
Di saat Yuki sedang melakukan kewajibannya itu, Bintang pun masuk ke kamar namun dia kaget karena melihat Yuki Shalat padahal tadi siang dia bilang sama Bintang kalau dia sedang datang Bulan.
Bintang kembali keluar dari kamar itu seolah-olah dia tidak mengetahui kejadian itu.
Yuki sudah selesai Sholat, Dia kemudian segera tidur agar Di saat Bintang datang ke sana dia sudah terlihat tidur olehnya.
Setelah membaca Doà Yuki langsung memejamkan matanya agar cepat tertidur. Di saat itu lah Bintang Datang lalu segera menuju kamar Mandinya untuk membersihkan diri.
Bintang sudah selesai dengan Ritual mandinya, dia bergegas memakai piyamanya mulai naik ke atas tempat tidur dan berbaring di samping Yuki, Jantung Yuki berdetak lebih kencang dari biasanya, Ini adalah pengalaman pertamanya tidur satu kasur dengab seorang Pria.
Bintang tersenyum melihat Yuki yang pura-pura tidur seperti itu, dia sangat lucu sekali kelihatannya.
Bintang mulai menatap wajah Yuki yang terkesan damai dalam tidurnya namun Bintang tahu kalau Yuki mati-matian berusaha tenang agar Bintang tidak curiga Namun Detak jantung Yuki tidak bisa di kontrol itu terdengar di telinga Bintang.
Bintang berencana mengerjai Yuki, tangannya mulai membelai Wajah Yuki menggunakan jarinya.
"Ternyata kalau lagi tidur begini kamu sangat cantik ya ," ucap Bintang, Jantung Yuki rasanya mau copot saja mendengar ucapan Bintang Itu. Sampai-Sampai bunyinya semakin jelas terdengar di telinga Bintang, Bintang semakin senang karena Dia sudah berhasil mengerjai Yuki.
Bintang semakin semangat untuk beraksi lagi, dia ingin melihat seberapa kuat Yuki menahan Godaannya.
"Tapi sayang kamu lagi datang Bulan, kalau tidak malam ini akan menjadi malam terindah untuk kita, aku mungkin sudah membuat kamu menjadi milikku seutuhnya, tapi semua itu biarlah Jadi Khayalanku saja," ucap Bintang lagi, Yuki jadi merasa bersalah karena berbohong pada Bintang.
"Lebih baik Aku tidur saja, Badanku sangat pegal sekali karena kelamaan berdiri," ujar Bintang lalu kembali berbaring Di samping Yuki, Yuki melirik sekilas ke arah Bintang yang sudah menutup matanya itu, Yuki sangat takjub melihat ketampanan suaminya itu kalau lagi tidur seperti itu.
"Kenapa ? Suami kamu tampan ya, kalau mau cium ya cium saja sudah halal Kok ," ujar Bintang masih dengan mata terpejam, Yuki kaget mendengarnya, dia langsung berbalik membelakangi Bintang.
Mati Gue ketahuan menatap dia, malah dia belom tidur lagi, mau di bawa kemana wajah gue ini, wajah gue kok panas banget ya ,, batin Yuki.
Belum hilang kekagetannya, Tiba-tiba ada sebuah tangan kekar memeluknya dari belakang tangan siapa lagi kalau bukan tangan Bintang.
Jantung keduanya berpacu seperti pacuan Kuda ketika tubuh Bintang menempel sempurna di punggung Yuki.
"Sudah tidur saja, malam ini aku tidak akan menyentuh kamu kok, biarkan aku memelukmu saja seperti ini ," ujar Bintang mempererat pelukannya.
__ADS_1
What..Malam ini, berarti besok malam dia akan menyentuh gue dong, dan Itu artinya dia tahu kalau gue berbohong kalau gue lagi datang Bulan ,, Batin Yuki.
Yuki masih belum bisa tidur, pelukan Bintang sedikit melonggar dan nafasnya terdengar mulai teratur, itu menandakan kalau dia sudah terlelap.
Yuki kembali memejamkan matanya dan akhirnya dia juga terlelap.
*
*
Pagi sudah tiba, mentari sudah mulai menampakan sinarnya di ufuk timur, Xindy sudah siap mau berangkat ke kampus dan sekarang dia sudah ada di meja makan bersama Inge.
