Apa Salahku Pa

Apa Salahku Pa
Menyelamatkan nyawa Nadhira


__ADS_3

Ketika diperjalanan menuju ke desa Mawar Merah, Nimas berhenti disuatu tempat karena melihat Raka yang sedang berhadapan dengan orang orang yang sebelumnya tengah mengincar Nadhira, Nimas segera muncul disebelah Raka untuk membantu Raka menghadapi orang orang itu.


Raka sangat terkejut ketika melihat kedatangan dari Nimas yang tiba tiba berada disebelahnya dan dirinya langsung menghentikan apa sedang ia lakukan saat ini, Raka menatap kearah Nimas dengan herannya kenapa Ratu iblis tiba tiba pergi dari pertarungan dan menolongnya saat ini.


"Aku tidak menyangka bahwa Ratu iblis akan datang menyelamatkan hantu kecil ini" Ucap orang itu ketika melihat kedatangan dari Nimas.


"Justru aku yang lebih tidak menyangka dengan apa yang aku lihat saat ini, bahwa dukun hebat seperti kalian begitu kesusahan ketika sedang melawan roh anak kecil seperti ini" Ucap Nimas.


"Ratu iblis kenapa kau ada disini? Cepat pergi dari sini, selamatkan Nadhira aku tadi melihat ada beberapa orang yang tengah mengejarnya" Bisik Raka kepada Nimas.


"Kemana mereka pergi?".


"Desa Mawar Merah, kau tenang saja, tidak akan terjadi sesuatu denganku disini, aku hanya mempermainkan mereka saja supaya mereka berhenti mengejar Nadhira, cepat pergi dari sini!".


"Baguslah kalau begitu, aku akan pergi sekarang" Nimas segera menghilang dari tempat itu.


Kini tinggal Raka yang sedang berhadapan dengan orang orang itu, Raka melayang diudara dan mendarat disebuah ranting pohon yang tidak jauh dari tempat orang orang itu berkumpul saat ini, orang orang itu begitu terkejut ketika Ratu iblis itu tiba tiba menghilang begitu saja.


"Kenapa Ratu iblis itu pergi begitu saja? Apakah karena dia takut jika berhadapan dengan kami?"


"Ternyata Ratu iblis itu begitu lemah tidak seperti apa yang aku bayangkan sebelumnya"


"Teman teman untuk apa kita takut dengan Ratu iblis itu, kita jauh lebih kuat daripada dirinya".


Satu persatu argumen mereka utarakan ketika melihat kepergian dari Nimas ditempat itu, mereka mengira bahwa Nimas begitu takut untuk berhadapan dengan mereka saat ini sehingga mereka berfikir bahwa Nimas tengah kabur.


"Memang seperti apa yang kau bayangkan tentang Ratu iblis selama ini? Kalian bahkan bukan tandingan dari Ratu iblis, sudah berhenti main mainnya aku sudah lelah, bagaimana kalau kita mulai serius dari sekarang?" Ucap Raka yang sedang berada diatas pohon.


Raka segera melayang diudara mengitari orang orang itu, Raka juga menyerap energi energi dari mereka untuk mengisi energinya yang telah berkurang karena melawan mereka.


Raka mengeluarkan seluruh tenaganya dan mengarahkannya kepada orang orang itu, dalam sekejab saja mereka seketika terpental jauh begitu saja karena berhadapan dengan Raka, dan kedua mata Raka seketika berubah menjadi merah darah.


Raka menatap kearah orang orang itu dengan tatapan yang sangat tajam seakan akan seperti seorang fampir yang telah menemukan mangsanya. Hal itu membuat orang orang yang ditatap seperti itu oleh Raka seketika itu juga merasa merinding.


Terlihat sebuah senyuman diujung bibir Raka, senyuman itu terlihat begitu menakutkan, tatapan tajam itu seketika meneteskan air mata darah, hal itu membuat wajah Raka begitu menyeramkan dengan darah yang terus mengalir keluar dari kepala dan juga kedua matanya.


Raka adalah hantu kecil yang mati dengan mengenaskan karena ketidakadilan yang ia dapatkan selama hidupnya, sehingga ketika Raka menampakkan wujud aslinya wajahnya terlihat begitu sangat menyeramkan. Saat ini Raka sedang menampakkan wujud aslinya didepan para dukun itu.


Wajah Raka begitu sangat menyeramkannya seakan akan seperti tengah menangis darah dan juga luka goresan ada disekujur tubuhnya dengan bau anyir darah yang mampu tercium dengan jelasnya ditempat itu.


