Apa Salahku Pa

Apa Salahku Pa
Tentang Haris


__ADS_3

Berhari hari Nadhira terus belajar untuk dapat berjalan seperti sebelumnya dengan bantuan dari Haris yang dengan disiplin untuk mengajari Nadhira berjalan lagi, dan dengan Aryabima yang tak henti hentinya untuk memijat lutut Nadhira untuk membuat persendian Nadhira kembali seperti semula.


Saat ini Nadhira sudah mampu untuk berjalan dengan baiknya meskipun masih ada rasa kurang nyaman ketika ia gunakan untuk berjalan, akan tetapi hal itu tidak mampu untuk menghentikan tekan Nadhira untuk dapat kembali kerumahnya dan menjaga Papanya dari kejamnya Mama tirinya.


"Apa kau yakin akan kembali saat ini juga Nak?" Tanya Haris dengan perasaan sedihnya.


Haris sudah menganggap Nadhira sebagai anaknya sendiri selama Nadhira berada didalam goa itu, Nadhira telah mewarnai hari harinya didalam goa itu untuk beberapa bulan ini, akan tetapi keputusan Nadhira sudah bulat karena dirinya ingin segera kembali untuk bertemu dengan keluarganya.


"Iya Om, aku sudah merasa baikan, aku hanya takut terjadi sesuatu dengan Papa jika aku pergi begitu lama seperti ini".


"Baiklah jika itu sudah menjadi keputusanmu untuk pergi, Om tidak akan bisa menghalanginya, jaga diri baik baik karena Om tidak bisa sewaktu waktu untuk melindungimu Nak" Ucap Haris sambil mengusap kepala Nadhira pelan.


"Terima kasih Om atas semua yang telah Om lakukan kepadaku, mulai dari merawatku disini, memberikan makanan makanan yang sangat lezat untukku, sampai mengajariku untuk berjalan lagi, Om begitu baik kepadaku, maafin Dhira karena telah merepotkan dirimu dan belum mampu membalas kebaikan yang Om dan juga Kakek berikan kepadaku selama ini".


"Bukan masalah Nak, Om sudah menganggap Dhira seperti anak Om sendiri, sekarang goa ini akan terasa sangat sepi ketika kau pergi Nak" Ucap Haris sambil menatap kesekelilingnya itu.


"Aku akan sering sering mengunjungi Om disini jika Om mengizinkannya, aku tidak akan pernah melupakan kebaikan yang telah Om berikan kepadaku selama ini".


"Ah kau membuatku terharu Nak, jika nanti ditanya oleh Papamu kamu pergi kemana, jawab saja tidak tau, seorang hantu membawamu kealam gaib begitu ya" Ucap Haris.


"Iya Om, Dhira pergi dulu ya Om".


"Hati hati Nak, apa perlu Om antarkan kamu pulang?"


"Dhira tidak ingin merepotkan Om, lagian jika Om yang mengantarkan Dhira pulang sekarang justru Dhira tidak bisa berbohong soal alam gaib karena mereka pasti tidak akan mempercayainya".


"Tapi kakimu Nak"


"Tidak apa apa Om, ini jauh lebih baik daripada sebelumnya, mungkin untuk sementara waktu aku tidak bisa berlatih ilmu beladiri lagi" Ucap Nadhira dengan sedihnya karena kondisi kakinya tidak memungkinkan dirinya untuk belajar beladiri lagi.


Ini adalah kenyataan pahit yang harus diterima oleh Nadhira, Nadhira adalah seorang ahli beladiri dan sangat menyukai dunia beladiri akan tetapi karena kejadian yang ia alami sehingga membuatnya tidak mampu untuk berlatih lagi, Nadhira harus menerima kenyataan bahwa dirinya sudah tidak lagi mampu untuk berlatih beladiri.


Bagi seorang ahli beladiri, berhenti berlatih adalah suatu hal yang sangat menakutkan bahkan mereka akan menolak mentah mentah jika mereka harus berhenti untuk berlatih, jika mereka kehilangan keahliannya sama halnya mereka telah kehilangan kehidupannya dan mereka akan merasa seperti kehidupannya penuh dengan kekosongan.


Nadhira sangat sulit untuk menerima kenyataan bahwa kakinya sudah tidak lagi mampu untuk berlatih beladiri, akan tetapi ini adalah sebuah kenyataannya dan dia harus menerimanya dengan keikhlasan.


