Ashgard : Ambisi Dan Tujuan

Ashgard : Ambisi Dan Tujuan
Tak Takut! #111


__ADS_3

Pukul 06:55 pagi, Perbukitan Kota.


Di tengah hujan yang mengguyur begitu deras. Ashgard mulai melakukan pergerakannya melalui perbukitan kota, bersama dengan personel gabungan yang dipimpin oleh Prawira dan Garwig. Rencana telah ditetapkan oleh Garwig dan juga Prawira, yang kemudian disetujui oleh Adam dan Kimmy.


Berbeda dengan personel gabungan yang nantinya akan melakukan penyerangan secara frontal terhadap pasukan Clone Nostra yang menguasai Balaikota. Ashgard akan melakukan penyelinapan melalui tepi gedung dan belakang gedung. Tujuan mereka adalah satu, yakni menemukan dan membawa Berlin keluar dari sana dengan selamat.


Sebelum melakukan pergerakan, Ashgard telah akhirnya memutuskan siapa yang akan menggantikan kedudukan Berlin untuk sementara. Berdasarkan persetujuan dan pendapat yang diambil bersama-sama. Kimmy dan rekan-rekannya menunjuk Adam sebagai orang yang akan memegang peran penting yakni posisi pemimpin atau ketua.


"Baik, dengarkan! Jumlah dan posisi kita tentu sangat tidak menguntungkan, kita hanya berdelapan termasuk diriku sendiri. Maka dari itu, kita tidak boleh membuang celah serta kesempatan yang nantinya akan dibuka oleh personel gabungan."


Adam melakukan sedikit pengarahan kepada tujuh orang rekannya ketika dirinya bersiap di salah satu bukit kota. Di sekitarnya banyak sekali aparat dari personel gabungan, mereka tampak begitu sangat siap untuk menghadapi peperangan yang kemungkinan besar akan pecah dan terjadi.


"Baik!"


"Aku paham."


Rekan-rekannya langsung paham dengan apa yang dikatakan oleh Adam, yang berarti mereka harus bersikap sabar dan harus cermat dalam konflik baku tembak yang sangat besar kemungkinannya untuk kelak terjadi.


"Kimmy, Sasha, Kina. Kalian bertiga akan bertindak sebagai medis yang akan mengamankan rekan-rekan kita jika ada yang terluka."


"Aryo, Galang, Rony. Kalian bertiga akan mengisi bagian tengah kita, dan melindungi kita terhadap beberapa serangan yang berasal dari sisi-sisi titik buta kita."


"Kent dan aku, kami akan mengisi paling depan dan membuka jalan!"


Adam memberikan masing-masing rekannya posisi dalam pergerakan yang akan dilakukan sesaat lagi. Sebuah arahan singkat ia berikan kepada rekan-rekannya. Meskipun dirinya tahu jumlah Ashgard tidak ada apa-apanya jika dibandingkan jumlah personel yang dimiliki oleh Clone Nostra.


Kimmy dan rekan-rekannya begitu saksama memperhatikan serta menyimak arahan yang diberikan oleh Adam.


"Jangan takut, dan jangan khawatir! Meskipun jumlah mereka memang sangatlah banyak, tetapi asal kalian tahu ... mengatur banyak otak dan hati itu sangatlah sulit dan tidak mudah."


"Aku percaya dengan kemampuan kalian, dan pagi ini kita akan membawa Berlin kembali bersama kita dengan selamat!"

__ADS_1


"Mari kita buktikan kepada Clone Nostra sialan itu, bahwa mereka bermasalah kepada pihak yang salah!"


Adam mencoba untuk memberikan semangat moral dan mental kepada rekan-rekannya. Kimmy tertegun melihat sikap bicara Adam yang sekilas sangat mirip dengan Berlin ketika memberikan keyakinan terhadap rekan-rekannya.


"Cek, cek? Halo ...? Apakah suaraku terdengar?" tiba-tiba saja suara Asep terdengar melalui radio komunikasi yang dikantongi oleh Adam pada jaket hitamnya.


"Jelas! Bagaimana?" Adam langsung menanggapi suara yang masuk itu.


"Kimmy, apakah kau dapat melihat apa yang drone lihat melalui tablet itu?" tanya Asep.


Tablet? Kimmy sontak langsung mengambil dan menyalakan tablet yang sengaja diberikan oleh Asep padanya sesaat sebelum Ashgard pergi dari kamp personel gabungan milik Garwig.


Ketika tablet itu dinyalakan, Kimmy dibuat terkejut dan kagum. Tak hanya dirinya, namun rekan-rekannya juga merasakan hal yang sama. Mereka dapat melihat pantauan Gedung Balaikota melalui udara yang ditangkap oleh kamera drone milik militer menggunakan layar tablet itu.


