Apa Salahku Pa

Apa Salahku Pa
Malam yang panjang


__ADS_3

Tiba tiba Ibu Hakam merasakan ada yang menarik selimutnya, dengan sesegera mungkin ia menarik kembali selimutnya, suasana begitu mencengkeram dapat ia rasakan dan sesekali terdengar suara seorang gadis yang tengah memanggilnya.


Ketika ia membuka matanya pandangan yang pertama kali ia lihat adalah sosok seorang wanita berbaju putih panjang dan rambutnya terurai menutupi sebagian wajahnya.


Wanita itu seakan akan menyimpan sebuah kebencian yang begitu mendalam kepada dirinya, tubuhnya sangat mirip dengan seseorang yang ia kenal sebelumnya.


"Kamu harus mati". Ucap Wanita itu dengan begitu seramnya.


Wanita itu mengangkat kedua tangannya dan ia arahkan kepada Ibu Hakam yang tengah terbengong, seakan akan wanita itu ingin sekali mencekik dirinya dan membunuhnya saat itu juga.


Dapat terlihat sekilas tatapan dari gadis itu yang begitu tajam diarahkan kepada dirinya, wajah yang begitu pucat dan noda darah yang seakan akan menetes begitu deras dikeningnya membuat sosok tersebut begitu menyeramkan bagi siapapun yang melihatnya.


"Kamu harus ikut bersamaku, kamu harus mati!!".


"Aaa.....".


Jerit Ibu Hakam tiba tiba yang mampu membangunkan suaminya, Ibu Hakam pun bersembunyi dibalik selimutnya dan ketika suaminya terbangun sosok wanita tersebut hilang begitu saja dari pandangan keduanya dalam sekejap.


Dapat dirasakan sebuah ketakutan yang mendalam yang dialami oleh istrinya itu, karena tubuhnya yang bergetar hebat seketika setelah ia melihat sosok seorang perempuan yang begitu menyeramkan.


"Ada apa lagi sih Bu?".


"Ta... Ta... Tadi ada sosok gadis berdiri disana Pak, Ga... Gadis itu....". Dengan terbata bata ia menceritakan kepada suaminya.


"Sudahlah Bu, ngak ada apa apa juga, mungkin Ibu terlalu sering nonton film horor kali, sehingga Ibu terbawa suasana seperti itu".


"Bukan Pak, beneran Ibu tadi melihat sosok gadis disana". Menunjuk ketempat dimana gadis tadi berdiri dihadapannya.


Tetapi tidak ada apa apa ditempat itu, hanya ada kekosongan saja, apa yang dikatakan oleh wanita itu sama sekali tidak dapat dipercayai oleh suaminya.


"Ngak ada apa apa tuh Bu".


"Tadi ada Pak, wanita pake baju putih panjang banyak bercak darah juga dibajunya itu, terus terus rambutnya diarahkan kedepan, seram banget Pak, beneran Ibu lihat tadi, dan dan dia bilang Ibu harus mati, tangannya juga pucat berdiri disitu".


"Harus mati? Apakah Ibu pernah melakukan sesuatu sehingga ada roh yang menginginkan kematian Ibu?".


"Ngak pernah Pak".


"Sudah Bu, tidak ada buktinya juga kan, ini sudah malam, besok Bapak harus kerja juga, ayo tidur Bu".


Ayah Hakam kembali tidur dengan nyenyaknya tanpa mempedulikan istrinya yang ketakutan, biar bagaimanapun ia harus bekerja diesok hari agar dirinya mampu untuk memberi nafkah kepada keluarganya.


Sementara ibunya Hakam masih terjaga dari tidurnya, ia melihat sekelilingnya dengan seksama, dikegelapan ruangan tersebut ia seakan akan melihat bayangan yang begitu menyeramkan disekitarnya.


Bayangan itu lewat didepan berkali kali seakan akan begitu banyak makhluk gaib yang ada ditempat itu, akan tetapi dirinya hanya mampu melihat bayangan tanpa melihat adanya sosok seperti bayangan tersebut.


"Siapa itu". Guman Ibu Hakam.


Ibu Hakam segera menyalahkan lampu kamarnya karena ketakutan, dengan silauan dari lampu tersebut, ayah Hakam mulai sedikit terganggu tidak biasanya dirinya tidur diruangan yang terang seperti saat ini, biasanya ia akan mematikan lampunya ketika ia akan tertidur tetapi berbeda untuk saat ini.


