
Tewasnya Doma akibat bom bunuh diri yang dilakukan, dan diamankannya Karina setelah sempat terlibat baku hantam dengan Kimmy. Dengan takluknya dua orang petinggi Clone Nostra itu, tampaknya berhasil membuat orang-orang Clone Nostra yang tersisa pasrah dan banyak yang menyerah.
Orang-orang yang masih tersisa dan bertahan dari pihak Clone Nostra yang berada di aula utama gedung tampak berlutut dan menyerah. Namun juga ada beberapa yang lebih memilih untuk melawan hingga titik darah penghabisan, meskipun usaha mereka tetaplah sia-sia akibat pihak militer yang sudah mengamankan aula tersebut.
Tak hanya pihak militer, namun pihak kepolisian juga melakukan hal yang sama. Setelah perubahan rencana dan strategi dari Garwig. Personel gabungan kini menyergap dan mengamankan seluruh orang dari Clone Nostra di dalam gedung tersebut.
Beberapa kali sempat terjadi baku tembak, namun semuanya berakhir dengan dimenangkan oleh pihak aparat. Banyak korban jiwa yang jatuh dari pihak Clone Nostra, bahkan mungkin hampir delapan puluh persennya. Namun masih ada yang tersisa dari mereka, yang pada akhirnya diamankan serta diringkus oleh pihak aparat.
"Kau tidak apa-apa, 'kan?" tanya Flix kepada Berlin, sembari memapah laki-laki itu untuk berdiri dan berjalan keluar dari persembunyian.
"Bos--maksudku ... Berlin! Apa kau terluka?!" tanya Kina berlari menghampiri Berlin dan hampir saja salah menggunakan panggilannya di depan para aparat.
Tak hanya Kina saja, namun teman-temannya yang lain juga langsung menghampirinya. Berlin menghela napas dan sedikit mengulas senyuman tipis sebagai pertanda dirinya tidak apa-apa. Namun senyuman itu seketika langsung sirna ketika dirinya bertanya, "di mana Kent? Bagaimana kondisinya ...??"
Berlin tetap dipapah oleh Flix, dan bersama dengan rekan-rekannya pun berjalan menghampiri Adam yang tampak tertunduk di sudut aula. Di salah satu sudut aula tersebut terlihat ada seorang aparat wanita dan sosok laki-laki yang tergeletak tidak sadarkan diri. Wanita itu tampak terus mencoba untuk mengobati dan menahan pendarahan yang terjadi pada luka milik Kent.
"Bos ...." Intonasi Adam ketika menyadari kehadiran Berlin terdengar begitu berat dan lemas. Meskipun dirinya juga menerima luka tembak pada bahu kirinya. Namun sakit pada luka tersebut tidak terlalu menyakitkan dibanding melihat salah satu rekannya yang saat ini tergeletak tak berdaya tepat di hadapannya.
"Dia masih hidup, hanya saja ... kondisinya akan terus semakin memburuk jika tidak segera dilarikan ke rumah sakit," ucap medis wanita berseragam militer itu kepada Berlin dan kawan-kawannya.
Berlin duduk berjongkok tepat di sisi Kent yang tergeletak lemah itu. Salah satu tangan Kent tiba-tiba saja bergerak, dan sebuah suara terdengar keluar dari mulut Kent yang berkata, "maaf, Bos--ah tidak, aku ... lebih ingin memanggilmu ... hanya dengan nama."
Dengan kondisi yang sungguh lemah, Kent sedikit membuka matanya untuk dapat melihat ke arah Berlin, sebelum kemudian berbicara, "maaf, Berlin. Sepertinya ... aku ... tidak lama lagi," ucapnya dengan tutur kata dan nada yang terdengar sungguh lemah.
__ADS_1
"Tidak, kau masih terlalu muda untuk itu, Kent ...!" Berlin langsung menyanggah perkataan laki-laki tersebut. Kent memanglah masih sangat muda, bahkan usianya belum genap dua puluh tahun dan menjadi satu-satunya anggota Ashgard yang paling muda.
"Kami akan segera membawamu ke rumah sakit, kau tenang saja ...!!" ucap Adam.
