Ashgard : Ambisi Dan Tujuan

Ashgard : Ambisi Dan Tujuan
Ashgard #177


__ADS_3

"Bagaimanapun juga Berlin telah mengkhianati prinsip yang dia buat sendiri," cetus Galang, dan pernyataan itu didukung oleh Salva yang kemudian berkata, "dan kita tak lagi dapat melakukan tindakan kriminal serta aksi sebebas dahulu."


"Iya, apakah Berlin memutuskan hal itu hanya karena uang?" bisik Aryo.


"Kepentingan pribadi? Yang benar saja ...?!" timpal Faris.


Dua pernyataan di awal saja sudah membuat beberapa rekannya berpikir-pikir, dan sepertinya itu berhasil memancing pemikiran mereka yang sejalan dengan pernyataan Galang dan Salva. Mereka semua sempat berbisik-bisik, sebelum akhirnya terdiam, sunyi, dan hampir semuanya tertunduk. Tidak ada yang mau angkat bicara setelah Galang dan Salva berbicara seperti itu, termasuk Kimmy dan Adam.


Tatapan Asep seketika berubah tajam, menoleh, dan menatap satu-persatu wajah rekan-rekannya, sebelum kemudian kembali tertunduk dan memejamkan mata. Namun beberapa saat kemudian ia perlahan membuka kembali kedua matanya, dan memutuskan untuk angkat bicara dengan berkata, "meskipun dia itu Bos, atau ketua, atau orang yang berkuasa di dalam kelompok ini. Namun asal kalian tahu, Berlin tetap memiliki tanggung jawab atas kalian, atas kehidupan kalian, dan atas keselamatan kalian."


"Bahkan dia mengakui kalau dirinya mengkhianati pendirian yang telah dia buat sendiri," timpal Asep, tenang, dan datar. Namun kata-kata tersebut membuat teman-temannya semakin terdiam, terutama Galang dan Salva ketika mendengarnya.


Adam membantu apa yang dikatakan oleh rekannya, menambahkan dengan mengatakan, "awalnya aku sama seperti kalian, sangat kontra dan tidak setuju dengan semua ini, apalagi jika kita harus tunduk dan mengkhianati prinsip Ashgard yang sudah ada sejak Ashgard berdiri. Namun, setelah pertemuan kami dengan Garwig satu pekan yang lalu, Berlin sempat berbicara beberapa hal di perjalanan ketika mengantarkan dirinya pulang ke vila."


"Ya, dia mengatakan kepada kami bertiga, kalau dirinya mengakui telah mengkhianati pendirian itu, dan mengkhianatinya demi uang serta memulihkan ekonomi." Kimmy menimpali ucapan kedua rekannya, melangkah kembali ke posisinya semula. Apa yang ia katakan belum selesai. Sembari bersandar pada mobil berwarna abu-abu. Dirinya melanjutkan ucapannya dengan berkata, "namun itu semua dilakukannya, karena dirinya masih memikirkan kita."


Belum selesai berbicara, Kimmy juga sempat mengutip kembali apa yang sempat dikatakan oleh Berlin beberapa waktu yang lalu. Dirinya pun mengulang apa yang pernah Berlin katakan yakni, "kalian tetap menjadi tanggung jawabku, dan memastikan kalian memiliki hidup yang aman dan terjamin sudah menjadi tugasku. Maka dari itu aku menerima pekerjaan yang ditawarkan oleh Garwig, dan aku merasa masa depan Ashgard ada di peran serta pekerjaan itu."

__ADS_1


"Itu yang dia katakan kepada kami bertiga, dan apakah itu masih bisa dibilang mementingkan kepentingan pribadi? Seenaknya membuat keputusan hanya semata karena uang?" tambah Kimmy lagi, mengembalikan pertanyaan-pertanyaan yang sempat membuat beberapa rekannya ragu atas keputusan Berlin.


"Sayang sekali, ternyata kalian masih belum begitu mengenal sosok Berlin lebih dekat," lanjut Kimmy, sedikit tertunduk, terdengar suara yang cukup gemetar, menggambar kekecewaan terhadap beberapa rekannya. Adam yang berdiri tepat di sebelahnya, dengan sigap memegang serta mengusap perlahan pundak kiri milik Kimmy, diikuti oleh Sasha yang kemudian berpindah di sisi satunya dan melakukan hal yang sama.


