
Hendra begitu terkejut ketika mendengar bahwa bawahannya hanya memberikan atasannya minuman air putih saja, ada sedikit rasa takut dihati Hendra karena telah membuat Rifki menunggu lama dan juga bawahannya hanya memberikan dirinya minum air putih saja tanpa ada rasa rasa.
"Air? Kau hanya memberikan Tuan Muda minum air putih saja, bagaimana kau ini?". Ucap Hendra kepada penjaga pintu tersebut.
"Maaf Pak, disini tidak ada minuman lain selain air putih, jadi saya hanya bisa memberikan air putih".
"Ngak apa apa kok Pak, itu jauh lebih cukup untuk meredakan dahaga kami berdua". Ucap Rifki menyela perkataan keduanya.
Rifki segera berpamitan untuk masuk kedalam dengan menggandeng tangan Nadhira yang ikut berdiri disampingnya setelah kedatangan dari Hendra ketempat itu.
Hendra dan penjaga pintu tersebut memandang sosok pemuda yang sedang berjalan masuk kedalam ruangan tersebut dengan menggandeng seorang gadis ditangan kirinya itu.
"Atasan Bapak baik ya". Ucap penjaga pintu itu.
"Untung saja dia baik kalo ngak mungkin kamu sudah dipecat dari tempat ini sekarang juga, jadikan ini pelajaran, lain kali jangan lakukan hal seperti ini lagi, ingat ingat wajahnya jangan sampai salah mengenali orang".
"Baik Pak, saya akan mengingatnya".
Penjaga pintu tersebut kembali ke tempatnya sebelumnya, sementara Hendra bergegas untuk masuk kedalam karena atasannya sudah berada didalam bersama yang lainnya sekarang.
Kedatangan Rifki ditempat itu menyita perhatian banyak orang didalamnya, rata rata yang ada ditempat itu sama sekali tidak mengenalinya karena Rifki belum pernah menginjakkan kakinya ditempat itu selama ini.
Hanya ada beberapa orang yang mengenalinya, yakni Bayu dan anak buah Rifki yang lainnya, Bayu segera menyambut kedatangan Rifki dan Nadhira ditempat itu, dan menyuruh Rifki duduk ditempat atasan yayasan itu duduk selama ini untuk memimpin karyawannya.
Akan tetapi Rifki menolak hal itu, ia segera mengajak Nadhira untuk duduk bergabung dengan anak buahnya yang lainnya, tujuannya datang ketempat itu hanyalah untuk mengetahui bagaimana kejadian pembunuhan itu berlangsung bukan untuk mengambil posisi atasan ditempat itu.
Ketika Hendra masuk kedalam ruangan itu, ia begitu terkejut ketika mengetahui bahwa Rifki tengah duduk diantara anak buahnya, sebelum Hendra mengatakan sesuatu Rifki segera memberi tanda agar dirinya diam dan tidak mengatakan kepada siapapun bahwa atasannya juga ikut hadir ditempat itu.
"Bagaimana mengenai kasus kemarin malam?". Ucap Rifki kepada Hendra dan bertanya kepada semua orang yang hadir didalam ruangan tersebut.
Mereka terkejut ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Rifki ditempat itu, karena sebelum Hendra mengatakan sesuatu sosok pemuda lain dengan beraninya bertanya ditempat itu.
"Siapa pemuda ini?". Tanya si A kepada temannya dengan pelan karena sebuah pertanyaan ysng keluar dari mulut pemuda yang tidak sama sekali ia kenal.
"Aku juga ngak tau, seperti seorang anak yang tidak memiliki sopan santun, mungkin orang tuanya tidak mengajarinya dengan benar mangkanya dia jadi seperti itu". Sahut Si B.
"Ngak tau malu, dia bukan atasan saja sudah berani bertanya dengan nada seperti itu kepada atasan kita, apalagi kalau dia sudah jadi atasan, bisa bisa hancur semuanya". Ucap si C kepada keduanya.
"Bener tuh, bisa bisa bubar semua anggotanya". Tambahan dari si A.
"Pasti atasan kita akan marah sebentar lagi karena pertanyaan dari pemuda itu".
Banyak orang yang ada ditempat itu tidak menyukai dengan apa yang dilakukan oleh Rifki yang dengan mudahnya dirinya melemparkan sebuah pertanyaan kepada atasan mereka.
