini, bukankah hal itu terdengar begitu bagus Nadhira? Kita akan bersama sama menuju ke akhirat, bukankah itu kemauanmu, kau bisa menyusul Rahel sekarang juga, lantas apa yang bisa kau lakukan!!".
"Tan... Ja... Ngan... Ber... Tindak bodoh".
"Setelah aku membunuhmu, aku juga akan bunuh diri ditempat ini, aku tidak mau masuk penjara! Kau yang telah membuatku dalam situasi seperti ini, kau harus menanggung semuanya!".
Nita terus mengancam Nadhira agar Nadhira tidak bisa berbuat apa apa, bahkan untuk menyelamatkan dirinya sendiri pun ia tidak bisa karena rapatnya ikatan yang ada dilehernya tersebut.
"Tante hentikan! Atau Tante akan menyesali semuanya!". Teriak Rifki yang berhasil menyusul Nita.
Suara lantang Rifki membuat keduanya segera menoleh kearah Rifki berada, Nita yang melihat itu segera membawa Nadhira pergi dari tempat itu, Rifki tidak bisa mendekati karena ancaman dari Nita.
Rifki terus berlari mengejar Nita yang tengah membawa Nadhira pergi, Rifki melihat Nadhira yang terbatuk batuk dari kejauhan dan mencoba untuk melepaskan ikatan tali tersebut.
"Berhenti disana!! Atau gadis ini akan mati saat ini juga, aku tidak main main dalam ancamanku kali ini". Teriak Nita menghentikan langkah kaki Rifki yang akan mendekat kearah mereka.
"Tan... Te... Le... Paskan aku".
Nadhira merasakan sesuatu di jantungnya dan rasa pusing yang begitu mendalam, seakan akan sosok Nimas ingin merebut kesadarannya, akan tetapi Nadhira tidak ada pilihan lain selain pasrah ketika tubuhnya mulai diambil alih.
Ekspresi wajah Nadhira yang kesakitan sambil berusaha melepaskan diri dari lilitan tersebut dan wajahnya yang memerah itu perlahan lahan berubah menjadi tanpa ekspresi, tatapan begitu tajam dan tubuhnya berhenti untuk berusaha melepaskan lilitan yang ada dilehernya itu.
Pandangan itu terlihat begitu berbeda daripada sebelumnya, cara memandanginya seakan akan sedang kosong akan tetapi tiba tiba terlihat sebuah senyuman kecil diwajahnya.
Hal itu membuat semua orang yang ada ditempat itu tidak mengerti apa yang tengah terjadi kepada Nadhira, melihat Rifki yang menatap Nadhira dengan senyuman yang sama membuat mereka semakin bingung dengan situasi saat itu.
"Tante lepaskan diriku, sebelum kau merasakan apa akibatnya bermain main denganku". Ucap Nadhira dengan pelan akan tetapi suara yang ia hasilkan berbeda jauh dari suara Nadhira yang nyata.
Nita begitu terkejut mendengar suara itu, ia segera mengendorkan ikatan tali yang ada ditangannya, bagaimana bisa seseorang tiba tiba berubah dalam sekejap seperti itu, kalau bukan karena dirasuki.
Tangan Nita perlahan lahan merasa panas ketika ia memegangi tali tersebut, karena energi permata tersebut keluar dan mengubah tali tersebut menjadi panas untuk Nita seorang, pandangan Nadhira pun terarah kepada Nita dengan tajamnya.
__ADS_1
"Tante, aku tidak menduga bahwa dirimu akan lebih kejam daripada mahluk gaib seperti diriku". Ucap Nimas menggunakan raga Nadhira.
"Siapa kamu!!!".