Ashgard : Ambisi Dan Tujuan

Ashgard : Ambisi Dan Tujuan
Bom Bunuh Diri #126


__ADS_3

"Mereka datang!"


Kina melihat beberapa aparat militer yang perlahan menuruni tangga, dan menghajar beberapa orang Clone Nostra yang tersisa. Kimmy merasa sangat beruntung dapat melihat pasukan itu datang, karena jika tidak ia tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya dan juga rekan-rekannya.


Komplotan orang lebih dari sepuluh yang terjebak di tangga telah berhasil dikendalikan. Di antara banyaknya dari mereka, hanya tersisa lima orang berjas putih yang selamat. Sisanya harus tewas ditempat akibat melakukan tindakan nekat yakni melawan aparat militer yang datang.


Kent terlihat menuruni anak tangga yang dipenuhi dengan mayat-mayat dari orang-orang Clone Nostra, sebelum kemudian menghampiri seorang pria yang kini hanya bisa bersandar di dinding dengan keadaan melemah.


"Doma El Claunius, langkahmu harus berhenti di sini! Bersikaplah kooperatif atau kau akan mati di sini!" titah Kent berdiri tepat di depan sosok pria bernama Doma itu.


Namun Doma justru malah tersenyum licik dengan tatapan tajamnya ke arah Kent. Ia tiba-tiba saja berkata, "kurasa aku lebih baik memilih opsi kedua, dan aku akan mengajakmu untuk bergabung denganku!" cetusnya dengan bersamaan ia membuka tuksedo putih yang dikenakan.


"Celaka!" cetus Kent dengan kedua mata terbelalak terkejut.


BOOMM ...!!!!


"KENT!!"


Sebuah ledakan tiba-tiba saja terjadi, dan akibat dari ledakan tersebut adalah meruntuhkan langit-langit gedung. Melihat ledakan itu berada sangat dekat dengan rekannya bernama Kent. Adam dan rekan-rekannya langsung berlari ke arah reruntuhan yang ada untuk mencari keberadaan Kent.


"Kent, kau di mana?!"


"Jawablah!"


Kimmy juga dapat melihat bagaimana ledakan itu terjadi, dan sedekat apa Kent dengan sumber ledakan. Dirinya dan ketiga rekannya ingin ke sana, namun harus tertahan karena kelompok Karina yang terus menembak ketika ia hendak berlari ke arah Adam dan yang lainnya.


"Cepat cari dia! Cari Kent!" titah Adam seketika melupakan sejenak seberapa sakitnya luka tembak yang ada pada bahu kirinya. Dirinya dan beberapa temannya langsung menghampiri reruntuhan itu, dan satu persatu menggali reruntuhan tersebut untuk mencari keberadaan Kent.


Korban dari pihak aparat pun berjatuhan, setidaknya terdapat empat aparat yang terluka akibat ledakan bom bunuh diri itu yang dilakukan oleh Doma.


"Aku menemukannya!" cetus Galang.

__ADS_1


Kent ditemukan tidak sadarkan diri, dan dalam keadaan setengah badan bagian bawahnya tertimbun oleh reruntuhan. Pada lengan kanan dan kirinya juga terluka cukup parah akibat ledakan yang terjadi.


"Cepat keluarkan dia! Bantu aku!" Adam berlari ke arah Kent, dan langsung berusaha untuk mengeluarkan rekannya itu dari reruntuhan.


DESING ...! DESING ...!!


"SIALAN! AKU SEDANG TIDAK ADA WAKTU UNTUK KALIAN!!!"


Beberapa tembakan dari komplotan Karina tertuju ke arah Adam dan rekan-rekannya yang hendak menyelamatkan Kent dari reruntuhan. Adam benar-benar terlihat marah, bahkan ia sempat berteriak ke arah komplotan yang berjarak cukup jauh darinya.


Beruntung ada beberapa aparat milik Garwig yang tersisa, mereka dengan sigap langsung membuat formasi bertahan dan tembakan perlindungan untuk Adam dan rekan-rekannya.


"Cepat keluarkan dia, dan kita bawa berlindung!" cetus seorang aparat berseragam yang sebelumnya memeriksa luka yang diterima oleh Adam. Ia membantu Adam dan rekan-rekannya untuk mengeluarkan Kent yang tidak sadarkan diri dari sana.


***


"Apa yang terjadi? Aku mendengar suara ledakan dari arah kalian," suara Berlin terdengar bertanya melalui radio komunikasi tersebut. Adam dan beberapa rekannya tidak dapat menjawab pertanyaan itu.


