
Sebelum subuh menjelang, anak buah Rifki segera datang ketempat itu untuk membawa orang yang sudah Rifki tangkap sebelumnya ketempat rahasia yang telah Rifki beritahukan kepada mereka.
Reno dan yang lainnya segera membawa orang itu pergi dari tempat itu sebelum banyak orang yang sedang berkemah terbangun dari tidur mereka yang akan menyebabkan masalah bagi mereka nantinya.
Reno segera memasukkan orang itu kedalam mobil hitam yang ia naiki sebelumnya akan tetapi ia sama sekali tidak melepaskan ikatan tali yang tengah melilit ditubuh lelaki itu begitupun dengan kain yang diikat oleh Nadhira dimulut orang tersebut.
Dapat terlihat sebuah bekas merah yang membekas disalah satu pipi orang itu karena pukulan dan tamparan yang Nadhira lontarkan kepada orang itu, Reno hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat bekas tersebut.
"Satu sepasang yang cukup sadis". Gumannya sambil memeriksa bekas merah tersebut.
Didalam mobil itu diisi oleh enam orang anak buah Rifki yang menurut Rifki mereka memiliki tingkat yang tinggi daripada yang lainnya, setelah semuanya masuk kedalam mobil, Reno membuka penutup mulut dari orang tersebut.
"Lepaskan aku!!". Teriak orang itu.
"Eithh... Galak banget sih lu bro bro". Ucap Reno sambil menggelengkan kepalanya, seakan akan sedang mengasihani orang itu.
"Lepaskan aku, atau aku laporkan kepada Bos".
"Ck... Sayang sekali, lalu bagaimana caramu untuk melaporkannya? Sementara tanganmu saja diikat, dan kau tau hpmu ada dimana?". Ucap Reno sambil mengangkat tangannya yang membawa sebuah Hp.
"Sial...".
"Aku mau tanya sesuatu padamu, kenapa kau bisa menjadi sasaran kedua orang itu? Kesalahan apa yang telah kau lakukan sehingga membuat mereka berdua menangkapmu seperti ini?".
"Aku ngak tau!!".
"Kalo begitu ngak ada gunanya aku membuka mulutmu".
Setelah mengatakan hal tersebut, Reno segera menutup kembali mulut orang itu dengan kain yang sama yang digunakan oleh Nadhira untuk membungkam mulut orang tersebut sebelumnya agar tidak banyak bicara.
Akan tetapi Reno tidak hanya menutup mulutnya saja melainkan dirinya juga menutup kedua mata dari orang tersebut agar orang itu tidak mengetahui kemana dirinya akan dibawa pergi oleh anak buah Rifki agar tidak terjadi kelalaian dalam penjagaan.
Mobil itu melaju dengan cepatnya menerjang jalanan yang sepi, menuju ketempat tujuan mereka untuk menyekap orang sesuai dengan permintaan Rifki, setalah cukup lama perjalanan itu akhirnya mereka sampailah sebuah tempat dimana sebelumnya mereka gunakan untuk menyekap ketiga orang yang menjadi dalang dibalik kematian dari Rahel.
"Bawa dia masuk". Perintah Reno kepada bawahannya dan segera dilaksanakan oleh mereka.
Didalam gedung tersebut begitu banyak anak buah Rifki yang tengah menjaga ditempat itu, lelaki itu segera dibawa masuk kesebuah ruangan yang tidak terlalu kecil dengan kamar mandi didalamnya, tanpa adanya cendela dan hanya ada satu pintu dengan begitu banyak gemboknya dengan lubang kecil yang akan digunakan untuk memberi tawanannya makan.
Setelah dimasukkan kedalam ruangan tersebut, bawahannya segera melepaskan tali yang melilit ditubuh orang itu dan juga melepaskan kain yang ada dimulut dan juga kedua matanya itu, setelah itu orang itu dikunci dari luar ruangan tersebut.
Dok... Dok... Dok...
"Lepaskan aku". Ucap orang itu sambil mengetuk pintu dengan kerasnya.
"Jika kau terus berteriak seperti itu, jangan salahkan aku kalau kau akan ku sembelih dan menjadikanmu hidangan yang terlezat sekarang juga". Ancam Reno kepada orang itu dari luar ruangan agar orang itu tidak lagi berisik ditempat itu.
"Emang aku hewan! Seenaknya aja dirimu menghabisiku! Kalau berani ayo kita duel sekarang juga!". Jawab orang tersebut dari dalam.
