Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
eps 46


__ADS_3

"Kak Devan gak marah? Kak Devan kok senyum sih?", tanya Inge


"Mana bisa aku marah sama kamu sayang, aku malahan senang kamu gak lupa sama aku, lagian aku lebih bahagia kalau kejadian-kejadian yg kita alami bersama dua hari ini di lakukan dengan sadar", ucap Devan masih dengan senyumnya


"Ya tuhan...hati mana yang tak meleleh di perlakukan seperti ini,, aku sangat beruntung bisa mendapatkan pria seperti Kak Devan", batin Inge berbinar


"Makasih ya kak Devan", ucap Inge sambil memeluk Devan


"Kamu gak risih meluk-meluk aku, kan kamu udah sadar dan ingat semuanya", goda Devan


"Kak Devan ih,,kak Devan ngeledek aku ya?", ucap Inge sambil mencubit pinggang Devan


"Bercanda sayang!!!"


"Jadi sekarang status aku apa nih, apa masih calon suami atau sudah berubah jadi pacar?", tanya Devan


"Kak Devan maunya apa??" tanya Inge


"Aku sih maunya bukan pacar,bukan calon suami, tapi suami kamu", ucap Devan sambil menatap mata Inge


"Kamu mau gak kalau jadi istri aku??"Devan mengungkapkan niatnya yang sudah lama ingin dia utarakan pada Inge,


Inge mengangguk


"Gak romantis amat ngelamarnya", ucap Elang yang dari tadi memperhatikan mereka bersama nia


"Iya,,ya kak, berasa nonton sinetron kitanya. Adegannya udah perfect tapi kok ngelamarnya di rumah sakit sih", timpal Nia


"Sekalian aja mahar nya seperangkat jarum suntik ha...ha...", Elang dan Nia tertawa


" Berisik kalian, yang penting kan Inge nerima lamaran Gue, gue bagaikan makan durian", ucap Devan


"Mana ada kek gitu, yang ada ketiban durian runtuh", ucap Elang


"Kalau ketiban durian runtuh kan sakit, gue gak mau!!gue maunya makan durian, ya kan sayang",


"Serah lo deh, gue sama Nia mau ke kantin dulu mau mamam", ucap Elang sambil menarik tangan Nia


"Dari tadi napa", ucap Devan


🌹🌹🌹


Mika sedang berada di taman rumah sakit, dia sengaja ke sana untuk melepaskan penat tubuhnya setelah seharian berada dalam ruang rawat ber AC itu, Mika yang terbiasa dengan panas matahari di kampungnya tak tahan kalau lama-lama berada di ruangan ber AC itu.


Selagi menatap bunga-bunga yang sedang bermekaran dengan kupu-kupu berterbangan kesana-kemari, Mika gak sengaja melihat sesosok pemuda yang sangat dikenalnya sedang berjalan buru-buru masuk ke dalam Rumah sakit itu, dia segera menyusul pemuda itu.


Karena pemuda itu berjalan sangat cepat, Mika kehilangan jejaknya,


"kemana ya dia?", guman Mika

__ADS_1


Mika mencari kesana kemari tapi masih tidak menemukan pemuda itu, diapun memutuskan untuk pergi ke kantin Rumah sakit.


Sementara di Perusahaan Perdana Corperation, Dion sedang menelpon pak Imron Supir Nia.


"Hallo pak Imron, Nia udah pulang kampus? dimana dia sekarang kok saya hubungi Hp nya gak aktif?", tanya Dion


"Non Nia sudah pulang dari kampus nya pak, tapi...", ucap pak Imron ragu-ragu


"Tapi kenapa pak?", tanya Dion cemas


" Tapi tadi non Nia menyuruh saya mengantarkannya ke Rumah sakit X, dan saya di suruh pulang oleh Non Nia pak", jawab pak Imron


"Nia sakit apa? Hallo...hallo..tut..tut..


sambungan telpon terputus, Dion melihat Hp nya ternyata baterainya habis


"Ah sial!!",


Dion segera bergegas menuju Rumah sakit X karena terlalu panik, dia takut terjadi apa-apa sama adik kesayangannya itu.


Dion sudah sampai di Rumah sakit itu, dia segera menuju resepsionis dan menanyakan pasien yang bernama Nia Lestari prayoga tapi tidak ada nama tersebut di daftar pasien.


