
"Felix, jika kau benar-benar nekat dan hanya mengikuti hasrat serta keegoisan mu. Maka yang terjadi kau hanya akan mematikan Red Rascals!" seorang wanita berjaket merah secara tiba-tiba membentak serta memarahi laki-laki bernama Felix di depannya. Tak peduli meskipun tubuhnya basah kuyup oleh air hujan yang masih saja mengguyur. Di atap gedung tersebut, ia ingin memberitahu serta mengingatkan laki-laki bernama Felix Alarico itu.
Red Rascals benar-benar dibuat kewalahan dan kesulitan di Distrik Komersial, terlebih dengan munculnya Ashgard sesuai dengan yang sudah diketahui oleh Felix. Laki-laki itu tahu bahwa saat ini kelompok tengah mengalami kesulitan, walaupun regu yang sedang mengalami tekanan di distrik belum regu utama dari Red Rascals. Namun emosi serta ambisinya seolah melonjak ketika tahu bahwa dirinya direpotkan hanya karena kelompok kecil yang mengganggu langkah semua rencananya.
"Kau ingin tetap di sampingku atau tidak? Hanya itu pilihanmu saat ini." Felix melangkah sedikit menjauhi rekan wanitanya sembari berkata demikian.
Langkah dari Felix terhenti ketika rekannya memberikan jawaban, "tentu aku akan tetap bersamamu. Tetapi setidaknya aku ingin kau memikirkan dampak dari segala keputusanmu saat ini di masa yang akan datang," jawab wanita berjaket merah itu dengan intonasi tenang.
Felix hanya diam bahkan tidak menoleh saat jawaban dari pertanyaannya dapat ia dengar. Ia kemudian melanjutkan langkahnya kembali, masuk melalui sebuah pintu yang ada di atap gedung tersebut dan menuruni beberapa anak tangga.
Wanita itu tinggal sejenak, menoleh ke arah distrik yang dapat ia lihat dari kejauhan. Di balik derasnya rintik-rintik kecil hujan yang masih mengguyur siang hari ini. Ia bisa melihat di sana benar-benar kacau, terutama posisi kerugian tersebut berada di pihaknya yakni Red Rascals. Orang-orang berjaket merah dari pihaknya benar-benar dijadikan sasaran tembak oleh Clone Nostra, Cassano, dan Ashgard. Sangat tidak sesuai dengan rencana yang sudah ditentukan oleh Felix jauh-jauh hari.
"Tiga kelompok mungkin bisa, tetapi akan sangat sulit jika aparat sudah turun tangan," gumam wanita berjaket merah itu dengan sendirinya, sebelum akhirnya ia beranjak pergi menyusul langkah Felix yang mungkin sudah jauh.
***
"Mereka mulai kocar-kacir bersembunyi di dalam sela-sela bangunan," ucap Carlos, berdiri di samping Berlin yang tampak berlindung di dalam sebuah kafe yang sudah rusak.
__ADS_1
"Kalau begitu lebih baik cepat kita bereskan, agar pekerjaan ini cepat selesai ...!" sahut Berlin, melangkah menuju ke pintu kaca kafe yang sudah pecah itu. Tentu saja langkahnya diikuti oleh saudara laki-lakinya yang tampak cukup menempel dengan dirinya. Sesuai dengan apa yang sudah Berlin katakan sebelumnya, Carlos terlihat tidak ingin jauh dari dirinya.
"Lalu bagaimana dengan Clone Nostra dan Cassano?" cetus Carlos sambil berjalan mengikuti langkah Berlin menuju pintu keluar.
"Apakah kau tahu kira-kira siapa orang yang menjadi petinggi di antara dua kelompok itu?" tanya Berlin.
Carlos menggeleng menjawab, "situasinya sedang kacau, aku tidak begitu yakin orang yang ku ketahui ada di antara mereka."
"Baiklah, soal itu nanti saja di akhir. Untuk saat ini kita bereskan saja dahulu orang-orang berjaket merah yang ada," sahut Berlin, kembali dengan intonasi tenang.
Sesuai dengan rencana yang sudah disebutkan oleh Berlin, Carlos menyampaikan rencana tersebut kepada seluruh rekannya melalui radio komunikasi miliknya. Mereka akan membereskan Red Rascals yang ada di distrik ini secepat mungkin, agar pekerjaan ini cepat selesai juga seperti apa yang dikatakan oleh Berlin.
Rintik hujan perlahan reda, disusul dengan redanya perlahan suara baku tembak yang terjadi di Distrik Komersial. Satu, dua, tiga detik berlalu dan berhasil dilumpuhkan beberapa orang berjaket merah yang tersisa. Selanjutnya beberapa detik kemudian disusul oleh Clone Nostra dan Cassano yang tiba-tiba saja muncul serta langsung melakukan tindakan pembunuhan terhadap mereka, bukan lagi sekadar melumpuhkan.
Tindakan brutal dan tentu saja sangat keji itu juga dapat dilihat oleh Berlin dan pihaknya. Namun untuk sementara waktu laki-laki bermantel hitam itu memutuskan untuk tidak mengganggu Clone Nostra dan Cassano terlebih dahulu, sampai situasinya benar-benar tenang tidak ada suara tembakan lagi. Berlin bersama dengan Carlos memutuskan untuk kembali berkumpul dengan yang lainnya, dan bersiap untuk lanjut ke tahap terakhir dalam rencana.
"Mereka menghabisi para pelaku, dan merampas barang bukti. Bagaimana?" tanya Carlos kepada Berlin. Mereka berdua kini sudah berpindah tempat, berada di atap dari sebuah gedung yang ada di seberang mal pusat perbelanjaan, dan menyaksikan hal-hal keji serta mengerikan itu dari kejauhan.
__ADS_1
Berlin menoleh ke belakang, memandang ke arah tempat kejadian awal yang saat ini ditempati oleh Kimmy dan Kina, sebelum kemudian menjawab pertanyaan Carlos, "tidak apa, kita masih memiliki pelaku serta barang bukti yang dapat diamankan."
Tatapan Berlin tajam dan serius menyaksikan betapa dendamnya dua kelompok kriminal itu kepada Red Rascals. Terlihat sekali adanya amarah, dendam, ambisi, dan hasrat untuk menghabisi. Suara-suara tembakan masih saja terdengar, namun berasal dari pihak yang sama terhadap pihak yang saat ini sudah sangat terpuruk.
"Semuanya tahan tembakan, biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka sendiri ...!" ucap Berlin dengan intonasi santai dan tenang melalui radio komunikasinya.
Di saat yang bersamaan, tiba-tiba saja sebuah helikopter yang sangat identik dengan warna biru terbang dan berkeliling tepat di atas Berlin dan Carlos berada. Melihat keberadaan polisi yang sudah mulai mengirim matanya untuk terbang, Carlos pun bertanya, "apakah kita sedang dipantau?"
"Apakah kau tidak sadar? Dari tadi, semua aksi kita di sini dipantau oleh pihak kelima yaitu aparat," jawab Berlin, kemudian terkekeh kecil mendengar pertanyaan polos saudaranya.
"Kau yakin mereka tidak akan mengacau rencana lagi?" tanya Carlos kembali, menoleh dan menatap hangat Berlin di sampingnya.
Berlin mengambil ponsel dari dalam sakunya sembari berkata, "tidak, seharusnya ... dan semoga, sih."
.
Bersambung.
__ADS_1