
Ashgard kini sedang dalam perjalanan menuju ke titik kumpul yang telah ditentukan oleh Berlin. Ashgard saat ini berjumlah lima belas orang total, termasuk Berlin. Namun jumlah tersebut bertambah delapan, karena regu khusus yang dibentuk oleh Prawira juga turut bergabung dengan Ashgard untuk membantu. Tugas atau misi yang diterima oleh Ashgard sangatlah berisiko tinggi, maka dari itu regu berisikan delapan orang pilihan dari pihak kepolisian diturunkan untuk membantu mereka.
Namun pekerjaan mereka sepertinya akan cukup merepotkan, karena ada empat titik atau posisi yang harus ditempati oleh Ashgard. Sepanjang perjalanan Berlin hanya terlihat diam, tidak banyak bicara dan beberapa kali melamun.
"Bos, kau baik-baik saja, 'kan?" cetus Adam, bertanya kepada Berlin yang duduk tepat di sebelahnya sembari ia menyetir.
"Ya, aku hanya memikirkan untuk pembagian personelnya, karena ada empat titik yang harus kita isi," jawab Berlin.
"Empat titik? Sepertinya ini akan menjadi hari yang merepotkan," ucap Sasha yang duduk di sebelah Kina, tepatnya di kursi tengah. Mereka berdua berada di satu mobil yang sama dengan Berlin dan Adam.
"Jujur aku tidak punya ide sama sekali, jadi tidak dapat memberikan saran," timpal Kina.
Berlin hanya diam dan berpikir di sepanjang perjalanan melalui jalanan pusat kota menuju ke titik kumpul. Ashgard yang saat ini berjumlah total dua puluh tiga anggota termasuk dirinya, mungkin tidak akan menjadi masalah jika harus dibagi menjadi empat tim, hanya saja akan ada satu tim yang berjumlah lebih sedikit. Di lain sisi, komunikasi akan menjadi hal yang sangat penting.
Rombongan milik Berlin tak lama kemudian akhirnya sampai di titik kumpul yang sudah ditentukan sesuai dengan rencana. Sebuah halaman parkir yang cukup luas namun tertutup, karena di sekitar halaman parkir itu ditutupi oleh dinding yang cukup tinggi dan dua pintu masuk.
Di tempat tersebut Ashgard langsung gerak cepat untuk berkumpul dan berbaris, begitu pula kedelapan orang dari pihak kepolisian itu, mereka terlihat sangat mematuhi serta mengikuti. Meskipun masih diguyur oleh derasnya air hujan dan dinginnya suasana pagi ini. Namun mereka masih terlihat antusias dan sangat bersemangat untuk menghadapi apapun kemungkinan yang terjadi di hari ini.
"Akan ada empat titik yang akan kita tempati, dan posisi tersebut meliputi Area Pelabuhan, Area Apartemen, Distrik Barat, dan Distrik Komersial. Untuk dapat mencakup keempat posisi tersebut, maka aku akan membagi kalian menjadi empat tim."
"Tim pertama dipimpin oleh Kimmy, diikuti oleh Vhalen, Aryo, Bobi, dan dua orang personel dari pihak aparat. Aku akan menempatkan kalian di Area Apartemen."
__ADS_1
"Tim kedua dipimpin oleh Adam, diikuti oleh Rony, Galang, Faris, dan dua orang personel dari pihak aparat. Kalian akan mengisi Area Pelabuhan."
"Tim ketiga dipimpin oleh Asep, diikuti oleh Kina, Carlos, Salva, dan diikuti oleh dua orang personel dari pihak aparat. Kalian akan mengisi dan berkeliling di Distrik Barat."
"Untuk komunikasi, aku sangat menginginkan komunikasi secara berkala dan jangan sampai putus. Frekuensi radio yang akan digunakan akan ada satu, dan kita akan tetap berada di satu frekuensi tersebut."
Tanpa banyak berbasa-basi, atau bahkan tidak perlu menggunakan basa-basi lagi. Berlin langsung membagi tiga regu yang nantinya akan mengisi tiga tempat atau posisi yang sudah ditentukan. Ia juga menunjuk beberapa anggota dari regu khusus itu untuk bergabung ke tiga tim yang ia bentuk.
