
Pukul 08:00 pagi.
Ketika sampai dan berada sangat dekat dengan halaman depan Gedung Balaikota yang dipenuhi oleh orang-orang Clone Nostra. Flix menyaksikan adanya sedikit keanehan menurutnya. Dirinya melihat orang-orang bersenjata itu lebih fokus ke dalam gedung, bahkan sempat menembaki ke dalam gedung yang mereka kuasai.
Flix berlari ke arah Prime yang bersembunyi tepat di balik sebuah pos penjagaan yang berada di jalanan tepat di depan Balaikota.
"Apa yang mereka lakukan? Mereka menembaki sesama rekan?" cetus Prime kebingungan melihat tindakan yang diambil oleh beberapa orang dari pihak Clone Nostra.
Clone Nostra tampak lebih merapatkan pertahanannya, dan menambahkan kekuatan baik dari segi persenjataan serta personel di halaman depan Gedung Balaikota. Namun di sisi lain, fokus mereka tampaknya terpecah menjadi dua arah. Fokus ke dalam gedung itu sendiri, dan fokus terhadap serangan yang diberikan oleh Personel Gabungan milik Garwig dan Prawira.
"Tidak, mereka tidak sedang menembaki rekan sendiri di dalam sana." Flix tiba-tiba saja teringat dengan keberadaan Ashgard yang setahunya ada di dalam gedung itu untuk membebaskan Berlin.
"Apakah mereka ketahuan? Dan apakah mereka baik-baik saja dengan segala gempuran yang diberikan oleh pihak Clone Nostra di dalam sana?" tentu pertanyaan-pertanyaan itu tiba-tiba saja terlintas dalam benaknya.
"Pak, sepertinya Ashgard membutuhkan bantuan kita di dalam sana," ucap Flix kepada Prime tepat di sampingnya.
"Ya, aku tahu itu! Namun kita harus menghadapi lebih dari 50 orang lebih untuk dapat mencapai ke tempat Ashgard berada," sahut Prime. Dirinya pun menggunakan radio komunikasi miliknya untuk dapat berkomunikasi dengan Prawira yang berada di Timur bersama dengan pihak kepolisian sendiri.
"Flix temui Garwig dan katakan padanya untuk segera melakukan rencana kedua!" titah Prime kepada Flix.
"Baik, Pak!"
Flix langsung berlari beranjak pergi dari sana mengarah ke lereng perbukitan bagian Barat untuk menemui Garwig. Di tengah-tengah antara baku tembak serta peperangan yang terjadi. Flix benar-benar tidak mau untuk menoleh ke belakang, atau bahkan menghentikan sedikit langkahnya.
DESING ...!!
"Sialan! Kau mau mengujiku, hah?!" Flix mengangkat senapan serbu yang bergelantung pada dadanya, dan kemudian membidik serta menembak ke arah satu orang berpakaian putih yang tampak begitu ambisi untuk menembaki dirinya.
__ADS_1
"Rasakan itu!" celetuk Flix setelah berhasil melumpuhkan orang itu menggunakan senjata apinya. Dirinya pun segera melanjutkan pergerakannya untuk menemui Garwig dan menyampaikan pesan dari Prime.
***
Berlin telah dibawa bersama dengan rekan-rekannya menuju ke bagian belakang gedung, karena hanya area itu yang aman untuk sementara waktu. Mereka membawa dan mengamankan Berlin di halaman belakang yang sudah aman berkat apa yang dilakukan oleh pria bermantel hitam sebelumnya.
Di halaman belakang itu juga menjadi tempat di mana para tawanan yang sebelumnya dikurung, kini dikumpulkan di sana.
"Kimmy, jaga Berlin di sini! Aku, Kent, Galang, dan Rony akan mencoba untuk pergi ke atap dan mengamankan area itu."
Adam tampaknya memiliki sedikit rencana yang cukup bisa terbilang nekat. Dirinya berpikir halaman belakang adalah satu-satunya tempat yang aman untuk sementara waktu, jika area atap gedung berhasil ia kuasai. Karena jika tidak dikuasai, dan area atap itu berhasil dimanfaatkan oleh pihak dari Clone Nostra. Maka mereka akan mendapatkan posisi menembak yang amat bebas untuk membantai semua orang yang saat ini berkumpul di halaman belakang itu.
"Adam, apa kau yakin?!" teriak Kimmy kepada Adam yang hendak masuk kembali ke dalam gedung.
