Ashgard : Ambisi Dan Tujuan

Ashgard : Ambisi Dan Tujuan
Hari Pertama Persiapan #188


__ADS_3

"Dadah, Papa!!!" seru Akira, berdiri di depan teras bersama dengan Nadia, dengan wajah riangnya dan melambaikan tangan ke arah mobil yang dinaiki oleh Berlin dan Adam yang perlahan bertolak pergi.


Tepat pada pukul sepuluh, Berlin bersama dengan Adam bertolak dari vila tersebut menuju ke Kediaman Ashgard. Seperti biasa, mereka harus melalui lalu lintas jalanan yang cukup padat.


Sepanjang perjalanan, Adam sempat membicarakan beberapa hal soal apa saja rencana dan keputusan yang akan diambil oleh Berlin untuk tugas atau misi itu.


"Jadi bagaimana? Apakah sudah ada rencana yang terpikirkan?" tanya Adam, menghentikan laju mobilnya, dan mulai mengantre lampu lalu lintas yang sedang merah.


Berlin menggelengkan kepalanya, menghela napas dan menjawab, "belum sama sekali."


"Lalu rencana untuk hari ini? Kita masih punya waktu dua hari lagi sebelum hari persidangan itu tiba," lanjut Adam kembali bertanya. Ia kembali menginjak pedal gasnya, dan melaju setelah lampu lalu lintas menunjukkan warna hijau.


"Kurasa ada," jawab singkat Berlin.


Setelah mendengar jawaban singkat tersebut, Adam pun menghentikan aktivitasnya bertanya, dan fokus pada jalanan di depan yang terpantau sangat ramai kendaraan.


Keadaan di pusat kota sangatlah ramai sekali, seperti di hari-hari biasanya. Semua terlihat baik, hari yang normal, dan terpantau tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Orang-orang terlihat sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing, dan juga terlihat beberapa polisi lalu lintas yang berjaga di setiap titik keramaian jalan.


Berlin melihat semua orang-orang yang terlihat tengah sibuk dengan kesibukannya masing-masing. Beberapa pengendara baik pengendara mobil dan motor sampai harus diberhentikan paksa oleh polisi lalu lintas, karena melanggar peraturan. Benar-benar hari yang normal, seperti biasanya.


"Apakah di hari persidangan nanti juga seramai ini? Mereka bisa fokus dengan kesibukannya masing-masing, tanpa khawatir dengan ancaman dari pihak tak bertanggung jawab."


Adam sempat menoleh dan melirik ketika Berlin tiba-tiba saja berbicara, sebelum kemudian fokusnya harus kembali ke jalanan di depan. Berlin berbicara dengan sendirinya, dengan pandangan mengarah ke arah luar jendela mobil.

__ADS_1


"Entahlah, tentu kita berharap yang terbaik, bukan?" ujar Adam, menanggapi pertanyaan Berlin dengan pandangan terus fokus ke depan.


Semenjak menjauh dari kediaman vila miliknya. Berlin terlihat jauh lebih diam, dengan wajah yang menggambarkan dirinya tengah berpikir keras. Adam dapat memahami ekspresi serius itu, apalagi ketika mengingat bahwa Berlin memikul peran yang sangat penting bagi Ashgard.


"Aku tahu kau memiliki tanggung jawab yang besar, namun kau harus ingat bahwa kau memiliki rekan di sini," cetus Adam, terulas senyuman tipis pada wajahnya ketika berbicara demikian.


Berlin ikut tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh rekannya, "ya, aku tahu kalian selalu bisa diandalkan," sahutnya.


"Aku berencana untuk memperdalam informasi mengenai Red Rascals, dan WMC. Bagaimana menurutmu?" lanjut Berlin, bertanya pendapat kepada Adam yang tengah menyetir.


"Tentu itu rencana yang menarik, namun bagaimana dengan Clone Nostra?" sahut Adam, tersenyum, dan terlihat setuju serta sependapat dengan rencana tersebut.


Berlin menggeleng dan menjawab, "memperdalam informasi kedua kelompok itu bukan berarti kita akan memalingkan Clone Nostra yang memiliki peran sebagai musuh utama di sini."


Perjalanan cukup panjang, melalui berbagai kepadatan lalu lintas kota. Berlin bersama dengan Adam akhirnya sampai juga di Kediaman Ashgard. Berlin dapat melihat rekan-rekannya yang tengah asyik berkumpul di ruang tengah, saling berbincang dan bercanda tawa satu sama lain. Ketika satu langkah kakinya melewati pintu kaca utama, mereka semua langsung beranjak dari posisi mereka masing-masing, dan kemudian menyambut hangat kedatangan Berlin.


Wajah-wajah mereka tampak sangat antusias ketika melihat kehadiran Berlin di sana, seolah-olah mereka sangat siap menerima apapun perintah serta arahannya.


Namun sebelum memberikan keputusan dan melayangkan arahan untuk rekan-rekannya. Berlin berbicara terlebih dahulu mengenai rencanannya, rencana yang sempat ia bahas empat mata dengan Adam, dan sempat menjadi trending topik pembicaraan selama perjalanan tadi.


Berlin berdiri di depan rekan-rekannya yang juga berdiri di hadapannya. Dirinya dapat melihat wajah-wajah antusias dan semangat yang tergambar jelas dari ekspresi mereka.


"Sepertinya kalian semangat sekali, ya?" cetus Berlin, tersenyum sembari memandangi satu-persatu wajah rekan-rekannya.

__ADS_1


"Harus, dong!" sahut Kimmy, didukung oleh Asep dan beberapa yang lain dengan berkata, "kami sudah tidak sabar!"


Berlin sempat tertawa kecil melihat semangat teman-temannya, sebelum kemudian mulai berbicara di depan mereka semua. "Selamat pagi, semuanya ...!" ucapnya, tegas, kemudian disahut oleh rekan-rekannya yang langsung menjawab, pagi, Bos!"


"Di hari pertama persiapan kita yang cerah ini, sebelum aku sampaikan rencana untuk hari ini, apakah ada yang ingin berbicara soal Clone Nostra? Sesuatu yang kalian ketahui baru-baru ini?"


"Tidak ada, Bos."


"Untuk sementara kami tidak memiliki petunjuk apapun."


"Ya, terutama soal indikasi ancaman yang sempat disebutkan oleh Garwig kemarin."


Berlin diam sejenak setelah mendengar jawaban dari rekan-rekannya atas pertanyaannya barusan. Ia menghela napas, dan kemudian berkata, "baiklah, tidak apa, tidak masalah."


"Hari ini aku ingin kalian mulai mencari beberapa informasi mengenai Clone Nostra, Red Rascals, dan WMC. Dan lakukan hal tersebut dengan senyap, sebisa mungkin jangan sampai ketiga kelompok itu atau kelompok lain tahu soal pergerakan kita. Bisakah kalian melakukannya?"


Mendengar apa yang dikatakan oleh Berlin, tentu langsung membuat semangat rekan-rekannya memuncak.


"Kau tidak sedang meremehkan kami 'kan, Bos?" sahut Kent, sedikit tersendiri dengan pertanyaan di akhir kalimat Berlin berbicara.


Berlin hanya tertawa, tersenyum melihat rekan-rekannya yang langsung paham dengan apa yang ia katakan. "Baik, aku akan membagi dua kelompok, dan kedua kelompok itu akan pergi ke distrik yang akan ku tunjuk," ucapnya.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2