
Adam beserta ketiga rekannya mengambil sebuah keuntungan dengan berada di area atap Gedung Balaikota. Karena dengan berada di atas sana, mereka berempat dapat memiliki pengelihatan yang sedikit jauh lebih lebar, serta posisi tembak yang sangat menguntungkan.
Keempat orang dari pihak Ashgard itu memutuskan untuk terus mempertahankan posisi yang menguntungkan itu entah sampai kapan. Sedangkan Clone Nostra, mereka tampaknya tidak ingin menyerah untuk terus mendesak Ashgard dan menghabisinya.
Atas perintah dari Tokyo, terdapat lebih dari tiga puluh orang yang kini tengah mencoba untuk menangani Ashgard yang hanya berjumlah sembilan orang termasuk Berlin. Sedangkan sisanya, Tokyo memfokuskan untuk memperkuat barisan pertahanan miliknya, serta bersiap untuk menghabisi lebih banyak aparat lagi yang sesaat lagi kemungkinan besar akan datang.
Tokyo sendiri seolah telah tahu atau memprediksi alur dari konflik ini. Hanya saja dirinya benar-benar tidak memprediksi akan kehilangan Berlin sebagai tawanan. Ia tampaknya masih tidak habis pikir apa yang sebenarnya terjadi dengan para anak buahnya di belakang sana, sampai-sampai menjaga tawanan yang sudah lemah yakni Berlin saja tidak becus.
Namun tampak tidak ingin begitu pusing memikirkan yang sudah berlalu. Tokyo lebih memfokuskan dirinya untuk mengatur banyaknya personel milik Clone Nostra untuk terus berperang. Sedangkan beberapa tugas lain ia lemparkan kepada tiga orang kepercayaannya yakni Doma, Karina, dan yang terakhir adalah Farres.
Doma bersama dengan Karina mendapat bagian tugas dari Tokyo untuk mengurus serta membersihkan hama yang mengganggu di dalam gedung kekuasaan mereka saat ini. Hama tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Ashgard, beserta ketuanya yakni Berlin Gates Axel. Bahkan Tokyo tidak main-main dalam memberikan tugas atau misi tersebut, karena dirinya menyiapkan hadiah sejumlah uang bernilai sangat fantastis untuk orang-orang kepercayaannya.
Sedangkan Farres mendapat tugas khusus, yakni meretas beberapa sistem serta teknologi yang digunakan oleh para aparat itu, salah satunya adalah pesawat tanpa awak milik pihak militer. Ia masih saja adu mekanik dengan sosok lain yang tampaknya juga handal dan ahli dalam bidang ini. Sosok atau seseorang itu terus saja menghalangi dirinya untuk melakukan peretasan, dan itu cukup membuatnya jengkel dan geram. Namun Farres tampak tidak ingin menyerah begitu saja, walaupun dirinya sendiri sudah kecolongan dengan teretasnya beberapa kamera pengawas di sekitar Gedung Balaikota.
Personel Gabungan yang terdiri dari pihak kepolisian dan juga militer tampak tidak ingin menyerah begitu saja, apalagi ini taruhannya adalah hampir seluruh masa depan masyarakat. Jika mereka membiarkan Clone Nostra, dan memilih untuk menyerah melawan sindikat besar itu. Maka yang terjadi adalah seluruh wilayah akan jatuh di bawah tirani Clone Nostra, dan tentu itu adalah seburuk-buruk mimpi buruk hampir semua orang.
Garwig bersikeras dan berambisi untuk menghabisi sindikat tersebut. Tak hanya itu, Prawira dan pihaknya juga turut ambil peran dalam konflik ini. Mereka terus melakukan pendesakan terhadap perjalanan Clone Nostra yang dibangun tepat di depan Gedung Balaikota.
...
Hujan di awal hari perlahan mulai mereda, dan hanya menyisakan gerimis kecil yang tidak terlalu berasa. Berhubung cuaca yang sepertinya mereda ini, Garwig bersama dengan personelnya segera memisahkan diri dari arah Prime menuju ke arah samping timur Gedung Balaikota.
Namun langkah Garwig terhenti, ketika secara tiba-tiba Flix berlari ke arahnya dan kemudian menyampaikan sebuah pesan yang berasal dari Prime untuknya.
"Ashgard?! Baik, aku paham situasinya."