"Percumah nantinya kau juga akan kalah ditanganku!! Untuk apa meladenimu, aku hanya menjalankan perintah dari Tuan Muda ku".
"Apa keinginanmu sebenarnya dariku!!".
Reno sama sekali tidak mendengarkan ucapan tersebut, Reno segera berjalan menuju kepintu utama dari tempat tersebut untuk menemui bawahannya yang berada ditempat terpencil itu.
"Kalian jaga orang itu, jangan sampai membuat Tuan Muda marah karena dia kabur! Atau kalian yang akan menanggung konsekuensinya sendiri". Ucap Reno kepada mereka.
"Baik Bos".
Reno segera berjalan menuju kemobilnya, ia segera melajukan mobil tersebut menuju kemarkas Gengcobra dan melanjutkan tugasnya disana untuk melatih anak buah Rifki ditempat itu.
*****
Nadhira terbangun dari tidurnya dipagi yang masih buta, ketika dirinya terbangun ia sudah tidak menemukan keberadaan Rifki disampingnya, karena semalam Rifki, Nadhira dan anak anak yang lainnya tidur mengitari api unggun untuk menghangatkan tubuh mereka.
Akan tetapi setelah dirinya terbangun ia tidak menemukan sosok Rifki, yang ia temukan bahwa adanya sebuah selimut yang menutupi dirinya sehingga Nadhira merasa kehangatan.
"Kemana anak itu? Masih pagi juga udah ngak ada ditempat". Tanya Nadhira pelan entah kepada siapa dirinya bertanya.
Nadhira bangkit dari tidurnya hendak menuju ketendanya diikuti oleh beberapa anggota OSIS yang lainnya, sengaja Nadhira membangunkan mereka karena mereka harus bersiap siap untuk acara selanjutnya sebelum para peserta terbangun.
__ADS_1
Ketika Nadhira sudah berada ditendanya Nadhira berdiam diri cukup lama sambil menatap kearah tasnya yang sudah ia buka dan menampakkan beberapa pakaian miliknya.
"Mandi ngak ya, diair terjun pasti sangat dingin kalo pagi pagi seperti ini, ya udah mandi saja biar bersih, tapi kalo kedinginan bagaimana? Ah cuci muka saja lah". Nadhira bingung apa yang harus ia lakukan selanjutnya, dihutan dekat dengan air terjun itu cukup dingin, Nadhira rasanya seperti kucing yang takut dengan air.
Nadhira segera mempersiapkan diri untuk mandi dipagi hari itu, dengan berbagai macam persiapan untuk menahan hawa dingin yang akan masuk kedalam tubuhnya.
Setelah Nadhira merasa yakin akhirnya dirinya melangkahkan kakinya menuju ketempat dimana air terjun tersebut untuk membasuh badannya.
Nadhira memecahkan kesunyian hutan itu dipagi hari seorang diri meskipun ada sedikit rasa takut karena kegelapan malam akan tetapi itu tidak menghalanginya untuk terus melangkah menuju ketempat pemandian itu.
Ditengah tengah perjalanan Nadhira tanpa sengaja berpapasan dengan Rifki yang telah selesai mandi pagi dan masih ada setetes air diujung rambutnya, Rifki berjalan seperti biasanya tanpa adanya rasa mengigil yang menyerang tubuhnya.
"Kamu sudah bangun Dhira?". Tanya Rifki yang sedang berjalan kearah Nadhira.
"Sejak kapan kamu ada diair terjun dipagi hari seperti ini?". Tanya Nadhira balik kepada Rifki.
"Sekitar 2 jam yang lalu aku sudah disini untuk berendam dipagi hari, matahari saja belum menampakkan diri, apa kamu mau mandi?".
"2 jam yang lalu? Ngak dingin apa Rif? Itu lama banget lo untuk berendam, iya aku mau mandi tapi masih gelap ngak ada obor lagi".
"Dingin banget, ya udah mandi aja, tapi hati hati banyak ular berkeliaran dipagi hari seperti ini".
"Kamu kok malah nakut nakutin sih? Emang ada ular disini?".
"Ada, aku tadi aja ketemu beberapa kali dengan tuh ular, mau di anterin ngak?". Tawar Rifki.
"Boleh, tapi jangan ngintip".
"Dhira Dhira, sudah berapa lama sih kamu kenal aku?mana mungkin lah aku ngelakuin hal seperti itu, sudah ayo aku antarkan".
"Hehe.. iya, kenapa kamu sekarang seperti begitu bawel ya? Biasanya juga diam aja".