Malam ini terasa seakan akan malam yang begitu panjang untuk dirinya, ketika ia ingin memejamkan matanya ia akan selalu terbayang bayang mengenai sosok yang begitu menyeramkan, akan tetapi ketika ia membuka matanya ia seakan akan melihat bayangan yang berkelebatan dihadapannya.


Dirinya tidak bisa memejamkan matanya karena sosok sosok menyeramkan akan muncul tiba tiba disana, tetapi dirinya juga tidak mampu membuka matanya karena bayangan bayangan akan selalu terlihat dimatanya.


Tiba tiba dirinya melihat ada seseorang dibalik cendela kacanya sedang berjalan dengan lambatnya seakan akan ia sedang mengincar mangsanya, bayangan itu seperti sosok perempuan yang ia lihat didalam kamarnya sebelumnya.


"Siapa itu?".


Dengan memberanikan dirinya, ia melangkah mendekat kearah cendela tersebut dengan perlahan lahan, ia ingin lihat siapa yang lewat tersebut.


Brakkk


Meongggg.....grrrrr.....


Auuuuu....


"Arghhhh....".


Ketika ia membuka cendela tersebut, ia dikejutkan dengan sosok kucing yang sedang menggeram dan meloncat kearahnya dengan tiba tiba sehingga membuatnya berteriak histeris.

__ADS_1


Kucing itu berwarna begitu hitamnya seakan akan melambangkan bahwa kucing itu adalah suruhan mahluk gaib untuk mendatanginya, ia melihat kearah luar cendela yang terlihat pepohonan disana bergerak karena tertiup angin yang begitu dingin.


Suasana mencengkeram dapat ia rasakan dari luar kamarnya, ia melihat sekelilingnya tidak ada seorangpun yang dapat terlihat ditempat itu.


Tiba tiba ia merasakan adanya seseorang yang memegang pundaknya, sehingga membuat dirinya tidak bisa bergerak dan tertegun sejenak ia begitu ketakutan malam ini.


"Ada apa Bu?".


Tiba tiba suara dari belakangnya terdengar oleh kedua telinganya, itu adalah suara suaminya. Seketika ia merasakan kelegaan ketika suaminya ada dibelakangnya, awalnya ia begitu ketakutan karena tiba tiba mengalami hal semacam ini.


"Ada seseorang yang lewat sini Pak, mungkin saja maling".


"Maling? Biar aku periksa dulu, Ibu disini saja jangan kemana mana".


"Tapi aku takut Pak".


"Ngak papa Bu, Bapak hanya memeriksanya sebentar Ibu tetap disini sampai Bapak kembali".


Suaminya segera mengeluarkan senter dari dalam lacinya dan melompat keluar melalui cendela tersebut, setelah kepergian dari suaminya suasana kembali mencengkeram seperti sebelumnya.


Hal itu membuatnya kembali merebahkan dirinya ditempat tidur sambil menunggu kedatangan dari suaminya, tiba tiba sosok seorang gadis muncul didepan cendela kamar tersebut yang terbuka lebar.


"Apa yang telah kau lakukan kepadaku". Ucap gadis itu dengan suara seraknya.


"Tidakkkk.... Kau sudah mati!! Tidak seharusnya kau bangkit lagi". .


"Hihihihihi....".


Gadis itu tertawa begitu menyeramkan layaknya seorang kuntilanak, hal itu membuat siapapun yang mendengarnya akan merasakan ketakutan yang mendalam karena suara tawa itu.


Sosok gadis itu menjulurkan tangannya yang penuh darah kepada wanita tersebut, hal itu membuat wanita itu ketakutan dan bersembunyi dibalik selimutnya yang tebal.


"Dimana kau menyembunyikan Adikku, apa yang telah kau lakukan kepadanya, salah apa diriku kepadamu, kenapa kau melakukan hal yang begitu keji kepadaku".


"Tidak!!! Tidak!!! Kau sudah mati, pergi!! Jangan ganggu aku!! Aku tidak menyembunyikan Adikmu!!".


Dengan sesegera mungkin dia menyembunyikan dirinya dibalik selimut miliknya, dan membenamkan tubuhnya diantara bantal dan guling miliknya.


"Kau telah membunuhku, kau juga telah menyiksa adikku". Ada kesedihan dibalik ucapan sosok gadis tersebut, karena setelah kematian dirinya, sosok adminya yang ia sayangi mendadak hilang.


