Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DIKCO 112


__ADS_3

"Yach gimana ya, Idenya calon suami gue yang paling Mantap sih dan tidak perlu mengeluarkan biaya alias Gratis, tinggal kita menyiapkan dekornya saja ," ujar Xindy


"Beneran gratis, kalau begitu gue setuju ," ujar Bintang.


"Enggak Modal banget sih kak Bintang, tapi kalau Itu Radit yang siapin ke Gue gue gak bakal Nolak ," Liora semakin terang-terangan saja menyatakan perasaannya kepada Radit, Radit hanya tersenyum ke arah Liora, Senyumnya itu yang telah membuat Hati Liora klepek-klepek sama dia .


"Hai..hai..hai..Jo datang dengan segenap Cinta buat Dek Kinara tercinta ," ucap Jo yang baru masuk ke Cafe itu dengan sebuket bunga mawardi Tangannya Buat Kinara.


"Wiih Mawar Merah Nih, Dapat Nyolong di mana lo Jo ," ujar Zain


"Sekate-kate Lo Zain, gue beli ini di Toko bunga ternama tau gak, di terima dong sayang ," ujar Jo pada Kinara. Kinara mengambil Bunga Itu lalu menaruhnya di Meja.


"Loh Kok di taruh sih, di cium dong bunganya ," suruh Jo, Kinara kembali memegang bunga itu lalu menciumnya sambil memejamkan matanya.


"Lebay Banget sih kalian, Ayo kita pergi ," ajak Zain lalu bangkit dari duduknya.


"Loh Zain kenapa pergi sih, baru aja gue nyampek ke sini kalian sudah mau pergi saja ,"


"Salah lo sendiri kenapa Lo baru datang, topik pembahasan sudah selesai dan kita mau meninjau Lokasi," ujar Zain


"Lokasi ?, memangnya kalian sedang mengerjakan Proyek apa, serius banget ,"


"Kita mau mengerjakan Proyek Cinta, lo mana ngerti yang begituan ,"


"Lo meremehkan gue Zain, kita akan buktikan kalau gue juga bisa mengerjakannya." ucap Jo juga bangkit dari duduknya.


"Mau ngapain Lo?" tanya Zain


"Ya ikut lah, gue kan juga mau berpartisisapi,"


"Ha..ha..ha..Sapi Siapa Mas Jo ?" tanya Xindy.


"Noh sapinya Si Zain Noh," ujar Jo


"Lebih baik Lo ke rumah pak Ustadz sana, kagak usah ikut lo, Lo lanjutin menghafal aja sana ," suruh Zain


"Nah ide bagus tuh Zain, gue gak ikut ya..Ayo Kinara temenin Babang ke Rumah Pak Ustadz yuk ," ajak Jo


"Nah loh..jangan mau Kinara, entar bukan kerumah pak Ustadz tapi malah di ajak Jalan-jalan, kalau seperti itu terus mau lebaran monyet pun Lo gak akan hafal Tu AlQuran, yang ada umur Lo 50 tahun baru bisa nikahin Kinara ," ujar Zain

__ADS_1


"Abang Ini selalu saja Suudzon sama adek Jo yang tampan ini, mentang-mentang dia nya sudah hafal pakek ngebully adek, ter~la~lu..," ujar Jo


Mereka yang mendengar ucapan Jo jadi kaget.


"Loh kok malah di katain abang sih sama Mas Jo, bukankah lebih tua Mas Jo ya dari pada mas Zain," ujar Liora asal nyeplos


"Ha..ha..ha..Rasain Lo Jo, lo mau membuat gue malu tapi lo sendiri yang malu kan ha.. ha..ha..," Tawa Zain pecah di susul tawa Xindy


"Loh kok ketawa sih, apa ada yang salah sama omongan gue ," tanya Liora


"Omongan lo gak salah Kok, yuk kita pergi," Zain menarik tangan Xindy hendak pergi dari sana .


"Mas aku pamit sama Ibu dulu ya,"


"Ya sudah aku tunggu kamu di mobil ya sayang ," ujar Zain, Xindy mengangguk lalu pergi ke Ruangan Susan.