"Kapan sih aku bisa diam kalo didekatmu? Jadi mandi ngak nih?".
"Iya jadi dong".
Rifki duduk disebuah akar pohon yang menjalar keluar dari tanah, sementara Nadhira masuk kedalam bilik tersebut dengan hati hati.
"Aaaa...". Teriak Nadhira tiba tiba.
Rifki yang mendengar teriakan tersebut segera berlari menuju ke bilik tersebut, Rifki begitu terkejut ketika mendengar teriakan tersebut sehingga dirinya berlari mendekat kearah Nadhira.
"Nadhira kamu ngak apa apa?". Tanya Rifki dengan paniknya diluar bilik tersebut.
"Ngak apa apa kok". Jawab Nadhira dari dalam.
"Kalo ngak apa apa kenapa kamu teriak seperti itu? Apa ada ular didalam?". Rifki sedikit merasa lega setelah Nadhira menyahuti ucapannya.
"Ngak ada, cuma airnya dingin banget Rif".
Setalah masuk kedalam bilik tersebut Nadhira segera menyentuhkan jarinya kepada air yang mengalir tersebut, akan tetapi rasa dingin itu segera mengalir keseluruhan tubuh Nadhira sehingga membuatnya berteriak kedinginan.
Tanpa Nadhira sadari bahwa teriakannya itu mampu membuat Rifki terlihat sangat cemas diluar bilik tersebut, untung saja Rifki tidak langsung masuk kedalamnya setelah mendengar teriakannya itu mungkin hal itu akan membuat Nadhira semakin malu dan tidak akan mampu menatap wajah Rifki lagi.
"Ya elah Nadhira Nadhira, kirain ada apa didalam situ, bikin orang terkejut aja kamu ini, sudah aku bilang kan, air dari air terjun disini itu dingin pakek banget, kalo kedinginan ya udah jangan dipaksain untuk mandi, nanti malah masuk angin kamu".
"Ngak apa apa, lagian mandi pagi juga banyak manfaatnya".
Beberapa manfaat mandi pagi yakni meningkatkan peredaran darah, rutinitas mandi pagi menggunakan air dingin dapat meningkatkan peredaran darah dengan lancar sehingga tubuh terasa lebih segar. Hal ini karena mandi pagi dengan air dingin membuat tubuh bekerja sedikit lebih keras untuk mempertahankan suhu tubuh normal.
Jika dilakukan secara teratur, mandi air dingin juga dapat membuat sistem sirkulasi darah lebih efisien, membantu darah bergerak dengan lebih cepat ke seluruh tubuh, dan diduga membuat kulit terlihat lebih sehat.
Memperkuat daya tahan tubuh karena rangsangan air dingin saat mandi pagi akan meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh. Hal ini tentu sangat baik mengingat sel darah putih sangat berperan dalam melawan berbagai virus dan bibit penyakit.
Meningkatkan energi dan mengurangi stres karena saat kulit mengalami kontak dengan air dingin, secara otomatis hormon endorfin akan membuat tubuh jadi penuh energi dan lebih bersemangat. Selain itu, air dingin juga dapat merangsang otak untuk mengeluarkan noradrenalin (zat kimia organik dalam otak) yang berfungsi untuk mengurangi tingkat stres atau depresi pada seseorang.
Berkurangnya resiko nyeri sendi karena air dingin di pagi hari memiliki kandungan senyawa karbondioksida yang sangat baik untuk mengurangi risiko nyeri sendi, selain mengonsumsi obat-obatan, terapi mandi pagi dengan air dingin dapat dijadikan alternatif untuk Anda yang memiliki masalah persendian.
Manfaat mandi pagi dengan air dingin dapat mengaktifkan jaringan lemak cokelat di dalam tubuh yang kemudian dapat berubah menjadi energi panas, hal ini tentunya sangat baik dalam mendukung program diet kamu.
__ADS_1
Karena manfaat itulah yang membuat Rifki rajin mandi pagi dan berendam dipagi hari, seperti yang ia lakukan saat ini, karena sudah menjadi kebiasaan sehingga membuat dirinya seakan akan sudah biasa dengan hawa dingin dari air dipagi hari.
"Iya sudah, buruan mandi jangan lama lama biar kamu ngak mengigil terlalu lama didalam situ, kalo ada apa apa bilang aja ke aku, aku ada diluar".
"Iya Rif".
