
Beberapa berkas yang berisikan tentang informasi yang harus diketahui oleh Ashgard untuk menjalankan tugas pertamanya, telah diterima dan kini berada di tangan Kimmy yang duduk tepat di sebelah Berlin pada sofa ruang tengah.
Tak hanya berkas yang berisikan informasi-informasi, Garwig juga menyampaikan beberapa hal mengenai persidangan yang akan berlangsung dalam waktu dekat, dan beberapa hal yang disampaikan mengenai indikasi-indikasi ancaman terhadap pengamanan dan persidangan.
"Dalam waktu dua belas jam terakhir, kami mengindikasi adanya beberapa pergerakan yang berasal dari kelompok lain, bukan dari Clone Nostra."
"Namun meski begitu, mereka juga memiliki potensi yang sama untuk mengacaukan persidangan. Apalagi mengingat mereka sempat bersekutu dengan Clone Nostra dalam kekacauan di Gedung Balaikota beberapa pekan yang lalu."
"Seperti apa ciri-ciri mereka?" sahut Berlin, setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Garwig.
"Jaket merah," jawab Garwig, singkat.
Jawaban tersebut cukup membuat Berlin dan rekan-rekannya terkejut, bahkan beberapa dari mereka dengan spontan menyebutkan sebuah nama yakni, "Red Rascals ...!"
"Apa yang membuat kalian menyangka kalau Red Rascals akan memiliki rencana untuk mengacaukan persidangan?" tanya Berlin, menatap tajam Garwig yang duduk bersebrangan dengan dirinya.
"Periksa lampiran kedua pada berkas itu, dan lihat apa yang ada di sana ...!" jawab Garwig, meminta kepada Kimmy untuk membuka kembali berkas yang berada di tangannya, dan memeriksanya.
__ADS_1
Kimmy melakukan apa yang diminta oleh Garwig, meraih dan mengambil sebuah lampiran yang ternyata berisikan beberapa potongan gambar yang diambil dari sudut pandang kamera pengawas yang terpasang di beberapa sudut kota. Tak hanya Kimmy, Berlin dan juga beberapa rekannya yang juga turut berkumpul di ruang tengah juga menyaksikan dan melihat potongan-potongan gambar yang diletakkan di atas meja.
Pada potongan gambar yang ada, bisa disaksikan terdapat beberapa pergerakan dari orang-orang Red Rascals yang tertangkap oleh beberapa kamera pengawas milik kepolisian. Beberapa potret tersebut diambil pada pukul dua belas malam, tepat dua belas jam sebelumnya dari waktu sekarang.
"Lihatlah potongan ketiga, dan bagaimana tanggapan mu soal ini semua?" tanya Garwig, menujuk ke sebuah potongan gambar ketiga, dan meminta tanggapan Berlin mengenai gambar yang ada di potongan ketiga.
Pada potongan ketiga, gambar tersebut diambil di dalam sebuah gang yang berada di area sudut kota. Kedua matanya dapat melihat seorang pria berjas putih yang berhadapan dengan sekelompok orang berjaket merah, namun sepertinya posisi pria tersebut sangat tersudut, karena tertodong oleh beberapa senjata api dari pihak komplotan merah ini. Tak hanya komplotan jaket merah, di belakang pria berjas putih tersebut terlihat dua orang pria berjaket kulit dengan warna gelap tidak begitu jelas terlihat karena memang tidak ada penerangan di gang tersebut.
"Aku yakin kalian tahu dari kelompok mana saja orang-orang yang ada di gambar ini, bukan?" cetus Garwig, menatap satu-persatu Berlin dan rekan-rekannya dengan tatapan yakin atas pendapatnya.
Berdasarkan potret gambar yang ditunjukkan, Berlin dan rekan-rekannya langsung bisa mengidentifikasi bahwa terdapat tiga pihak dalam satu potongan gambar ketiga.
Garwig bersandar pada sofa yang didudukinya, dan memasang tatapan tertarik atas sebuah nama yang disebutkan pada akhir kalimat jawaban Berlin. Tak hanya dirinya yang tertarik dan penasaran, namun Siska yang duduk tepat bersebelahan dengannya juga penasaran dengan nama "Western Motor Club" yang disebutkan oleh Berlin. Yang mereka berdua ketahui, kelompok tersebut adalah klub motor biasa dan legalisasinya tidak usah diragukan lagi, karena sudah tercatat di kepolisian sebagai komunitas motor yang legal.
"Mengapa klub motor itu ada di sana? Apa hubungannya?" cetus Siska, bertanya kepada Berlin.
Berlin sempat tertawa kecil melihat wajah terkejut dan bingung Siska, sebelum kemudian menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan pengetahuannya mengenai klub motor itu.
__ADS_1
"Mereka memang klub motor biasa yang memiliki surat legal, bahkan surat legalitas mereka resmi dari pihak kepolisian dan pemerintah. Namun tanpa kalian ketahui, mereka juga bergerak dan memiliki peran layaknya komplotan kriminal dalam dunia kriminal di kota ini."
"Mereka tipe kelompok yang tidak begitu suka melakukan tindakan kriminal secara terang-terangan, jika memang tidak terlalu dibutuhkan untuk melakukannya." Berlin menjawab pertanyaan dan kebingungan Siska, ditambah dengan sedikit penjelasan singkat mengenai kelompok atau klub motor itu.
"Melihat gambar-gambar ini, sepertinya indikasi yang anda sebutkan memang jelas adanya," ujar Adam, berdiri tepat di sebelah sofa milik Berlin dan menatap ke arah gambar-gambar yang tergeletak di atas meja kaca. Apalagi ketika melihat gambar ketiga yang menangkap sosok seorang pria berjaket merah yang terlihat mengelilingi pria berjaket putih. Meskipun itu hanya gambar dan bukan rekaman, namun berdasarkan gambar tersebut, Berlin dan rekan-rekannya dapat mengambil berbagai konklusi tentang apa yang sedang terjadi pada gambar tersebut.
Pria berjas putih yang tampak sangat tertekan, komplotan jaket merah dengan banyak senjata api yang tertodong ke arah pria berjas putih, dan seorang pria berjaket merah tampak tengah melangkahkan kakinya mengelilingi pria berjas putih.
"Sepertinya aku bisa menerka-nerka tentang ancaman yang kau maksudkan, Garwig," cetus Berlin, bersandar santai pada sofa yang didudukinya, dan menatap serius dengan kesan yang tenang, sebelum kemudian ia mengulurkan satu tangannya dengan maksud mengajak pria itu berjabatan tangan.
Garwig tersenyum tipis, menjabat tangan Berlin sembari berkata, "aku senang bisa bekerjasama dengan kalian, aku mempercayakan tugas ini kepada kalian. Jika kalian membutuhkan perlengkapan, jangan sungkan untuk bicarakan kepadaku ...!"
"Sepertinya kami memerlukan sesuatu," sahut Berlin, selesai berjabat tangan dan mendengar apa yang dikatakan Garwig.
"Sesuatu seperti apa yang kalian butuhkan? Persenjataan? Rompi? Dana?" sahut Garwig.
Berlin menggelengkan kepalanya, tersenyum tipis dan berkata, "bukan soal itu semua, melainkan ... sepertinya kami butuh sedikit aksesoris."
__ADS_1
.
Bersambung.