Ashgard : Ambisi Dan Tujuan

Ashgard : Ambisi Dan Tujuan
Jadwal Bertugas #182


__ADS_3

"Bagaimana, Berlin? Apakah ada yang kurang? Jika kau memerlukan sesuatu, katakan saja padaku ...!" Garwig berbicara, berdiri dan bersandar di sebuah pagar balkon lantai dua, dengan memandang ke area taman belakang pekarangan. Di sampingnya terdapat sosok Berlin yang juga bersandar, dan memandangi pemandangan yang sama. Ini adalah tempat yang memiliki area yang sangat luas, dengan dua buah bangunan, dan pekarangan di sekitar bangunan utama yang sangat luas. Mungkin total luas tanah area tersebut sudah hampir sebanding dengan luas tanah sebuah perumahan elit yang terbangun kurang lebih sepuluh rumah megah.


Angin di balkon lantai dua berhembus dan terasa cukup kencang namun dengan lembut. Meski siang ini cukup cerah dan panas, namun suasana yang terasa cukuplah sejuk dan tidak terlalu panas. Berlin bisa merasakannya, suasana yang tenang di balkon ini.


"Kurasa untuk sementara tidak ada lagi, semuanya sudah cukup. Terima kasih, Garwig. Semoga kita dapat bekerjasama dengan baik kedepannya," jawab Berlin, terkesan menghela napas lega, dan kemudian menorehkan senyuman tipis yang terlihat dilakukan secara spontan.


Garwig pun turut tersenyum, apalagi ketika melihat ekspresi lega dan menampakkan kebahagiaan di wajah lelaki itu. "Sama-sama, senang bisa bekerjasama dengan kalian, Ashgard. Aku berharap hubungan kita dapat terus membaik dan tetap membaik ke depannya," ucapnya.


Namun sepertinya pria itu belum selesai berbicara. Garwig tiba-tiba melanjutkan kata-katanya dengan berucap, "untuk jadwal bertugas kalian, aku sudah membuat berkasnya. Tetapi selain jadwal tersebut, aku memiliki sebuah tugas atau misi perdana buat kalian," ucapnya, menoleh, menatap serius Berlin di sampingnya.


Berlin sontak langsung menoleh, apalagi ketika mendengar soal tugas atau misi perdana untuk Ashgard. Tentu dirinya tidak menolak, dan ingin tahu lebih soal tugas atau misi tersebut, "seperti apa tugas atau misi yang kau sebutkan? Jelaskanlah detailnya kepadaku ...!" pintanya.


"Ini cukup berkaitan dengan pengadilan atau persidangan Tokyo El Claunius yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat," ucap Garwig dengan tatapan tajam.


Mendengar jawaban tersebut, apalagi ketika nama dari seorang tersangka yang sangat berbahaya disebutkan, sepertinya cukup untuk membuat rasa ketertarikan Berlin meningkat dan cukup terpancing. Seperti biasa, pria itu menyimpan ketertarikan tersendiri terhadap sesuatu yang menurutnya tantangan.


"Ada sedikit berkas yang mungkin akan mendukung kalian dalam melakukan tugas tersebut. Berkas itu akan ku berikan tiga hari sebelum hari persidangan dimulai," ucap Garwig sebelum kemudian lanjut lagi berkata, "untuk kejelasan soal misi yang akan kalian terima, mungkin aku tidak akan menjelaskannya hari ini atau sekarang, karena aku yakin kalian perlu adaptasi terlebih dahulu terhadap semua ini."


"Lalu kapan kau dapat memberikan kejelasan soal misi tersebut?" sahut Berlin, terlihat tenang namun dalam dirinya sudah cukup antusias dengan misi atau tugas perdana tersebut.


Garwig terkekeh mendengar pertanyaan tersebut, apalagi saat melihat ketenangan Berlin yang berusaha menyembunyikan rasa antusiasnya. "Besok, besok aku akan datang ke sini pada pukul dua belas siang, dan menjelaskan tentang tugas itu," ucapnya, tersenyum.


"Baik, ditunggu kedatangannya," sahut Berlin, memalingkan kembali wajahnya, memandang ke arah langit biru yang amat cerah.

__ADS_1


Selanjutnya, Berlin terlihat ingin memastikan suatu hal dengan bertanya, "soal tempat ini, kapan kami bisa pakai?"


"Mulai detik ini kalian sudah dapat memakainya, sepuasnya, dan juga sudah dapat tinggal di sini," jawab Garwig.


"Terima kasih banyak, Garwig!" sahut Berlin, kembali mengucap kata terima kasih, dengan senyuman yang terpampang pada wajahnya.