Di saat yang bersamaan, tiba-tiba saja terjadi sedikit keributan di antara aparat kepolisian dan militer. Setelah mengamankan beberapa orang tersisa dari Clone Nostra di tengah aula itu. Beberapa dari mereka dengan sigap langsung berlari ke arah pintu belakang dengan.
"Mereka datang dari perbukitan kota!"
"Hei, kalian! Bersiaplah!"
"Isi titik dan posisi krusial gedung ini! Kuasai, dan pertahankan!!"
Terdengar beberapa teriakan dari aparat-aparat yang berlarian itu. Berdasarkan apa yang didengar oleh Berlin, mereka tampak cukup kepanikan dan hendak bersiap untuk menghadapi sesuatu berskala besar. Dirinya sendiri belum tahu apa yang sebenarnya terjadi. Bukankah Clone Nostra seharusnya sudah berhasil ditangani?
Di saat itu juga, secara tiba-tiba Aryo mendekati Berlin dari belakang dan membisikkan, "Red Rascals dan Cassano, mereka di sini."
Menyadari bahaya yang kian meningkat. Seketika dirinya langsung memberikan beberapa arahan kepada rekan-rekannya.
"Apakah kalian membawa kendaraan?" tanya Berlin.
"Ya, namun hanya ada satu mobil di lereng bukit bagian timur," jawab Sasha, yang tentunya Berlin tidak mengetahui betul di mana posisi kendaraan itu berada.
Setelah mendengar jawaban tersebut, Berlin langsung menghubungi rekannya yakni Asep menggunakan radio komunikasi milik salah satu rekannya. Dirinya menghubungi Asep dengan suatu tujuan, yaitu untuk mengetahui bagaimana pergerakan dua kelompok kriminal yang akan datang. Karena hanya Asep yang dapat melihat semuanya dari atas langit menggunakan pesawat tanpa awak milik kemiliteran.
__ADS_1
Hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja, dirinya pun menerima informasi yang cukup penting mengenai pergerakan yang dilakukan oleh pihak lawan. Dengan informasi tersebut, dirinya dapat memberikan arahannya kepada rekan-rekannya.
"Galang, Rony, kalian berdua pergi ke tempat mobil tersebut, dan bawa ke sini! Kita harus segera membawa Kent ke rumah sakit," ucap Berlin.
"Sedangkan yang lain, kalian tetap di sini!" lanjutnya.
"Paham?"
"Dimengerti!"
"Baik, lakukan segera, dan tetap jagalah kontak komunikasi dengan kami!" ucap Berlin kepada dua rekan yang telah ia tunjuk.
Medis wanita itu cukup dibuat terkesan dengan keputusan nekat yang dibuat oleh Berlin dan Ashgard. Meskipun tingkat keberhasilan misi yang diberikan oleh Berlin kepada dua rekannya tidak diketahui. Namun mereka tampak begitu percaya dan yakin kepada Berlin yang memberikan tugas tersebut. Aparat militer sekaligus medis yang kini masih terus membantu Kent itu sangat dibuat terkesan dengan kepercayaan mereka.
***
Felix Alarico, sosok yang paling disegani dalam kelompok yang identik dengan warna merahnya. Dirinya bersama dengan personel kelompoknya kini telah berada di puncak kota. Tak hanya dirinya, namun terpantau juga kelompok milik Kibo Gates Matrix yakni Cassano juga turut memenuhi perbukitan yang sama.
Di puncak perbukitan itu, mereka dapat melihat dengan jelas letak dan posisi pasti dari Gedung Balaikota yang terlihat sangat kacau dengan semua yang terjadi di sana.
"Cassano bersama kita, jadi lebih baik kita berhati-hati dalam melangkah," ucap seorang wanita dengan jaket merah. Wanita tersebut tampaknya memiliki hubungan sangat dekat dengan sosok pria bernama Felix itu.
"Ya, aku tahu. Namun ini sudah sesuai dengan rencana, tinggal kita eksekusi di tengah konflik yang sesaat lagi membara," sahut Felix menanggapi apa yang dikatakan oleh wanitanya. Sebuah senyuman licik terulas pada bibirnya, disusul dengan tatapan tajam.
__ADS_1
.
Bersambung.