Apa Salahku Pa

Apa Salahku Pa
Kisah Pangeran Kian


__ADS_3

Haris segera memeluk putra kandungnya itu dengan begitu eratnya, ia tidak menyangka bahwa anak yang ia tinggal dahulu sekarang sudah sebesar ini, dengan perlahan lahan Rifki mulai menggerakkan tangannya untuk membalas pelukannya tersebut.


Karena darah yang keluar dari sayatan ditangan Rifki, membuat pakaian yang dipakai oleh Haris bersimbah darah, darah milik Rifki yang mulai mengental dan menggumpal itu.


"Maafkan Papa Nak, karena Papa tidak bisa menemani kalian selama ini, Papa akan melakukan apapun yang Papa bisa untuk melindungi kalian, maafkan Papa".


Ayah dan anak itu berpelukan begitu lama untuk melepaskan rasa rindu diantara mereka, karena sudah lama keduanya tidak pernah bertemu selama ini, Haris begitu senang karena dapat memeluk anak lelaki satu satunya itu.


Sedangkan Rifki merasa begitu bahagia sampai dirinya meneteskan airmatanya karena dapat bertemu dengan Ayahnya setelah sekian lama mereka tidak bertemu dan saling tukar menukar cerita dan pengalaman yang mereka alami selama ini.


"Papa tidak menyangka bahwa anak Papa ini sudah berusia 19 tahun sekarang, Papa sangat bangga kepadamu Nak, kamu mampu mengambil tindakan tindakan yang bijak selama ini meskipun tanpa kehadiran Papa dan Kakekmu, kau sudah mampu mengendalikan khodam pelindungmu dan mengerti dimana saatnya untuk bertindak". Ucap Haris pelan ditelinga Rifki.


"Bagaimana Papa bisa tau tentang hal itu?". Tanya Rifki terkejut mendengar ucapan Papanya.


"Karena Papa selalu ada disampingmu Nak, untuk melindungi dan menjagamu, karena dirimulah satu satunya keturunan dari Pangeran Kian".


"Apa maksud Papa". Ucap Rifki sambil mendorong tubuh Papanya yang sedang memeluknya.


"Kau bertanya kepada Kakekmu bukan mengenai siapa itu Kuswanto, kau pasti juga telah mengetahui tentang Pangeran Kian juga selama ini".


Rifki begitu shock ketika mendengar ucapan dari Papanya, seakan akan disambar oleh sebuah petir karena kata kata itu keluar dari mulut orang tuanya meskipun dirinya sudah mencurigai hal itu akan tetapi entah mengapa perkataan Papanya kali ini membuat dirinya entah harus seperti apa.


"Tidak mungkin, itu tidak mungkin, bukan aku, aku tidak mungkin keturunan dari Pangeran Kian! Papa pasti salah". Ucap Rifki dengan shocknya.


"Itu benar Nak, hanya dirimulah yang tersisa dari keturunan yang lainnya, karena mereka telah dibunuh sebelum mereka tumbuh dewasa". Ucap Haris sambil memegangi pundak Rifki.


"Apa yang Papa katakan? Kenapa mereka dibunuh? Katakan kepadaku Pa, Kenapa?".


"Ceritanya sangat panjang Nak, Papa tidak bisa menceritakan kepadamu sepenuhnya, setelah Papa memberitahukan hal ini kepadamu, Papa harap kau secepatnya pergi keluar negeri sampai kau benar benar siap untuk menghadapi mereka".


Haris mengajak Rifki untuk duduk disebuah batu yang cukup besar yang berada ditempat itu, meskipun hanya diterangi oleh cahaya obor kecil akan tetapi obor itu mampu untuk bersinar dengan terangnya didalam goa tersebut.


Goa itu adalah tempat rahasia milik Pangeran Kian yang tidak seorangpun dapat masuk kedalamnya kecuali keturunannya sendiri, karena disanalah Pangeran Kian memberikan separuh kekuatannya untuk melindungi keturunan dikala itu.


Goa itulah yang dijaga oleh keluaga Nimas sebelumnya sampai akhirnya keluarga Nimas dibantai oleh orang orang yang hanya menginginkan kekayaan semata.


Meskipun keluarga Nimas sudah dibantai habis oleh orang orang itu, akan tetapi tidak ada hal yang bagus mereka dapatkan karena mereka tidak mengetahui letak dimana sebuah harta disembunyikan dan bagaimana caranya untuk memasuki tempat itu.


