Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 92


__ADS_3

Inge turun kamu," bentak Devan dengan wajah merahnya


Inge melihat ke bawah, tapi dia belum turun juga dari sana. Devan yang melihatnya jadi binggung kenapa kekasihnya belum turun juga dari sana.


Mungkin Inge takut karena aku bentak dia tadi makanya dia gak mau turun,, Batin Devan


"Inge sayang cepat turun ya," ujarya lembut, Inge hanya tersenyum saja ke arah Devan dan tidak turun juga dari sana, Devan jadi kesal di buatnya.


"Inge...kenapa belum turun juga sih, aku khawatir kalau kamu lama-lama di atas pohon itu," ujar Devan cemas


"Maaf sayang, aku bukannya gak mau turun tapi..."


"Tapi kenapa ?" tanya Devan gak sabaran


"Tapi aku gak tau gimana cara turunnya," ucapnya polos


"Ha...ha..ha.." tawa Bondan dan Nita seketika pecah mendengar ucapan Inge


"Gimana ceritanya kamu bisa naik tapi gak bisa turun ?" tanya Devan


"Tadi saat naik pohon ada penyemangatnya,"


"Maksudnya ?" tanya Devan binggung


"Tadi aku melihat banyak buah mangga di atas pohon, tanpa pikir panjang aku langsung naik aja, Eh ternyata bisa ,"


"Dan tadi ketika aku udah kekenyangan aku mau turun tapi gak bisa sayang, jadi aku tidur saja di atas pohon," ujarnya


"Ha..ha..jadi kalau seharian kami gak menemukan kamu, kamu bakalan tidur di atas pohon itu," ujar Bondan sambil tertawa. Inge menganggukkan kepalanya


"Sekarang kamu lompat saja, biar aku tangkap," suruh Devan


"Serius kamu suruh aku lompat dari sini ? ini tinggi banget loh sayang. Gak mau ah, nanti kalau kak Devan gagal nangkapnya gimana ? bisa patah pinggang aku," ujarnya


"Gak akan sayang, aku sigap kok," ucapnya


"Gak mau..


"Inge please dong percaya sama aku, aku akan nangkap kamu kok,"


"Beneran nih ?" Devan mengangguk


"Cius.. miapa..?


"Sayang jangan bercanda dong, aku sudah siap nih," ujar Devan lalu mengambil ancang-ancang buat nangkap Inge.

__ADS_1


"Inge awas ada ular," teriak Bondan, Sontak Devan dan Inge kaget, Inge terjatuh Karena Devan tidak siap Bondan maju lalu menangkap Inge. Nita mengelus dadanya lega.


Inge membuka matanya perlahan, dia merasakan tangan tegap yang memeluk tubuhnya,rasa nyaman menyelimuti hatinya itu.Ternyata Bondan yang jadi pahlawannya.


"Sayang kamu gak apa-apa ?" tanya Devan, Bondan lalu menurunkan Inge dari gendongannya, tiba-tiba Inge menampar Devan, Bondan dan Nita kaget melihat Inge begitu.


"Sayang kok nampar aku sih ?"


Sayang kamu jahat," ucap Inge kemudian memeluk Devan dan menangis tersedu-sedu


Devan binggung ada apa dengan Inge, tadi nampar sekarang nangis, apa sih yang ada dalam pikirannya,, batin Devan


Inge sudah berhenti nangisnya, dia kemudian duduk di rumput sambil selonjoran kaki.


"Sayang...aku kaget banget tadi, aku pikir aku akan jatuh di tanah dan pinggangku akan patah," ucapnya kembali menangis


"Tapi kan papa nangkap kamu sayang," ujar Devan


"Aku sebel sama kamu, kamu tadi janjinya mau nangkap aku tapi kenapa papa yang nangkap sih, kamu ingkari janji," ucap Inge merajuk


"Yang penting kan kamu gak kenapa-kenapa sayang ?"


"Tapi kan aku maunya kamu yang nangkap, " ucap Inge sambil memalingkan wajahnya kearah lain.


"Kita ulang kembali adegannya," ucap Inge yang membuat mulut Devan ternganga.


