
Rifki terus melangkah memasuki hutan itu semakin dalam, perasaannya tiba tiba merasa aneh. Tak beberapa lama kemudian ia sampailah disebuah bangunan yang ditumbuhi oleh tanaman merambat begitu lebat.
Ia menatap sekelilingnya dimana tempat itu begitu menakutkan, bangunan yang sebagian sudah mulai roboh dan sebagainya masih kokoh berdiri disertai batang pohon merambat.
Dari pengelihatannya ia mampu melihat berbagai macam rumah megah yang ada didepannya, rumah rumah disana memiliki beberapa lantai, cayaha dari rumah tersebut mampu menerangi lingkungan yang ada disekitarnya.
Terdapat berbagai mahluk didalam desa tersebut yang sedang melakukan aktivitasnya masing masing, kehidupan didesa itu sama persis seperti kehidupan manusia biasa.
"Tempat apa ini? Mengapa begitu aneh".
Rifki mulai berkeliling tempat itu, dengan detak jantung yang semakin cepat ia melangkah, ia dapat melihat bahwa tempat itu dihuni begitu banyak mahluk yang tak kasap mata, melihat manusia mendatangi tempat itu, membuat beberapa mahluk itu memandang kearah Rifki dengan marahnya.
"Maafkan saya, saya kemari bukan karena ingin menganggu kalian, tetapi ada seorang mahluk yang membawa saya kemari".
Tatapan itu begitu tidak mengenakkan, sebagai dari mahluk itu memiliki wajah yang hancur dan sebagainya lagi kehilangan tangan dan kakinya. Dapat Rifki lihat bahwa mereka meninggal dengan cara yang tidak wajar, sehingga arwah mereka masih bergentayangan ditempat itu.
Seorang kakek tua mendatangi Rifki dengan menggunakan tongkat ditangan kanannya, Raka yang melihat itu segera bergegas berdiri didepan Rifki, nyatanya kakek itu tidak mempedulikannya.
Kakek itu mendekat kearah Rifki berada, Rifki hanya diam Melihat hal itu, perasaannya sungguh merasa tidak tenang, dari awal ia datang ketempat itu ia merasakan sesuatu yang mengganjal dalam hatinya.
"Siapa dirimu anak muda? Mengapa kau bisa berada ditempat ini?". Tanya kakek itu.
"Indra keenam saya terbuka dan mampu melihat hal hal yang diluar nalar manusia, seorang kakek tua mengarahkan saya ketempat ini"
"Sebaiknya kau cepat pergi dari tempat ini nak".
"Ada apa kakek? saya tidak bisa pergi dari tempat ini, sebelum menemukan seseorang yang sedang aku cari".
"Cepatlah pergi".
Kakek tua itu menunjukkan kearah dimana Rifki datang sebelumnya, kakek itu meminta Rifki untuk segera bergegas pergi dari tempat itu sebelum seluruh warga desa itu berbuat sesuatu yang akan mencelakakan pemuda yang ada didepannya tersebut.
Rifki menelan ludahnya dengan susah payah, bagaimana mungkin ia bisa pergi dari tempat itu sebelum menyelesaikan misi yang membuatnya datang ketempat seperti ini sebelumnya. Ia harus bisa mencari dimana seorang manusia yang telah dikendalikan oleh mahluk itu, sebelum semuanya terlambat.
"Kalau boleh saya tau, apakah ada seorang manusia lain datang ketempat ini sebelumnya?".
"Memang ada seorang gadis yang datang ketempat ini, beberapa jam yang lalu, tetapi gadis itu telah dirasuki oleh mahluk terkuat ditempat ini, dan mungkin ia sudah tidak terselamatkan".
"Seorang gadis? Apakah gadis itu masih berada ditempat ini?".
__ADS_1
"Tidak! Gadis itu telah pergi sebelum kalian datang kemari, kalian terlambat jika ingin menyelamatkannya".
Rifki terdiam beberapa saat ditempat yang mengerikan itu, dari ucapan seorang kakek yang ada didepannya, berarti sebelumnya ia telah berpapasan dengan gadis itu. Ia mengingat ingat kembali, tetapi ia tidak menemukan bahwa ada seorang gadis yang lewat sebelumnya.
"Kalau boleh saya tau, bagaimana ciri cirinya kek?".
"Dia memiliki rambut panjang dan lurus, wajahnya cantik, dan memiliki tanda lahir punggung kanannya"
"Tanda lahir seperti apa?".
"sebuah simbol yang sangat rumit".
Dari penjelasan kakek yang ada didepannya gadis itu masih berusia 15 tahunan, yang artinya ia sama persis dengan dirinya saat ini.
Meskipun gadis itu telah menjadi mahluk gaib setidaknya ia dapat melihat gadis itu karena kemampuannya untuk melihat hal yang diluar nalar manusia. Ia merasa bingung mengapa gadis itu bisa dirasuki oleh sosok gaib yang begitu kuat.
Rifki menduga bahwa gadis itu memiliki hubungan dengan kejadian sekitar 50 tahun yang lalu, melihat pemuda yang ada didepannya mematung begitu lama, kakek itu angkat bicara.
"Apa kau pernah mendengar desa Mawar Merah sebelumnya?".
