Ashgard : Ambisi Dan Tujuan

Ashgard : Ambisi Dan Tujuan
Peran Untukmu #193


__ADS_3

Berlin kembali dari dapur bersama dengan Asep, kedua tangannya membawa dua buah gelas berisikan air mineral, dan meletakkan dua gelas itu di atas meja ruang tengah sebelum kemudian dirinya duduk tepat bersebrangan dengan Carlos.


Carlos sempat melirik dan menatap kepada Asep yang berdiri di belakang sofa Berlin, menatap dirinya dengan tatapan tajam penuh dengan kewaspadaan.


"Berlin, apakah tidak apa aku berada di sini? Aku sungguh tidak ingin menciptakan permasalahan dengan kalian," ucap Carlos, dirinya merasa tidak enak hati karena kehadirannya sepertinya memang tidak diinginkan.


Berlin bersandar santai pada sofa panjang yang didudukinya, dan kemudian menjawab, "apakah aku harus mengulangi lagi perkataan ku? Aku yang memintamu untuk datang, Carlos."


"Prawira ataupun Garwig pasti sudah pernah menemuimu dan berbicara mengenai pekerjaan apa yang cocok untukmu, bukan begitu?" lanjut Berlin, langsung menuju pada inti pembicaraannya.


Carlos mengangguk dan menjawab, "ya, beberapa hari yang lalu, atau lebih tepatnya pekan lalu."


"Lalu apa yang mereka katakan padamu?" sahut Berlin, meraih gelasnya dan kemudian meminum air mineralnya setelah bertanya.


"Mereka bilang, aku harus bertemu denganmu, Berlin. Sampai sekarang aku masih bingung mengapa harus begitu, dan apa maksudnya?" Carlos menjawab, dengan rasa kebingungan bercampur penasaran yang dapat terlihat jelas dari raut wajahnya.


Berlin tertawa kecil, bahkan tersenyum. Sembari meletakkan kembali gelasnya di atas meja kaca, dirinya menjawab pertanyaan dan kebingungan saudaranya itu dengan berkata, "maaf membuatmu bingung, karena aku yang telah mengatur semua itu."


Carlos menatap Berlin dengan tatapan seolah tidak menyangka dan cukup terkejut dengan jawaban serta permintaan maaf tersebut, "kau benar-benar mempermainkan ku, Berlin."

__ADS_1


"Sebenarnya aku tidak bermaksud begitu, Carlos. Aku bertujuan agar kau memiliki waktu sejenak setelah kau terbebas dari tempat mengerikan itu." Berlin menjawab dengan santai, lugas, dan begitu tenang seperti biasanya.


Berlin sedikit membungkukkan badannya ke depan, mengatupkan kedua tangannya, dan menatap tajam Carlos yang berhadapan dengan dirinya. Sepertinya ucapannya barusan belum selesai. Ia melanjutkan ucapannya dengan berkata, "waktu yang ku berikan itu tentu memiliki batas, dan batasnya adalah di detik ini ... detik saat kita berhadapan secara langsung."


"Hal yang akan ku sampaikan ini sudah sempat aku bicarakan secara enam mata bersama dengan Prawira dan Garwig, dan kami bertiga telah berhasil mencapai sebuah kesepakatan," lanjut Berlin berbicara.


Carlos terlihat cukup tegang, dan sangat serius untuk mendengar serta menyimak segala pembicaraan dari Berlin dengan saksama.


"Yah ... walaupun aku masih belum bercerita dan berdiskusi dengan rekan-rekan ku, sehingga aku dapat pastikan akan terjadi sedikit perdebatan," lanjut Berlin dengan sedikit menoleh dan melirik ke arah Asep yang berdiri tegap di belakang sofanya, sebelum kemudian kembali mengalihkan pandangan kepada Carlos.


"Memangnya apa 'hal' itu? Apa yang kau maksudkan? Dan apa yang sebenarnya kau butuhkan dariku?" sahut Carlos, terlihat cukup tegang, namun berusaha untuk tenang dan santai.


Berlin menghela napas sejenak, dan kemudian bersandar santai pada sofa panjang itu sebelum akhirnya berkata, "aku memiliki sebuah peran dalam pekerjaan kami, dan aku merasa peran ini sangat cocok dengan dirimu, Carlos."


"Ya, kau akan berada dibawah kepemimpinan ku, dan mengerjakan serta melakukan apa yang ku inginkan," jawab Berlin, lugas dan tajam seperti tatapannya saat ini yang menatap kedua iris mata hitam milik Carlos.


Carlos langsung tertegun dan terdiam mendengar perkataan Berlin yang sepertinya memang tidak main-main, apalagi tatapan lelaki itu yang berhasil membuat dirinya tidak berkutik. Sepertinya tak hanya Carlos yang terkejut mendengarnya, namun Asep yang berdiri tepat di belakang Berlin pun juga dibuat terkejut ketika mendengarnya.


"Bos, yang benar saja?!" bisik Asep, tidak menyangka kalau itu adalah keputusan yang Berlin buat atas Carlos.

__ADS_1


Namun Berlin tidak menghiraukan pertanyaan dan keraguan Asep. Dirinya tetap memandang raut wajah bingung Carlos dan kemudian berkata, "aku tidak bisa melepaskan pengawasanku dari dirimu, Carlos. Dengan kau mengisi peran yang akan ku percayakan dan amanahkan kepadamu, aku bisa lebih dekat dengan dirimu."


"Dengar, peran yang akan kau isi adalah peran penting, dan aku mempercayakan hal tersebut kepada dirimu. Jangan buat aku kecewa, atau kau akan mendapatkan ganjarannya. Paham?" lanjut Berlin, berbicara dengan sikapnya yang dingin seperti biasa, dan terkesan sungguh tegas.


Carlos terlihat patuh dan berkata, "ba-baiklah," jawabnya, menghela napas dan kemudian lanjut berbicara, "aku ... bersedia mempertaruhkan semuanya untukmu, Berlin. Aku tidak akan mengecewakan mu!" ucapnya dengan sikap dan intonasi yang sungguh formal.


Berlin tersenyum tipis melihat saudaranya yang terlihat sudah sangat berubah dibanding dahulu, "kalau begitu, buktikan kapabilitas mu pada diriku dengan tugas yang setelah ini ku berikan padamu!" ucapnya, datar namun tegas.


"Sebelum itu, aku ingin kita membuat kontrak kerja terlebih dahulu," lanjut Berlin.


***


"Mereka terus mengarah ke tenggara, dan memasuki Area Pelabuhan. Lalu bagaimana sekarang?" tanya Kent, menghentikan motornya di tepian jalan bersama dengan Adam dan Aryo.


Setelah selesai berganti kendaraan atau motor dengan menggunakan motor-motor trail agar lebih fleksibel. Mereka kemudian lanjut untuk mengikuti sekelompok orang berjaket merah yang terus bergerak menuju ke arah tenggara, dan mulai memasuki Area Pelabuhan.


"Kalian berdua terus ikut mereka! Aku akan menghubungi Kimmy, dan memberitahu Sasha serta Vhalen," ucap Adam.


Kent bersama dengan Aryo pun segera beranjak pergi, tetap mengikuti sekolompok orang berjaket merah yang terus bergerak ke arah tenggara menggunakan motor-motor mereka. Sedangkan Adam, dirinya berbalik arah terlebih dahulu untuk menemui Sasha dan Vhalen, serta menghubungi atau memberi kabar kepada Kimmy menggunakan radio komunikasi miliknya.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2