Situasi hening untuk beberapa saat, sampai di waktu ketika Galang dan Salva tiba-tiba saja beranjak, berdiri tepat di hadapan Kimmy, Adam, dan Asep, sebelum akhirnya menundukkan kepala mereka berdua sembari berkata, "kami meminta maaf, karena sudah meragukan keputusan yang Berlin ambil."


Tindakan yang diambil serta dilakukan oleh mereka berdua, juga turut diikuti oleh Aryo dan Faris yang kini berdiri tepat di belakang mereka berdua, melakukan hal yang sama.


Kimmy terkekeh kecil, tersenyum dengan tatapan hangat, kemudian berkata, "angkatlah kepala kalian ...! Pro dan kontra seperti ini sudah biasa terjadi, bahkan beberapa kali kita menghadapinya. Jadi tidak perlu meminta maaf, dan ku harap kita bisa dapat saling percaya satu sama lain," ucapnya, intonasinya sungguh lembut, seolah sedang menasihati anak-anak yang melakukan kesalahan.


"Ya, aku setuju dengan apa yang Kimmy katakan. Maksudku, ayolah! Kita telah membuat banyak mata kagum dengan kerjasama, kepercayaan, dan kesolidan yang kita miliki." Adam menambahkan setelah Kimmy selesai berbicara dengan intonasi berseru antusias, sebelum akhirnya melanjutkannya dengan intonasi yang lebih pelan dirinya berkata, "dan ku harap ... kita bisa terus seperti ini, entah sampai kapan, atau selamanya sampai kita sama-sama tua," ucapannya, kemudian menorehkan senyuman tipis.


Suasana yang sebelumnya terasa suram dengan dipenuhi rasa keraguan, kini telah berangsur membaik dan menjadi lebih hangat. Perbincangan dan canda tawa pun tercipta tanpa adanya kesenjangan sama sekali. Namun Adam melihat seorang laki-laki yang kelihatannya lebih senang menyendiri daripada ikut berkumpul dan berbincang dengan teman-temannya.


"Apakah ada masalah, Kent? Sehingga kau lebih memilih untuk menyendiri seperti ini," ucap Adam, berjalan menghampiri sosok Kent yang bersandar di pagar yang posisinya sedikit lebih jauh dari teman-temannya.


Kent tertawa kecil dan menjawab, "tidak, tidak ada masalah apapun itu. Hanya saja, aku memang sedang ingin menyendiri."

__ADS_1


"Kita keluarga di sini, jadi jangan sungkan untuk bergabung! Jika kau ada masalah dan kau merasa kesulitan, jangan sungkan untuk berbicara kepada kami!" ucap Adam, ramah kepada Kent.


Kent adalah salah satu orang yang bisa dibilang sebagai anak baru di kelompok bernama Ashgard itu. Dia bergabung beberapa bulan sebelum Ashgard akhirnya memiliki masalah dengan Mafioso satu tahun yang lalu.


"Terima kasih," ucap Kent, sedikit tertunduk.


"Untuk?" sahut Adam.


"Kalian telah menerima keberadaan ku di sini, padahal aku adalah anak baru," jawab Kent.


Adam tertawa kecil mendengar jawaban Kent, sebelum kemudian ia berkata, "untuk bisa masuk dan bergabung di Ashgard tidaklah sembarangan, dan kau telah dipilih oleh Berlin untuk bergabung bersama dengan kita."


Pria itu kemudian sedikit mengangkat kepalanya, menatap betapa indahnya langit berwarna jingga yang begitu cerah, sebelum akhirnya melanjutkan kata-katanya. "Ada satu aturan serta prinsip di Ashgard yang tidak berubah, dan tentunya aturan serta prinsip itu dibuat oleh Berlin sendiri," ucapnya.


Kent menoleh, menaruh rasa penasaran, karena memang dirinya masih belum tahu banyak soal hal-hal itu. Melihat rasa penasaran itu, Adam pun menjawab rasa penasaran itu dengan memberitahukannya.


"Tidak boleh ada kesenjangan di antara kita semua, tidak ada senior ataupun junior, di sini kita semua sama, kita semua bersaudara, di sini kita keluarga, dan harus saling membantu serta saling menjaga satu sama lain," ucap Adam.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2