Sangat berat bagi Nadhira untuk menjalani hari harinya tanpa adanya berlatih beladiri, cidera yang ia alami saat ini begitu parah sehingga cideranya mudah sekali kambuh jika Nadhira menggunakan kakinya dengan sembrono.

__ADS_1


"Kamu masih bisa berlatih lagi Nak, tapi perhatikan juga keadaan kakimu, setelah sembuh total kau masih bisa berlatih seperti apa yang kau inginkan".


"Om tenang saja, aku ngak apa apa kok Om, aku tau Om hanya berusaha untuk menghiburku saat ini, dan ini adalah kesalahanku sendiri sehingga aku tidak bisa berlatih lagi, seandainya saja aku tidak berusaha untuk melawan mereka, mereka tidak akan melakukan itu kepadaku, semuanya sudah berlalu dan ini adalah takdirku" Ucapnya sambil menahan air matanya.


Sangat sulit untuk menerima kenyataan bahwa dirinya sudah tidak lagi mampu untuk berlatih beladiri karena kondisi kakinya yang tidak memungkinkan untuk berlatih beladiri, jika Nadhira memaksakan diri untuk tetap berlatih bisa jadi cidera yang dialaminya akan semakin parah nantinya.


Dunia beladiri adalah bagian dari hidupnya dan bisa jadi adalah separuh hidupnya sendiri akan tetapi jika separuh hidupnya sudah tidak lagi bersamanya maka hanya akan tinggal kekosongan saja dalam kehidupannya, apapun yang akan ia lakukan tanpa beladiri akan terasa begitu hambar.


"Om tau apa yang kamu rasakan saat ini, Om juga pernah mengalami seperti apa yang kau alami sekarang dimana Om sudah tidak mampu lagi untuk berlatih beladiri, jika beladiri sudah begitu melekat didalam jiwa dan raga maka disaat kita sudah tidak mampu lagi untuk berlatih lagi seperti sebelumnya semuanya akan terasa begitu menyakitkan dan seakan akan hidup itu sudah tidak berarti lagi" Ucap Haris sambil termenung.


"Om juga pernah patah tulang seperti diriku?"


"Bahkan lebih parah dari dirimu Nak, kamu tau alasanku meninggalkan Rifki selama ini? Dan membiarkan Ayah angkatku mengasuh Rifki sampai Rifki tumbuh dewasa seperti ini?".


Nadhira menggelengkan kepalanya karena memang dirinya tidak mengetahui alasan utama dari Haris untuk meninggalkan Rifki, Rifki sendiri tidak pernah bercerita apa apa kepadanya tentang kepergian dari Ayahnya, dan hal itu membuat Nadhira begitu sangat penasaran tentang keluarga Rifki.


Haris menyuruh Nadhira untuk duduk kembali, Haris harus menceritakan hal ini kepada Nadhira agar Nadhira tidak putus asa dengan keadaan yang tengah terjadi kepadanya saat ini, meskipun kaki Nadhira tengah cidera bukan berarti Nadhira sama sekali tidak bisa melindungi dirinya sendiri.


"Keluarga Om memiliki begitu banyak musuh diluar sana, dan Ayah Om yang bernama Chandra kakak kandung dari Ayah Aryabima mengorbankan nyawanya hanya untuk menyelamatkan diriku, saat itu Om masih berusia 10 tahun......".


Haris adalah seorang anak yang masih berusia 10 tahun kala itu, Chandra mendidik Haris dengan sangat ketatnya dan mengajari Haris ilmu beladiri yang sangat kuat diusia yang masih belia. Ketika Haris memasuki usia ke 10 tahun, Haris begitu sangat ahli dalam ilmu beladiri maupun tenaga dalam.


Nasib Haris memang tidak seberuntung anak lainnya karena masalalu keluarganya membuat Haris harus tumbuh dewasa sebelum waktunya, kerasnya Chandra dalam mendidik Haris hal itu membuat Haris tumbuh menjadi anak yang hebat dan juga mencintai ilmu beladiri yang diajarkan oleh Chandra kepadanya.


Kejadian yang tidak terduga terjadi kepadanya karena musuh musuhnya yang tengah mengincar nyawanya saat itu, ketika itu terjadi Chandra tidak punya pilihan lain selain mengorbankan dirinya untuk melindungi Haris dan menyerahkan Haris kepada adiknya untuk dibesarkan dan dirawat dengan baiknya.


