
Malam hari telah tiba dan waktu berjalan dengan cepatnya, dimana seluruh umat manusia telah terlelap dalam tidurnya dan berdamai dengan mimpinya meskipun ada beberapa yang masih terbangun karena adanya sebuah pekerjaan yang tidak mengizinkan mereka untuk tidur dimalam hari. Suara keributan dijalanan pun mulai sepi dan para pedagang kaki lima sudah mulai membereskan dagangan mereka untuk kembali pulang.
Kesunyian malam kali ini membuat suara hewan hewan melata dapat terdengar dengan jelasnya dan suara katak bernyanyian dengan merdunya karena hujan gerimis dimalam hari ini dan terlihat mereka begitu senang untuk menyambut kedatangan hujan dimalam hari ini.
Didalam sebuah ruangan terdapat seorang lelaki paruh baya dan seorang wanita sedang saling berhadapan dan didepan keduanya terdapat sebuah meja, dan diatas meja tersebut terdapat berbagai macam bunga dan sesajen yang terdiri dari arang, kemenyan, dan dupa.
"Kau bilang gadis itu telah kembali dengan hilang ingatan?" Tanya lelaki itu.
"Benar Mbah, gadis itu telah kembali setelah beberapa lama menghilang dibawa oleh mahluk gaib, dengan cara dikembalikan dihalaman depan rumah kami" Ucap sang wanita.
"Aku merasa ada yang aneh dengan gadis itu, jika benar dia hilang ingatan dan sudah menjadi kaki kananmu, maka kita akan dengan mudah untuk menundukkan Ratu iblis dihadapan kita, dan aku akan dengan mudah untuk mendapatkan permata yang sangat berharga itu".
"Apa yang aneh dari gadis itu Mbah?"
"Kenapa hanya dirinya yang bisa selamat setelah dibawa ke alam gaib oleh mahluk mahluk itu, dan kenapa bisa gadis itu tiba tiba hilang ingatan".
"Kau benar Mbah, aku juga merasa ada yang aneh dari Nadhira, mungkin saja Ratu iblis itu yang telah menyelamatkan dirinya karena biar bagaimanapun juga didalam tubuhnya masih terdapat permata iblis bukan? lalu apa yang harus aku lakukan agar dapat menundukkan Ratu iblis?".
"Tergantung dengan gadis itu, jika di berada dibawah kendalimu maka untuk menundukkan Ratu iblis akan begitu mudah, tapi jika Ratu iblis sama sekali tidak mempedulikan tentang gadis itu maka akan semakin sulit untuk dapat menundukkannya, ini ambillah" Ucapanya sambil menyerahkan sesuatu kepada wanita itu yang tidak lain adalah Sena.
Sena segera mengambil sesuatu yang telah disodorkan oleh seorang lelaki paruh baya yang ada didepannya saat ini, Lelaki itu adalah seorang dukun sakti yang selalu membantu Sena.
"Apa ini Mbah?" Tanya Sena.
"Itu adalah sebuah kemenyan yang sangat ampuh untuk dapat menundukkan mahluk gaib terkuat agar dia berada dibawah kenali kita, oleskan kemenyan itu ketubuh gadis yang menjadi sasarannya dan bakar dupa itu disekitar gadis itu maka Ratu iblis akan mendatangi gadis itu dan mengambil alih tubuhnya".
"Itu artinya dengan ini aku bisa mengendalikan dirinya itu? Bagus, Ratu iblis itu akan berada dibawah kendaliku nantinya".
"Cepat pergi dan lakukan tugasmu dengan benar! Dan berhati hatilah dengan Ratu iblis, dia sangat licik dan lebih dari apa yang kita ketahui".
"Baik Mbah".
Sena segera bergegas pergi dari tempat itu dengan membawa sesuatu ditangannya, dirinya merasa sangat senang karena dirinya akan mampu untuk mengendalikan Ratu iblis yang diduga adalah mahluk gaib yang paling kuat dari yang lainnya.
Dengan berhati hati Sena berjalan menuju kerumahnya dengan memakai jaket untuk menutupi seluruh tubuhnya dan juga sepatuh wajahnya agar tidak ada yang mengenali dirinya dan agar tidak ada yang menganggu rencananya.