"Nak, apa kau pernah mendengar nama keris xingsi sebelumnya?". Tanya Rendi dengan nada yang sangat serius kepada Rifki.


"Iya Pa, bukankah keris xingsi itu adalah ancaman bagi dunia karena tidak ada yang bisa menandinginya sehingga Pangeran Kian mencurinya dari kerajaannya sendiri hanya untuk menyelamatkan rakyatnya?".


Keris xingsi adalah sebuah pusaka yang didapatkan oleh Ayahanda dari Pangeran Kian disaat Ayahandanya itu pergi berburu disaat gerhana bulan merah berdarah, akan tetapi kemunculan keris itu bukanlah hal baik bagi dunia karena kekuatan yang dimilikinya yang sangat luar biasa itu.


Ayahanda Pangeran Kian berulang ulang kali memenangkan sebuah peperangan dengan keris tersebut sehingga dirinya begitu berjaya dimasa itu karena tidak ada kerajaan manapun yang mampu untuk mengalahkannya, hal itu membuat banyak rakyat yang dimiliki oleh kerajaannya maupun kerajaan lainnya menderita.


Penderita itu berlangsung cukup lama sehingga membuat Pangeran Kian merasa begitu marah kepada Ayahandanya karena menurut Pangeran Kian hal itu sebaiknya tidak dilakukan karena akan banyak rakyat yang menderita.

__ADS_1


Karen penderita yang dialami oleh rakyat membuat Pangeran Kian membulatkan tekadnya untuk mengambil keris xingsi itu dengan diam diam dari kerajaannya sendiri dan menyembunyikannya disebuah tepat yang tidak diketahui letaknya.


"Kau benar Nak, keris xingsi itu begitu berbahaya, dan banyak sekali dukun dukun aliran ilmu hitam yang tengah mengincarnya saat ini".


"Tapi, bukankah Pangeran Kian telah menyembunyikannya dan sampai saat ini tidak ada yang mengetahui tentang keberadaan dari keris pusaka itu?".


"Iya Nak, dan ketahuilah bahwa disinilah letak keris pusaka xingsi yang telah disembunyikan oleh Pangeran Kian selama ini, kau pasti sudah mengenal goa tempat kita berdiri saat ini Nak". Ucap Haris sambil memandangi sekelilingnya.


"Jadi kita berada didalam goa milik Pangeran Kian?".


Rifki sangat tidak mempercayai bahwa dirinya kini tengah berada ditempat dimana Pangeran Kian bersembunyi selama ini, jika bukan karena ucapan dari Papanya dirinya tidak akan pernah mengetahui.


"Apa kau pernah mendengar tentang goa milik Pangeran Kian yang tidak akan mampu dimasuki oleh seseorang yang bukan keturunannya? Dan sekarang kau telah memasukinya Nak".


Seketika membuat Rifki teringat tentang mitos yang beredar dimasyarakat bahwa ada sebuah goa yang berada didalam hutan terdekat dengan desa Mawar Merah yang tidak dapat dimasuki oleh orang lain yang bukan keturunan dari Pangeran Kian.


Tanpa Rifki sadari bahwa dirinya kini tengah berada didalam goa yang tidak mampu dimasuki oleh orang lain yang bukan keturunan dari Pangeran Kian, jika orang itu bukanlah keturunan dari Pangeran Kian maka kekuatan yang ada didalam goa tersebut akan menyerangnya bahkan membuat orang tersebut terpental jauh dari tepat itu.


Jika dirinya mampu untuk masuk kedalam tempat itu artinya dirinya benar benar adalah keturunan dari Pangeran Kian yang sedang dicari cari oleh musuhnya selama ini.


"Tapi Pa, aku tidak pernah mendengar tentang goa ini sebelumnya, yang aku dengar selama ini adalah tentang desa Mawar Merah yang tidak dapat dimasuki oleh orang lain".


"Bukan tidak mampu dimasuki oleh orang lain Nak, akan tetapi lebih tepatnya desa Mawar Merah tidak akan mampu dimasuki oleh orang orang yang memiliki niat jahat kepada desa itu, sehingga penduduk gaib yang ada disana akan menyerangnya, sedangkan goa ini tidak ada yang mengetahui letaknya dan juga kekuatan dari Pangeran Kian telah melekat dalam goa ini jadi tidak ada yang bisa masuk kecuali keturunannya". Jelas Haris kepada Rifki.


