Ashgard : Ambisi Dan Tujuan

Ashgard : Ambisi Dan Tujuan
Niat dan Kemauan #118


__ADS_3

"Kau ...?! Apa yang kau lakukan di sini?"


Berlin begitu terkejut ketika pria yang mengenakan mantel atau jubah berwarna hitam itu secara perlahan berjalan mendekatinya. Laki-laki itu berjalan dari balik tabir asap dan debu dari reruntuhan dinding akibat ledakan yang terjadi. Ia berjalan dengan menggenggam sebuah pisau kecil di tangannya, dengan langkah pasti perlahan mendekati Berlin yang hanya bisa tersandar dengan kedua tangan terikat.


"Aku kemari untuk membebaskan saudaraku. Apakah itu salah?" sahut pria itu ketika berdiri tepat di depan Berlin dengan sebuah pisau kecil di tangannya.


Identitas pria itu ternyata adalah Carlos Gates Matrix. Ia duduk berjongkok di depan Berlin dan kemudian berkata, "berbaliklah! Aku akan memotong ikatanmu."


Setelah mendengar alasan singkat yang diberikan oleh Carlos soal apa tujuannya datang secara tiba-tiba. Berlin merasa memiliki sebuah kepercayaan, dirinya berbalik dan kemudian membiarkan saudaranya memotong ikatan kuat yang mengikat kedua tangannya.


"Jangan salah sangka dahulu! Aku hanya ingin menembus semua kesalahan yang pernah ku buat, hanya itu!" cetus Carlos tampak begitu menekankan hal tersebut ketika ikatan itu perlahan terputus.


Berlin hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh saudaranya. Dirinya benar-benar tidak menyangka akan kehadiran Carlos yang tiba-tiba saja datang, bahkan tidak sempat terprediksi atau terbayangkan dalam benaknya.


"Kau harus berhati-hati dengan situa---"


Belum selesai Berlin berbicara, Carlos sudah memotong perkataan Berlin dengan berkata, "ya, ya! Aku sudah tahu, dan yang seharusnya berhati-hati adalah dirimu, Berlin ...!"


Berlin tertawa kecil menertawakan kondisi dirinya sendiri yang begitu lemah. Bahkan Carlos sempat menopang salah satu bahunya agar dirinya tidak terjatuh.


"Kondisimu dan lukamu, kau harus mendapatkan penanganan segera," gumam Carlos, terlihat tatapan sedih pada kedua matanya ketika melihat kondisi saudara yang tidak seperti biasanya.


BRAAAAKKK ...!!!


"Berlin!"


Di tengah perbincangan singkat kedua saudara itu. Tiba-tiba saja pintu ruangan didobrak oleh seseorang yang rupanya adalah Adam. Ashgard tampaknya berhasil mencapai ruangan di mana Berlin ditahan.


"Kau?!"


"Apa yang kau lakukan di sini?!"


"Menjauh dari Berlin!"


Tampaknya kehadiran Carlos di dalam ruangan itu sangat mengejutkan Adam dan rekan-rekannya. Adam, Kent, dan Kimmy terlihat menodongkan senjata api mereka kepada Carlos sembari perlahan mendekat ke arah Berlin yang tersandar lemas pada salah satu sisi dinding ruangan.


"Turunkan ... senjata kalian ...!" pinta Berlin dengan napas yang begitu berat, sedangkan Carlos kembali berdiri dan sedikit mundur menjauh dari Berlin berada.

__ADS_1


Kimmy langsung berlari ke arah Berlin dan sedikit memeluk lelaki itu dengan hati yang dipenuhi rasa cemas terhadap keselamatannya.


Dengan sigap wanita itu langsung memeriksa kondisi kesehatan Berlin serta luka yang dialami. Ketika memeriksa Berlin yang tampan cukup lemas, dirinya sedikit terkejut dengan adanya sebuah tali tambang yang terurai dan putus di dekat Berlin, dan di saat yang bersamaan ia melihat ke arah Carlos yang tampak memegang sebuah pisau di salah satu tangannya.


