Ashgard : Ambisi Dan Tujuan

Ashgard : Ambisi Dan Tujuan
Bertemu Walikota #25


__ADS_3

Pukul 00:44 malam.


Tokyo bersama dengan Nico dan semua anak buahnya mengunjungi sebuah tempat yang keberadaannya sangat terpencil dari pusat kota. Tempat itu bukan berada di Pulau La Luna, namun berada dekat dengan Kota Metro. Tempat itu adalah halaman parkir tidak terpakai yang sangatlah luas dan terbuka, dan sangat cocok untuk pertemuan banyak orang.


"Mereka tepat waktu sekali," gumam Tokyo ketika berjalan menuju ke tengah-tengah dari tempat terbuka itu.


"Tampaknya mereka sangat setuju untuk bekerjasama dengan kita," sahut Nico yang berjalan di sisinya.


Di tengah-tengah lapangan parkir yang sangat terbuka itu, sudah terdapat banyak sekali orang yang menunggu kehadiran Tokyo dan orang-orangnya di sana. Orang-orang yang sudah menunggu di sana sangatlah banyak, dan terdiri dari dua kelompok yang berbeda. Kedua kelompok itu di antaranya adalah kelompok merah yang sebelumnya membuat kericuhan di Distrik Barat, dan satu kelompok lagi dengan atribut jaket berwarna ungu.


"Wah, kalian tampaknya sangat antusias sekali, ya?" Tokyo berjalan dengan ekspresi senang ketika melihat dua kelompok yang hadir di sana.


"Tentu saja, aku dan orang-orang ku tidak ingin melewatkan keuntungannya," jawab seorang pria dengan jaket ungu yang tampaknya ialah ketua dari kelompok ungu tersebut.


"Kau benar-benar harus membayar semua yang telah kami lakukan dengan bayaran yang sepadan! Kau tahu? banyak orangku telah tewas di Distrik Barat karena misi darimu sebelumnya," cetus seorang pria dengan jaket merah yang sepertinya ialah ketua dari kelompok tersebut.


Tokyo tersenyum dan menjawab, "semua bayaran untuk kalian sudah aku persiapkan, semua bayarannya sangat sepadan dengan apa yang kalian kerjakan," jawabnya dengan sikap yang sangat tenang dan dingin.


"Baiklah, mari kita mulai pertemuan kita kali ini." Tokyo pun memulai pertemuannya dengan dua kelompok itu. Sedangkan anak-anak buahnya hanya menyimak saja berdiri di belakangnya, sisanya melakukan penjagaan di sekitar tempat itu.


Pertemuan itu dilakukan dengan sangat rahasia. Tempat yang dijadikan pertemuan pun dijaga sangat ketat oleh orang-orang bersenjata dari pihak-pihak yang terkait di dalam pertemuan itu.


"Aku memiliki beberapa rencana, dan rencana pertama yang harus kalian lakukan adalah ... mengatasi Ashgard. Namun aku tidak ingin kalian fokus pada rencana tersebut, dan aku ingin kalian menjalankan rencana kedua."


"Rencana kedua, aku ingin kalian melakukan sesuatu untuk walikota kita. Aku memiliki orang di dalam gedung walikota untuk memberikan segala informasi yang ku butuhkan dari sana. Dan kalian akan menjalankan rencana sesuai dengan permintaan dan perintah ku."


Tokyo terlihat sangat berambisi ketika membicarakan soal rencana kedua yang ia sampaikan kepada dua pihak yang akan bekerjasama dengannya. Sedangkan Nico melirik dan merasa curiga dengan ambisi itu. Namun Nico sendiri tidak ambil pusing soal kecurigaannya, karena tujuan dalam hati dan pikirannya hanyalah berisikan tentang balas dendam kepada Berlin bagaimanapun caranya.


Pertemuan itu berlangsung cukup singkat, dan kesepakatan pun dibuat antara tiga kelompok. Kini Clone Nostra akan bergerak tidak sendiri, karena ada dua kelompok lain yang akan membantunya menjalankan segala rencana. Tokyo memberikan bayaran muka kepada dua kelompok yang ia ajak kerjasama, dan kedua pihak itu terlihat cukup senang dengan bayaran yang di dapat. Tidak hanya sejumlah uang, namun juga terdapat barang dan jasa yang diberikan langsung dari Clone Nostra.


