Ashgard : Ambisi Dan Tujuan

Ashgard : Ambisi Dan Tujuan
Kacau, Amarah, Hasrat #235


__ADS_3

BRAAAKKK ...!!!!


Felix menggebrak sebuah meja komputer dengan sangat keras, bahkan membuat beberapa benda seperti tetikus dan alat tulis sempat jatuh dari meja tersebut. Laki-laki itu terlihat sangat kesal dan marah, terlebih setelah melihat beberapa pergerakan dari Clone Nostra bersama dengan Cassano, dan kedua kelompok itu melakukan serangan terhadap anak-anak buahnya. Semua pergerakan tersebut dapat ia saksikan melalui layar komputer yang ada di atas meja tersebut.


"Suruh seluruh personel kita untuk terjun dan bantai mereka! Kita akan kasih pelajaran bahwa mereka telah berkhianat kepada pihak yang salah," ucap Felix, berbalik badan dan menatap tajam seorang perempuan berjaket merah yang setia di sampingnya, sebelum kemudian laki-laki itu beranjak keluar dari sebuah ruangan.


Di atas tebing kecil tepi laut, terdapat sebuah mercusuar yang terbengkalai dan sudah tidak terpakai lagi. Bangunan terbengkalai yang masih kokoh dan memiliki tinggi lebih dari 400 kaki itu dijadikan oleh Felix sebagai tempat pemantauan, karena posisi dari bangunan tersebut benar-benar jauh dari kota, sedikit di luar tepian kota dan di tepi laut.


Hujan masih mengguyur seluruh wilayah, namun tidak sederas pagi hari tadi. Tetapi tetap saja, intensitas hujan yang walaupun rintik-rintik air saja yang turun, namun air-air kecil itu turun dengan cukup deras dan merata. Cukup membutuhkan waktu sekitar satu sampai dua menit untuk membuat sebuah baju benar-benar basah.


Di luar mercusuar, tepatnya di depan bangunan tersebut. Felix melewati dua orang penjaga berbaju merah yang berjaga di depan pintu mercusuar, dan lalu langsung masuk dan mengendarai mobilnya yang terparkir tepat di depan pintu masuk tersebut, bersama dengan rekan wanitanya tentunya. Namun kali ini laki-laki itu yang menyetir, memacu kendaraan beroda empat itu dengan sangat kencang, melalui jalanan yang basah dan lembab bahkan juga licin. Tetapi Felix tampak tidak begitu peduli dengan kondisi jalanan yang licin. Tatapannya tajam ke arah jalanan di depan sembari memacu kencang mobil tersebut.


"Akan terlalu berisiko jika kita melakukan perlawanan dan penyerangan secara frontal kepada mereka, akan lebih baik jika kita mun--"


"Kau ini bicara apa?! Mundur? Yang benar saja!"

__ADS_1


Belum selesai wanita berjaket merah itu berbicara, kata-katanya sudah lebih dahulu dipotong oleh ucapan Felix dengan intonasi tinggi. Kedua bola matanya seolah sedang membara, apalagi dengan amarah yang sepertinya sudah meledak-ledak di dalam sana. Semua hasrat ingin membunuh dan menghabisi siapapun yang ia lihat telah hampir menyelimuti diri laki-laki itu. Bahkan saking tidak bisa berpikir secara rasional, Felix mengendarai mobilnya dengan sangat ugal-ugalan, bahkan sempat menabrak beberapa pengendara motor yang padahal berjalan di tepi jalan. Beruntung orang-orang itu masih selamat, hanya saja mungkin mereka akan mengalami beberapa cedera serius.


Mobil SUV hitam yang dikendarai Felix terus melaju, bahkan di sela-sela dirinya tengah mengemudi dengan kecepatan di atas batas, laki-laki itu sempat memberikan sebuah perintah menggunakan radio komunikasi yang ada di dashboard mobilnya.


"Semuanya serang Clone Nostra dan Red Rascals, bahkan jika aparat ikut campur, serang dan habisi mereka semua! Jangan ada yang mundur atau pulang sebelum ada perintah dariku untuk kalian kembali!" titah Felix, lantang dan lugas, dengan intonasi yang sepertinya dipenuhi oleh amarah yang sudah sulit untuk dikendalikan.


Rekan wanitanya yang duduk tepat di sebelah bangku kemudi itu hanya diam, apalagi ketika melihat Felix yang sudah mulai marah-marah. Tidak ada keberanian dalam dirinya untuk berbicara, bahkan menenangkan laki-laki itu. Karena ekspresi Felix yang sudah terlihat seram, seperti siap membunuh siapapun yang berbicara dengannya atau bahkan menyentuhnya.


***


Pukul dua belas lebih lima belas menit siang, di bawah cuaca yang masih saja suram. Ashgard, Berlin, menyaksikan semua baku tembak dan kericuhan itu dari kejauhan layaknya sedang menonton sebuah film dan menunggu dirinya serta pihak untuk turun serta mengambil peran dalam konflik yang sedang terjadi.


Kimmy berjalan mendekati Berlin dari belakang ketika berada di atap salah satu gedung parkir yang ada di Distrik Komersial. Wanita bermantel hitam itu menyampaikan sebuah kabar, "semuanya telah berhasil dievakuasi, lokasi serta area bersih, tidak ada warga sipil yang tersisa."


Berlin berdiri di tepi dan bersandar pada pembatas beton, bersama dengan Sasha dan salah satu rekan laki-lakinya yakni Kent. Mendengar kabar yang disampaikan oleh salah satu rekan kepercayaannya, membuat hatinya cukup tenang.

__ADS_1


Beberapa waktu sebelumnya, Ashgard telah berkumpul pada satu tempat yakni gedung parkir yang dipilih oleh Berlin. Ketika berkumpul, pada saat itu juga Berlin memerintahkan rekan-rekannya untuk mengevakuasi dan membawa beberapa warga sipil yang sempat menjadi tawanan Red Rascals. Apalagi di saat itu juga Red Rascals langsung terfokus pada penyerangan yang disebabkan oleh Clone Nostra dan Cassano. Semuanya kacau, mereka mundur untuk melakukan perlawanan, dan secara tidak langsung melepaskan serta meninggalkan orang-orang yang tak bersalah itu.


Ashgard hanya memerlukan waktu kurang lebih lima sampai sepuluh menit untuk bisa membawa orang-orang tak bersalah itu menjauh, keluar dari area distrik dan ke tempat yang aman, jauh dari baku tembak yang saat ini terjadi.


"Apakah sudah dapat dipastikan seratus persen tidak ada warga sipil di area ini?" tanya Berlin, menoleh, menatap serius Kimmy, dan menanyakan hal tersebut guna memastikan.


Kimmy mengangguk yakin dan menjawab, "seratus persen, kami sudah memastikannya ...!"


Berlin pun melangkah menggunakan tongkatnya, berpapasan dan melewati Kimmy sembari berkata, "baiklah, saatnya kita bermain ...!"


"Karena wilayah sudah tidak ada warga sipil, maka kita akan ambil alih wilayah ini mulai detik ini!" lanjutnya, sembari terus berjalan, menuruni jalan yang menurun untuk menuju ke lantai dasar.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2