
Dua jam berlalu, dan dalam waktu dua jam itu dihabiskan oleh Berlin di dalam sebuah ruang operasi. Ketika pertama kali dirinya dilarikan ke rumah sakit menggunakan sebuah ambulans. Berlin langsung mendapatkan penanganan cepat dari pihak medis mengenai cederanya, bahkan tidak ada waktu baginya untuk menemui istrinya yakni Nadia terlebih dahulu.
Kimmy dan Adam terlihat cukup cemas menunggu di luar ruang operasi. Mereka tentu berdoa dan sangat mengharapkan keberhasilan dari operasi yang tengah dijalani oleh Berlin di dalam sana.
"Apa tidak apa-apa kita tidak mengabari Nadia soal ini?" cetus Adam bertanya kepada Kimmy yang bersandar pada dinding tepat di depan pintu ruang operasi.
Pertanyaan Adam mengacu pada sebuah perintah yang sempat diberikan oleh Berlin sebelum dia memasuki ruang operasi. Berlin meminta kepada dua rekannya untuk tidak berbicara atau memberitahukan Nadia soal ini.
"Iya, tidak apa-apa! Kita dukung saja keinginannya untuk menyampaikan sendiri kepada Nadia," jawab Kimmy.
"Bagaimana dengan pemeriksaan terhadap lukamu?" lanjut Kimmy menanyakan soal kondisi luka yang sempat diterima oleh Adam.
"Baik, sudah mendapatkan perawatan, tenang saja ...!" sahut Adam duduk di sebuah bangku tunggu di samping ruang operasi.
Semua personel dari Ashgard yang mengalami luka, baik itu luka berat atau ringan. Semuanya telah mendapat perawatan terbaik dari pihak medis.
"Kim, semuanya telah berakhir, ya ...?" gumam Adam tiba-tiba dengan tatapan termenung ke arah lantai ketika duduk pada bangku tersebut.
Kimmy sempat melirik ke arah Adam yang duduk di sampingnya sedang dirinya hanya berdiri dan bersandar pada tembok. Berdasarkan apa yang ia lihat dan apa yang dapat ia pahami dari sikap Adam yang tiba-tiba saja termenung itu. Ia pun menjawab, "iya untuk semua konflik yang terjadi dengan Clone Nostra, namun tidak untuk kita Ashgard ...!"
Adam menoleh ke arah Kimmy yang berdiri di sampingnya dan bertanya, "mengapa kau begitu yakin?"
Mendengar pertanyaan itu, Kimmy dengan spontan langsung menjawab dengan membalikkan serta melemparkan pertanyaan kembali, "mengapa kau terlihat begitu tidak yakin ...?!" tanyanya dengan menatap tajam rekan prianya itu.
"Entahlah, setelah semua yang terjadi ... aku merasa Berlin tidak akan melanjutkan Ashgard lagi." Adam menjawab pertanyaan itu dengan intonasi yang sungguh pelan dan terkesan putus asa.
Mendengar hal tersebut, Kimmy jadi dibuat termenung dan berpikir. Ashgard adalah kelompok yang dibuat oleh Berlin yang kini berjumlah empat belas orang termasuk Berlin sendiri. Enam tahun yang lalu ketika Ashgard belum begitu dekat dengan pihak kepolisian, kelompok tersebut berjalan dan bekerja di balik bayangan dengan melakukan berbagai pekerjaan haram serta banyak tindakan kriminal.
Namun semuanya perlahan mulai berubah semenjak Ashgard memiliki konflik sendiri dengan sebuah mafia bernama Mafioso yang diketuai oleh Nicolaus Matrix. Semua permasalahan yang dilibatkan oleh Nicolaus serta putra angkatnya yakni Carlos berhubungan dengan asal usul keluarga Berlin, dan semuanya berhubungan dengan Prawira dan Garwig.
__ADS_1
Setelah permasalahan dengan Mafioso selesai, Ashgard mulai memiliki ikatan dan koneksi yang baik dengan Prawira dan Garwig. Bahkan hingga saat ini, dan hubungan tersebut membuat mereka tidak dapat lagi melakukan berbagai tindakan kriminal seperti dahulu lagi.
"Aku jadi bingung, tetapi yang jelas ... lebih baik kita tunggu saja sampai Berlin membaik dan menanti keputusannya," ucap Kimmy menghela napas, dan kemudian duduk tepat di samping Adam.
Adam tiba-tiba saja berceletuk dengan bergumam, "aku harap ... dia tidak mengambil keputusan untuk membubarkan kita."