Perlahan lahan Sena mulai memasuki rumahnya dan dirinya segera bergegas menuju kekamar Nadhira, meskipun kamar Nadhira telah dikunci oleh Nadhira akan tetapi Sena mampu masuk kedalam kamarnya menggunakan kunci cadangan yang ia miliki.
Nadhira sudah terlelap dalam tidurnya yang damai itu, disatu sisi Sena diam diam masuk kedalam kamar Nadhira dan menyalakan dupa dan memberi kemenyan pada tubuh Nadhira dengan bertujuan untuk menanggil Nimas.
Para mahluk gaib yang ada disekitarnya situ tidak mampu untuk masuk kedalam kamar Nadhira karena perlindungan yang telah Rifki buat ditempat itu tanpa sepengetahuan dari Nadhira maupun keluarganya, tak beberapa lama kemudian arwah Nimas akhirnya datang dengan ditandai oleh udara dingin yang mencengkram disekitar tempat itu.
Semilir angin dingin berhembus dengan pelannya dan sangat menakutkan sehingga bulu kuduk Sena berdiri karena energi negatif yang ada ditempat itu, Sena meminta kepada Nimas untuk merasuki tubuh Nadhira dan Nimas segera mengambil alih raga dari Nadhira saat itu juga.
Nadhira mampu mencium bau dupa dan kemenyan itu dengan sangat jelasnya, akan tetapi sebelum dirinya terbangun Nimas sudah merebut kesadarannya sehingga membuat Nadhira kembali larut kedalam dunia yang berbeda.
Nimas mulai menyesuaikan diri dengan kondisi tubuh Nadhira yang sudah lama tidak ia masuki, perlahan lahan tapi pasti Nimas mencoba untuk membuka kedua matanya dengan menggunakan raga Nadhira.
__ADS_1
"Kenapa kau memanggilku?" Suara Nadhira yang tampak begitu menyeramkan karena sedang dikendalikan oleh Ratu iblis.
Nimas merasa terkejut ketika merasakan bahwa ada yang sedang memanggil rohnya dengan beberapa mantra, dan menyuruh rohnya untuk merasuki tubuh Nadhira dengan tiba tiba.
"Aku datang hanya untuk memberi perintah kepadamu dan tunduklah kepadaku, lakukanlah tugasmu yang pernah ku perintahkan kepadamu waktu itu" Ucap Sena.
"Memberi perintah kepadaku? Hahaha.... Kau tidak akan sanggup untuk melakukan itu, karena Ratu iblis tidak akan pernah tunduk dihadapan manusia manusia seperti dirimu". Tawa Nimas yang sedang memakai tubuh Nadhira.
"Jika kau melawanku, aku akan membuat gadis ini menderita, bukannya kau sangat melindungi gadis ini, apalagi gadis ini sedang mengalami hilang ingatan, akan mudah bagiku untuk mencelakainya".
Nimas hanya mampu tertawa mendengar ancaman dari Sena, bagaimana bisa seorang manusia berani mengancam Ratu iblis dengan ancamam murahan seperti itu, Ratu iblis tidak akan pernah tunduk kepada manusia meskipun manusia itu begitu saktinya dalam membaca mantra mantra yang dapat melemahkan dirinya.
"Kau mau mencelakai gadis ini? Kau tidak akan bisa melakukan itu, meskipun dia hilang ingatan tapi rasa sakit hatinya akan mengingatkan dia pada ingatannya cepat atau lambat, dan jika dia tau siapa penyebab dari kematian Lia, kau yang akan menderita ditangannya nanti".
Ucapan Nimas itu seketika membuat kedua mata Sena melotot dan tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh Nimas saat ini, Lia adalah Ibu kandungan dari Nadhira dan Lia meninggal dalam kecelakaan dan mobil yang dikendarai olehnya masuk kedalam jurang yang bahkan jenazahnya sampai saat ini belum juga ditemukan.
"Apa! Apa yang kau katakan! Apa kau telah mengetahui semuanya! Bagaimana bisa?" Ucap Sena yang tidak mempercaya dengan apa yang dikatakan oleh Nimas kepadanya.
"Tidak ada yang bisa menyembunyikan sebuah rahasia tentang kematian seseorang dari Ratu iblis, jika kau berpikir bisa melakukannya maka apa yang kau pikirkan itu salah, aku tidak akan mengatakan hal ini kepada Dhira, biarkan dia mengetahuinya dengan sendirinya, dan lihat reaksi seperti apa yang akan ia lakukan nantinya".