__ADS_1
"Flix, apakah kau bisa memutar menuju ke bagian belakang gedung?"
"Apa anda ingin saya melakukannya?"
Flix mendapatkan sebuah tugas untuk memutari gedung melalui samping menuju ke halaman belakang. Garwig memberikannya sebuah amanah, serta peran yang cukup penting untuk pergerakan personelnya.
"Baik, saya bisa melakukannya!" ucap Flix tegas.
"Bawa alat ini bersamamu!" Garwig memberikan sebuah radio komunikasi yang memiliki akses untuk berkomunikasi langsung dengan dirinya serta pihak militernya.
Flix pun langsung beranjak pergi dengan menyusuri bagian timur gedung dan memutarinya ke belakang. Tidak sendirian, Flix ditemani oleh aparat militer berjumlahkan sepuluh orang yang ikut bersamanya.
Sedangkan Garwig, dirinya bersama dengan lebih dari tiga puluh orang personelnya menyiapkan sebuah tali serta pengait yang siap ditembakkan ke atap gedung. Tampaknya ia juga memiliki rencana lain.
"Tiga orang naik, dan laporkan apa yang kalian lihat!" titah Garwig kepada tiga orang aparat militer yang akan menaiki tali menuju ke atap gedung. Dirinya dapat mendengar adanya baku tembak serta keributan yang terjadi dan bersumber dari atas sana.
***
Adam bersama dengan tiga rekannya memiliki posisi yang paling menguntungkan. Mereka dapat menembaki setiap orang-orang bersenjata dari Clone Nostra yang hendak naik ke atap melalui anak tangga. Namun sayangnya, mereka kalah jumlah dan juga kalah perlengkapan.
"AWAS, GRANAT!!!"
Adam dengan sigap menjauh dari mulut tangga itu, diikuti oleh tiga rekan lainnya. Granat yang dimaksudkan langsung meledak begitu terlempar ke arah atas tangga. Beruntung Adam dan tiga rekannya berhasil menjauh dan berlindung di balik beberapa kotak AC yang ada di atap sana.
"Apakah semuanya baik-baik saja?!" teriak Adam menoleh ke arah rekan-rekannya yang bersembunyi di tempat yang berbeda dengan dirinya, dan cukup terpisah-pisah.
__ADS_1
"Ya!" sahut Galang.
"Kurasa!" timpal Rony.
"Um, kurasa kita kedatangan banyak tamu ke atas sini!" cetus Kent yang melihat satu persatu orang-orang berpakaian putih dan bersenjata naik ke atas atap.
DESING ...!!! DOR ...!! DOR ...!!!
"Berapa orang?!" teriak Rony di antara suara tembakan dan peluru-peluru yang berterbangan mengenai tempatnya berlindung. Ia tidak dapat memunculkan kepalanya dan melihat seberapa banyak musuh yang kini mencapai atap. Namun yang jelas, dari tembakan yang mereka berikan sudah jelas bahwa jumlah mereka lebih banyak.
"Lima? Delapan? Sepuluh?!" sahut Galang.
"Ah, tidak! Mereka terus bertambah!!" timpal Kent.
Keempat orang dari Ashgard itu berlindung di empat kotak udara yang berbeda. Berkat dari ledakan dari sebuah bom tangan yang secara tiba-tiba melayang ke atas tangga, itu membuat mereka berempat berlari dan mencari tempat berlindung masing-masing.
"Adam, bagaimana sekarang?" cetus Kent bertanya, karena berhubung posisinya cukup dekat dengan Adam dibandingkan dengan dua rekan lainnya.
"Kita hanya kalah jumlah, jika nekat untuk membidik maka yang ada kita yang ditembak duluan," ucap Adam, ia tampak sedang berpikir cepat dan tak ingin membuang waktu lebih banyak.
Posisi keempat orang itu kini terkunci, dan cukup tersudut. Tidak ada jalan keluar lain selain melompat dari atap itu, jika memang bertujuan untuk melarikan diri. Namun jika itu dilakukan, maka akan membuat cedera yang serius karena ketinggiannya yang cukup tinggi. Itupun jika mereka tidak tertembak terlebih dahulu oleh orang-orang dari Clone Nostra yang terus menghujani empat orang itu dengan peluru-peluru panas mereka.
.
Bersambung.
__ADS_1