"Lakukan apa yang dikatakan Berlin, turunkan senjata kalian!" titah Kimmy dengan sangat tegas kepada Adam dan Kent setelah melihat dua hal tersebut.


Kedua orang itu pun menuruti apa yang dikatakan oleh Kimmy, yang juga dikatakan oleh Berlin sebelumnya. Mereka menurunkan todongan pistol yang sebelumnya mengarah terus kepada Carlos.


"Jujur saja aku kecewa dengan kalian, Ashgard. Kalian membiarkan Berlin terkurung dan terluka sampai seperti ini ...?! Jujur aku tidak dapat menerima hal itu ...!" gusar Carlos dengan intonasi bicara rendah dan kelihatan cukup menyimpan rasa kekecewaan terhadap rekan-rekan Berlin yang datang sangat lama.


Carlos sempat melirik ke arah Berlin yang kini sedang mendapatkan pertolongan dari Kimmy di pinggir ruangan. Tatapannya terlihat menyimpan suatu arti, dan tiba-tiba hatinya merasa cukup sedih ketika melihat saudaranya terluka dan begitu lemah.


Adam dan Kent seketika dibuat tertunduk seolah apa yang dikatakan oleh Carlos adalah fakta yang begitu mengecewakan. Melihat ekspresi dua orang itu, Carlos terlihat tidak memedulikannya dan melangkah pergi melalui lubang yang telah ia buat pada dinding yang ia ledakkan sebelumnya.


"Carlos, kau ... mau ke mana?" Berlin terlihat memaksakan diri untuk berdiri, bahkan dirinya harus dibantu oleh Kimmy yang merangkulnya dan membantunya untuk bisa berdiri.


Langkah Carlos terhenti. Lelaki itu menghentikan langkahnya dan menoleh sedikit melirik ke arah Berlin di belakangnya sebelum akhirnya menjawab, "aku muak dengan konflik ini, Berlin. Karena Clone Nostra-lah dirimu jadi terluka begitu," jawabnya kemudian memalingkan kembali wajahnya ketika sampai pada kalimat terakhir yang ia ucapkan.


"Apa kau akan melakukannya?" tanya Berlin, ia seolah dapat membaca pikiran dan tujuan serta niat yang akan dilakukan oleh Carlos.


"Mungkin," jawaban singkat dari Carlos.


Dalam hitungan detik, Carlos tidak terlihat lagi di hadapan Berlin. Dirinya tiba-tiba saja terpikirkan apa yang akan dilakukan oleh orang itu, dan itu cukup membuatnya berpikir.


"Berlin, duduklah sebentar, aku akan mengobati lukamu ...!" pinta Kimmy begitu lembut. Di saat yang bersamaan, Sasha baru saja datang memasuki ruangan dengan menenteng sebuah kotak medis milik Kimmy.


"Adam, sepertinya kita akan sangat kesulitan jika harus berlama-lama di satu tempat ...!" Aryo tiba-tiba juga datang dan mengatakan hal tersebut kepada Adam.


Benar, suara baku tembak masih saja terjadi dan terus terdengar tanpa ada jeda. Ashgard kini berada di dalam gedung, dan tentu posisi tersebut adalah posisi yang sangat sulit karena mereka secara langsung akan menghadapi seluruh orang bersenjata Clone Nostra yang menguasai gedung tersebut.


"Bagaimana dengan personel gabungan milik Garwig dan Prawira? Apakah mereka diam saja dan tidak ada perkembangan sama sekali?" cetus Adam.


"Jujur saja kita kurang tahu kalau soal itu, namun yang jelas adalah ... orang-orang Clone Nostra benar-benar keras kepala. Tak hanya itu, pertahanan mereka juga begitu rapat dan ketat," sahut Kent menanggapi.


Berlin hanya diam dan melamun sembari membiarkan Kimmy terus mengobati luka-lukanya dan membalutkan perban pada lengan kirinya. Dirinya mendengarkan apa yang dikatakan oleh Kent, sekaligus mengingat betapa banyaknya personel yang dimiliki oleh Clone Nostra.