"Aku, Ayah Chandra dan Ayah Arya berada dalam kejadan mereka yang menginginkan nyawa kita bertiga, tapi Ayah kandungku memutuskan untuk menghalangi mereka dan membiarkan aku dan Ayah Arya pergi menyelamatkan diri waktu itu".


"Setelah itu apa yang terjadi Om?".


"Ayah meninggal didepan mata kepalaku sendiri, saat itu Ayah Arya bergegas untuk menggendongku dan membawaku pergi untuk melarikan diri dari tempat itu, awalnya aku sangat marah kepada Ayah Arya karena membiarkan Ayahku mati begitu saja tanpa berusaha untuk menolongnya tapi beliau dengan sabarnya menenangkan diriku dan mengatakan kepadaku 'ketika kau besar nanti, kau akan paham dengan apa yang aku lakukan saat ini' begitulah katanya...."


Haris sangat marah kepada Aryabima karena telah membawanya pergi tanpa menyelamatkan Chandra terlebih dulu, dengan kemarahannya Haris terus berlatih dengan giatnya tanpa mempedulikan kondisi tubuhnya karena tekatnya untuk membalaskan dendam atas kematian dari Chandra begitu kuat.


Haris terus berlatih disepanjang waktu dari pagi sampai malam hari tanpa lelah sedikitpun, hingga disaat usianya menginjak 15 tahun, Haris begitu hebat dalam ilmu beladiri dan tak seorangpun mampu untuk mengalahkannya.


Karena kehebatannya membuat Haris mendirikan sebuah perguruan beladiri dibantu oleh Aryabima yang tak pernah lelah untuk menemani Haris meskipun Haris memiliki rasa benci kepada Aryabima karena Aryabima tidak menyelamatkan nyawa Ayahnya waktu itu.

__ADS_1


"Jika aku mengingat hal itu, aku merasa diriku begitu bodohnya kala itu,, hehe, sampai sampai aku memusuhi Ayah angkatku sendiri yang begitu sangat baik kepadaku, dan aku berniat untuk membunuhnya ketika aku sudah dewasa nanti" Haris tertawa ketika mengingat bertapa bodoh dirinya kala itu, hanya karena ambisinya hal itu membuat dirinya berlatih pagi, siang, sore dan malam tanpa lelah.


"Lalu apa yang dilakukan oleh Kakek Arya waktu itu, ketika mengetahui Om memiliki niatan untuk membunuhnya? Apakah dia sangat marah kepada Om?" Tanya Nadhira ketika mendengar cerita itu.


"Tidak, Ayah Arya sama sekali tidak marah kepadaku, justru beliau malah mendukung niatku itu, dia bilang bahwa aku harus menjadi lebih kuat dari dirinya untuk dapat membunuhnya, dia juga bilang kepadaku bahwa musuhku diluar sana jauh lebih kuat daripada Ayah Arya, jika aku sudah bisa membunuhnya maka aku juga pasti bisa untuk melawan musuh musuhku itu".


Ketika mengetahui bahwa anak dari Kakaknya ingin sekali membunuh dirinya, Aryabima hanya tersenyum menanggapi hal itu dan mendukung niat dari Haris, Aryabima juga merasa bersalah kepada Haris karena Aryabima hanya dapat membawa Haris pergi dari tempat itu dan meninggalkan Kakaknya yang sedang berjuang melawan malaikat maut yang ingin mencabut nyawanya saat itu.


Meskipun dengan luka yang sangat parah dan darah bercucuran dimana mana akan tetapi Chandra tetap mempertahankan kesadarannya itu untuk dapat terus melawan musuh musuhnya itu sampai Aryabima berhasil membawa Haris pergi jauh dari tempat itu.


Bukan hanya Haris yang merasa kehilangan sosok Ayahnya akan tetapi Aryabima begitu sedihnya karena dirinya juga kehilangan sosok Kakaknya yang sangat berarti bagi dirinya, akan tetapi Aryabima berusaha untuk bersikap tegar dihadapan Haris dan dirinya memutuskan untuk tidak menikah hanya demi melindungi Haris.


