
"Ya Enggak sih, tapi saya sudah kenal lama sama dia, dan saya juga sahabatnya sejak di kampus dulu, jadi saya punya peluang besar untuk mendapatkannya," ucap Bisma tak mau ngalah
"Siapa bilang, Saya itu lebih muda dari kamu dan masih perjaka, mana mungkin dia mau sama duda kayak kamu kalau ada perjaka yang menyukainya," ujar Rey
"Ha..ha..ha..Sudah setua ini masih perjaka, berarti tidak ada yang mau sama kamu ya, saya tidak yakin kalau Inge mau sama kamu ," ujar Bisma
"Terserah kamu deh, kita lihat saja nanti siapa yang di pilih oleh Mrs Inge,"
"Oke...kita harus bersaing secara sehat ya dan siapa pun yang di pilih olehnya yang lain tidak boleh iri ," ujar Bisma, Rey mengiyakannya.
Sebuah Mobil berhenti tepat di Depan Hotel itu, ketika Zain turun dari mobil Bisma segera menghampirinya.
Bisma sudah berdiri di samping mobil itu, sedangkan Rey juga ikutan berdiri di sana .
"Kamu minggir sana, saya duluan berdiri di sini," ujar Bisma
"Suka-suka saya dong mau berdiri di mana, nanti kita lihat siapa yang dia pilih ," ucap Rey.
Zain yang melihat mereka jadi tertawa, mereka bertingkah seperti remaja yang memperebutkan gebetan yang sama.
"Ha.. ha.. ha..Om-Om ini pada ngapain sih berdiri di situ, kurang kerjaan ya ?" tanya Zain
"Kita mau menunggu Mama Kamu turun dari Mobil ," ucap Rey
"Bhua.. ha.. ha..," semakin kencang saja tawa Zain dan Xindy yang masih berada di dalam mobil pun ikut tertawa melihat tingkah mereka.
"Om-Om ini benar-benar kurang kerjaan ya, orang Mama saya tidak ada di dalam Mobil, lagian nih ya Mama saya itu enggak datang karena risih sama kalian berdua, sudah minggir sana saya mau membukakan pintu buat Calon Istri saya ," ucap Zain yang membuat wajah mereka berdua memerah karena malu.
Mereka pun akhirnya pergi dari sana dengan perasaan kesal.
Zain tidak sanggup menghentikan ketawanya begitu pula dengan Xindy.
"Ada-ada saja sih para ABG tua itu, gak nyadar apa kalau mereka sudah pada tua ," ujar Zain
"Hus jangan ngomong seperti itu sayang, cinta itu bisa membuat segalanya menjadi mungkin, yach seperti yang kita lihat tadi emak-emak di perebutkan seperti itu ," ujar Xindy
__ADS_1
"Iya sih..Memang Mama is the best deh bisa membuat mereka bucin seperti itu ha..ha..," ucap Zain kemudian menggandeng Xindy lalu masuk ke sana.
Semua mata menatap ke arah mereka, mereka bagaikan pasangan yang sempurna di Acara itu sehingga mengalahkan pasangan pengantin yang sedang menyalami para tamu yang memberi selamat kepada mereka.
Kini giliran Zain dan Xindy yang menyalami mereka, Zain berbisik di telinga Bintang dan terlihat Bintang mengangguk.
Apa yang di lakukan Zain itu mengundang perhatian Xindy sama Yuki yang menimbulkan tanda tanya dari mereka namun mereka menahannya.
"Hai Yuki..selamat ya atas pernikahan Lo, gue senang akhirnya sahabat gue yang satu ini melepas lajangnya di usia yang tergolong muda, Hati-hati loh, sifat Bintang bakalan berubah kalau sudah halal, bisa jadi lebih agresif," Bisik Xindy di saat cepika-cepiki dengan Yuki.
"Loh Kok Lo tau sih Xin?"