Bondan dan Nita tak kalah kagetnya mendengar penuturan Inge yang gak masuk akal menurut mereka.


"Apa gak salah sayang, tadi saja kamu gak bisa turun, ini malah mau reka ulang adegan tadi, kamu ini bercanda ya," ujar Devan


"Siapa yang bercanda sih, kamu pilih mana aku ngambek apa reka ulang Adegan tadi," ujar Inge, Devan Frustasi bahkan lebih parah dari saat inge hilang tadi. Dia mengacak-ngacak rambutnya.


"Terserah kamu saja Sayang, lakukan apa mau kamu," ucapnya lemah.


"Makasih sayang, aku hanya bercanda kok. Aku cuma mau ngetes kamu aja tadi," semuanya bernafas lega karena tau mereka hanya di kerjai oleh Inge saja.


Sekarang giliran Devan yang cemberut, dan Inge yang melihatnya pun jadi binggung.


"Sayang kamu marah, jangan marah dong. maaf deh kalau aku ngerjai kamu tadi." ujar Inge, Suasana kembali tegang, Devan masih saja cemberut


"Kalau gak maafin juga gak apa-apa kok, ayo Pa..ma..kita balik ke mansion," ajak Inge, Nita dan Bondan menuruti kemauan Inge sambil tertawa.


Memang Inge yang sangat tau cara membuat Devan merasa bersalah dan dengan santainya dia mencueki Devan seperti itu.


"Sayang jangan tinggalin aku," ujar Devan Manja sambil mengejar mereka.

__ADS_1


"Dasar bucin, gak cocok tau ngambek-ngambekan. Ketebak sekali kamu mau manja-manjaan sama Inge tapi Inge memang cerdas bisa tau apa yang kamu inginkan, makanya belajar dong dari yang lebih tua," ujar Bondan lalu merangkul Devan kemudian mereka kembali ke mansionnya.


🌹🌹🌹


Di Perusahaan Perdana Corperation...


Mika lagi santai di meja kerjanya, tiba-tiba Dion menyuruhnya masuk ke ruangannya, Mika bergegas menuju ke sana.


"Ada apa pak Dion ?


"Apa jadwal saya hari ini ?


"Suka-suka hati pak Dion lah, mau ngapain kek, kok tanya saya," ucap Mika kesal karena dari tadi dia tidak berhenti di suruh-suruh sama Dion sehingga dia kelelahan, Dion melongo mendengar jawaban Mika


"Lo niat kerja gak sih ?" benyak Dion


"Hari ini jadwal kosong," ucapnya malas


"Kalau begitu lo buatin makan siang buat gue, ingat harus lo yang bikin jangan di beli," ujar Dion, Mika mendengus kesal lalu segera keluar dari ruangan Dion.


"Dasar penyiksa, gak tau apa kalau gue udah cepek banget, dari tadi perasaan gue di suruh-suruh terus sama dia " ujar Mika kesal


"Apa gue kerjain aja ya," gumannya


Mika segera ke pantry yang berada di lantai itu, Ipan yang lagi santai-santai di sana tersenyum melihat Mika.


Eh mbak Mika, tumben mbak ke pantry. Biasanya kalau mau sesuatu pasti nyuruh Ipan," tanya


"Ipan..mulai sekarang lo harus terbiasa dengan keberadaan gue di tempat teritorial lo ini, karena gue akan sering berada di sini mulai sekarang." ucap Mika


"Asiik..jadi Ipan dapat bantuan dong mbak, jadi ringan tugas Ipan mulai sekarang," ujarnya


"Lo salah Pan, malahan mulai sekarang tugas lo akan nambah, gue akan sering nyuruh-nyuruh lo mulai sekarang," ujar Mika


"Yach ...makin tambah kerjaan Ipan mbak, tapi gak apa-apa deh, walaupun capek tapi lihat wajah mbak yang cantik tiap hari Ipan rela kok he..he.." ujarnya cengengesan


"Jangan gombal Ipan, gak bakalan mempan," ujar Mika


"Gak kok mbak, Ipan serius kok,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Read...Like...Coment...Vote...


Thank's 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2