
"Apa rencanamu? Saat ini situasinya benar-benar sedang sangat kacau, bahkan yang terlibat tidak hanya satu atau dua pihak, melainkan ada tiga, bahkan empat jika pihak kepolisian turut diterjunkan."
Kimmy berbicara sembari terus berjalan tepat di samping Berlin yang sedang melangkah menuju ke mobil miliknya bersama dengan Sasha. Namun apa yang dikatakan oleh Kimmy beserta pertanyaan tersebut tidak kunjung mendapatkan jawaban, sampai pada akhirnya Berlin menjawab serta menanggapi ketika sudah berada tepat di samping mobil SUV hitam tersebut.
Berlin menoleh, menatap wajah rekan wanitanya itu sembari berkata, "tentu kita tidak akan langsung masuk ke dalam peperangan itu tanpa otak, dan target atau sasaran kita hanyalah Red Rascals."
"Memang akan ada pihak keempat yang terlibat, namun pihak tersebut bukanlah kepolisian, melainkan kita sendiri," lanjut Berlin sembari membuka pintu mobilnya.
"Segeralah bersiap, aku akan berikan arahannya melalui radio. Tenang saja, aku punya rencana untuk kita menjadi pihak keempat," lanjut Berlin berbicara kembali sesaat setelah dirinya berada di dalam mobil, dan berbicara melalui kaca jendela mobil yang terbuka lebar.
Kimmy hanya mengangguk, dan patuh dengan apa yang dikatakan oleh lelaki itu. Ia dan juga beberapa temannya yang ada di sana pun segera bersiap di atas kendaraan masing-masing, sebelum akhirnya mereka semua beranjak pergi keluar dari area gedung parkir tersebut.
Sasha menyetir, dipandu oleh Berlin yang menentukan beberapa arah serta lokasi yang harus dilewati. Ia dan juga rekan-rekannya harus sedikit memutar melalui pinggiran distrik agar tidak terlibat langsung dengan baku tembak yang sedang terjadi di pusat distrik dengan sangat cepat. Ashgard membutuhkan waktu, dan juga membutuhkan momen yang tepat untuk masuk, dan kedua hal tersebut sudah dipikirkan oleh Berlin tentunya.
Tak berselang lama, mobil yang dikendarai oleh Sasha berhenti sesuai dengan perintah Berlin, berhenti di tepi jalanan sebelah Barat distrik, dan lokasinya cukup jauh dari pusat peperangan yang sedang terjadi. Meskipun cukup jauh, namun kedua telinganya masih dapat mendengar jelas suara-suara senjata api yang ditembakkan berasal dari pusat distrik.
"Asep, gunakan motor Adam, kemudian pergilah dan pantau jalannya baku tembak mereka! Kita perlu informasi bagaimana pergerakan Clone Nostra dan Cassano," ucap Berlin kepada salah satu rekan kepercayaannya yang kebetulan memberhentikan motor yang dikendarainya tepat di sebelah mobil milik Berlin.
__ADS_1
Satu orang pun langsung berangkat, ditunjuk langsung oleh Berlin guna melakukan pemantauan, sekaligus untuk mengambil informasi serta membaca arah dari baku tembak tersebut. Apa tujuan mereka, apa yang sebenarnya mereka incar, dan kira-kira apa yang membuat Clone Nostra bersama dengan Cassano tiba-tiba saja muncul serta menciptakan suasana yang sungguh kacau ini. Tiga hal itu yang sedang ingin Berlin ketahui, atau lebih tepatnya ia tebak.
Ashgard mungkin bisa saja langsung masuk, bergabung, dan bahkan membubarkan suasana ricuh yang saat ini benar-benar sangat kacau. Meskipun total orang yang terlibat antara tiga kelompok yang sedang baku tembak itu jauh lebih banyak dari total personel yang Ashgard miliki untuk saat ini. Namun posisi Ashgard sangat diuntungkan jika masuk sebagai pihak keempat, memberikan serangan kejutan, dan menghabisi atau membubarkan mereka semua yang terlibat, mungkin juga sekaligus meringkus beberapa.
