Ashgard : Ambisi Dan Tujuan

Ashgard : Ambisi Dan Tujuan
Terkendali, Untuk Saat ini #225


__ADS_3

Suasana perkotaan yang diguyur hujan mulai dari pagi ini. Aktivitas masyarakat di pusat kota terlihat masih ramai namun tetap tidak terlalu ramai seperti biasanya. Walaupun hujan terus mengguyur dari matahari terbit hingga pukul sepuluh lebih tiga puluh menit. Tetapi cuaca tersebut sepertinya tidak dapat menghentikan aktivitas warga seperti biasanya, hanya saja mungkin agak sedikit membatasi karena mereka harus mengenakan mantel untuk melindungi pakaian agar tidak basah kuyup.


Distrik Barat. Wilayah tersebut adalah wilayah yang cukup tenang, area yang tidak terlalu didominasi oleh pemukiman ataupun toko-toko komersial. Keduanya tetap ada di wilayah tersebut, sama-sama berdampingan, hanya saja tidak terlalu ramai seperti wilayah lain.


Di posisi Distrik Barat ini, Asep dan rekan-rekannya setimnya terlihat hanya berjalan-jalan seperti warga sipil biasanya. Ia dan timnya berkeliaran di wilayah tersebut, melakukan aktivitas-aktivitas yang biasa dilakukan oleh warga biasa, sembari memantau keadaan. Wilayah tersebut adalah salah satu wilayah yang berada di luar cincin perimeter yang sudah ditetapkan oleh pihak aparat.


Sudah berjam-jam berlalu, namun tidak terlihat hal-hal yang mencurigakan, apalagi indikasi-indikasi pergerakan dari kelompok merah atau antek-anteknya. Tidak ada yang aneh di distrik ini. Semua aktivitas masyarakat di distrik tersebut berlangsung normal seperti biasa, hanya saja mereka beraktivitas di bawah guyuran hujan deras.


Beberapa jam telah berlalu, dan waktu tersebut hanya dihabiskan oleh Asep untuk memantau beberapa kamera pengawas sekitar melalui laptop yang ia bawa. Laki-laki itu masih berada di mobilnya yang terparkir di halaman parkir umum yang sangat luas dan terbuka. Dan di dalam mobil tersebut dirinya terlihat sibuk terus memantau setiap pergerakan yang ditangkap oleh kamera-kamera pengawas yang terpasang di beberapa titik gedung-gedung perkotaan Distrik Barat.


"Sejauh ini masih belum ada pergerakan dari kelompok merah ataupun antek-anteknya, aku telah mengawasi beberapa kamera pengawas yang ada di Distrik Barat." Asep membuat laporan melalui radio komunikasi miliknya, dan laporan tersebut didengar serta diterima oleh Berlin.


...


Berpindah ke sisi lain, lebih tepatnya pada posisi yang saat ini ditempati oleh Adam dan timnya. Titik posisi tersebut adalah Area Pelabuhan. Area di mana beberapa hari yang lalu sempat terpantau keberadaan atau pergerakan dari Red Rascals. Namun di pagi ini tepatnya pada pukul sepuluh, ditambah dengan hujan yang sangat deras sejak awal pagi. Kelompok yang identik dengan warna merah itu tidak nampak di pelabuhan kota tersebut.


Pelabuhan yang menjadi satu-satunya tempat di mana semua kapal-kapal kargo itu berlabuh untuk menurunkan atau menaikkan barang itu terlihat ramai seperti biasanya. Apalagi mengingat pelabuhan tersebut adalah satu-satunya pelabuhan yang memiliki akses sangat dekat untuk menuju ke pusat kota. Sudah berjam-jam Adam dan timnya berkeliaran di tempat itu, di bawah guyuran hujan yang sangat deras dan terasa sangat dingin. Namun mereka tidak menemukan atau melihat adanya hal-hal yang mencurigakan, terutama indikasi-indikasi pergerakan dari Red Rascals atau antek-anteknya.

__ADS_1


"Area Pelabuhan, aman. Kami belum melihat adanya tanda-tanda dari mereka," lapor Adam menggunakan radio komunikasi miliknya, sembari berdiri di depan sebuah toko ikan yang masih tutup untuk meneduh sejenak meskipun mantel berwarna hitam miliknya sudah basah kuyup. Laporan tersebut pun didengar dan diterima oleh Berlin.