"Jadi mitos itu hanya untuk mengecoh orang orang yang ingin mendapatkan keris pusaka xingsi?".


"Bisa dikatakan seperti itu, agar rahasia tentang keris xingsi itu mampu tertutupi sampai sekarang".


"Keris xingsi itu tidak mampu dilihat oleh orang, akan tetapi jika keris xingsi itu sudah terlihat maka musnahnya permata itu sudah dekat".


"Jadi keris xingsi itu ada disini? Itu artinya temanku bisa selamat dari permata itu kan Pa?". Tanya Rifki dengan antusiasnya untuk mengetahuinya.


"Kau salah Nak, Keris xingsi bukanlah kelemahan dari permata itu, karena permata dan keris xingsi diciptakan oleh kekuatan yang sama dan itu artinya keduanya akan bertambah kuat jika disatukan".


"Lalu bagaimana caranya aku bisa menyelamatkan dirinya Pa? Temanku telah menenggak permata itu".


"Tidak ada cara lain untuk menyelamatkannya Nak, karena dirinya sudah ditakdirkan untuk melenyapkan kedua kekuatan besar yakni kekuatan permata dan keris pusaka itu".


"Pasti ada satu cara untuk menyelamatkannya Pa, bagaimanapun aku harus menyelamatkannya".


"Pangeran Kian menciptakan permata itu dengan kekuatan penuhnya sehingga keris xingsi tidak akan berfungsi dihadapan permata, bahkan sampai Pangeran Kian tiada, dirinya tidak mengetahui kelemahan dari permata ciptaannya itu".


"Pasti ada cara lain Pa, aku tidak bisa melihatnya meninggalkanku untuk selamanya".


"Apa kau mencintainya Nak? Jika benar maka lupakanlah cinta itu, kalian berdua tidak akan bisa bersama, jika kalian bersama maka akan terciptanya bahaya yang sangat besar Nak". Ucap Haris dengan perasaan sedihnya.


"Apa yang Papa katakan? Tidak! Aku tidak mau meninggalkannya, aku tidak mau Pa, aku tidak mau berpisah dengannya, aku akan hadapi apapun itu asal aku bisa bersama dengannya".

__ADS_1


"Jika itu keputusan mu, Papa akan berusaha untuk membuat kalian tetap bersama". Ucap Haris kepada Rifki. "Jika kalian berdua sampai menikah, maka kalian berdua akan mati, biar bagaimanapun permata dan keris xingsi tidak akan pernah bisa bersama, jika tetap dipaksakan untuk bersama maka kekuatan itu akan berbenturan dan menciptakan sebuah ledakan besar yang akan keduanya tewas, hal yang ditakutkan oleh Ayah akan benar benar terjadi, aku harus menghentikannya sebelum semuanya terlambat". Batin Haris.


Haris memutar otaknya untuk merangkai kata kata yang tepat agar anaknya mampu mengerti tentang situasi ini, untuk sementara ini Haris mampu merasa tenang ketika mengetahui bahwa Rifki sudah siap untuk pergi keluar negeri dalam waktu yang lama.


Lain kali dirinya akan memikirkan bagaimana caranya agar memisahkan mereka berdua setelah anaknya pergi keluar negeri untuk melanjutkan pendidikannya.


"Papa bilang tadi ingin menceritakan kisah tentang Pangeran Kian kepadaku".


"Apakah Pangeran Kian pernah mendatangimu dalam mimpi Nak?".


"Iya Pa, aku melihat bahwa Pangeran Kian telah diselamatkan oleh Birawa ketika dalam keadaan keritis karena kehabisan kekuatannya selama menyamar menjadi Kuswanto".


"Birawa adalah oranh yang paling setia kepada Pangeran Kian, dia jugalah yang membantu Pangeran Kian untuk membangun desa Mawar Merah ini, tetapi dengan cara diam diam, pada saat itu Ayahanda dari Pangeran Kian begitu murka dan menyuruh begitu banyak pelajurit untuk memburu keberadaan Pangeran Kian, dan Birawa tidak tinggal diam akan hal itu". Ucap Haris.


****Flash back on****


Setelah Raden Kian meninggalkan desa tersebut, dirinya tinggal didalam goa untuk bersembunyi, karena sebelum dirinya keluar dari desa tersebut sudah banyak orang kerajaan yang mengetahui bahwa penghianat kerajaan berada didesa yang terpencil ditengah hutan tersebut.