"Aku sedikit mengutak-atik sistemnya setelah peretas itu tidak dapat lagi mengambil alih sistem, dan aku berhasil membuatkan perangkat lunak untuk membantu pengelihatan kalian bergerak nantinya," ucap Asep.


Adam terkekeh dan berkata, "kau ... benar-benar ... jenius."


"Dan yang terakhir, kumohon kalian kembalilah bersama Berlin dengan selamat!"


"Pasti! Kami tidak akan kembali tanpa Berlin, dan kami pasti kembali dengan selamat!" ucap Adam.


***


Suasana yang dingin dengan suara rintik hujan yang dapat membuat tenang siapa saja yang mendengarnya. Namun ketenangan yang ada bercampur dengan ketegangan.


Ketua Clone Nostra, yakni Tokyo. Dirinya menerima sebuah laporan dari salah satu anak buahnya, bahwa terpantau adanya pergerakan dari personel gabungan. Namun dirinya tidak mendengar serta menerima adanya laporan mengenai pergerakan dari Ashgard.


Meski begitu tampaknya Tokyo tidak ingin menurunkan tingkat kewaspadaannya. Dirinya yakin bahwa Ashgard tidak akan tinggal diam, dirinya yakin mereka akan datang untuk menjemput kembali ketua mereka yakni Berlin.


"Cepat isi masing-masing posisi kalian, dan bunuh setiap aparat yang kalian lihat! Jangan tunjukkan belas kasihan, cukup habisi saja apa yang kalian lihat!" titah Tokyo dengan ambisi yang cukup menggebu-gebu untuk bisa melihat aparat-aparat itu terbunuh.

__ADS_1


"Baik!"


Seluruh anak buah Tokyo kini telah mengisi perbukitan kota bagian timur dan barat, arah di mana personel gabungan akan menyerang mereka. Senapan-senapan yang terisi oleh amunisi penuh telah siap di tangan mereka, dan bahkan mereka tidak akan segan untuk menembakkan setiap senjata api itu.


Wilayah sekitar gedung putih itu benar-benar didominasi oleh orang-orang berbaju putih, dan mereka semua bersenjata. Terdapat lebih dari seratus orang yang berada di wilayah tersebut, dan mereka semua tampak tidak memiliki belas kasihan terhadap siapa yang akan mereka lawan.


"Tokyo, bagaimana dengan Berlin?" tanya Karina yang tiba-tiba saja berjalan perlahan menghampiri Tokyo di ruang tengah gedung.


"Aku sudah memiliki rencana untuk itu, untuk sementara kita biarkan saja dia di dalam ruangan sampai kita memerlukannya sebagai sandera," jawab Tokyo.


"Karina, Ashgard akan tiba dan aku ingin kau bersiap untuk itu," lanjut Tokyo melirik tajam ke arah wanita di sampingnya.


"Hanya aku?" sahut Karina.


Tokyo menggelengkan kepalanya dan berkata, "tidak, aku juga akan ada di sampingmu bersama dengan Doma."


"Bagaimana dengan Farres?" tanya Karina kembali.


"Farres sedang sibuk dengan laptopnya, aku menyuruhnya untuk meretas sistem pemerintah dan helikopter milik kepolisian. Tak hanya itu, dirinya juga sedang fokus untuk meretas kembali pesawat tanpa awak yang kini berada tepat di atas kita," jawab Tokyo.


"Baiklah," jawab Karina kemudian mengambil sebuah pistol yang bergelantung di pinggangnya. Ia langsung memastikan pistol tersebut untuk siap digunakan.


Tokyo kemudian beranjak pergi dari sana menuju ke halaman depan gedung pemerintahan itu. Dirinya hendak melihat bagaimana persiapan anak-anak buahnya, yang tampaknya sudah tidak perlu diragukan lagi.


Dalam pikiran Tokyo kali ini hanya terganggu dengan Ashgard. Dirinya kelihatan begitu takut dan waspada dengan setiap pergerakan-pergerakan Ashgard. Apalagi sampai detik ini dirinya tidak mendapatkan laporan baru mengenai pergerakan atau di mana Ashgard berada.


Tokyo menghela napas dan bergumam, "jumlah Ashgard sangatlah sedikit, tetapi itu justru membuatku gelisah. Apa yang sebenarnya ku takutkan?"


"Nyawa Berlin berada di tanganku, dan akan ku pastikan dia tewas! Dengan begitu Ashgard tidak akan berani melawanku," lanjutnya yang tiba-tiba saja terlintas ide tersebut di dalam kepala dan pikiran jahatnya.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2