Ketika mengetahui niat yang dimiliki oleh Haris, Aryabima hanya mampu tersenyum meskipun didalam hati kecilnya dirinya merasa begitu sedih karena anak dari Kakaknya itu sangat membenci dirinya, dan Aryabima tidak punya pilihan lain selain membimbing Haris untuk menjadi lebih hebat lagi.


Jika itu adalah niat dari Haris maka Haris harus menjadi lebih kuat lagi agar ketika Aryabima sudah tiada ditangan Haris, Haris masih mampu untuk melindungi dirinya sendiri dari musuh musuhnya meskipun tanpa perlindungan dari Aryabima.


"Setelah Om menjadi kuat waktu itu apakah Om pernah berusaha untuk melawan Kakek Arya? Dan berusaha untuk membunuhnya?" Tanya Nadhira dengan antusias ketika mendengar cerita dari Haris.


"Bahkan belum sempat menjadi lebih kuat dari Ayah Arya, sesuatu terjadi kepadaku dan menyadarkan diriku".


"Apa yang terjadi dengan Om?".


"Pada saat itu secara tidak sengaja aku mendengar suara Ayah Arya yang sedang berdoa dengan menyebut namaku dalam doanya, selama 5 tahun tinggal bersamanya aku bahkan sama sekalian tidak pernah melihatnya menangis ataupun bersedih, akan tetapi Ayah Arya hanya mampu menangis disaat dirinya sedang menghadap kepada Tuhannya".


Ketika menjelang subuh Haris merasa ingin buang air kecil dan dirinya bergegas untuk menunaikan hasratnya itu, akan tetapi ketika hendak kembali kekamarnya tanpa sengaja dirinya mendengar suara Aryabima yang sedang berdoa dengan khusyuknya.


Begitu banyak luka dan air mata yang dirasakan oleh Aryabima waktu itu, dalam doanya dia meminta kepada Allah untuk meminta perlindungan untuk Haris, dan pertolongan agar Haris senantiasa dilindungi oleh Allah dalam setiap langkahnya setelah Aryabima tiada.


"Dalam doanya dia berkata 'Ya Allah jika memang hamba ditakdirkan mati ditangan anak angkatku maka hamba ikhlas, kesalahan yang telah aku lakukan kepadanya sangat besar sehingga tiada maaf bagiku didalam hatinya, jika hamba sudah tiada hamba mohon kepada-Mu Ya Allah lindungilah disetiap langkahnya dan berilah pertolongan disetiap dia membutuhkan pertolongan-Mu Ya Allah, jika dia bisa membunuhku dengan mudah maka aku akan merasa tenang dan itu artinya tidak ada yang bisa mencelakainya dengan mudah meskipun tanpa adanya diriku didalam hidupnya' seketika itu juga air mataku menetes dengan derasnya".


Haris tidak berhenti disitu saja akan tetapi dirinya terus saja berlatih untuk dapat membunuh Aryabima meskipun pikirannya terus kepikiran dengan doa doa yang telah diucapkan oleh Aryabima kepada Tuhannya, melihat Haris yang bertambah hebatnya membuat Aryabima merasa senang dan bangga kepadanya karena tekat yang dimiliki oleh Haris begitu kuatnya.


Hingga ketika Haris berusia 17 tahun, tanpa sengaja dirinya berpapasan dengan para musuhnya itu, karena jumlah mereka yang cukup banyak membuat Haris merasa kewalahan dengan hal itu, dan mereka bermain dengan curangnya dan menggunakan obat bius dalam pertarungan.


"Disaat itu aku baru sadar kenapa Ayah Arya membawaku pergi saat itu tanpa menolong Ayah Chandra terlebih dahulu, karena dirinya tidak sanggup untuk melawan mereka seorang diri apalagi Ayah telah menitipkan diriku kepadanya dan Ayah Arya harus berusaha untuk menyelamatkan diriku, disaat itu kejadian benar benar begitu cepatnya".


Haris terus berusaha untuk melawan mereka seorang diri saat itu, Haris berpikir bahwa nyawanya tidak akan tertolong lagi saat itu karena musuh musuhnya menggunakan obat bius untuk membuatnya tidak bisa fokus seperti disaat dirinya berlatih, karena hal itu mereka dengan leluasa untuk menyerang Haris dan mereka berhasil mematahkan kedua kaki Haris dan juga beberapa tulang rusuknya.

__ADS_1


...Jangan lupa like dan dukungannya 🥰...


...Terima kasih ...


__ADS_2