
Setelah Berlin mengetahui bahwa mata serta perhatian para media mulai menyorot kepada Ashgard. Ia kemudian langsung membuat pertemuan dengan tiga orang kepercayaannya, dan juga dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh Garwig. Pertemuan itu dilakukan di tempat yang tidak diketahui oleh orang atau warga sipil, lokasi tepatnya yakni berada di Kediaman Gates sendiri.
Pertemuan itu dilakukan pada siang hari tepatnya pada pukul satu siang, setelah jam makan serta istirahat siang. Dalam pertemuan yang dilakukan di Kediaman Gates itu, Berlin menyampaikan beberapa hal serta beberapa himbauan yang ingin ia sampaikan kepada rekan-rekannya. Tak hanya itu, laki-laki berkaos putih itu juga menyampaikan sebuah permintaan kepada Garwig. Tentu permintaan yang ia inginkan berkaitan dengan permasalahan kecil yang sedang terjadi saat ini.
"Ashgard memang sudah tidak asing lagi di kalangan para kriminal, namun jangan sampai kita terlalu terekspos dengan dunia luar alias publik. Jika semua orang tahu identitas serta siapa sebenarnya kita, aku yakin sekali akan menimbulkan beberapa hal yang tidak mengenakkan."
"Tak hanya itu, akses untuk mencari serta mendalami segala informasi mengenai Ashgard juga akan semakin mudah, dan tentu hal tersebut akan memancing serta menimbulkan bahaya yang tidak kita inginkan."
Berlin terlihat tidak ingin berbasa-basi, dan langsung berbicara kepada empat orang yang saat ini duduk di ruang tengah kediaman. Lelaki itu benar-benar terlihat serius dalam hal ini.
"Kalian bertiga juga tahu posisi kita saat ini, bukan? Peran apa yang kita miliki, serta sebagai apa kita dalam dan untuk kota ini?" lanjut Berlin, kemudian bersandar pada sofa panjang yang ia duduki, berbicara kepada ketiga rekan kepercayaannya.
"Ya, tentu kami mengetahuinya," jawab Kimmy, kemudian disusul oleh pernyataan Adam yang duduk tepat di sebelah Kimmy dengan berkata, "rekan-rekan yang lain juga sudah mengetahui situasi media saat ini, dan aku juga sudah menghimbau mereka untuk tidak terlalu mencolok dalam beraktivitas."
Garwig yang duduk di sofa single seat mengangguk paham dan kemudian ikut berbicara, "aku paham situasi kalian, aku akan berusaha untuk mengendalikan situasi yang ada."
"Apakah ada permintaan darimu?" lanjut Garwig bertanya kepada Berlin.
Berlin beranjak berdiri dan sedikit melangkah mendekat ke arah sebuah pintu kaca yang terbuka langsung mengarah ke taman samping kediaman. Ia berdiri di ambang pintu dan kemudian menjawab, "tentu aku membutuhkanmu untuk mengendalikan situasi, namun jangan sampai terlalu mencolok dan terlihat sedang menyembunyikan sesuatu dari publik. Jika kau bertemu dengan awak media dan mereka menanyakan soal ini, maka katakan saja pada mereka bahwa kami adalah salah satu dari satuan taktis milik kepolisian ...!"
"Baik, aku akan mengatur skenario tersebut dengan Prawira dan Prime," sahut Garwig.
__ADS_1
"Aku juga akan menghubungi mereka berdua," timpal Berlin.
Di saat yang bersamaan, seorang laki-laki dengan pakaian serba hitam tiba-tiba saja muncul dan tengah bersandar pada dinding di dekat pintu kaca tersebut. Seorang laki-laki yang suka muncul secara tiba-tiba, siapa lagi kalau bukan Carlos.
"Apa kau membawa kabar yang menarik?" tanya Berlin dengan santai, seolah terbiasa dengan kemunculan saudaranya yang suka mengejutkan
"Carlos ...?!" cetus Kimmy terlihat cukup terkejut dengan kehadiran tiba-tiba itu.
"Kebiasaan," gumam Adam.
"Sepertinya kita terkenal," ucap Carlos menjawab pertanyaan Berlin, dan kemudian memberikan kepada laki-laki berkaos putih itu sebuah koran dengan artikel berita utama yang tertulis "Sekelompok Orang Tidak Dikenal Mengendalikan Situasi Distrik Komersial. Apakah Mereka Salah Satu Dari Bagian Kepolisian?".