Justru hal yang mereka duga tidak terjadi, atasan mereka malah bersikap hormat kepada pemuda tersebut, itu artinya pemuda itu bukanlah pemuda biasa seperti yang mereka lihat saat ini.
"Menurut penyelidikan dari bawahan saya, gadis itu meninggal karena mengalami kekerasan yang diberikan oleh seorang pemuda, yang diketahui bahwa pemuda itu adalah pacarnya". Ucap Hendra dengan hormatnya.
"Bisa dijelaskan secara rinci Pak Hendra?". Tanya Bayu kepada Hendra.
"Jadi begini, Anis yang menjadi korban dalam pembunuhan itu berusia baru menginjak umur 15 tahun, berpacaran dengan seorang pemuda yang bernama Irwan, menurut informasi yang saya dapat Irwan ini sudah berusia sekitar 25 tahun, Anis dan Irwan sama sama suka dan keduanya terjerat dalam rayuan setan sehingga melakukan hubungan layaknya seorang suami istri".
"Tapi siapa sangka bahwa Irwan tidak mau bertanggung jawab dengan hal itu, Anis berulang ulang kali meminta untuk dinikahi akan tetapi Anis justru mendapat kekerasan fisik sampai dirinya terbunuh". Tambahannya ketika mengetahui bahwa seluruhnya sedang diam mendengarkan ucapannya.
****Flash back on****
Anis adalah gadis yang cantik, dirinya masuk kedalam Surya Jayantara karena ditinggalkan oleh kedua orang tuanya karena kasus kecelakaan yang menewaskan kedua orang tuanya, dirinya juga telah dibuang oleh keluarga besarnya sehingga dirinya tinggal dijalanan dan berhadap ada seseorang yang memberikan makanan kepada.
Tanpa disangka bahwa dirinya bertemu dengan seseorang yang akan membawanya masuk kedalam Surya Jayantara untuk dapat melanjutkan pendidikannya, akan tetapi setelah dirinya masuk kekelas 3 SMP dirinya berkenalan dengan seorang pemuda yang bernama Irwan.
"Hay cewek, nama kamu siapa? Boleh ngak kita kenalan". Ucap Irwan mengajak Anis untuk berkenalan.
__ADS_1
"Ngak".
"Sombong amat sih, nanti ngak ada yang mau lo".
Setelah lama berbincang bincang akhirnya Anis mulai merasa nyaman dengan sosok Irwan sehingga dirinya mau diajak kenalan oleh Irwan dan perkenalan itu membawa keduanya merakit sebuah hubungan.
Keduanya tengah menjalani hubungan yang begitu dekat, dan terciptanya suka dan cinta diantara keduanya sampai sampai mereka tidak ingin kehilangan satu sama lain.
Setelah menjalani hari hari berdua, Irwan mengajak dirinya untuk berpacaran dan menembak Anis dengan sebuah karangan bunga yang begitu indah, Anis merasa senang karena ada seseorang yang mencintainya dengan tulus saat ini.
"Kamu sudah berapa lama berada di Surya Jayantara Nis?". Tanya Irwan kepada Anis.
"Sudah berjalan lima tahun Mas, emang ada apa?".
"Oh.. ngak papa".
Anis merasa senang ketika ia dipertemukan dengan Irwan yang selalu mengerti tentang dirinya, Irwan juga sering memberikan sebuah kejutan kepada Anis entah itu memberi coklat, bunga, maupun boneka akan diberikan oleh Irwan kepadanya.
"Sayang aku bahagia sekali hari ini". Ucap Anis.
"Aih... Kenapa ini? Cerita dong sayang". Jawab Irwan.
"Aku keterima disekolah yang aku inginkan sayang".
"Benarkah... Selamat ya sayang".
"Makasih".
Setelah menjalani pacaran berminggu minggu, hasrat Irwan untuk memiliki Anis begitu besar, sejak mereka berpacaran mereka tidak pernah melakukan hal yang aneh aneh, akan tetapi karena usia Irwan yang sudah saatnya menikah sehingga hasrat untuk melakukan sebuah hubungan terlarang mulai memuncak.
"Sayang aku mau itu". Ucap Irwan sambil menatap area sensitif Anis.
"Ngak ah, kita kan belum menikah, jadi ngak boleh". Ucap Anis menolak keinginan Irwan.
"Ngak mau".
"Kalau begitu kita putus saja, jangan cari aku lagi mulai sekarang dan seterusnya". Ancam Irwan kepada Anis.
