Ashgard : Ambisi Dan Tujuan

Ashgard : Ambisi Dan Tujuan
Telah Siap Di Posisi #223


__ADS_3

Lalu lintas jalan utama di pusat kota terpantau sangat sepi, dan dijaga ketat oleh para petugas, terutama dari pihak polantas yang terlihat banyak berjaga di beberapa titik lalu lintas. Meskipun di bawah guyuran hujan yang masih saja deras, para aparat itu tetap menjalankan tugasnya meski harus basah kuyup. Masyarakat yang berada di sekitar jalur pengamanan perlahan dijauhkan dari jalur tersebut, bahkan sampai harus menutup beberapa bangunan atau gedung di hari ini untuk mengantisipasi hal yang tidak-tidak.


Beberapa saat berlalu, dan sebuah rombongan kendaraan taktis melintas perlahan melalui jalan utama yang telah diamankan. Di antara kendaraan-kendaraan taktis yang melintas, terdapat sebuah mobil tahanan baja. Mobil tersebut memang benar-benar dikawal sangat ketat, bahkan bukan oleh anggota polisi saja, melainkan sampai harus menurunkan pihak taktis milik Garwig.


Rombongan itu melintas dengan lancar, memecah genangan-genangan air dan kabut yang tercipta akibat derasnya hujan. Mereka melintas tanpa suara sirine dan juga cahaya rotator, benar-benar senyap tanpa menyebabkan kebisingan.


Sepanjang perjalanan dari Penjara Federal, melalui jalur bebas hambatan, memasuki area kota, dan sampai berakhir di Gedung Pengadilan Negeri Metro Pusat. Semuanya terpantau sepi dan baik-baik saja. Tidak terlihat indikasi adanya pergerakan dari Red Rascals, ataupun pihak-pihak kriminal itu. Garwig memantau pergerakan seluruh aparat yang bertugas dalam pengamanan pengadilan hari ini dari kejauhan. Tidak sendiri, ia didampingi oleh Prawira di area gedung pengadilan.


Di bawah guyuran hujan, dan dibalik mantel yang dikenakan olehnya untuk melindungi pakaiannya agar tidak basah. Garwig berjalan dengan Prawira di halaman gedung pengadilan yang terpantau ramai oleh para aparat, dan juga beberapa wartawan atau awak media yang berada di depan gerbang gedung pengadilan.


"Sebentar lagi dia akan sampai, dan semuanya terpantau aman terkendali. Belum terlihat pergerakan dari Red Rascals," ucap Garwig kepada rekannya.


Prawira menghela napas dan berkata, "aku harap ketenangan ini berlangsung sampai persidangan selesai, namun aku merasa sepertinya itu tidak mungkin."


Garwig mengentikan langkahnya, tepat tak jauh dari gerbang utama gedung pengadilan yang terlihat diramaikan oleh para wartawan dan petugas. "Bagaimana dengan para awak media? Apakah mereka akan tetap di sana?" tanyanya, memandangi para wartawan yang rela hujan-hujanan demi meliput berita soal persidangan ini. Bahkan mereka sudah ada di tempat sebelum matahari terbit.


"Kami akan sedikit menjauhkan mereka ketika rombongan itu datang, dan persidangan di mulai," jawab Prawira, memandangi ke arah yang sama dengan Garwig.


"Apakah kau mengizinkan mereka untuk meliput di dalam gedung?" tanya Garwig menoleh kepada Prawira di sampingnya.


"Untuk peliputan di dalam gedung, aku tidak menganjurkan ada orang luar yang masuk atau bahkan meliput jalannya persidangan secara langsung. Mereka hanya bisa meliput dari luar dengan jarak yang sedikit jauh, dan menunggu kabar di sana," jawab Prawira.


"Bagaimana dengan Ashgard? Apakah mereka sudah bergerak?" tanya Garwig kembali, kembali mengalihkan topik pembicaraan.

__ADS_1


"Ashgard sudah bergerak, dan seharusnya saat ini sudah berada di posisi mereka masing-masing," jawab Prawira kembali.


***


Waktu menunjukkan pukul sembilan pagi, dan intensitas hujan masih tetap sama saja, deras dan lebat. Ashgard telah terbagi menjadi empat tim yang berbeda, dan kini sudah berada di posisi mereka masing-masing, berada cukup jauh di luar cincin perimeter yang sudah ditentukan oleh pihak aparat.


Saat ini Berlin berada di Distrik Komersial, bersama dengan kedua rekannya yakni Kent dan Sasha, juga bersama dengan dua personel dari pihak aparat yang mengenakan mantel dengan warna yang sama dengan milik Berlin.