Pada pukul lima sore, Garwig harus kembali disibukkan dengan segala tugasnya yang sepertinya mulai menumpuk di Balaikota. Pria itu berpamitan dengan Berlin dan rekan-rekannya, sebelum akhirnya benar-benar bertolak pergi dari lokasi tersebut, setelah menyerahkan kunci kepada Berlin.


Sesaat setelah Garwig pergi, Berlin mengumpulkan rekan-rekannya di pekarangan depan, dan hendak berbicara beberapa hal kepada mereka semua. Mereka terlihat sangat patuh dengan arahannya untuk berkumpul dan berdiri sejenak tepat di hadapannya.


"Gimana tempatnya? Bagus? Keren?" ucap Berlin, menanyakan pendapat rekan-rekannya soal markas baru tersebut, dengan senyuman yang terus tersungging.


Mereka terlihat sangat senang sekali, dan dengan antusias menjawab, "bagus, bos!"


"Aku enggak mengira bakal semegah ini."


"Iya, keren banget!"


"Tempatnya juga sangat nyaman."


Mereka menjawab pertanyaan Berlin, dan menyampaikan pendapat mereka masing-masing mengenai markas tersebut. Meskipun jawaban dan pendapat mereka berbeda-beda, namun semuanya menjurus pada satu maksud yang sama.


"Baik, mulai hari ini, tempat ini resmi menjadi rumah kita, Ashgard. Jadi aku mohon kerjasamanya untuk menjaga tempat ini dalam segala aspek, karena mulai detik ini itu akan menjadi tanggung jawab kita bersama." Berlin yang berdiri gagah di depan rekan-rekannya pun mulai berbicara, menyampaikan permohonannya sekaligus mengingatkan rekan-rekannya. Mereka semua seketika langsung diam, menyimak dan memperhatikan Berlin berbicara seolah sedang memperhatikan seorang guru yang tengah menerangkan mata pelajaran.

__ADS_1


"Di bangunan kedua taman belakang adalah rumah yang bisa kalian gunakan bagi kalian yang memang masih mengontrak atau kos, jadi tidak perlu pusing mikirin bayaran perbulan."


"Mulai hari ini kita resmi menjadi bagian dari pemerintah, hampir sama seperti aparat, dan tetap memiliki perbedaan dari aspek pendirian. Masing-masing dari kalian akan mendapatkan jaminan dan asuransi yang sebanding dengan peran yang kita ambil."


Berlin berbicara beberapa hal di depan rekan-rekannya. Intonasinya terdengar datar, namun tegas dengan sikap yang sungguh tenang. Rekan-rekannya hanya diam, mendengarkan dengan saksama, sekilas sudah seperti anak-anak yang diam menyimak setiap kata yang diucapkan oleh seorang ayah kepada mereka.


"Perubahan Ashgard akan dimulai dari titik ini, dari yang awalnya hanya sebuah kelompok kriminal kecil dan tidak penting, akan berubah menjadi kelompok yang akan sangat dibutuhkan oleh banyak orang."


"Kita tidak akan melakukan tindakan kriminal seperti dahulu lagi, dan aku dengan tegas melarang kalian melakukan itu jika tidak dibutuhkan serta tanpa seizin diriku!"


Berlin menghentikan kata-katanya sejenak, menghela napas dan kemudian melanjutkan dengan berkata, "sebagai gantinya, mungkin kita akan dibanjiri oleh beberapa tugas dengan tingkat risiko sama seperti apa yang kita lakukan dahulu."


Setelah menyampaikan kalimat terakhir tersebut, Berlin menyudahi pembicaraannya dengan berkata, "cukup, mungkin hanya itu yang ingin ku sampaikan untuk sementara waktu. Terima kasih telah meluangkan waktu kalian, dan silakan kembali beraktivitas ...!"


"Kami yang seharusnya berterimakasih," sahut Kimmy, melangkah ke depan mendekati Berlin, diikuti oleh rekan-rekannya yang masih enggan untuk bubar.


"Ya, benar!" timpal Bobi.


"Tanpa dirimu, mungkin kami tidak akan di sini sekarang," ucap Adam.


Berlin terkekeh, apalagi ketika melihat rekan-rekannya yang bersikap sangat baik dan sopan sekali pada dirinya. Ia pun menyela sedikit pembicaraan itu dengan berkata, "oh iya, hampir lupa! Dalam waktu dekat kita akan mendapatkan tugas perdana dari Garwig, jadi persiapkan diri kalian masing-masing ...!"


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2