Pada halaman pertama koran, tertulis berbagai asumsi serta pertanyaan yang berkaitan dengan sekelompok orang dengan mantel hitam, alias Ashgard. Awak media juga menuliskan beberapa hal mengenai sekelompok orang itu yang dianggap sebagai pahlawan, karena telah berhasil membebaskan para warga sipil yang sempat menjadi tawanan di lokasi kejadian.
Namun selain artikel yang bisa dibilang positif itu, terdapat juga artikel serta asumsi negatif mengenai sekelompok orang alias Ashgard. Beberapa juga mengasumsikan bahwa Ashgard juga salah satu dari ketiga kelompok kriminal yang membuat kerusakan di distrik itu, dengan bukti gambar sebuah pertemuan tak terduga merkea dengan pihak dari Clone Nostra dan Cassano.
Apa yang dikatakan oleh Berlin sebelumnya mengenai timbulnya asumsi-asumsi publik sepertinya benar, bahkan tanpa terbukanya identitas Ashgard di publik saja sudah menimbulkan berbagai asumsi serta pro dan kontra.
Garwig beranjak dari sofa tersebut dan kemudian melangkah mendekat kepada Berlin, serta melihat dan membaca berita terkini yang ada pada koran tersebut. Berlin yang menyadari pria penting itu berada di sebelahnya langsung berkata, "bisakah kau mengendalikannya?" tanyanya dengan sedikit melirik kepada Garwig, sebelum kemudian kembali membaca koran tersebut.
"Aku akan mengusahakannya," jawab Garwig mengangguk pelan.
__ADS_1
***
"Apakah ada laporan mengenai kelompok-kelompok kriminal itu?" tanya Prawira, duduk di meja kerjanya dan mendapati kedatangan sekretarisnya yakni Netty ke ruangannya.
Netty datang hanya dengan membawa satu lampiran yang berisikan laporan soal kelompok-kelompok kriminal yang terlibat di kekacauan kemarin. Namun wanita berseragam aparat itu tidak membawa kabar bagus soal perkembangan kasus tersebut.
"Clone Nostra dan Cassano tidak diketahui lagi semenjak kekacauan di Distrik Komersial kemarin sore. Sedangkan Red Rascals, kami mendapatkan informasi bahwa mereka telah melarikan diri dengan keluar dari wilayah yurisdiksi tepat ketika persidangan selesai," ucap Netty menjawab pertanyaan Prawira, dan kemudian meletakkan lampiran laporan tersebut di atas meja milik Prawira.
Prawira membaca lampiran laporan yang isinya sangat singkat, hanya berisikan lokasi terakhir Clone Nostra dan Cassano, serta informasi terakhir mengenai Red Rascals. Tidak ada yang lebih.
"Red Rascals melarikan diri dengan keluar dari wilayah yurisdiksi? Apakah itu mengarah ke pulau?" tanya Prawira, karena mengingat keberadaan Pulau La Luna belum resmi bergabung menjadi satu wilayah kekuasaan pemerintahan Kota Metro. Garwig belum meresmikan serta menjalankan rencana tersebut, karena memang banyak sekali halangan kasus untuk mengerjakannya.
Netty menggeleng dan menjawab, "negatif, mereka tidak ke sana."
Prawira bersandar pada kursinya dan terlihat sedang berpikir. Kasus Red Rascals tertahan jika memang mereka melarikan diri dengan keluar dari wilayah yurisdiksi pemerintahan, karena pihak kepolisian atau aparat tidak memiliki otoritas lebih untuk menindak mereka. Ditambah lagi masih minim informasi ke manakah Red Rascals pergi.
"Ya sudah, kita dalami Clone Nostra dan Cassano saja. Aktifkan patroli secara masif di semua wilayah, terutama wilayah Paletown dan Shandy Shell, dan aku ingin semua area terjamah oleh aparat mau itu di gunung, perbukitan, atau di hutan-hutan pegunungan, serta wilayah-wilayah terpencil lainnya ..!" pinta Prawira dengan tatapan tajam dan seriusnya.
.
Bersambung.
__ADS_1