
Clone Nostra bergerak dan terus menyerang Red Rascals tanpa adanya keraguan di bawah kepemimpinan Clovis yang selalu memberikan arahan untuk rekan-rekannya. Tak hanya itu, Clovis juga tampaknya menjadi orang yang dipercaya untuk menjadi seorang pemimpin dalam pergerakan Clone Nostra dan juga Cassano.
Dari awal penyerangan, keuntungan sudah berada di pihaknya. Meskipun jumlah total Clone Nostra dan Cassano tidak lebih dari lima puluh orang, namun itu jumlah yang sangat cukup, apalagi penyerangan yang dilakukan bisa dibilang sebagai serangan kejutan dan membuat Red Rascals menerima kerugian cukup fatal karena mereka tidak siap.
"Apakah kita akan merampas barang-barang mereka?" cetus seorang wanita berjaket putih yang tiba-tiba saja berdiri di samping Clovis.
Clovis yang tengah berlindung di balik sebuah mobil beroda enam miliknya pun menjawab, "tentu saja, apalagi persenjataan yang mereka pakai, itu semua milik kita."
"Lalu apakah kau berencana membagi rampasan dengan Cassano?" lanjut wanita itu bertanya.
"Itu bisa dipikirkan nanti, tenang saja, semuanya sudah ku atur," jawab Clovis.
DESING ...!!
Sebuah peluru kembali melesat, menyerempet atap mobil tersebut yang beruntung benda besar itu cukup tebal dan kebal dengan terjangan peluru. Berkat mobil besar itu, Clovis tidak terluka dan tidak menerima tembakan, begitu pula dengan rekan wanitanya. Melihat adanya sedikit kesempatan untuk membalas tembakan, tidak menunggu basa-basi ia melancarkan tembakannya menggunakan pistol, dan menjatuhkan seorang laki-laki berjaket merah yang membawa sebuah senapan serbu karena sebuah peluru yang melesat menembus kepalanya.
"Um, sepertinya kita kedatangan tamu pihak keempat," cetus wanita berjaket merah yang masih berlindung di balik mobil tersebut bersama dengan Clovis. Tatapan wanita itu tertuju ke arah Utara, di perempatan jalan sana terlihat dua buah mobil SUV berjalan memasuki area distrik diikuti oleh banyak pengendara motor di belakangnya. Pakaian mereka sama semua, yakni menggunakan mantel berwarna hitam panjang, dan terlihat beberapa pistol yang bergelantungan di masing-masing pinggang para pengendara motor tersebut.
Clovis spontan melihat ke arah yang sama dengan rekannya, dan memastikan apakah memang benar apa yang dikatakan oleh wanita itu, dan ternyata memang benar. Mereka datang secara berkelompok, dan tanpa berbasa-basi langsung bergabung ke dalam baku tembak yang sedang terjadi. Namun kedua matanya menangkap hal-hal yang aneh dari mereka, karena sekelompok orang bermantel hitam itu hanya menyerang orang-orang berjaket merah yakni Red Rascals.
"Apa keputusanmu? Kita akan sangat kerepotan jika pihak keempat muncul, belum lagi jika aparat muncul sebagai pihak kelima, semuanya akan kacau," ucap wanita itu.
__ADS_1
"Tentu kita akan semakin gencarkan serangan kepada Red Rascals, karena ini kesempatan kita ...!" sahut Clovis, kemudian secara tiba-tiba mengambil tindakan yang terbilang cukup nekat.
Laki-laki berjaket putih itu tiba-tiba saja berlari keluar dari persembunyiannya menuju ke beberapa toko di tepi jalanan untuk kembali berlindung. Di saat itu juga dirinya secara tidak langsung menjadi sasaran banyak sekali peluru. Namun beruntung Clovis masih selamat dan sempat kembali berlindung.
Ketika berlindung di sela-sela dinding di depan toko baju tersebut. Dengan sigap Clovis mengambil alat komunikasinya yakni radio yang berada di dalam saku jaketnya, dan kemudian berbicara menggunakan radio kecil itu untuk menyampaikan perintah serta arahannya.
"Terdapat pihak kelima yakni sekelompok orang bermantel hitam dari arah Utara. Namun jangan hiraukan mereka, karena mereka bukanlah target kita! Kita terus sedang dan habisi orang-orang berjaket merah itu, dan jangan sampai ada di antara kita yang menembak sekelompok orang bermantel hitam itu!"