"Tidak!! Jangan ganggu aku!! Itu bukan salahku, itu kesalahanmu sendiri". Teriak wanita itu dengan histeris karena sangking ketakutannya.


Brakkkk.....


Tap tap tap


Terdengar suara seseorang yang membuka cendela tersebut dengan paksa dan suara seseorang tengah melangkah mendekat kearah wanita yang sedang ketakutan itu.


"Tidakkkkk.... Itu bukan salahku".


Teriak wanita tersebut ketika merasakan ada yang menarik selimut yang ia gunakan sebagai penutup dan memegangi tangannya dengan erat.


"Bu ada apa? Apa yang bukan salah Ibu?".


Sangking ketakutannya sampai membuat wanita itu tidak mengenali suaminya sebelumnya, tetapi setelahnya mendengar suara suaminya membuat dirinya segera masuk kedalam pelukan sang suami.


Tanpa sengaja ia menyentuh kearah punggung suaminya yang tiba tiba berlumuran darah segar, ia merasakan punggung suaminya basah karena darah tersebut.


Setelah itu ia melihat kearah telapak tangannya yang telah menyentuh punggung tersebut, ia begitu terkejut karena tangannya sekarang sudah berlumuran darah entah darah siapa itu.


Dengan perlahan lahan ia menatap kearah suaminya itu, tetapi wajah itu berbeda jauh dari sujud suaminya, wajah itu seakan akan pucat dan terlihat seperti tiada darah yang mengalir dari dalam tubuhnya, bibir yang berwarna biru seakan akan sosok tersebut sudah tiada cukup lama.


Sosok lelaki itu sangat mirip dengan wajah anak laki lakinya, akan tetapi wajahnya begitu sangat pucat dan mengerikan, dan pupilnya begitu kelihatan sangat hitam dan besar.


Sosok lelaki itu seakan akan tidak memiliki ekspresi yang ditunjukkan diwajahnya, pandangannya begitu kosong seakan akan tidak ada kehidupan didalam tubuhnya dan juga aroma bunga melati yang semerbak wangi diruangan tersebut.


Hal itu dapat membuat siapa saja yang berada dikamar sendirian akan merasa ketakutan, apalagi bau amis darah yang juga tercium didalam ruangan tersebut karena darah yang ada dipunggung lelaki itu.


"Arghhhhh.....". Wanita itu kembali bersembunyi dibalik selimutnya.

__ADS_1


"Hantu!!! Ada hantu!!!". Ucapnya berkali kali.


"Ibu, kenapa kau membunuh wanita yang ku cintai, kenapa ibu? Kenapa? Dimana hati nuranimu selama ini ibu". Rintihan lelaki tersebut.


"Tidakkkk!!! Bukan aku yang membunuhnya!!! Tidak". Ibu Hakam segera menyembunyikan tubuhnya dibalik selimut dengan ketakutan.


Dapat terdengar suara isak tangis dari lelaki yang ada disampingnya diiringi dengan suara tawa kuntilanak yang begitu mencengkeram erat diruangan tersebut.


Tiba tiba lampu yang ada didalam kamar tersebut berkedip kedip, dan dapat terdengar seperti benda benda yang saling bergesekan dan jatuh karena tertiup oleh angin yang begitu kencang.


Srekkk.... Srekkk... Srekkk....


Ciarr.... Brakk... Klontang klontang...


Suara tawa kuntilanak pun dapat terdengar dengan nyaringnya didalam kamar tersebut, tak beberapa lama kemudian itu semuanya menghilang dan lampu kamar itu menyala dengan normal kembali.


"Bu,,, sadar!! Ada apa? Apa yang terjadi?". Tanya sosok seorang lelaki yang berjongkok didepan sang wanita itu.


"Jangan ganggu aku!!". Tanya menoleh kearahnya, wanita itu segera mengusir lelaki tersebut.


"Bu sadar!! Ini aku Samsul, suamimu". Ucap lelaki sambil mengusap kepala istrinya dengan lembut.


"Pak, apa ini beneran Bapak suamiku? Atau mahluk yang menyamar sebagai suamiku".


"Bagaimana kau tidak bisa mengenali suamimu sendiri hmm? Lihatlah, buka matamu".


Wanita itu begitu senang ketika didepannya adalah sosok suaminya, begitu lama ia menunggu suaminya kembali kekamar karena dirinya begitu ketakutan ketika sendirian dikamar tersebut.