Namun hal itu tidak dapat Berlin putuskan secara tiba-tiba dan tanpa berpikir panjang. Terlebih dirinya dan juga rekan-rekannya masih belum tahu pasti apa permasalahan sebenarnya yang memicu peperangan tersebut, sekaligus apa tujuan mereka sebenarnya. Hal-hal tersebut masih ingin dicari tahu terlebih dahulu, sebelum keputusan serta perintah keluar dari mulut Berlin.
"Apakah polisi tidak akan datang? Aku sama sekali tidak melihat atau bahkan merasakan kehadiran mereka, apalagi setelah mereka tarik mundur beberapa waktu sebelumnya." Sasha sempat mencetuskan pertanyaan beserta kebingungannya mengenai para aparat yang seharusnya berjaga dan berpatroli itu.
Pertanyaan serta kebingungan tersebut pun mendapat jawaban langsung dari Berlin yang mengatakan, "mereka tidak datang, sebelum aku melayangkan atau mengirim kabar ke mereka untuk masuk ke dalam distrik."
Sasha mengerutkan dahinya dan bertanya, "berarti ... secara tidak langsung ... keputusan para polisi-polisi itu untuk masuk ada di tanganmu?"
Kedua mata Sasha kemudian memandang ke arah para personel titipan kepolisian yang ada pada beberapa kendaraan bermotor mereka yang berhenti tepat di seberang jalan. Di sekitar para personel tersebut terdapat beberapa rekan Ashgard yang juga mengendarakan kendaraan roda dua.
"Kebetulan sekali kau mendatangiku, ada yang ingin ku katakan padamu," cetus Berlin, berbicara kepada salah satu rekan kepercayaannya yakni Adam yang secara tiba-tiba melangkah dan berdiri tepat di sebelah mobilnya.
"Apa itu?" tanya Adam.
__ADS_1
"Bisakah aku mempercayai dirimu untuk selalu mengkondisikan serta memastikan mereka agar tidak berbuat seenaknya tanpa arahan serta perintahku?" sahut Berlin, dengan lirikannya yang tertuju ke arah seberang jalan, tepatnya ke arah para personel titipan itu.
Adam tersenyum tipis dan menjawab, "tentu, sesuai dengan amanah yang kau berikan."
Berlin menghela napas dan tersenyum mendengar jawaban lugas dan tanpa keraguan tersebut, "di mana Kimmy?" lanjutnya bertanya.
Adam menoleh ke arah mobil SUV hitam yang terparkir tepat di belakang mobil milik Berlin dan menjawab, "dia yang mengambil alih mobil milik Asep untuk sementara," ucapnya kemudian kembali memandang ke arah Berlin dan bertanya, "apakah ada yang perlu ku sampaikan kepadanya?"
"Sampaikan padanya untuk tetap di belakangku ...! Karena aku yakin sekali dua mobil anti peluru milik kita ini akan sangat diperlukan untuk masuk ke dalam baku tembak yang sedang terjadi," jawab Berlin.
Adam mengangguk tersenyum dan menjawab, "baik, akan ku sampaikan padanya secara langsung."
Setelah beberapa atau sedikit perbicangan itu dilakukan. Sebuah informasi dari Asep pun tiba-tiba saja terdengar. Laki-laki itu mengatakan, "Clone Nostra dan Cassano, mereka terlihat fokus sekali untuk menghabisi Red Rascals, terlihat dari cara mereka menyerang yang hanya fokus mengincar orang-orang berjaket merah itu."
Informasi tersebut masuk, dan dapat didengar melalui radio komunikasi gabungan. Berlin mendengarnya, dan menerimanya dengan baik. Dengan satu informasi tersebut, membuat Ashgard semakin tahu apa yang harus diperbuat, dan keputusan apa yang harus Berlin ambil.
Berlin melihat ke arah jam tangan yang melingkar pada pergelangan tangannya, dan melihat waktu yang sudah hampir menunjukkan pukul satu siang. Cuaca siang hari ini masih sama, terasa cukup dingin, dan dengan intensitas hujan yang masih tetap, rintik-rintik deras secara merata.
__ADS_1
.
Bersambung.