Raka tidak punya pilihan lain selain menampakkan wujud aslinya saat ini, ia harus segera mungkin untuk membereskan orang orang itu bagaimanapun caranya agar dirinya mampu untuk menyelamatkan Nadhira yang sedang berada dalam bahaya saat ini.


"Sudah cukup bermain mainnya, aku lapar! Kalian adalah mangsa terlezat yang ku dapatkan kali ini, setelah ini jangan berharap kalian bisa lolos dariku" Ujar Raka sambil menjilat bibirnya.


Raka terlihat seperti sosok hantu yang kelaparan dan sedang mengintai mangsanya yang ada didepan mata kepalanya sendiri, Raka sama sekali tidak peduli bahwa yang ada dihadapannya adalah seorang dukun sakti, dan yang Raka pikirkan adalah bagaimana caranya untuk mengatasi orang orang itu.


Raka segera menggerakan tangannya dan seketika itu juga orang orang yang ada didepannya menghilang begitu saja beserta dengan dirinya, Raka membawa orang orang itu masuk kedalam istana para jin dan mahluk yang tak kasat mata.


Sesampainya mereka disana, mereka begitu terkejut ketika mengetahui bahwa mereka telah dibawa masuk kedalam alam gaib saat itu juga, siapapun yang telah masuk kedalamnya mereka tidak akan pernah bisa keluar dari sana dalam keadaan hidup hidup atau bisa disebut dengan kembali hanya tinggal nama saja.


"Saudara saudaraku, aku datang dengan membawakan kalian makanan yang lezat, mari kita nikmati bersama sama" Ucap Raka sambil memanggil teman temannya yang sebangsa.


Tiba tiba sekumpulan mahluk yang menyeramkan sama persis dengan Raka berdatangan ketempat itu, Raka tersenyum puas karena hal itu berbeda jauh dengan ekspresi orang orang yang telah dibawa oleh Raka sebelumnya, mereka nampak begitu pucat pasih karena sebentar lagi mereka akan mati.


"Arghhh... Tolong lepaskan kami".

__ADS_1


"Aaaa.....".


"Argahhhh....".


Raka dan yang lainnya segera menghisap jiwa jiwa orang itu secara bersama sama dengan teman temannya hal itu membuat orang orang itu menggeram kesakitan, ketika raga dan jiwa sudah terpisah maka orang orang itu dianggap sudah mati. Raka dan teman temannya terlihat sangat puas dengan memakan jiwa dari orang yang telah dibawa oleh Raka ketempat itu.


Raka sangat menikmati hari ini, dengan senyum sumringahnya Raka segera kembali kealam manusia untuk memastikan keadaan yang ada disana, tubuh tubuh orang itu masih tetap disimpan dialam gaib sehingga para manusia tidak akan bisa menemukan tentang keberadaan dari orang orang itu.


*****


Setelah sekian lama menunggu kedatangan dari Ratu iblis, kondisi Nadhira semakin lemahnya karena dirinya sudah tidak sanggup lagi menahan gejolak yang ada didalam tubuhnya saat ini. Aryabima yang merasakan tubuh Nadhira yang perlahan lahan semakin melemah seketika itu juga dirinya menjadi semakin paniknya.


Aryabima tidak tau lagi harus berbuat apa untuk saat ini karena Ratu iblis tidak kunjung datang ketempat itu, Ratu iblis satu satunya yang dapat menyelamatkan Nadhira untuk saat ini karena hanya dirinyalah yang mampu mengendalikan kekuatan dari permata yang ada didalam tubuh Nadhira itu.


"Nak bertahanlah, Nimas akan segera datang dan menyelamatkan dirimu, bertahanlah demi Rifki"


Nadhira seakan akan sudah tidak memiliki tenaga untuk berbicara kepada Aryabima ataupun menggerakkan anggota tubuhnya karena Nadhira merasa begitu lemasnya saat ini, gejolak dari energi permata itu menguras begitu banyak energinya sehingga saat ini dirinya begitu lemahnya.


Disatu sisi Haris sudah berada didalam desa Mawar Merah, Haris sama sekali tidak menemukan keberadaan dari Nimas didesa itu hal itu membuatnya semakin panik dan membayangkan tentang kondisi Nadhira saat ini.


"Kemana lagi aku harus mencari Nimas, jika aku terlambat menemukannya maka nyawa gadis itu akan dalam bahaya, Ya Allah apa yang harus aku lakukan".