"Kami sudah sampai di Distrik Barat, dan terpantau ramai sekali dengan warga sipil, namun situasi masih baik-baik saja," ucap Asep melaporkan statusnya kepada Berlin melalui radio komunikasi.


Laporan-laporan tersebut pun disusul oleh Kimmy dan juga Adam yang juga melaporkan status mereka bahwa mereka sudah mengisi posisi sesuai dengan arahan yang sudah diberikan. Area pelabuhan dipantau oleh Adam dan rekan-rekannya, dan untuk sementara waktu tidak ada hal mencurigakan. Semuanya baik-baik saja, hanya saja memang terlihat ramai seperti biasa karena memang tempat tersebut adalah salah satu pelabuhan yang berada di kota. Begitupula di Area Apartemen yang dipantau oleh Kimmy dan rekan-rekannya, semuanya terlihat baik-baik saja untuk sementara waktu ini.


"Jangan lupa jam tangan kalian ...!" ucap Berlin kepada rekan-rekannya melalui radio komunikasi miliknya.


Mobil yang dikendarai oleh Sasha dan ditumpangi oleh Berlin berjalan perlahan memasuki lantai satu gedung parkir dan kemudian terparkir di dalam sana, bersama dengan Kent dan dua personel yang menaiki dua motor yang berbeda. Gedung parkiran itu terpantau sepi, sangat jarang sekali terlihat adanya orang atau warga sipil yang melintas, selain hanya untuk memarkirkan atau mengambil kendaraan mereka yang terparkir.


"Baik, dengar! Habiskan waktu dan kegiatan kalian di area ini, terserah kalian mau belanja atau beli beberapa kuliner yang ada. Namun tetap ingat tugas kita!"


"Tugas kita adalah memantau sekitar dan mengantisipasi penyerangan terhadap pengadilan, raih informasi-informasi penting dan berharga soal pergerakan Red Rascals, atau dari kelompok lain! Jika kalian melihat sesuatu yang mencurigakan apapun itu bentuknya, laporkan! Apakah dapat dipahami?"


Berlin berbicara dengan kedua rekannya dan kedua personel dari pihak aparat itu dengan lugas serta sikap yang santai. Ia berbicara tanpa harus turun dari mobil, hanya melalui kaca jendela mobil yang dibuka lebar-lebar.


"Baik," jawab Kent, juga dengan dua personel itu.

__ADS_1


"Aku tekankan kepada kalian, jangan sampai terlena dengan waktu yang ada!" lanjut Berlin, terlihat sangat menegaskan hal ini. Setelah itu, Kent dan dua personel tersebut turun dari kendaraan mereka yang terparkir, sebelum akhirnya beranjak pergi dari gedung parkiran itu.


Sedangkan Berlin, ia masih berada di mobil bersama dengan rekannya yakni Sasha. Wanita itu terlihat mempersiapkan sebuah laptop dan tablet miliknya. Dengan alat tersebut, itu akan mempermudah Ashgard untuk melakukan komunikasi dan pemantauan melalui peta digital.


"Apakah perangkat lunak buatan Asep bekerja dengan baik?" tanya Berlin.


Sasha mengangguk dan menjawab, "aman, dia memang bisa diandalkan jika di bidang seperti ini," jawabnya, namun dengan tatapan tetap mengarah ke layar laptop dan tablet miliknya.


Kedua perangkat keras itu sudah menyala dan bekerja dengan baik, dan dapat terlihat terdapat peta digital yang telah dimodifikasi sendiri oleh seorang laki-laki yakni Asep. Laki-laki itu sengaja menyiapkan perangkat lunak seperti ini di hari kedua, tepatnya di malam sebelum dirinya menerima tugas dari Berlin untuk menelusuri kontak misterius di balik telepon ancaman itu.


"Posisi masing-masing tim telah terpantau, dan mereka berada di titik yang sudah ditetapkan," ucap Sasha, menoleh kepada Berlin.


Berlin kemudian melihat ke arah layar laptop yang berada di pangkuan rekan wanitanya. Pada peta digital yang ia lihat, terlihat beberapa GPS berbentuk bulat kecil berwarna biru yang menjadi penanda keberadaan ketiga tim yang berada di tiga tempat yang berbeda. Tim milik Kimmy, Adam, dan Asep, pergerakan mereka dapat terlihat jelas melalui peta digital itu.


"Kau tidak ingin turun?" tanya Berlin sembari membuka pintu mobilnya.


"Aku ... kurasa aku harus tetap di sini," jawab Sasha, kemudian memandangi laptop dan tablet miliknya.


"Baiklah, aku tinggal sebentar," sahut Berlin kemudian turun dari mobil menggunakan tongkatnya.


"Oke, Bos!" sahut Sasha tersenyum lebar sembari mengacungkan salah satu jempolnya.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2