***
Tengah Padang Rumput Shandy Shell, Penjara Federal.
Prawira beserta banyak personel kepolisiannya kini berada di sebuah halaman depan di Penjara Federa. Tak hanya dirinya dan pihaknya, namun juga ada Garwig beserta pihaknya di sana.
Federal sepertinya akan dipenuhi oleh para narapidana baru dari Clone Nostra, Red Rascals, dan Cassano. Jumlah mereka yang masih hidup hingga kini ada lebih dari tiga puluh orang, sedangkan selain dari mereka telah dinyatakan tewas akibat peperangan yang sempat terjadi di Area Balaikota.
Banyak dari mereka digiring perlahan ke dalam Federal dengan kawalan yang sangat ketat oleh divisi khusus. Setelah memasuki Federal, mereka pun kemudian dikumpulkan di tengah-tengah dari sebuah lapangan luas yang ada di dalam sana.
"Prawira, bagaimana dengan Tokyo dan Farres?" lanjut Garwig berjalan menghampiri Prawira yang berdiri di pinggir lapangan.
Prawira pun beranjak berjalan menuju ke sebuah pintu di salah satu dari beberapa gedung pada Area Federal itu. Langkahnya diikuti oleh Garwig yang berjalan tepat di sampingnya.
"Mereka berdua diamankan di tempat yang berbeda, mari ikuti saya!" ucap Prawira.
Gedung yang dihampiri oleh Prawira dan Garwig memiliki penjagaan yang lebih ketat daripada gedung lain. Terpantau ada banyak sekali aparat berseragam taktis hitam pekat dengan penutup wajah yang menutup setiap wajah mereka. Mereka berjaga di setiap titik dan posisi di sekeliling gedung itu, bahkan atap dari gedung pun juga diisi dan dijaga oleh mereka.
"Kalau Nicolaus?" tanya Garwig kembali.
Prawira pun menjawab, "dia sudah ditahan di sebuah sel yang terpisah dari narapidana yang lain sembari menunggu putusan pengadilan."
"Baguslah kalau begitu," gumam Garwig menghela napas lega.
__ADS_1
"Oh iya, aku lupa mengatakan satu hal padamu," cetus Prawira sebelum kemudian mengatakan, "kami mengindikasi adanya sosok ketua dari pihak Cassano yang ikut tertangkap di antara mereka yang ada di lapangan."
Garwig menghentikan langkahnya, menoleh dan menatap tajam Prawira sebelum kemudian berkata, "kalau memang benar, maka cepat pastikan dan pisahkan dia dari mereka!" titahnya, dan kemudian melanjutkan langkahnya kembali.
Mereka berdua pun segera masuk ke dalam gedung tersebut untuk menemui dua orang petinggi dari Clone Nostra yang tertangkap dan diamankan di dalam sana.
***
"Semuanya terkendali, bos. Sepertinya rencana kita berhasil," ucap seorang wanita berjaket merah kepada Felix.
Felix beserta semua anak buahnya yang berhasil melarikan diri dari lokasi pertempuran, kini tengah berkumpul di sebuah area parkir terbengkalai yang terletak di sudut kota.
Mendengar kabar dari rekan wanitanya itu, membuat dirinya tersenyum senang dan puas. Apalagi mengetahui jatuhnya sindikat atau kelompok besar bernama Clone Nostra, dan tertangkapnya hampir seluruh orang dari pihak Cassano.
"Kuasai wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh dua kelompok itu! Kita ambil alih semuanya, dan lebarkan sayap kekuasaan kita!" titah Felix kepada wanita itu yang tampaknya adalah orang kepercayaannya.
"Baik!" wanita itu terlihat begitu patuh, ia menundukkan kepalanya dan kemudian beranjak pergi untuk melaksanakan perintah itu.
Felix pun berdiri di depan beberapa anak buahnya yang saat ini berkumpul di area parkir itu, dan kemudian berbicara beberapa patah kata.
"Dengarkan, rekan-rekan ku! Dua kelompok besar kini telah jatuh dan kehilangan kekuatan mereka. Ini adalah momentum dan kesempatan bagi kita!"
"INI SAAT YANG TEPAT UNTUK RED RASCALS BERKUASA!! ERA MERAH AKAN DIMULAI!!!"
Suara Felix terdengar sangat jelas dengan intonasi yang begitu tinggi di depan beberapa rekannya itu. Tampak sekali kalau ia sangat berambisi dengan apa yang baru saja ia katakan di depan rekan-rekannya.
.
Bersambung.
__ADS_1