Haris terus termondar mandir ditempat itu untuk mencari cara bagaimana dirinya bisa menemukan keberadaan dari Nimas, entah kemana perginya Nimas kali ini, Haris merasa bingung entah apa yang harus ia lakukan saat ini.


Tak beberapa lama kemudian datanglah Nimas ketempat itu, Nimas sama sekali tidak menemukan petunjuk apapun tentang kemana perginya Nadhira ditempat itu. Nimas juga sedang merasa khawatir dengan kondisi Nadhira saat ini karena gerhana bulan merah darah sudah berada pada puncaknya.


"Kau Nimas?".


"Kau bisa melihatku?".


"Baiklah, bagaimana dengan kondisinya saat ini? Apakah dia baik baik saja?".


"Kau bisa melihatnya sendiri nanti".


Haris segera bergegas pergi dari tempat itu untuk menuntun Nimas menemui Nadhira yang sedang berada didalam sebuah goa, Nimas tanpa banyak bertanya segera mengikuti orang itu yang mengatakan akan membawanya untuk menemui Nadhira.


Ketika Haris dan Nimas sudah berada didepan goa itu, Aryabima segera membuka labirin gaib itu dan membiarkan keduanya untuk masuk kedalamnya setelah keduanya masuk kedalam Aryabima kembali memasang perisai untuk melindungi keberadaan mereka didalam goa itu.


Nimas begitu terkejut ketika melihat kondisi Nadhira saat ini, bahkan untuk membuka mata saja Nadhira sudah tidak mampu apalagi untuk mengucapkan sebuah kata kata.


"Nimas cepat selamatkan dia" Ucap Aryabima ketika melihat kedatangan keduanya kedalam goa itu.


Nimas segera mendekat kearah Nadhira yang sedang terbaring tidak berdaya itu, Nimas segera memeriksa gejolak permata itu yang ada didalam tubuh Nadhira saat ini dan Nimas begitu terkejut ketika mengetahui bahwa permata itu mulai menyatuh dengan tubuh Nadhira saat ini.


"Bagaimana ini bisa terjadi? Sepertinya aku terlambat untuk datang ketempat ini" Ucap Nimas dengan sedihnya setelah memeriksa Nadhira.


"Apa yang terjadi dengan anak ini? Tolong selamatkan dia sekarang, apa anak ini bisa selamat?" Tanya Haris.


"Permata itu mulai menyatuh dengan gadis ini, aku akan mencoba untuk menolongnya, aku tidak akan membiarkan permata ini menyatuh dengan Nadhira" Ucap Nimas dengan paniknya.


Nimas memejamkan kedua matanya dan berubah wujud menjadi sebuah cahaya, cahaya itu masuk kedalam tubuh Nadhira. Nimas mulai mengendalikan tubuh Nadhira, dengan kekuatannya Nimas membuka kedua mata Nadhira dengan lebar lebar.


Tubuh Nadhira seakan akan bergetar hebat karena Nimas yang telah masuk kedalam raganya, begitupun dengan keringat yang terus bermunculan dan menetes dengan derasnya seakan akan Nadhira tengah merasakan kesakitan yang mendalam.


Dalam pengelihatan Aryabima, Aryabima melihat tubuh Nadhira saat ini sedang memancarkan cahaya merah yang sangat terang sedang menyelimuti dirinya, dan cahaya itu berasal dari energi permata.

__ADS_1


Cahaya itu begitu terangnya hingga membuat Aryabima dan Haris sampai memejamkan matanya karena silaunya yang begitu menyengat, akan tetapi silaunya cahaya tersebut tidak mampu menembus perlindungan yang telah dibuat oleh Aryabima.


"Ayah bagaimana jika permata itu sampai menyatuh dengannya, dia harus secepatnya untuk melupakan Rifki bagaimanapun caranya" Ucap Haris kepada Aryabima dengan berbisik.


"Kita berdoa saja semoga Nimas berhasil mengatasinya dan memisahkan permata itu dari tubuh gadis ini, aku tidak tau lagi bagaimana perasaan Rifki nantinya jika mengetahui tentang apa yang terjadi dengan gadis ini, jika Nimas gagal maka kita harus membuat gadis ini melupakan Rifki untuk selama lamanya"


Nimas berusaha untuk memisahkan permata yang mulai menyatuh itu dari tubuh Nadhira, hal itu terasa sangat menyakitkan bagi Nimas begitupun dengan Nadhira yang sedang berada didalam alam bawah sadarnya saat ini.


