
"Baru saja kita bergerak, kita menerima laporan dari Berlin dan Asep. Mereka melihat adanya pergerakan di dekat sebuah pusat perbelanjaan, tepat di sebelah pusat perbelanjaan itu ada sebuah gang, dan terpantau sekelompok orang berjaket merah bergerak menuju ke arah tenggara."
Adam memilih sebuah tempat parkir publik di tepi jalan, dan memberhentikan mobilnya sejenak di sana juga mengumpulkan rekan-rekannya. Beberapa detik sebelumnya, dirinya menerima laporan dari Berlin melalui alat komunikasinya, dan menyampaikan informasi tersebut kepada rekan-rekannya.
"Apakah kita akan mengikuti mereka?" sahut Kent, baru saja turun dari motornya dan langsung menanggapi informasi yang disampaikan oleh Adam.
"Kalau memang begitu, maka sebaiknya kita harus segera bergegas, kalau tidak kita akan kehilangan visual mereka," timpal Aryo, semangat dan antusias.
Adam pun membuat sebuah keputusan, dan sedikit membagi tugas untuk rekan-rekannya. Ia menyuruh rekan-rekannya untuk lebih dekat, berdiri cukup dekat dengan dirinya, mengingat itu adalah lahan parkir publik yang di siang ini terpantau ada beberapa warga sipil yang berlalu-lalang.
"Aku, Aryo, dan Kent akan mengikuti mereka dengan jarak cukup dekat. Sasha dan Vhalen, kalian berdua berada di belakang kami, jarak minimal dua blok. Apakah dapat dipahami?" ucap Adam, dengan intonasi rendah namun dapat didengar jelas oleh rekan-rekannya.
"Adam, apakah kau yakin dengan rencana ini?" sahut Sasha tampak cukup mengkhawatirkan laki-laki tersebut.
Adam tersenyum dan menjawab, "aku percaya dengan kalian, maka dari itu aku yakin."
"Baik, saatnya untuk bergerak! Gunakan mata dan telinga kalian!" lanjut Adam, kemudian segera beranjak ke sebuah motor balap berwarna merah milik Vhalen sembari berkata, "Sasha, kamu bawa mobilku, ya ...!" ucapnya, menoleh ke belakang kepada Sasha dan kemudian tersenyum ke arah perempuan berambut panjang yang dikucir satu ke belakang.
Adam dapat melihat paras manis yang menatap dirinya dengan cukup kekhawatiran. Namun dirinya terlihat sangat tenang, dan menunjukkan dengan ketenangan tersebut bahwa semuanya akan baik-baik saja. Ia perlahan menggunakan helmnya, sebelum kemudian bersama dengan dua rekan yang telah ia tunjuk sebelumnya, segera beranjak dari tempat tersebut menggunakan motor. Sedangkan dua orang yakni Sasha dan Vhalen menyusul menggunakan mobil, dan mengawasi ketiga laki-laki itu dari kejauhan dengan jarak dua blok bangunan atau gedung.
__ADS_1
Bersama dengan dua temannya, Adam mengendarai motor sport itu dengan perlahan dan berhenti tepat di sebuah lahan parkir kecil yang berada di antara gedung-gedung tinggi. Lahan parkir itu tampak cukup kotor, bahkan banyak sekali barang rongsokan yang sepertinya memang sengaja dibuang di tempat tersebut dan akhirnya menjadi pemandangan yang lumrah di tepian lahan parkir.
"Matikan mesin kalian, dan kita tunggu di sini sebentar ...!" ucap Adam, pelan, meminta kepada dua rekannya untuk mematikan mesin motor balap yang memiliki suara cukup membisingkan, begitu pula dengan dirinya.
Setelah mesin motor tersebut mati, Adam melepaskan helm yang ia pakai, turun dan menaruh helm tersebut di atas motor sebelum kemudian melangkah sedikit menjauh dan berhenti di tepat di dinding samping gedung. Langkahnya diikuti oleh kedua rekannya yakni Kent dan Aryo, dengan wajah seolah penuh tanya.