Ia menatap kearah suaminya dengan lekat lekat ia tidak ingin kejadian yang ia alami malam ini terulang lagi, ketika ia mengira bahwa didepannya itu adalah suaminya akan tetap tiba tiba berbuah menjadi sosok yang menyeramkan.


Setelah dirinya benar benar memastikan bahwa lelaki yang ada didepannya saat ini adalah suaminya, ia segera meneluk dengan erat suaminya.


"Ada apa Bu? Kenapa Ibu terlihat ketakutan seperti itu?". Tanya suaminya dengan lembut. "Diluar sana tidak ada apa apa yang mencurigakan, orang yang Ibu maksud juga tidak kelihatan diluar".


"Ada hantu Pak, hantu dimana mana". Ucap wanita itu dengan ketakutan.


"Ngak ada yang namanya hantu Bu, sudah ayo kembali tidur lagi, ini masih pukul 1 malam".


Wanita itu begitu terkejut ketika jam masih menunjukkan pukul 1 malam, baginya waktu berjalan begitu lamanya untuk malam ini, ketika ia terbangun sebelumnya jam masih menunjukkan pukul 11 malam dan sekarang masih menunjukkan pukul 1 malam.


Untuk mencapai jam 5 pagi masih membutuhkan waktu yang cukup lama, ia tidak akan bisa bertahan lama jika terus terusan diteror seperti ini dimalam yang panjang ini.


Akhirnya ia terjaga dari tidurnya sampai esok tiba, hal itu membuat kepalanya begitu terasa pusing, dan tubuhnya meriang karena tidak tidur semalaman yang panjang itu.


Ini adalah hari yang tersulit baginya, entah mengapa arwah itu tiba tiba muncul dan menghantuinya setelah sekian lama kejadian itu berlalu, ia teringat ucapan sosok pemuda yang ia temui kemarin sore.


Keesokan harinya, wanita itu bangkit dari tidurnya, terlihat mata panda dikelopak matanya, karena tidak tidur semalaman membuat dirinya begitu menderita.


Dan sesekali ia menguap begitu lebarnya, karena tidurnya yang tidak nyenyak dan juga karena dirinya masih mengantuk karena dia tertidur hanya sebentar saja, sementara suaminya telah selesai bersiap siap untuk berangkat bekerja.


Karena istrinya yang belum memasak untuknya membuat dirinya harus memasak terlebih dahulu, ia memaklumi istrinya yang tidak dapat memasak dipagi ini karena semalaman istrinya bahkan tidak bisa tidur dengan nyenyaknya.


Setelah itu suaminya segera pergi berangkat bekerja meninggalkan istri dan anaknya dirumah, karena Hakam yang terlihat terkena gangguan jiwa membuat dirinya tidak bisa bekerja untuk menggantikan ayahnya yang sedang bekerja.


Siang harinya Ibunya segera mendatangi Hakam dikamarnya, ia melihat Hakam sedang melukis sosok seorang gadis diatas kertas putih, gadis itu begitu mirip dengan sosok Rahel yang begitu ia rindukan.


"Apa yang kamu lakukan Nak?". Tanya Ibunya.


"Ah Ibu, ini lihatlah, Rahel cantikkan kalo didandani seperti ini, aku mau belikan Rahel hiasan kepala yang indah seperti ini, dia pasti suka".


"Lupakan Rahel!! Dia sudah mati!!". Bentak Ibunya sambil menyobek lukisan tersebut.


"Ibu!!! Apa yang Ibu lakukan hiks.. hiks.. hiks..".


Tangis Hakam pecah ketika melihat lukisan yang ia buat dengan susah payah tiba tiba disobek begitu saja oleh Ibunya, butuh berhari hari ia bisa melukis seindah itu akan tetapi setelah lukisannya sudah jadi malah disobek oleh Ibunya.


"Ibu bilang lupakan Rahel!! Dia sudah mati, jangan d sebut sebut lagi!!".


"Tidak,, Rahelku masih hidup!! Dia selalu datang kemari ketika malam hari, dia tidak mungkin meninggalkanku begitu saja Ibu!! Rahel masih hidup!! Ia akan selalu hidup disisiku!!".

__ADS_1


Hakam bersih keras menganggap bahwa Rahel masih hidup, dan selalu mendatanginya ketika malam hari, Rahel tidak akan pernah meninggalkannya karena Rahel dan dirinya saling mencintai satu sama lain.


****Terima kasih atas dukungannya****


__ADS_2