Dion frustasi, mau menghubungi pakai telpon rumah sakit tapi gak ingat nomor Hp adiknya itu.


"Oh iya, gue kan ingat nomor Hp nya Devan, apa Gue tanya Devan aja ya ", fikir nya


Kemudian dia meminjam telpon Rumah sakit untuk menelpon


"Boleh mas, ini!!", ujar suster itu lalu memberikan pesawat telpon itu kepada Dion


Dion langsung mengetik nomor Hp Devan di sana dan mendeal nya


Devan melihat ada panggilan telpon di Hpnya , dia melihat kalau yg menelponya nomor tak di kenal,dia tak mengangkatnya.


Selang beberapa saat telponya berdering lagi


" Siapa sih ganggu aja", ucap Devan kesal


"Udah,,diangkat dulu aja siapa tau penting", ujar Inge


Devan pun kemudian mengangkatnya


" Hallo.." ucap Devan dengan nada ketus


"Akhirnya lo angkat juga bro, lo ada lihat Nia gak? Tanya Dion


"Dion!! lo kenapa pakai nomor baru, Hp lo kemana?" tanya Devan


"Hp gue mati, ni aja gue pakai telpon Rumah sakit , lo ada lihat Nia gak sih?", tanya Dion lagi

__ADS_1


"Emang gue siapa dia, kan lo kakak nya", ucap Devan asal


"Iya gue tau, lo tinggal jawab aja susah amat sih", ucap Dion kesal


"Iya gue lihat kok, dia ada di rumah sakit X lagi jenguk Inge pacar gue", jawab Devan akhirnya


"Di ruangan mana, gue juga lagi di sini sekarang", ucap Dion


"Lo kesini aja kalau begitu, kamar VVIP di lantai lima, lo cari aja sendiri", Devan kemudian memutuskan sambungan telponya.


Dion segera menuju kesana, Dia sudah sampai di lantai lima gedung Rumah sakit itu dan dia terlihat binggung yang mana kamarnya, akhirnya dia memutuskan untuk mengecek satu persatu kamar yang ada di sana.


Dion sudah mengecek dua kamar di sana tapi mereka tidak ada, tinggal satu kamar lagi yang belum di cek.


"Ini pasti kamarnya", ucapnya sambil mengetuk pintu kamar itu, pintu pun terbuka, terlihat Devan berdiri di ambang pintu dengan muka masamnya


"Ganggu aja lo", Dion tak mengubris ucapan Devan, dia langsung masuk kedalam kamar itu.


"Dimana dia??", tanya Dion, Inge yang melihatnya jadi bingung


" Dia udah ke kantin sama teman gue, udah lo tunggu di sini aja, bentar lagi dia juga datang kok", ujar Devan sambil menuju ke arah Inhe dan duduk tepat di samping Inge seperti sebelumnya.


"Kak Devan!! Dia siapa?", tanya Inge masih bingung


"Dia Dion sahabat aku, kakaknya Nia", ucap Devan


"Oooo,,Apa,,,!!! jadi selama ini kak Devan udah kenal sama Nia, dan kak Devan pura-pura gak mengenalnya? ", ucap Nia bernada cemburu


"Gak usah cenburu Inge, Devan itu cuma cintanya sama lo", celutuk Dion


"Jadi dia juga tau kalau kak Devan Cinta sama aku", ucap Inge malu-malu


Devan mengangguk dan tersenyum manis sambil mengacak-ngacak rambut Inge


"Kak Devan ih,,jadi berantakan kan rambut aku", ucap Inge kesal karena rambutnya jadi berantakan akibat ulah Devan.


"Kamu tetap cantik kok walaupun berantakan", goda Devan


"Kak Devan emang gak ada kerjaan lain ya, dari tadi menggoda aku mulu", ucap Inge


"Tok..tok...


Tiba-tiba ada suara pintu di ketuk, Dion pun bergegas membuka pintunya, siapa tau itu Nia adiknya, saat pintu terbuka Dion kaget.


"Lo...???


Bersambung....


miss N😘😘😘

__ADS_1


para Readers ,jangan lupa tinggalkan jejak ya


makasih🙏🙏🙏 love U❤❤❤


__ADS_2