"Kita harus hentikan pemimpinnya, jika kita ingin menghentikan anak-anak buahnya," celetuk Berlin tiba-tiba saja terlintas ide tersebut.

__ADS_1


Adam, Kent, dan Kimmy langsung menatap Berlin dengan tatapan serius. Berlin pun menjelaskan pernyataan yang baru saja ia utarakan, "jumlah mereka memang sangatlah banyak, namun ... mengendalikan mereka semua sangatlah sulit. Asumsi ku adalah ... jika pemimpin mereka yang mereka segani jatuh atau kalah, maka itu akan mengacaukan pertahanan mereka."


"Ya, kurasa itu ada benarnya," sahut Kent.


"Dan yang paling memungkinkan dapat melakukan itu adalah kita, berhubung kita ada di dalam pertahanan mereka," timpal Adam.


"Baiklah, sekarang ... kita harus--"


DRAPP ...!!


Berlin begitu memaksakan dirinya untuk melangkah tanpa bantuan Kimmy, yang alhasil membuatnya hampir jatuh karena salah satu kakinya sangat sakit jika dipaksakan untuk berjalan.


Beruntung Kimmy dan kedua rekannya berada di dekatnya, mereka begitu sigap memegangi tubuh Berlin agar tidak jadi terjatuh dan memapahnya untuk berdiri.


"Berlin, kamu tidak bisa memaksakan dirimu ...! Kondisimu cukup parah, aku akan membawamu pergi dari sini menuju ke rumah sakit!" ucap Kimmy.


BOOOMMM ...!!!


Suara dentuman tiba-tiba saja terdengar dan bersumber dari halaman depan Gedung Balaikota. Sesaat setelah mendengar suara tersebut, Berlin tiba-tiba saja berkata, "kurasa ... kita tidak akan bisa keluar dari sini dengan mudah," ucapnya seolah menyindir apa yang dikatakan Kimmy sebelumnya.


***


Di sisi lain, Prime bersama dengan Garwig berhasil membuat sedikit kekacauan di barisan pertahanan milik Clone Nostra yang berada di halaman depan Gedung Balaikota. Sebuah ledakan terpicu akibat satu buah tong yang berisikan bahan peledak ditembak oleh Flix dari kejauhan.


Akibat dari ledakan itu, beberapa orang dari pihak musuh berhasil menjadi korbannya, dan sedikit kericuhan pada garis pertahanan akhir milik Clone Nostra pun terjadi.


Tokyo dapat mendengar dan melihat itu semua. Dirinya tahu dan sadar bahwa posisinya kini telah diambang kekalahan, jika tidak ia gunakan rencana paling akhir. Namun ketika hendak berpindah ke rencana tersebut, Karina tiba-tiba saja datang dan berkata, "Ashgard telah memasuki gedung kita, dan berhasil membebaskan Berlin dari ruangannya.


"APAAA??!!!!"


Sontak hal tersebut membuat Tokyo naik pitam, "cari dan habisi Ashgard sialan itu! CEPAT!! HABISI MEREKA SAMPAI TIDAK ADA SISA!!!" titahnya dipenuhi oleh amarah kepada beberapa anak buah serta kepada Karina yang berdiri di hadapannya. Tak hanya itu, Doma juga terkena imbasnya.


Anak-anak buahnya langsung beranjak pergi dari hadapan Tokyo guna melaksanakan apa yang ia perintahkan. Di saat yang bersamaan, tiba-tiba saja Boni kembali muncul menemui Tokyo yang tampak berdiri di depan pintu utama gedung.


"Seperti apa yang ku katakan sebelumnya, cepat atau lambat. Namun sepertinya kau terlambat," ucap Boni.


"Kali ini aku benar-benar akan menghabisinya, sekaligus bersama dengan Ashgard keparat itu!" sahut Tokyo kemudian beranjak pergi menuju ke sebuah ruangan. Sebuah amarah, dendam, ambisi, dan rasa ingin membunuh pria bernama Berlin sangatlah memuncak.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2