Beberapa arahan serta perintah akhirnya keluar dari mulut Clovis, dan dapat didengar oleh rekan-rekan Clone Nostra serta Cassano miliknya. Sesaat kemudian seorang laki-laki berjaket ungu tiba-tiba saja berlari dan berlindung di tempat yang sama dengan dirinya, dan di saat itu juga laki-laki tersebut melemparkan pertanyaan, "apakah kau benar-benar serius dengan keputusanmu itu?! Itu terlalu berisiko, karena mereka bisa saja menembak kita seenaknya tanpa kita ketahui kapan itu akan terjadi."
"Entah mengapa aku yakin dan serius, kalau mereka membantu kita untuk menyerang Red Rascals. Pokoknya apapun yang terjadi jangan tembak mereka, sasaran kita cukup Red Rascals dan mengambil rampasan-rampasannya!" sahut Clovis, dengan lantang dan lugas tanpa adanya keraguan di tengah desing serta suara tembakan yang tidak ada hentinya.
DUAAARRR ...!!!
Sebuah ledakan tiba-tiba saja terjadi dari sebuah mobil milik warga sipil yang tidak terpakai terparkir di tepi jalan. Ledakan tersebut terpicu karena adanya sebuah peluru yang melesat mengenai tangki bahan bakarnya, sehingga membuat percikan api dan membakar sekaligus meledakkan kendaraan tersebut dalam waktu yang sangat singkat.
"Senapan mereka benar-benar merepotkan!!!" seru Sasha, menghentikan laju mobilnya dengan posisi menghalangi jalan. Hal tersebut juga dilakukan oleh mobil yang dikendarai oleh Kimmy. Kedua mobil dalam waktu yang sangat singkat telah memblokade jalan dengan rapi, sekaligus menjadikan benda besar itu sebagai tempat untuk berlindung.
Ketika sudah berhenti dengan benar dan mesin telah dimatikan. Berlin bergegas turun dengan menggunakan tongkat bantu jalan di tangan kirinya, dan sebuah Revolver berwarna putih di tangan kanannya. Di sekelilingnya sudah terdapat rekan-rekannya yang mengendarai motor. Mereka langsung menciptakan formasi menyerang dengan cara maju serentak dan menyebar serta memanfaatkan beberapa bangunan untuk dijadikan tempat bermain.
"Hajar, lumpuhkan orang-orang berjaket merah itu! Kalau memang perlu habisi saja sekalian! Mereka memang pantas mendapatkannya!" ujar Berlin dengan lugas ketika tengah berlindung di balik mobil tersebut.
__ADS_1
"Target kita hanya Red Rascals? Apakah kau serius? Bagaimana jika Clone Nostra dan Cassano tiba-tiba saja menjadi musuh di dalam selimut?" cetus Kimmy, berjalan menghampiri dirinya dan kemudian berhenti ketika sudah berada tepat di sebelahnya, berlindung di tempat yang sama.
"Jika itu terjadi, maka rencana kedua akan turun, kau tenang saja," jawab Berlin, terlihat sangat tenang dan sibuk menyiapkan senjata api miliknya.
"Bos, bagaimana dengan kakimu? Pasti tidak mudah untuk berlari jika sesuatu di luar skenario terjadi, 'kan?" tanya Sasha, melihat Berlin menyandarkan tongkat bantu jalannya pada sisi mobil.
Berlin tersenyum sinis dan tipis mendengar apa yang dicemaskan oleh rekannya sebelum kemudian menjawab, "tidak asyik jika hanya menonton, tentu saja aku ingin ikut tembak-tembakan ...!" jawabnya, sedikit mengintip, mengambil ancang-ancang tembak, memilih sebuah sasaran orang berjaket merah yang berada sangat jauh darinya berada, dan kemudian ....
DORRR ...!!!
Seorang laki-laki berjaket merah yang membawa sebuah senapan laras panjang tiba-tiba saja roboh, tersungkur ke tanah dan membuat rekan-rekannya di sekelilingnya panik. Jarak tembak yang dilakukan oleh Berlin sangatlah jauh kurang lebih seratus meter dari posisinya berada, dan itu dilakukan dengan sangat tenang tanpa bergetar sama sekali.
"Posisi mereka cukup terbuka karena di tengah jalan, dan benda-benda yang melindungi mereka hanyalah mobil-mobil yang mereka miliki. Jadi ini keuntungan untuk kita, dan jangan sia-siakan!" lanjut Berlin, menurunkan sejenak bidikannya, dan menoleh kepada dua rekan wanitanya ketika berbicara.
"Kami berdua akan bersamamu!" cetus Kimmy dan Sasha secara serempak bersamaan, menatap tajam dan serius Berlin.
Berlin menghela napas, tersenyum, dan menjawab, "baiklah, kalau begitu ikuti pergerakan ku ...!"
.
Bersambung.
__ADS_1