"Ya iya lah, gue kan tau dia luar dalam, tapi tenang saja gue gak pernah nyobain kok ," ujar Xindy
"Sialan Lo Xin, tapi bener loh Xin, sesudah ijab Qabul selesai dia jadi agresif seperti kata lo, gue jadi ngeri ," ujar Yuki
"Ya sudah Nikmati aja Yuki, selamat menjalani malam pertama yang penuh cinta ," ujar Yuki.
Xindy beralih ke arah Bintang.
"Gue gak di cipika-cipiki nih Xin kayak Yuki ," ujar Bintang
Tatapan membunuh Zain mengarah ke arah Bintang, Sedangkan Bintang hanya cengengesan melihatnya.
"Ayo ah, kita turun yuk sayang. Aku tidak mau kalau ada perang dingin di sini," ujar Xindy sambil menggandeng Zain turun dari sana.
"Kenapa sih kamu ngomong seperti itu sama Bintang, Sepertinya kamu mau nanti setelah menikah aku bikin enggak bisa jalan ya ," goda Zain
"Awas saja kalau itu sampai kejadian, aku bakalan biat kamu juga sama enggak bisa jalan ," ujar Xindy
" Wah seru dong, kita bisa bersama terus di kamar, kan kita berdua sama-sama enggak bisa jalan he..he..," ucap Zain
"Au ah gelap, aku mau ambil minum dulu ," ujar Xindy.
"Kamu di sini saja ya sayang, Aku saja yang ambilkan.
__ADS_1
Di saat Zain sedang mengambil minuman buat Xindy dia bertabrakan dengan seorang gadis cantik yang berpenampilan sangat glamor dan tiba-tiba saja Gadis itu pingsan di pelukannya.
Zain segera melepaskan pelukan gadis itu, dia takut kalau Xindy melihatnya.
"Hei mbak, mbak kenapa..." tanya Zain sambil menepuk-nepuk pipi gadis itu.
Semua orang yang melihatnya langsung menghampiri mereka.
"Hei mas apa yang kamu lakukan sama gadis itu ?" ucap Seorang gadis yang ada di sana.
"Saya tidak melakukan apa-apa sama dia, tadi dia yang menabrak saya dan langsung terjatuh di Lantai." ujar Zain
"Tidak mungkin hanya bertabrakan saja dia bisa pingsan seperti itu, ayo kamu bawa dia ke rumah sakit," ujar mereka yang ada di sana.
Melihat ada keributan di sana Xindy jadi penasaran dengan apa yang terjadi, dia pun berjalan menghampiri kerumunan itu.
"Ayo mas Mbaknya di bawa ke rumah sakit ," suruh orang-orang yang ada di sana. Zain masih saja mematung.
"Ini ada apa sih sebenarnya, kenapa pada berkerumun begitu ," Tanya Xindy, semua mata melihat ke arah Xindy.
"Ini mbak, mas ini melakukan hal yang tidak senonoh sama gadis ini sehingga dia pingsan ," ujar seorang gadis yang berambut ikal itu.
"Oh ya..siapa yang berani berbuat seperti itu di sini ," ujar Xindy
"Tuh dia orangnya ?" ujar Gadis itu
Xindy melihat ke arah Yang di tunjuk oleh gadis itu, dia kaget karena yang di tunjuk adalah Zain kekasihnya, Xindy tersenyum di dalam hatinya, dia yakin ada yang ingin menjebak Zain.
"Sayang, dasar kamu otak mesum ya, tega kamu sama aku, awas kalau kamu tidak bertanggung jawab sama Gadis ini kamu akan aku buat jadi perkedel ," ucap Xindy memulai aktingnya sambil memukul-mukul Zain.
"Sayang kamu kenapa sih, kenapa kamu jadi ikut-ikutan sama mereka," ucap Zain sambil menghindar dari pukulan Xindy
"Jangan panggil aku sayang lagi, memang semuanya kamu bikin mainan ya, jangan-jangan selama ini aku juga menjadi mainanmu, kamu jahat mas..aku benci sama kamu," ujar Xindy sambil menangis lalu berkedip ke arah Zain. Sebuah senyum terbit di bibir seseorang yang tidak jauh dari sana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1