"Mas Zain kemana Ma ?" tanya Xindy
"Enggak tahu tuh, semalam Mama lihat dia pergi lagi di jemput oleh Jo, entah kemana anak itu sampai sekarang mereka belum pulang juga," ujar Inge.
"Coba kamu telponin dia, siapa tahu kalau kamu yang nelpon dia akan mengangkatnya." suruh Inge
"Tidak di angkat ma ," ucapnya
"Coba kamu telpon Jo, mungkin Zain masih sama Dia ," suruh Inge, Xindy akhirnya menelpon Jo namun sama saja, dia juga tidak mengangkatnya.
"Kemana sih mereka, aku kok jadi khawatir ya. Atau aku telpon Kinara saja, mungkin dia tahu keberadaan mas Jo."
Xindy kembali menelpon tapi kali ini yang dia telpon adalah Kinara, dengan satu panggilan saja Kinara sudah mengangkat telpon darinya.
"Assalamuàlaikum Xindy, Alhamdulillah kamu menelpon aku, baru saja aku mau menelpon kamu ," ujar Kinara
"Memangnya ada apa ya Kinara sampai-sampai Lo mau menelpon gue ?" tanya Xindy
"Aku mau nanyain mas Jo, dia janjinya kalau hari ini akan mengantarkan aku ke kampus tapi sudah jam segini dia belum datang juga dan aku mau nanyain ke kamu barang kali dia ada bersama mas Zain ," ujar Kinara, semakin bertambah khawatir saja Xindy pada Zain, bayangan-bayangan yang mengerikan terlintas di kepalanya.
"Oh ya Xin, kamu menelpon aku ada apa ya ?" tanya Kinara yang menghentakkan lamunan Xindy.
__ADS_1
"Ini aku sebenarnya juga mau menanyakan di mana Mas Jo, karena semalam dia menjemput Mas Zain tapi belum balik juga sampai sekarang, dan telponku juga tidak di angkatnya ," ujar Xindy meneteskan air matanya, dia tidak bisa menahan perasaan khawatirnya terhadap Zain.
"Kalau begitu kita harus bertemu Xin, kita harus mencari mereka, aku tidak mau sesuatu yang buruk terjadi kepada mereka ," ujar Kinara semakin khawatir. Zain yang super bucin saja tidak menjawab telpon kekasihnya Xindy, Semakin yakin saja dia kalau terjadi sesuatu dengan mereka.
"Oke gue jemput Lo sekarang juga ," ucap Xindy memutuskan sambungan Telponnya.
"Ma aku pergi dulu ya, aku dan Kinara mau mencari Mas Zain dan Mas Jo dulu ," ucap Xindy lalu salim sama Inge.
"Kalau sudah ketemu kamu hubungi mama ya sayang," ujar Inge
"Baik ma , Xindy pergi dulu ya ," ujar nya lalu bergegas ke mobilnya.
Setelah kepergian Xindy, Inge terlihat menelpon seseorang .
"Xindy sudah pergi, kalian sudah boleh beraksi ," ujar Inge sambil tersenyum.
Setelah menjemput Kinara Xindy mulai melajukan mobilnya. Pencarian di mulai dari Perusahaan Perdana Corperation.
Xindy memarkirkan mobilnya, dia dan Kinara mulai turun dan langsung berjalan menuju Ke Lantai 21 di mana ruangan Zian dan Jo berada.
"Semoga mereka ada di kantor ya Xin," ujar Kinara.
"Iya Kinar, gak mungkin mereka tidak berada di sini karena apa lagi yang akan mereka lakukan kalau bukan bekerja," ujar Xindy
Xindy berjalan ke Ruangan Zain namun ketika dia memutar Knop pintunnya, pintu itu terkunci.
Tiba-tiba pintu Lift terbuka, mereka berharap kalau Itu adalah Zain dan Jo yang datang, namun lagi-lagi mereka kecewa karena ternyata Itu Leni Sekertarisnya Zain.
"Loh Xindy, ngapain kamu di sini ? " tanya Leni.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai..Hai..Hai... Group chat miss N sudah aktif loh, siapa berminat gabung ayo segera gabung ya... Kuota 500 Anggota saja..bagi Author yang mau sharing pengalaman juga boleh...dan bagi Author pemula yang mau nanya-nanya seputar Novel ayo segera gabung ya 😊😊
__ADS_1