Sehingga dengan siap dan tidak siap, Raden Kian harus sesegera mungkin untuk meninggalkan desa tersebut, sebelum terjadinya mala peraka yang akan terjadi didesa tersebut setelah kedatangan orang orang kerajaan karena mencarinya.


Disaat seperti itu, Raden Kian sama sekali tidak siap untuk melawan mereka karena kekuatannya terkuras begitu besar setelah melindungi keris xingsi yang telah ia curi dari kerajaannya sendiri dan menyembunyikannya didalam goa yang berdekatan dengan desa Mawar Merah.


"Aku harus secepatnya pergi dari sini". Ucap Pangeran Kian yang tengah bersembunyi dibalik semak semak.


Dihadapannya kini adalah orang orang yang berasal dari kerajaan yang sedang mencari keberadaannya, setelah melihat itu, Raden Kian segera menyerahkan tanggung jawabnya sebagai kepala desa kepada seseorang yang sangat ia percayai yakni Setyo Kakek dari Nimas karena kejujuran dan pengabdiannya kepada Raden Kian.


Setelah pembantaian keluarga besar Nimas, hanya sisa seorang anak yang masih berusia balita yakni Nimas karena ditolong oleh seorang pria paruh baya yang dikenal sebagai ahli dalam ilmu hitam, ia menolong Nimas karena merasa kasihan kepada bayi mungil itu, dan juga Setyo pernah menolongnya ketika dirinya terdesak oleh ambukan warga karena kesalahan yang sama sekali tidak ia lakukan.


Pada saat kelahiran Panji, pada saat itu juga telah terjadi pembantaian di keluarga besar Nimas, karena tuduhan yang diberikan oleh Darma kepada Setyo sehingga membuat keluarga besar Setyo di bantai habis didesa tersebut dan tidak terkecuali sedikitpun dan bahkan anak menantu dikeluarga itu tidak terlepas dari adegan pembantaian yang terjadi.


Sejak kecil Nimas sudah dididik dengan ilmu hitam dan berbagai macam santet yang mengerikan, dirinya juga telah menaklukkan beberapa mahluk gaib untuk menjadi bawahannya meskipun masih berusia menginjak 7 tahun karena ambisinya untuk membalaskan dendam dari keluarganya membuat Nimas tidak pernah menyerah untuk berlatih.


Nimas mendapatkan pengetahuan bahwa bermeditasi didekat goa yang ada disebelah desa Mawar Merah mampu membuat seseorang mendapatkan kekuatan yang begitu besar, Nimas menyerahkan dirinya kepada penghuni goa tersebut untuk menjadi pelindung dari goa itu.


Dan sampai akhirnya dua orang yang telah menolongnya itu mati karena kekuatan yang Nimas miliki tidak mampu dikontrol dengan baik olehnya, setelah kematian dari dua orang itu, hal itu membuat Nimas semakin tidak mampu mengendalikan kekuatannya dan dirinya mudah dikendalikan oleh iblis yang ada didalam tubuhnya.


Karena kekuatannya yang sangat sulit dikontrol oleh Nimas, sehingga membuat Nimas dikenal sebagai Ratu Iblis, karena terlalu banyak nyawa orang yang direnggut olehnya, pada saat itu Nimas begitu ditakuti oleh orang orang karena mampu membunuh banyak orang dalam sekejap.


Sampai akhirnya kabar mengenai ulah yang telah Nimas lakukan mampu terdengar oleh Kuswanto yang saat itu sedang berburu didalam hutan tanpa sengaja dirinya bertemu dengan beberapa penduduk yang berlari ketakutan.


Melihat beberapa penduduk berlarian membuat Kuswanto segera menghentikan langkah salah satu dari mereka untuk bertanya.


"Maaf Pak, ada apa ya? Kenapa kalian berlarian seperti ini?". Tanya Kuswanto kepada salah satu penduduk yang berhasil dirinya hentikan.


"Sebaiknya Bapak secepatnya keluar dari hutan ini, karena disana ada Ratu iblis yang sangat menyeramkan Pak". Ucap penduduk itu dengan ketakutannya.


"Ratu iblis?".

__ADS_1


Tanpa menjawab pertanyaan dari Kuswanto, lelaki itu segera berlarian meninggalkan Kuswanto yang tengah mematung ditempatnya itu, dirinya merasa penasaran dengan apa yang dikatakan oleh penduduk desa yang berlarian itu.


......Jangan lupa like, vote, dan komen ya biar Authornya makin semangat updatenya......


__ADS_2