"Dimengerti?!" tanya Berlin, tegas dan lantang, mengalahkan derasnya suara hujan yang begitu deras.
"Siap, dimengerti!" sahut rekan-rekannya secara serempak, begitu pula yang dilakukan oleh regu khusus itu.
"Baik, kalau begitu kalian dipersilakan berangkat sekarang! Tanpa penghormatan, bubar barisan, jalan!" cetus Berlin, kemudian ia beranjak mendekati Kent dan Sasha, dan juga dua aparat yang masih belum ia tunjuk untuk masuk ke tim manapun.
"Siap!" sahut dua orang personel dari pihak kepolisian itu. Sangat formal sekali.
Berlin melangkah kembali menuju ke mobilnya, di antara semua rekannya yang mulai bersiap di atas kendaraan sebelum akhirnya perlahan satu-persatu dari mereka beranjak pergi dari tempat tersebut.
"Apakah kita hanya menggunakan satu mobil?" tanya Kent, berjalan mengikuti langkah Berlin. Di sampingnya terdapat Sasha yang berjalan beriringan dengan dirinya, sedangkan kedua personel yang dipilih oleh Berlin mengikuti dari belakang dirinya.
Berlin menggeleng dan menjawab, "tidak, aku tetap perlu kau dan dua personel itu berada di unit motor. Mengingat mobilitas sepertinya akan sangat diperlukan."
__ADS_1
"Oh, baik!" sahut Kent, menghentikan langkahnya.
Berlin juga menghentikan langkahnya, sempat berbalik badan dan kemudian berbicara kepada Kent, "langsung ajak dua orang itu untuk bergerak ke Distrik Komersil! Aku akan menyusul."
Kent mengangguk paham sembari tersenyum, sebelum kemudian ia langsung beranjak dari sana sembari mengajak dua personel itu untuk berangkat bersamanya.
***
Pukul delapan pagi, Penjara Federal.
Tempat kelam dan mengerikan itu. Di pagi hari yang sangat tidak cerah ini, terlihat banyak sekali aparat taktis yang berjaga di sekitaran Federal. Penjagaan di tempat tersebut seketika ditingkatkan tiga kali lipat daripada sebelumnya.
Di tengah hujan yang begitu deras, sebuah mobil tahanan berlapis baja perlahan berjalan keluar dari Area Federal. Mobil tersebut dikawal sangat ketat dan lekat oleh beberapa kendaraan taktis berlapis baja di sekitarnya. Banyak sekali personel taktis yang melakukan kawalan terhadap mobil tahanan itu.
Pengawalan itu sangat ketat, berjalan melalui jalan bebas hambatan, menuju ke arah pusat kota. Lebih dari puluhan bahkan ratusan anggota mengamankan lalu lintas yang akan dilalui oleh mobil tahanan itu. Tidak ada warga atau orang selain aparat yang diperbolehkan mendekat. Bahkan Garwig sendiri yang menurunkan perintah untuk langsung memberikan tembakan peringatan terhadap siapapun yang berani mendekati rombongan.
Garwig yang mengatur semua pengawalan dan pemindahan itu. Dirinya tidak ingin memberikan celah sedikitpun dalam penjagaan dan pengawalan yang dilakukan, apalagi mengingat di dalam mobil tahanan yang sedang melaju itu terdapat seorang tersangka yang amat berbahaya.
"Pantauan udara kepada unit darat, semuanya terpantau aman terkendali, hanya saja cuaca pagi ini sedang sangat tidak ramah. Tetap berada di jalur, dan waspada terhadap sekitar."
Sebuah informasi diberikan oleh pantauan helikopter milik kepolisian, dan diterima oleh seluruh aparat gabungan yang berada di darat. Cuaca yang buruk cukup untuk membuat helikopter mengalami kesulitan untuk melakukan pantauan, apalagi angin di atas sedang tidak bersahabat. Namun helikopter itu tetap mengudara dan melakukan tugasnya.
__ADS_1
.
Bersambung.