Ashgard : Ambisi Dan Tujuan

Ashgard : Ambisi Dan Tujuan
Serangan Dari Arah Lain #239


__ADS_3

"Mereka datang lagi dari arah Timur!"


Ketika Clovis dan juga rekan-rekan yang ada di pihaknya baik itu dari kelompoknya ataupun dari kelompok Cassano tengah menggempur habis-habisan orang-orang berjaket merah yang terkepung itu. Pada pukul satu lewat lima puluh menit, tiba-tiba saja gerombolan orang berjaket merah datang lagi dari jalanan sebelah Timur distrik. Kedatangan mereka dalam jumlah yang bisa dibilang cukup banyak, bahkan mungkin bisa sebanding dengan total jumlah dari Clone Nostra dan Cassano.


Kedatangan mereka tentu membuat beberapa rencana yang dibuat dan dimiliki oleh Clovis berubah, apalagi ketika mereka datang mereka tanpa berbasa-basi langsung menembaki pihaknya. Tidak bisa dipungkiri, kini justru posisi Clone Nostra dan Cassano yang didesak, hanya oleh satu kelompok yakni Red Rascals dari arah Utara dan Timur.


Kekuatan yang dimiliki oleh Red Rascals benar-benar merepotkan, karena mereka memiliki personel yang jauh lebih banyak, ditambah dengan beberapa senapan serbu yang dapat dengan mudah digunakan untuk melakukan pembantaian massal.


DESING ...! DESING ...!!!


AARGGGHH ...!!!


Tembakan tanpa henti, dan semua peluru itu tertuju ke arahnya. Clovis yang sudah kembali berlindung di balik mobilnya hanya bisa terdiam, apalagi ketika melihat satu-persatu jaket rekan-rekannya yang sebelumnya berwarna putih seketika berubah merah karena berlumuran darah. Tubuh mereka satu-persatu jatuh di sekitar Clovis, dan semakin lama jumlah Clone Nostra semakin terkikis.


"Clovis, jangan diam saja!!" teriak seorang wanita yang hampir selalu bersama dirinya. Wanita itu kini berlutut di hadapannya, sangat dekat, dan menatap tajam kedua matanya yang kosong, "jangan berhenti memberikan arahan!!" lanjutnya dengan tegas.


"Apa rencanamu? Kami akan siap melakukan apapun," timpal seorang laki-laki berjaket ungu yang tiba-tiba saja berada tepat di samping Clovis. Laki-laki itu adalah salah satu orang yang memiliki otoritas serta kedudukan paling tinggi dalam kelompok yang identik dengan warna ungu. Eskpresi terlihat tegang, meskipun sama-sama panik dan bingung karena semakin tertekan, namun sikap tenangnya tidak dapat dipungkiri. Ya, memang Clone Nostra dan Cassano sama-sama dalam keadaan rugi, karena banyak di antara mereka yang terluka, bahkan hingga ada yang langsung tewas ditempat.

__ADS_1


DUAAARRR ...!!!


Suara ledakan kembali saja terdengar dan terjadi dengan cukup keras hingga menarik perhatian Clovis. Ledakan tersebut lagi-lagi berasal dari sebuah mobil milik Red Rascals yang terkepung di tengah jalan, dan pemicunya adalah sekelompok orang bermantel hitam yang tidak ada henti-hentinya menembaki semua yang ada di sana. Orang-orang berjaket merah, bahkan sampai kendaraannya, mereka menembaki semuanya meskipun hanya dengan bermodalkan pistol.


Melihat hal tersebut, Clovis merasa masih ada harapan bagi kelompok untuk bertahan. Ia menoleh, menatap serius paras cantik rekan wanitanya, dan kemudian menoleh kepada laki-laki berjaket ungu itu sembari berkata, "kita lakukan yang terbaik, karena mau bagaimanapun juga tujuan kita adalah menghabisi para b*jing*n merah itu!"