"Ya! Tolong jaga Berlin!" teriak Adam menanggapi pertanyaan tersebut tanpa menoleh sama sekali. Dirinya bersama dengan ketiga rekannya berlari kembali masuk ke dalam gedung, dan menuju ke sebuah tangga yang dapat mengantarkan mereka menuju atap gedung.
Kimmy hanya bisa diam dan melakukan apa yang diminta oleh Adam. Kini kondisi kesehatan Berlin menjadi tanggung jawabnya untuk sementara, sampai dirinya membawa dan menyerahkan Berlin kepada pihak medis rumah sakit.
Meskipun kondisi kesehatannya jauh dari kata baik, tetapi Berlin terlihat begitu berusaha untuk memasang ekspresi baik-baik saja pada wajahnya yang terlihat cukup pucat.
"Ada apa? Apakah ada yang salah dariku?" tanya Berlin ketika melihat wajah cantik Kimmy yang terus-menerus melihat dan menatapnya, bahkan dia sempat mengulas senyuman tipis untuknya.
Kimmy menggelengkan kepalanya dan berkata, "tidak, aku hanya sangat senang dan bersyukur melihatmu selamat dari sana."
Berlin menatap Kimmy dengan sedikit mengulas senyuman tipis dan berkata, "kau boleh katakan itu kalau kita sudah benar-benar pulang, dan semua kekacauan ini selesai."
Kimmy hanya terkekeh kecil mendengar apa yang dikatakan, karena ada benarnya juga. Tatapannya tak bisa lepas dari wajah tampan milik lelaki yang kini berada sangat dekat di hadapannya. Hatinya benar-benar belum bisa melupakan perasaan yang pernah ia pendam sebelumnya terhadap Berlin.
__ADS_1
Lamunan Kimmy terpecah ketika Berlin menyadari bahwa dirinya terus menatap begitu lama. "Ah! Ka-kayaknya ... aku harus memeriksa yang lain dahulu ...!" cetus Kimmy mengedipkan mata berkali-kali, dan mencari alasan untuk pergi dari sana.
Berlin menoleh ke arah para tawanan yang banyak terduduk di belakangnya sebelum kemudian berkata, "ya, sepertinya mereka memerlukan dirimu, Kim."
Kimmy pun segera beranjak dengan membawa kotak medisnya. Dirinya mencoba untuk membantu serta memeriksa beberapa tawanan yang terluka.
"Berlin, bagaimana kondisimu?" tanya Sasha melangkah mendekati Berlin yang hanya bisa terduduk di atas rerumputan.
"Tidak terlalu parah, 'kan?" timpal Kina yang tiba-tiba saja berada tepat di sampingnya.
Kedua rekan wanitanya itu tampak begitu mengkhawatirkan kondisinya. Berlin tersenyum melihat betapa perhatiannya rekan-rekannya terhadap dirinya.
"Terima kasih, aku akan baik-baik, kok!" ucap Berlin tersenyum. Dirinya kemudian melirik dan menatap tajam ke arah Aryo yang tampak berdiri di tepi pintu belakang gedung.
"Aryo, rampaslah beberapa senapan dan amunisi dari mayat-mayat yang ada di sana!" titah Berlin berteriak ke arah Aryo sembari menunjuk ke arah beberapa mayat berpakaian putih yang tergeletak di tepi halaman.
Aryo pun melakukan apa yang diminta oleh Berlin sembari bertanya, "apakah kau memiliki rencana?" tanyanya ketika membawa tiga buah senapan serbu ke arah Berlin, Sasha, dan Kina.
"Ya, aku ingin kalian bersiap! Kita tidak tahu kapan mereka akan datang, dan aku yakin mereka akan datang dengan jumlah yang sangat banyak," ucap Berlin dengan tatapan yang tajam mengarah ke arah pintu belakang yang untuk sementara waktu ini tertutup rapat.
***
"Hei, kejar kami kalau bisa, keparat!!" teriak Kent ke arah orang-orang Clone Nostra yang mengejar dirinya.
Adam, Galang, dan Rony telah berada di atas dan mengamankan area atap gedung. Sekarang tinggal Kent yang harus menaiki anak tangga dan bergabung dengan mereka bertiga.
Kent sendiri memiliki tugas untuk memancing orang-orang Clone Nostra itu agar mengejarnya. Ketika dirinya dikejar, dirinya langsung bergegas menaiki anak tangga menuju ke atap, dan disaat itu juga ketiga rekannya akan menembaki orang-orang berbaju putih itu dari atas.
__ADS_1
.
Bersambung.