"Area Apartemen juga stabil. Kami belum melihat tanda-tanda dari si merah-merah." Begitupula Kimmy melaporkan situasi di tempat atau posisinya berada.


Area Apartemen yang saat ini ditempati oleh Kimmy dan timnya adalah satu-satunya Area Apartemen yang memiliki akses sangat dekat dengan gedung pengadilan. Jarak tempuh waktu dari area tersebut menuju ke gedung pengadilan hanya lima belas menit. Maka dari itu Kimmy dan timnya ditempatkan untuk mengisi dan berkeliaran di area tersebut, meskipun Area Apartemen di kota sangatlah banyak, namun area tersebut yang paling dekat dengan gedung pengadilan.


Suasana serta situasi di sana cukuplah sepi, seperti apartemen-apartemen biasanya. Gedung-gedung apartemen itu memang terisi oleh banyak warga atau masyarakat yang tinggal. Namun dengan intensitas hujan yang tinggi, maka terlihat sangat jarang sekali penduduk gedung-gedung apartemen itu keluar dari gedung.


...


Berlin menerima semua laporan dari rekan-rekannya walaupun hanya melalui radio komunikasi yang selalu ia bawa. Dirinya dan juga timnya yang berjaga di Distrik Komersial pun juga tidak melihat adanya indikasi pergerakan dari kelompok merah itu. Hanya terpantau ramai sekali aktivitas masyarakat di Distrik Komersial tersebut, apalagi wilayah itu adalah salah satu wilayah yang selalu ramai bahkan tidak kenal waktu maupun cuaca.


Berlin terlihat duduk di kursi luar dari sebuah kafe kecil yang berada di area tersebut untuk meneduh sejenak. Ia melihat banyak sekali masyarakat yang berjalan di jalanan utama menggunakan payung dan mantel mereka di bawah guyuran hujan yang masih deras. Di sebelah kanan dan kiri sepanjang jalan utama tersebut adalah gedung-gedung atau bangunan-bangunan yang menjadi toko-toko. Banyak sekali macam-macam toko yang ada di sana, mulai dari toko baju, restoran, kafe, swalayan, bahkan sampai mall pun juga ada di wilayah tersebut.


"Bagaimana? Kau menikmati waktumu di sini?" tanya Berlin ketika salah satu rekannya yakni Kent tiba-tiba saja berjalan menghampirinya dengan satu tangan menggenggam segelas kopi panas.


"Lumayan, terima kasih, Bos." Kent tersenyum, duduk bersebrangan dengan Berlin.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong, jangan menggunakan panggilan itu di tempat umum ...!" sahut Berlin.


"Oh, iya, maaf lupa!" sahut Kent, menunduk dan tertawa kecil.


"Di mana dua personel itu? Apakah mereka baik-baik saja?" tanya Berlin.


"Mereka benar-benar formal dan profesional dalam bertugas, saat ini mereka berada di sebelah Utara distrik," jawab Kent, kemudian menyeruput perlahan kopi yang masih beruap itu.


"Sejauh ini kita tidak melihat atau mendapati tanda-tanda atau pergerakan dari mereka. Aku takut kalau kita akan mendapatkan sesuatu yang tidak terduga." Berlin berbicara dengan pandangan sedikit tertunduk dan kedua tangan mengatup di atas meja.


Kent sempat menoleh ke arah sekelilingnya seolah memastikan tidak ada orang lain yang berada di dekatnya. "Apakah ... seperti serangan, begitu?" tanya Kent, sedikit berbisik.


Dengan intonasi dan sikap yang datar, Berlin menjawab, "entahlah, kita berawal dari penjahat, dan kita bisa menerka-nerka sendiri kemungkinan apa yang akan dilakukan penjahat ketika di situasi seperti ini."


"Apalagi ... tidak hanya satu kelompok kriminal yang terlibat dalam situasi kita, semua bisa terjadi," lanjut Berlin dengan tatapan tajam dan sikapnya yang terkesan sungguh dingin seperti biasa.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2