***


Tepat pada awal hari pukul tujuh. Garwig bergegas menuju Gedung Walikota dengan pakaian formalnya. Di pagi hari ini dirinya dipanggil untuk langsung menghadap kepada walikota untuk membicarakan sesuatu soal pertahanan.

__ADS_1


Gedung berwarna putih yang sangat megah dan terletak tepat di atas Bukit Utara Kota Metro membuatnya terlihat bagaikan istana. Meskipun pernah pada suatu peristiwa gedung itu digempur habis-habisan oleh suatu kelompok bernama Mafioso. Namun usaha mereka telah gagal total, dan gedung putih itu masih saja berdiri kokoh di sana.


"Selamat pagi, selamat datang, Pak. Silakan ikuti saya, Pak Walikota sudah menunggu anda di ruangannya." Seorang penjaga wanita menyambut kedatangan Garwig di sana, dan mengantarnya langsung menuju ke ruang kerja milik walikota.


Ketika sudah sampai di ruangan tersebut, penjaga wanita yang mengantar tadi langsung pergi begitu saja. Garwig pun bertemu dengan walikota langsung di sana yang terlihat sedang disibukkan oleh tumpukan dokumen di meja kerjanya.


"Bosan dan lelah dengan pekerjaan, Jack?" celetuk Garwig lalu duduk di sebuah sofa pada ruangan yang cukup luas dan mewah itu.


Boni Jackson, ia adalah seorang pria yang kini memimpin langsung Kota Metro, beserta dua wilayah lain yaitu Shandy Shell dan Paletown. Di sisi lain dari dirinya yang berperan sebagai pemimpin kota. Boni juga pernah menjadi sahabat dan teman dekat Garwig sejak akademi. Bahkan sampai sekarang pun hubungan pertemanan mereka masih terus terjalin.


"Pekerjaan menjadi walikota sungguh berat dan melelahkan, tanggung jawabnya pun sangat besar, aku tidak tahu apakah aku bisa bertahan sedikit lebih lama lagi." Boni melepaskan pena yang ia gunakan untuk mengerjakan dokumen-dokumen di depannya, dan kemudian menyandarkan punggungnya pada kursi yang ia pakai serta menyampaikan keluh kesahnya kepada Garwig.


"Hahaha," Garwig terkekeh mendengar keluh kesah itu langsung dari walikotanya. "Bertahanlah, sedikit lagi masa jabatanmu bukannya sudah habis?" ucapnya.


"Ketika masa jabatanku habis, rasanya aku ingin bersantai di suatu tempat terpencil yang di mana tidak ada yang bisa mengganggu ku di sana!" Boni pun menguap dan meregangkan otot-ototnya ketika bersandar pada kursinya.


"Hufftt ...!! Ngomongin soal tempat terpencil, bagaimana soal pulau itu?" lanjut Boni kemudian bertanya langsung pada inti pembicaraan yang akan dibahas.


"Aku sudah menyelidikinya, dan aku mendapatkan beberapa bukti kuat bahwa pulau itu adalah rumah Clone Nostra." Garwig menjawab berdasarkan data yang ia dapat selama penyelidikan yang dilakukannya tanpa sepengatahuan orang lain.


Garwig pun mengambil sebuah potret kecil dari sakunya yang menunjukkan sebuah papan bertuliskan 'Pulau La Luna' pada potret itu. "Aku mendapatkannya dari peta internet," ucapnya ketika menunjukkan gambar itu kepada Boni.


"Dari papan tulisannya, ini adalah papan penyambut kedatangan untuk wisatawan. Apakah pulau itu adalah tempat wisata?" Boni dapat melihat papan tulisan yang sangat ditujukan kepada wisatawan agar tertarik untuk mengunjungi pulau itu.


"Sepertinya begitu," sahut Garwig.


"Lalu bagaimana dengan Clone Nostra itu? Dan apakah pulau itu mengancam kedaulatan kita?" tanya Boni kembali.