"Lalu apa yang kita lakukan?" cetus Aryo bertanya.
"Diam," jawab singkat Adam.
Aryo tampak ingin menanggapi jawaban singkat dan datar itu. Namun ketika dirinya ingin angkat bicara, tatapan Adam sangat tajam kepadanya dan membuatnya mengurungkan niat untuk berbicara. Beberapa detik setelah tatapan Adam yang begitu tajam. Tiba-tiba saja tiga buah motor dengan masing-masing dinaiki dua orang berboncengan lewat tepat di jalanan, dan jaket yang mereka gunakan berwarna merah. Untung saja lahan parkir yang dipilih oleh Adam cukuplah terpencil karena terhimpit tiga gedung besar di kanan, kiri, dan belakangnya. Alhasil sekelompok orang berjaket merah yang baru saja lewat di tengah-tengah keramaian kendaraan tidak menyadari keberadaan Adam dan kedua temannya.
"Ya, enam orang," jawab Kent.
Namun Adam malah menggeleng ketika mendengar jawaban itu dan kemudian berkata, "bukan itu, tetapi benda yang ada di masing-masing pinggang mereka."
Dari apa yang dilihat dan ditangkap oleh sepasang mata dengan iris berwarna cokelat milik Adam. Dirinya melihat bahwa masing-masing dari sekelompok orang berjaket merah itu dilengkapi oleh senjata api pistol dengan warna yang cukup mencolok, apalagi di bawah terik matahari saat ini. Warna itu berwarna perak, dan dapat memantulkan cahaya yang menyilaukan ketika terkena cahaya matahari.
"Mereka membawa pistol berwarna perak, dan yang kita ketahui pistol dengan warna seperti itu adalah pistol milik Clone Nostra. Bahkan ketika Tokyo El Claunius diringkus di lokasi kejadian, dia juga membawa pistol itu yang langsung diamankan oleh aparat taktis pihak kepolisian," ucap Adam.
__ADS_1
"Apakah mereka membuat sebuah hubungan dengan orang-orang Clone Nostra yang berhasil melarikan diri dan tidak tertangkap oleh pihak berwajib?" cetus Aryo, langsung membuat kesimpulan dan pendapat setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Adam.
"Asumsi seperti itu bisa masuk akal juga, namun kita tidak bisa menyimpulkan dan berasumsi secepat itu. Waktu kita masih panjang, dan kita masih bisa mendapat lebih banyak informasi dari ini." Kent menanggapi kesimpulan dan asumsi milik Aryo yang sebenarnya tidak ada salahnya dan cukup bisa masuk di akal. Namun dirinya berpendapat sedikit lain.
"Mereka terus menuju ke arah tenggara melalui tepian kota, dan jika terus seperti itu mereka akan memasuki Area Pelabuhan," lanjut Kent, sempat celingukan ke arah jalanan yang ramai, dan kembali lagi.
"Kita akan mengikuti mereka, dan mengetahui ke mana mereka pergi." Adam berjalan kembali menuju motornya, bersama dengan kedua rekannya yang beranjak menuju ke motor masing-masing.
"Bagaimana kalau kita ganti motor dahulu? Setidaknya yang tidak menghasilkan suara bising seperti ini," celetuk Aryo, mengusulkan saran, beberapa saat setelah dirinya dan kedua temannya menyalakan mesin motor dan berhasil membuat suara bising.
Kent menoleh ke arah Adam dan berkata, "aku berpendapatan sepertinya itu ide yang bagus, bagaimana menurutmu?"
Adam menghela napas dan kemudian menjawab, "baik, kita akan mundur sejenak untuk ganti motor. Sementara itu, aku akan menghubungi Berlin dan Kimmy yang berada di Area Pelabuhan."
Mereka bertiga pun segera beranjak pergi dari tempat tersebut, dan mundur dari lokasi, tidak lupa juga untuk memberitahu Sasha dan Vhalen melalui radio komunikasi.
.
Bersambung.
__ADS_1