Rifki memutuskan untuk duduk didekat bilik tersebut agar dirinya mampu menjaga Nadhira tanpa harus berlari terlalu jauh, sementara Nadhira didalam masih termenung dalam diamnya.
"Air jangan dingin dingin ya, biarkan aku mandi sebentar saja, ngak lama lama kok". Ucap Nadhira kepada air tersebut.
Rifki yang ada diluar bilik tersebut mampu mendengar ucapan Nadhira, ia hanya menggeleng gelengkan kepalanya sambil tersenyum dengan apa yang dikatakan oleh Nadhira kepada air.
Meskipun kamu bilang beberapa kali pun, air yang dingin akan tetap dingin itulah yang dipikirkan oleh Rifki, dan beberapa kali Rifki memainkan rambutnya mendengar ucapan Nadhira kepada air tersebut.
"Dhira kamu kesini itu sebenarnya mau mandi atau mau ngobrol dengan air sih?". Tanya Rifki dalam tertawanya karena tingkah Nadhira itu.
"Lagi negoisasi dengan air ini biar ngak bersikap terlalu dingin kepadaku".
"Astaga Nadhira! Udah mencapai kesepakatan belom? Mau aku bantu negoisasinya?".
"Ngak usah, biar ini jadi urusan wanita, kamu disitu saja diam, jangan berisik, sebel tau didinginin terus seperti ini emang aku cewek apaan".
"Dhira mau ku lempar sandal dari sini?".
"Ngak usah, aku ngak butuh sandal sekarang, aku juga sudah pakai sandal sekarang, mending kamu aja yang pake biar ngak kena duri".
"Untung aku sabar, kamu jangan teriak aku mau sholat dulu disini, nunggu kamu lama banget seperti nunggu semut segede gajah".
"Ya..".
Rifki segera menggelar sajadah yang ya bawa sebelumnya diantara rerumputan yang hijau, setelah itu Rifki berjalan menuju kealiran air terjun untuk berwudhu, setelah itu ia melaksanakan sholat subuh.
Tak beberapa lama kemudian akhirnya Rifki selesai melaksanakan sholat tersebut, ia segera melipat sajadahnya lembali, matahari mulai sedikit menampakkan cahayanya yang begitu samar.
Rifki kembali mendatangi bilik tersebut akan tetapi tidak mendengar tanda tanda bahwa Nadhira sedang mandi didalam situ.
"Dhira apa kamu ketiduran didalam?". Tanya Rifki yang penasaran kepada Nadhira yang ada didalam.
"Ngak, cepet banget kamu sholatnya".
"Ngak ada yang namanya cepet Nadhira, sholatkan hanya butuh waktu maksimal 10 menit, kamu belum selesai juga mandinya? Apa masih negosiasi dengan air?".
"Bentar lagi selesai kok".
10 menit kemudian, Nadhira belum keluar juga dari dalam bilik, sehingga membuat Rifki yang menunggunya merasa bosan diluar sendirian dengan kegelapan dipagi hari itu.
"Nadhira belum selesai juga? Apa kamu juga berendam didalam?". Tanya Rifki yang bosan menunggu.
"Ngak".
"Lalu kamu ngapain didalam? lama banget kayak orang mau nikah aja".
"Iya iya sebentar lagi".
"Begini nih kalo cewek mandi, pantesan para suami kelihatan lebih tua daripada istri, orang mandi aja bertahun tahun seperti ini belum lagi make upnya". Gerutu Rifki yang ekstra sabar menunggu Nadhira.
Menunggu wanita mandi atau bermake up seperti menunggu semut sebesar gajah, menunggu batu jadi lembek, menunggu matahari terbit dari barat, atau bahkan menunggu upin ipin dewasa.
Tak beberapa lama kemudian akhirnya Nadhira keluar juga dari dalam bilik tersebut, ia melihat lingkungan sekitarnya yang mulai terpancarkan oleh cahaya dipagi hari, pandangannya kemudian terjatuh kepada Rifki yang menatapnya dengan tajam.
"Sudah mandinya?". Tanya Rifki sambil menghela nafas lega setelah sekian lama menunggu.
"Hehe... Sudah, ayo kembali ketenda, aku belum sholat subuh".
"Buruan sholat mumpung masih ada waktu, kamu sih mandinya lama banget".
"Iya iya bawel banget sih".
Nadhira pun segera berwudhu diair terjun, setelah itu kembali ketendanya untuk melakukan sholat subuh, karena mukenanya ada didalam tenda tersebut.
__ADS_1