Sena begitu terkejut ketika mengetahui bahwa Ratu iblis telah mengetahui semuanya, biar bagaimanapun Ratu iblis dan Nadhira begitu dekat saat ini bisa saja Ratu iblis akan memberitahukan semuanya kepada Nadhira nantinya.
"Aku tidak mengerti apa yang kau katakan itu, bahkan aku sama sekali tidak mengenal siapa itu Lia bagaimana bisa aku membunuh orang yang sama sekali tidak aku kenal".
"Apa perlu aku menjelaskan kepadamu bagaimana caranya kau melakukan itu kepada Mama Lia? Wanita yang begitu baik dengan tanpa perasaan sedikitpun kau tega membunuhnya karena ambisimu sendiri".
"Tidak masalah jika kau tidak mengakuinya saat ini dihadapanku, kau berpikir bahwa Ratu iblis akan tunduk di hadapanmu bukan? Aku ingatkan sekali lagi, aku tidak akan pernah tunduk kepada manusia, karena kau sudah mengangguku dengan cara memanggilku seperti ini, kau harus menerima akibatnya! Cepat pergi dari sini sebelum kau ikut serta ku bawa kealamku nanti".
Ancam Nimas kepada Sena, dapat terlihat sebuah senyum dingin tercipta diwajah Nadhira, siapapun yang melihatnya akan merasakan ketakutan yang mendalam dan rasa merinding yang luar biasa dengan aura gelap yang sedang menyelimuti tubuh Nadhira, sebuah aura kebencian yang mendalam.
Sena yang merasakan aura itu tiba tiba termundur dan terjatuh dilantai kamar Nadhira, angin berhembus kencang dikamar Nadhira hingga membuat tirai tirai dikamarnya bergerak kesana kemari karena angin itu.
Sena seakan akan begitu ketakutan disaat berhadapan dengan Nadhira saat ini, aura keabnormalan kerap begitu terasa malam ini seakan akan bagaikan para mahluk gaib itu berkumpul didalam kamar milik Nadhira.
Karena cepatnya lampu berkedip saat ini, hal itu membuat lampu itu tiba tiba padam dan kamar tersebut terasa begitu gelap dan dinginnya, hal itu akan membuat siapapun yang berada didalamnya akan merasa sangat ketakutan dan bahkan dukun sakti pun akan takut jika dalam posisi seperti ini.
Suara tawa Nimas membuat tempat itu semakin menyeramkan, lampu yang ada didalam kamar Nadhira pun ikut berkedip dengan cepatnya, dan bahkan teriakan Sena tidak mampu terdengar dari luar kamar Nadhira karena kamar Nadhira yang telah dibuat kedap suara sebelumnya.
"Tidak! Jangan bawa aku ke alammu".
"Kenapa kau tidak mau? Bukannya kau sangat menginginkan hal itu terjadi?"
"Kenapa kau mengembalikan gadis itu kedunia manusia, bukannya kau telah membawanya pergi kealammu waktu itu?"
"Ternyata kau masih punya nyali untuk bertanya seperti sekarang ini kepadaku, kau tidak mengenali siapa itu Nadhira sebenarnya, jika kau mengetahui jati diri dari Nadhira yang sebenarnya maka kau bukan apa apa dan bahkan tidak pantas untuk dibandingkan dengan dirinya".
Nimas tidak habis pikir dengan Sena yang bahkan disaat keadaan sudah terdesak seperti ini masih mampu untuk bertanya tentang Nadhira yang baru saja ditemukan dan diduga banyak orang bahwa Nadhira telah dibawa pergi oleh mahluk gaib kealamnya yang bahkan sebenarnya adalah Nadhira dibawa pergi oleh manusia kedalam suatu goa untuk disembunyikan.
__ADS_1
Karena cidera yang dialami oleh Nadhira tidak memungkinkan Nadhira untuk dapat kembali kerumahnya dalam keadaan seperti itu, bisa jadi banyak orang yang akan memanfaatkan kesempatan itu untuk mencelakai Nadhira agar dapat mengambil permata iblis yang ada didalam tubuhnya. Oleh karena itu, Haris dan Aryabima memutuskan untuk merawat Nadhira sampai luka yang dimiliki oleh Nadhira agar tidak terlalu parah seperti sebelumnya.