Sedangkan Jo dan Kinara masih di sana, mereka kembali memesan makanan karena Jo belum makan siang.


"Aku gak boleh ikut mereka nih ?" tanya Kinara


"Kamu mau ikut juga ya ?" Kinara mengangguk


"Ya sudah kita juga ikut tapi kita makan dulu ya nanti aku bawa kamu ke sana ," ujar Jo


"Tetap harus ngafal dong, tenang saja nanti aku atur jadwalnya malam saja. Untuk hari ini aku akan mengantarkan Bidadari ku kemana saja dia mau pergi," ucap Jo sambil mengedipkan matanya, Kinara tersipu karena ulah Jo itu.


Xindy sudah selesai pamit sama Ibunya, dia segera menuju ke Mobilnya Zain sedangkan Bintang, Radit dan Liora mereka bertiga juga sudah di mobil yang sama.


"Ayo kita berangkat ," ujar Xindy


Mobil melaju dengan kecepatan Tinggi membelah jalanan Ibukota yang terlihat Lengang karena ini masih jam Kantor maka dengan lancar Zain mengemudikan mobilnya menuju ke tempat yang di maksud.


Setelah setengah jam perjalanan melewati jalan besar akhirnya mobil Zain memasuki jalan yang sedikit sempit.


"Loh kok jalannya sempit sih, sebenarnya kita mau kemana sih ini, kok enggak ada rumah di sekitar sini," ujar Bintang


"Lo jangan bawel deh, kayak emak-emak aja lo Tang ," ujar Zain


"Iya nih mas Zain, ini mau kemana sih sebenarnya, kok banyak kebun begini ya?" Liora pun ikut bersuara.

__ADS_1


"Ini tuh jalan menuju makam ," ujar Radit, Bintang dan Liora menatap ke arah Radit.


"Gila Lo Zain, lo mau gue melamar Yuki Di kuburan, wah parah..parah...Lo ," ucap Bintang


"Brisik lo ah, lo tenang saja tempat ini lebih indah dari makam ," ujar Zain


"Gue enggak mau, putar balik Zain, seram tau gak.. Lo mau ngadain pesta gue di sana, itu sama saja membuat Yuki bukannya senang tapi malah marah sama gue Zain ," ujar Bintang lagi


"Lo bisa diam enggak sih Tang, bentar lagi kita sampai nih,"


"Lagian ngapain sih kita ke sini mending kita ke pantai saja seperti idenya Kinara ,"


"Ini satu lagi cewek, cerewet banget sih, kalian bisa diam atau aku beneran bawa ke kuburan nih," ancam Zain.


"Bintang, Liora kita bukan mau ke kuburan tapi ada tempat indah di sekitar sini yang enggak pernah kalian bayangkan." ujar Xindy


"Kalau dek Xindy yang ngomong gue baru percaya ," ucap Bintang


"Bintang..Loe sudah bosan hidup ya, kalau memang iya gue langsung bawa Loe ke kuburan saja ," ucap Zain dengan nada sarat ancaman.


"Wiih santai Bro, ngeri amat sih lo kalau lagi cembokir, gue hanya bercanda tau,"


"Sayang Sudah ah, jelek tau kalau cemberut gitu, senyum Dong ,"


"Iya sayang aku gak cemberut lagi kok ,"ujar Zain sambil tersenyum ke arah Xindy


"Dasar Bucin Lo ," ucap Bintang


"Biarin Lo iri kan ,"


Bintang hanya diam saja, dia memang iri dengan Zain yang bisa manja-manjaan bersama Xindy seperti itu, walaupun Bintang sudah punya Yuki namun rasa kagumnya ke Xindy masih tersisa di hatinya.


"Kenapa lo, kok diam ? apa lo masih punya rasa sama Xindy ?" tanya Zain


"Sayang..jangan mulai lagi deh, aku pusing tau gak dengar kalian berdebat terus ," ucap Xindy


"Iya sayang enggak lagi kok ," ucap Zain


Zain menepikan mobilnya di sebuah Bukit tandus yang hanya ada sebatang pohon besar saja di sana.

__ADS_1


"Ini tempatnya ? kelihatannya biasa aja tuh ," tanya Liora.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2