Kimmy pun mengangkat serta menekan tombol berbicara pada radio komunikasi miliknya, dan kemudian menjawab, "bom bunuh diri, dan Kent menjadi salah satu korbannya."


Kimmy sempat melihat ke arah Adam yang kini sudah berada di balik reruntuhan dinding untuk berlindung, dan di sana juga sudah ada Kent yang berhasil ia keluarkan dari timbunan reruntuhan.


Adam menyadari tatapan penuh tanya dari Kimmy, sebelum kemudian memberikan kode dengan memejamkan mata dan sedikit menggelengkan kepalanya. Dalam genggamannya terdapat tangan Kent yang terluka, dan rekannya itu masih tidak sadarkan diri dengan kondisi cukup parah.


"Cukup ... parah, Kent tidak sadarkan diri," ucap Kimmy menjawab pertanyaan Berlin mengenai pertanyaan yang menanyakan kondisi Kent.


Di dekat Kent terdapat seorang aparat wanita yang sebelumnya sempat berbicara dengan Adam. Aparat wanita itu membawa tas ransel pada punggungnya dan tampak memeriksa setiap luka yang Kent terima, sebelum kemudian meletakkan tasnya untuk mengeluarkan beberapa alat pertolongan pertama.


"Biar ku periksa ...!" ucap aparat tersebut kepada Adam.


Adam sempat melirik ke arah tas yang digunakan oleh aparat militer itu, dan rupanya terdapat logo medis kecil berwarna merah di bagian depannya.

__ADS_1


"Kau ... juga dari pihak medis?" tanya Adam.


Aparat wanita itu sempat melirik ke arah Adam dan menjawab, "ya, aku dari divisi medis milik militer."


"Terdapat pendarahan pada luka bagian pahanya, dan keadaannya cukup parah. Aku bisa sedikit mengobati dan menahan lukanya agar tidak terlalu parah, namun dia harus dilarikan ke rumah sakit segera!" lanjut wanita itu mengambil beberapa peralatan medis dari tas ransel, dan kemudian mengobati serta menahan pendarahan yang terjadi pada Kent.


Mendengar apa yang dikatakan oleh aparat tersebut, itu cukup membuat Adam sangat cemas mendengarnya. Tak hanya dirinya, namun begitu pula dengan rekan-rekannya. Situasi saat ini masih sangatlah kacau, dan akan membutuhkan waktu untuk bisa melarikan Kent ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.


"Apa kau bisa menanganinya?" tanya Adam menatap tajam dan serius kepada aparat wanita tersebut yang terlihat sedang fokus mengobati serta menahan pendarahan yang ada.


"Kurasa, untuk sementara waktu," jawab aparat tersebut.


Setelah mendengar jawaban itu, Adam beranjak berdiri dan hendak pergi dari perlindungan itu dengan sebuah pistol di tangannya.


"Tunggu! Anda 'kan terluka, tak seharusnya anda bergerak nekat!" cetus aparat wanita itu kepada Adam.


"Aku mohon padamu untuk menjaga rekanku! Dia lebih membutuhkan daripada diriku," sahut Adam, sebelum kemudian beranjak pergi berlari ke arah Kimmy.


Adam, Rony, dan Galang langsung berlari dan bergabung dengan Kimmy dan tiga rekannya. Kedua regu dari Ashgard kini sudah bergabung kembali, dan akan menghadapi komplotan Karina yang menutup satu-satunya akses menuju ke aula gedung.


***


PYAARRR ...!!!


Tokyo melempar sebuah gelas kaca yang ia raih dari atas meja pada lobi Balaikota. Ia tampak mendengus kesal, amarah pada hatinya bercampur aduk dengan dendam dan hasrat membunuh.


Tokyo telah mengetahui posisi pihaknya yang kini benar-benar tidak diuntungkan. Dirinya pun mengambil sebuah radio komunikasi miliknya, dan kemudian berkata, "lakukan sekarang ...! Habisi mereka dari belakang!"


"Baik, sesuai permintaan anda," jawab seorang pria pada radio komunikasi tersebut.


"Hei, kalian! Jangan lepaskan pertahanan depan, meskipun nyawa kalian yang menjadi taruhannya! Lakukan apapun untuk melawan dan menghabisi para aparat itu!!" titahnya kemudian kepada seluruh anak buahnya yang berada di garis pertahanan halaman depan Gedung Balaikota.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2