Ada banyak alasan kenapa Haris memutuskan untuk menyembunyikan Nadhira, yang pertama jika saat itu Haris membiarkan Nadhira kembali lebih awal maka Nadhira akan mengetahui kasus yang beredar mengenai dirinya yang menggunakan ilmu hitam dan Nadhira tidak akan mampu untuk menghindari kasus tersebut.
Yang kedua nyawa Nadhira akan kembali menjadi incaran karena para dukun itu akan mengetahui bahwa Nadhira tengah lemah saat itu karena cidera yang dialami oleh Nadhira waktu itu, dan Haris tidak akan bisa melindungi Nadhira karena Haris tidak selalu ada disamping Nadhira.
Dan yang terlahir Haris tidak ingin terjadi sesuatu dengan Nadhira karena Nadhira adalah satu satunya gadis yang disayangi oleh anaknya, hubungannya dengan Rifki baru saja membaik oleh karena itu Haris tidak mau jika sampai Rifki membencinya lagi.
Wajah Nadhira terlihat begitu pucat seakan akan tidak ada darah yang mengalir kedalam wajahnya itu, apalagi dengan tatapan dari Nadhira yang begitu menakutkan seperti itu, hal itu membuat Sena merasa merinding dihadapan Nadhira saat ini.
"Tolong selamatkan aku, jangan bawa aku, aku mohon kepadamu" Rintih Sena ketakutan.
Nimas merasakan bahwa Nadhira tengah memberontak saat ini, Nadhira tidak menginginkan bahwa Nimas akan membawa Sena kealamnya, Nimas yang mengetahui maksud dari Nadhira segera menenangkan Nadhira yang terus memberontak.
"Karena pemilik dari raga ini tidak mau melihatmu mati saat ini, pergilah sekarang! Aku melepaskan dirimu, pergilah sebelum aku berubah pikiran".
Sena segera bergegas pergi dari tempat itu tanpa mempedulikan apapun, melihat Sena yang tengah berlari terbirit birit dari kamar Nadhira hal itu membuat Nimas tertawa begitu puasnya kali ini, tiada hal lain yang sangat menyenangkan baginya selain melihat orang orang takut dengannya.
Nadhira tidak menginginkan Sena mati saat ini karena dirinya masih ingin membuat Sena merasakan apa yang selama ini ia rasakan, seperti hidup dalam sebuah ketakutan yang mendalam.
"Kau tidak akan bisa membuat Ratu iblis tunduk dihadapanmu dengan mudahnya Sena, cepat atau lambat kasus dari kematian Mama Lia akan terungkap dan aku akan tau siapa pelaku sebenarnya dari kejadian itu, jika itu adalah dirimu, kau harus menanggung semuanya dan aku tidak akan pernah bisa untuk memaafkan dirimu".
Nadhira terlihat sedang mengepalkan kedua tangannya, tiba tiba Ratu iblis muncul dihadapannya setelah keluar dari raga Nadhira, Nadhira menatap kearah Ratu iblis dengan tatapan tajam, sejak kejadian gerhana bulan merah itu terjadi, Nadhira mampu untuk melihat wujud dari Ratu iblis itu.
*****
Amanda tiba tiba mendatangi kamar Nadhira, Nadhira yang sehabis sholat isya' begitu terkejut ketika melihat Amanda yang sudah berada didalam kamarnya saat ini.
"Kenapa kamu kemari?" Tanya Nadhira.
"Kakak, tolong bantu adikmu ini" Ucap Amanda dengan manjanya kepada Nadhira.
Tidak biasanya Amanda akan bersikap seperti itu kepada Nadhira apalagi memanggilnya dengan sebutan Kakak, Nadhira merasa sangat heran kenapa Amanda bersikap sedemikian rupanya saat ini.
"Ha? Kenapa tiba tiba kau butuh bantuanku? Biasanya juga tidak pernah tuh, apalagi manggil manggil Kakak seperti itu".
"Kau kan Kakakku, lalu aku harus minta tolong kepada siapa lagi kalau bukan dirimu Kak Dhira, apa kau masih marah kepadaku karena sikapku selama ini kepadamu?"
"Marah? Apa kau sering membuatku marah sebelumnya? Aku sama sekali tidak marah denganmu kok Manda".
"Aku telah salah sangka kepadamu Kak, plisss ya tolong bantu aku".
"Ada apa?".
...Jangan lupa like, coment dan dukungannya 🥰...
...Terima kasih ...
__ADS_1