Rifki begitu terkejut ketika kakek yang ada didepannya mengatakan desa Mawar Merah, ia pernah membaca sebuah mitos tentang desa tersebut, papanya dulu melarang Rifki untuk memasuki desa tersebut.
"Kau memang pemuda yang pintar...."
Kakek itu menjelaskan kepada Rifki bahwa sekarang ia tengah berada didalam desa tersebut, Rifki begitu terkejut mendengarnya, bahwa sekarang ia telah berada didalam desa yang papanya pernah melarangnya untuk masuk kedalam.
"Desa ini dinamakan desa Mawar Merah, karena pada zaman dahulu, seorang pemuda berusia 20 tahunan menemukan sebuah lokasi yang penuh dengan bunga mawar, mereka akhirnya membangun desa ini, pendirinya adalah Kuswanto".
Setelah desa ini berdiri, rakyatnya begitu makmur dan sejahtera, Kuswanto adalah seorang pemuda yang gagah berani, entah alasan apa sehingga ia membangun desa tersebut.
Desa ini telah lama ditinggalkan setelah adanya pembantaian terjadi ditempat tersebut, Dahulu kala desa ini begitu makmur dan damai, banyak warga yang berdatangan demi mendapatkan sayur sayuran.
"Desa Mawar Merah dulu dikenal dengan warganya yang suka menanam berbagai jenis sayuran dan buah buahan, tidak hanya hal itu, seluruh masyarakat sekitar berbelanja ditempat ini".
*Flash back*
Kuswanto adalah seorang ahli dalam dunia gaib dan beladiri, konon ia memiliki sebuah kekuatan gaib, ia menyembunyikan sebuah harta karun didalam bukti yang terdekat dari desa tersebut dan memberinya sebuah pagar gaib dengan separuh kekuatannya, untuk menyembunyikan hal itu ia akhirnya mendirikan sebuah desa.
Setelah berhasil mendirikan sebuah desa, banyak penduduk sekitar tempat tersebut berdatangan agar mereka menjadi bagian dari desa tersebut, warga yang berdatangan akhirnya membuat sebuah rumah dan mereka mengaku sebagai warga desa Mawar Merah.
__ADS_1
"Mulai sekarang, desa ini akan dikenal dengan nama Mawar Merah". Ucap Kuswanto.
"Hidup kepala desa!". Teriak warga setempat kegirangan.
Kuswanto memerintahkan kepada seluruh rakyatnya untuk mulai menanan sayur dan buah buahan untuk memenuhi kebutuhan mereka, alhasil tanaman mereka tumbuh begitu suburnya. Dan banyak sekali warga sekitar berdatangan untuk membeli kebutuhan pokok mereka.
Kuswanto memiliki paras yang rupawan dan berkarisma, wajahnya yang tampan membuat banyak gadis begitu terpesona karenanya, tetapi ia sama sekali tidak meresponnya. Hingga suatu hari ia bertemu dengan sosok seorang gadis yang sangat sederhana, yang bernama Rahayu disebuah kebun sayur.
Rahayu sedang terburu buru Ingin segera pulang karena sudah lama ia pergi kedesa Mawar Merah, tanpa sengaja ia menabrak seorang pemuda dan membuat keduanya terjatuh diantara tanaman sayur.
"Maaf, maafkan saya".
Rahayu berdiri dan membantu Kuswanto dengan menarik tangannya, sementara Kuswanto merasa tidak senang karena ada seorang wanita yang menyentuh tangannya dengan sesuka hatinya.
"Berani sekali kau menyentuhku!".
"Kan aku sudah minta maaf, lagian dirimu juga salah".
"Kau yang salah kenapa jadi menyalahkanku? Kau tau siapa diriku?".
"Aku tidak peduli siapa dirimu, minggir".
Rahayu membersihkan tanah yang ada dipakainya, setelah selesai ia menabrak bahu kanannya kepada bahu kiri Kuswanto agar Kuswanto memberinya jalan untuk segera pulang, Kuswanto memegangi bahu kirinya.
Kuswanto membalikkan badannya dan menemukan bahwa gadis tersebut sudah mulai jauh dari dirinya, ia menatap gadis itu sampai seseorang memanggilnya. Orang itu begitu terkejut ketika melihat pakaian kepala desanya yang berlumuran tanah.
"Siapa gadis itu?". Tanya Kuswanto.
"Warga sebelah pak, namanya Rahayu".
Keesokkan harinya Kuswanto sedang pergi kedesa sebelah untuk membahas masalah penjualan sayuran yang desanya tanam, ketika perjalanan pulang ia bertemu kembali dengan Rahayu, dan setiap kali mereka bertemu akan selalu ada pertengkaran seperti halnya kucing dan tikus.
Pertengkaran itu terus terjadi sehingga tumbuh benih benih cinta diantara keduanya, Kuswanto memutuskan untuk memberikan jabatannya kepada salah seorang warga yang ada disitu.
Karena sikap tegas dan kejujurannya, Setyo terpilih menjadi kepala desa berikutnya, setelah acara pemberian kepala desa kepadanya, Setyo diajak oleh Kuswanto pergi kesuatu tempat yang sebelumnya belum pernah ia datangi.
*Catatan*
Karena adanya keperluan keluarga, mohon dimaklumi karena belum bisa up setiap hari 🙏 Salam cinta Author 😊
__ADS_1