"Kita biarkan saja orang-orang bermantel hitam itu, jangan tembak serta lawan mereka! Sedangkan seluruh serangan kita fokuskan ke arah Timur!" lanjut Clovis.


Laki-laki berjaket ungu itu terkekeh kecil dan sesaat setelah mendengar arahan serta perintah yang diberikan oleh Clovis, "sesuai keinginanmu ...!" ucapnya.


Asep yang mengambil atap dari sebuah bangunan toko yang sudah porak-poranda tiba-tiba saja melaporkan sebuah informasi yang ia katakan melalui radio komunikasinya, "Clone Nostra dan Cassano mengubah arah serangannya ke arah Timur ...!"


"Timur?" sahut Berlin, berhenti dan berlindung sejenak di dalam sebuah kafe yang sudah hancur berantakan, bahkan kaca-kaca jendelanya sudah menjadi serpihan-serpihan kecil yang berserakan di lantai. Bersamanya masih ada Kimmy dan Sasha yang terlihat selalu waspada berjaga-jaga di dekatnya.


"Ya, terpantau ... kita ... kedatangan tamu dari arah Timur, dan tamu tersebut ada di pihak si merah," jawab Asep.


Berlin terkekeh kecil dan diakhiri oleh senyuman tipis justru yang terkesan licik. Ia menghela napas dan kemudian berkata, "sepertinya kita dimanfaatkan," ucapnya tanpa menekan tombol radio, dan kemudian menghela napas.

__ADS_1


"Dimanfaatkan?" sahut Kimmy, bingung bercampur rasa tidak percaya.


"Baik, ini kesempatan kita. Kita hajar Red Rascals yang terjebak di tengah jalan itu, lumpuhkan mereka semua, dan kemudian hajar yang ada di Timur! Ingat, sasaran kita untuk saat ini hanyalah Red Rascals, bukan Clone Nostra ataupun Cassano, jadi jangan tembak mereka ...! Tentu kita berharap, semoga saja mereka memiliki pemikiran yang setidaknya sama dengan kita."


Berlin berbicara menggunakan radio komunikasi yang ada di genggamannya sekaligus memberikan arahan serta perintahnya. Tak lupa juga dirinya menyampaikan beberapa wejangan atau kata-kata pengingat, "distrik ini adalah tempat bermain kita, ambil peran yang seharusnya kita isi dan mainkan, serta silakan bermain tanpa harus khawatir dengan keberadaan warga sipil! Namun tetap ingat batasan, dan jangan sampai melampaui batas!" ucapnya, tegas pada kalimat terakhirnya.


"Diterima, Bos ...!" sahut Adam terdengar melalui radio komunikasi tersebut, disusul oleh sahutan beberapa rekannya yang kurang lebih sama seperti Adam.


"Baiklah, tunggu apa lagi? Sudah saatnya kita maju dan tunjukkan kalau intensitas Ashgard masih ada ...!" ucapnya kepada seluruh rekannya melalui radio, dan kemudian lanjut berkata, "bagi para personel aparat, cukup ikuti langkah serta keputusan kami saja sesuai dengan kontrak kalian!" lanjutnya mengingatkan personel titipan yang juga ikut bersama rekan-rekannya.


Beberapa sorak-sorai rekan-rekannya yang terdengar sangat antusias dan haus dengan baku tembak dapat didengar oleh Berlin. Mereka perlahan maju tanpa kendaraan, memanfaatkan lika-liku gang-gang kecil yang ada di sela-sela bangunan, dan kemudian menembak serta melumpuhkan sasaran dari titik butanya.


"Tetap ingat, lumpuhkan bila bisa dilumpuhkan, tetapi habisi jika memang situasinya tidak memungkinkan hanya sekadar melumpuhkan, apalagi sudah mengancam nyawa serta keselamatan kalian!" ujar Berlin kembali mengingatkan rekan-rekannya.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2