"Untuk sementara yang kami ketahui, mereka hanyalah kriminal biasa namun berbahaya layaknya mafia. Penyerangan dan kekacauan dari kelompok merah di Distrik Barat kemarin sudah kami konfirmasi ada kaitannya dengan Clone Nostra."


"Jujur saja, aku tidak tahu apa tujuan dan motif mereka sebenarnya. Tetapi aku mengkhawatirkan beberapa kemungkinan, dan kau harus serius dalam menanggapinya, Boni."


Mendengar semua yang dikatakan oleh sahabatnya itu membuat oleh sahabatnya itu, ekspresi Boni dari yang terlihat letih langsung berubah menjadi sangat serius. Ia menatap serius Garwig dan bertanya, "apa beberapa kemungkinan yang kau pikirkan itu?"Boni terdiam sejenak dan terlihat sangat serius. "Lalu apa beberapa kemungkinan yang kau pikirkan itu?" tanyanya.

__ADS_1


"Jika kita melihat riwayat catatan kriminal Clone Nostra, mereka adalah sindikat yang amat berbahaya dan terkenal kejam. Beberapa perampokan dan kejahatan yang terjadi akhir-akhir ini ada campur tangannya dengan Clone Nostra. Namun meski begitu kita masih belum tahu apa tujuan mereka sebenarnya."


"Dengan begitu sangat terbuka untuk mereka jika ingin berbuat sesuatu, dan kita yang tidak tahu apa sebenarnya tujuan mereka ... akan berada di posisi kurang siap."


"Maka dari itu, kemungkinan untuk terjadi yang tidak kita inginkan sangatlah banyak dan besar. Mungkin mereka bisa saja melakukan tindakan ter*r*sme, atau bisa yang lebih parah dari itu."


Garwig menjawab pertanyaan sahabatnya itu dengan sedikit beberapa penjelasan berdasarkan data yang didapatkan olehnya pribadi dan pihak kepolisian.


Boni yang mendengar semua itu terlihat tak bisa berkata apa-apa. Dirinya pun merasa ketakutan ketika membayangkan seperti apa Clone Nostra jika bertindak seenaknya. Tentunya itu juga mengancam masyarakat yang tidak berdosa dan akan mendapat dampaknya.


"Jujur, aku baru tahu mengenai hal itu di detik ini ketika kita berbicara, Garwig. Dan aku tidak tahu apa keputusan yang terbaik untuk mengantisipasi hal-hal buruk itu," ucap Boni menatap langit-langit ruangan dan terlihat pusing bercampur resah setelah mendengar semua yang dikatakan Garwig.


"Salah satu cara yang bisa dilakukan, mungkin kita bisa memperkuat sistem pertahanan kota?" sahut Garwig.


Boni melirik Garwig dan berkata, "aku percayakan soal itu kepadamu, Garwig."


"Lalu apa yang akan kau lakukan dengan pulau itu?" tanya Boni kembali menanyakan soal pulau.


Garwig diam sejenak untuk berpikir, mengingat Pulau La Luna terletak di luar teritorial, maka akan sangat sulit untuk mengambil dan melakukan tindakan untuk pulau itu.


"Kalau itu ... menurutku ... akan rumit, karena pulau itu berada di luar wilayah yuridiksi kita," jawab Garwig seraya memegang dagunya dan mengernyitkan dahinya.


"Apakah kau sudah menyelidikinya lebih dalam soal pulau itu?" tanya Boni lagi.


Garwig menggelengkan kepalanya dan kemudian berkata, "tentu setelah ini aku akan melakukannya, bahkan mungkin aku akan menerjunkan tim untuk menyelidiki pulau."


***


"Terima kasih informasinya, Garwig," gumam seorang penjaga wanita yang berdiri tepat di depan pintu ruang kerja milik walikota. Penjaga itu adalah penjaga yang sebelumnya mengantarkan Garwig untuk menemui Boni.


Penjaga wanita itu rupanya menyimak semua perbincangan Garwig dan Boni secara diam-diam. Bahkan gerak-geriknya terlihat sangat tidak mencurigakan bagaikan profesional.


"Bagus, aku akan naik bayaran, nih!" gumamnya lalu segera beranjak pergi setelah merasa cukup dan agar tidak terlihat mencurigakan.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2