Nimas mengeluarkan seluruh kemampuannya agar permata itu tidak menyatuh, setelah sekian lama berusaha tiba tiba Nadhira memuntahkan darah segar dari mulutnya. Memisahkan permata itu dengan cara maksa mampu melukai organ dalam tubuh Nadhira sehingga Nadhira muntah darah.


Ketika permata itu sudah lepas, roh Nimas segera terpental keluar dari dalam tubuh Nadhira dengan kerasnya sampai dirinya menabrak perisai yang telah diciptakan oleh Aryabima, dengan cara paksa roh itu keluar dari tubuh Nadhira dan langsung berganti dengan kesadaran milik Nadhira sendiri.


"Nimas apakah kau baik baik saja?" Tanya Haris.


Nimas sesegera berdisi dari duduknya dengan cara melayang diudara, ia memegangi dadanya yang terasa sakit ketika rohnya yang tiba tiba terpental jauh karena energi dari permata iblis itu. Nimas juga merasakan bahwa adanya energi lain yang tengah berada didalam tubuh Nadhira seakan akan energi itu juga ikut serta membantu Nadhira.


Nimas mengingat kembali kapan terakhir dirinya merasakan energi semacam ini, seketika itu juga Nimas mengingat bahwa energi yang ada didalam tubuh Nadhira pernah ia rasakan ketika dirinya hendak membuat Nadhira celaka.


Energi asing itu sudah sekian lama berada didalam tubuh Nadhira, sehingga bisa dikatakan bahwa energi itu adalah sebuah pelindung Nadhira yang berasal dari leluhurnya.


"Aku hanya kehilangan separuh kekuatanku, aku akan bertapa untuk beberapa minggu kedepan didesa Mawar Merah, tolong jaga Nadhira untukku".


"Kau tenang saja, aku akan menjaganya".


"Terima kasih".


Nimas segera lenyap dari tempat itu. Haris dan Aryabima segera mendekat kearah Nadhira untuk memeriksa keadaan Nadhira, Nadhira merasakan sesuatu yang mengalir di pipinya dan berniat untuk menghapusnya dan Nadhira begitu terkejut ketika melihat sesuatu yang ada ditangannya adalah darah.


"Apa yang terjadi denganku?" Tanya Nadhira.


Nadhira terus memandangi darah yang ada ditangannya, ia merasa takut ketika melihat noda darah itu, kenapa bisa ada darah yang mengalir dipipinya seperti itu.


"Tenanglah Nak, kau akan baik baik saja" Ucap Haris menenangkan hati Nadhira.


"Om, kenapa bisa ada darah disini?" Ucap Nadhira dengan paniknya melihat darah itu.


"Tidak apa apa jangan khawatir, Om akan segera membersihkannya" Ucap Haris sambil berjalan menuju kearah wadah air yang terdekat dengan Nadhira dan mengalirkan air itu untuk membasuh tangan Nadhira.


"Gimana keadaanmu Nak? Apa ada yang terasa sakit?" Tanya Aryabima kepada Nadhira.


"Aku sudah tidak merasakan apa apa Kek, aku hanya khawatir dengan kondisi Papaku" Jawab Nadhira.


"Syukurlah kalau begitu, tidurlah Nak kau jangan khawatir soal Ayahmu itu, Haris akan pergi kerumahmu untuk memeriksanya".


"Baiklah Kek".


Nadhira segera membaringkan tubuhnya diatas bebatuan itu dengan perlahan lahan, setelah Nadhira terbaring Aryabima segera mengambilkan Nadhira selimut kain yang cukup tebal untuk menutupi tubuhnya Nadhira dari udara dingin yang ada didalam goa tersebut.


Nadhira segera masuk kedalam alam bawah sadarnya dimana alam mimpi berada, entah apa yang akan dilakukan oleh Haris kepada keluarganya Nadhira pun tidak mengetahui akan hal itu karena yang terpenting saat ini adalah keselamatannya.


Nadhira tertidur dengan lelapnya untuk kali ini, masih ada waktu untuk tidur sebelum fajar tiba di ufuk timur, Aryabima dan Haris segera meninggalkan goa itu dan memberikan waktu bagi Nadhira untuk tidur dengan lelapnya setelah berjuang disepanjang malam ini.


...Jangan lupa like dan dukungannya 🥰...


...Terima kasih ...

__ADS_1


__ADS_2