"Sayang kamu kok gitu?". Ucap Anis dengan paniknya karena Irwan mengancam akan memutuskan hubungan mereka.
"Habis kamu ngak mau nurut, mending aku cari yang lainnya saja".
"Baiklah baikah, hanya sebentar saja ya, tapi jangan putus".
"Beneran".
"Iya".
"Baiklah ayo ke kos kosan ku, kita main disana".
Irwan segera mengajak Anis menuju kekos kosannya karena jika melakukan hal seperti itu ditempat Surya Jayantara itu tidak akan bisa, karena ketatnya penjagaan disana, dan lelaki dilarang keras untuk masuk ketempat perempuan dan sebaliknya juga seperti itu.
Sesampainya dikos kosan tersebut, Anis dan Irwan segera masuk kedalamnya dan mengunci pintu kamar tersebut, karena kos kosannya sekarang sepi dan penghuni lainnya sedang pergi bekerja sehingga tidak ada yang mengetahui bahwa ada seorang gadis yang masuk kedalam kos tersebut begitupun dengan Ibu kos yang tidak mengetahui kedatangan keduanya.
Skip.....
Setelah cukup lama berada didalam kamar tersebut, akhirnya Anis keluar dari kamar tersebut dengan jalan yang tidak seperti biasanya, terlihat Anis begitu kesakitan dibagian area vitalnya, entah apa yang telah mereka lakukan sebelumnya.
Sementara Irwan keluar dari kamar tersebut dengan wajah yang bersemangat dan sesekali memperlihatkan senyuman diwajahnya karena dirinya sudah mendapatkan sebuah harta yang sangat berharga milik Anis, sehingga dirinya merasa sangat senang dan bahagia siang ini.
Ssbelum keduanya keluar dari kamar, Irwan segera membersihkan seprei miliknya yang terdapat sebuah noda darah disana, dan memasukkannya kedalam keranjang cucian kotor.
__ADS_1
"Mau aku antar ke yayasan Surya Jayantara?". Ucap Irwan sambil menawarkan bantuan kepada Anis.
"Gara gara kamu, sakit nih". Keluh Anis.
"Iya maaf, tapi makasih ya untuk hari ini, makin sayang deh, lain kali kita main lagi ya". Ucap Irwan sambil memeluk Anis.
"Tapi kalau aku sampai hamil gimana sayang? Kamu mau tanggung jawabkan?".
"Iya sayang, aku mau kok, tapi kamu jangan lupa minum pil KB ya, biar ngak sampe hamil".
"Iya iya, anterin sekarang, aku mau tidur dikamarku, aku capek hari ini".
"Iya iya ayo".
Anis segera naik kesepedah motor milik Irwan dengan berhati hati karena area vitalnya masih terasa sakit dengan kejadian ini, Irwan segera melanjutkan perjalanan menuju ke apotek untuk membeli obat pencegah kehamilan itu, dan melanjutkan perjalanannya lagi menuju ketempat Surya Jayantara.
Sesampainya disana Anis segera masuk kedalam kamar yang telah ia tinggali selama berada ditempat itu, diperjalanan menuju kesana teman temannya segera menghampirinya karena mereka melihat Anis yang berjalan dengan kesusahan, mereka begitu khawatir dengan keadaan Anis saat itu.
"Nis kamu kenapa? Kok seperti kesakitan begitu waktu jalan? Apa kamu diapa apain sama pacar kamu?". Tanya Bella dengan khawatirnya.
"Ngak apa apa kok Bel, hanya tadi kepleset sedikit jadi masih sakit". Jawab Anis beralasan.
"Mau aku ambilkan obat untuk menghilangkan rasa sakitnya? Terus leher kamu juga kenapa? Kok bisa merah merah gitu?".
"Ngak apa apa". Ucap Anis dengan ketakutan dan sesegera mungkin menutupi lehernya itu.
"Iya sudah kalo begitu, ayo aku bantu kekamar, setelah itu aku akan mengambilkan mu obat". Ucap Bella dan langsung merangkul tubuh Anis dan membawanya menuju kekamarnya.
Setelah membawa Anis menuju kekamarnya, Bella segera bergegas untuk mengambilkan Anis obat diruangan P3K yang ada diyayasan itu, setelah itu Anis segera bergegas meninggalkan Anis dikamarnya sendirian karena masih ada kegiatan yang harus ia lakukan dan tidak bisa menemani Anis.
"Sial... Sakit banget lagi". Keluh Anis karena merasakan area vitalnya terasa perih.
Anis segera meminum pil KB tersebut tanpa tanggung tanggung ia meminum 2 sampai 3 pil sekaligus karena dirinya takut akan hamil, apalagi dirinya belum menikah dengan pacarnya itu.
Beberapa hari kemudian sakit yang ia rasakan sudah mendingan daripada sebelumnya, dan selama beberapa hari ini, Anis terus mengonsumsi pil KB tersebut dipagi dan sore hari karena dirinya sangat takut dengan kehamilannya.
Irwan kembali lagi untuk menemui Anis dan mengajaknya untuk melakukan hal itu lagi demi kepuasan dirinya sendiri, Anis yang sudah keseringan diajak begituan akhirnya merasa keenakan dengan apa yang ia lakukan.
Hubungan suami istri diluar pernikahan itu memang begitu nikmat jika dirasakan karena diperindah oleh rayuan setan yang terkutuk, akan tetapi dosa yang akan mereka tanggung begitu besar dan bahkan tidak ada ampunan bagi mereka.
Berbeda lagi jika dengan orang yang sudah menikah dan melakukan hal itu dengan pasangannya masing masing, hal itu akan mengugurkan dosa dosanya, karena ibadah terlama dan menghasilkan pahala yang besar adalah menikah.
Jika sudah siap maka menikahlah, dan jangan sampai dirimu masuk kedalam sebuah zina yang akan merugikan satu sama lain.
Tanpa disangka bahwa obat obatan yang selama ini Anis minum sama sekali tidak berpengaruh kepadanya, Allah menurunkan kepada mereka sebuah janin dirahim Anis, janin yang sangat sehat dan tidak mudah untuk digugurkan.
Kekuatan Allah begitu dahsyat, Allah maha besar, Allah maha Segalanya dan tidak ada yang bisa menghentikan kehendak-Nya, jadi maka terjadilah. Tanpa Anis sangka bahwa dirinya mengandung seorang anak yang usianya sudah mencapai 6 minggu yang artinya sudah satu bulan setengah.
Dosa terbesar yang dilakukan oleh seseorang adalah sebuah zina, dan janganlah kamu mendekati sebuah zina karena zina itu adalah sebuah perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk, apalagi sampai mengugurkannya, anak yang mereka kandung sama sekali tidak memiliki dosa akan tetapi merekalah yang menanggungnya.
Jika anak yang mereka hasilkan adalah seorang lelaki hal itu tidak begitu bermasalah karena jika lelaki menikah maka mereka tidak membutuhkan seorang ayah untuk menjadi wali nikahnya.
Berbeda jauh dengan seorang anak perempuan yang terlahir dari sebuah zina, anak perempuan itu sama saja tidak memiliki seorang ayah meskipun lelaki yang telah menghamili Ibunya sudah menikahinya akan tetapi perempuan itu tidak akan pernah memiliki seorang ayah kandung, yang mereka miliki hanya seorang ayah biologis saja.
Dan ayah biologis tidak diperbolehkan untuk menjadi wali nikah untuk anaknya ketika anaknya dewasa nanti, sehingga harus diwali nikahi oleh wali hakim.
Jika ayah biologisnya memaksa untuk menikahkan putrinya maka pernikahan itu dianggap tidak sah dimata agama, jika dimata hukum pernikahan itu sah, akan tetapi menurut agama pernikahan itu dianggap tidak sah karena walinya adalah ayah biologis bukan ayah kandung.
Dan juga ayah biologis bukanlah mahram dari anaknya sehingga ayahnya tidak diperkenankan untuk memeluk anaknya karena bukan mahramnya, jika dia melakukan itu maka sama saja dengan berzina kepada seorang wanita.
Zina bukan hanya dihitung dengan perbuatan layaknya seorang suami istri saja, akan tetapi berpelukan juga adalah sebuah zina apalagi berpelukan dengan seseorang yang bukan mahramnya, ataupun mencintai lawan jenis dengan sepenuh hati bisa juga disebut dengan zina hati karena didalam hati kita akan selalu ada orang yang kita cintai dan melupakan siapa pencipta kita didalamnya.
__ADS_1
Mencintai seseorang itu tidak salah akan tetapi libatkanlah Allah dari cinta tersebut, yang salah adalah bagaimana cara kita untuk mencintainya, dan apa yang kita lakukan untuk mencintainya.
#jadikan pelajaran ya, jangan dicontoh ✌️ salam dari Author ♥️