
Di sebuah gedung yang begitu megah dengan dekorasi yang mewah, terlihat beberapa tamu sudah berhadir di sana, Xindy sudah siap dengan baju pengantinnya di dalam sebuah kamar yang ada di gedung itu.
“Sayang kamu cantik banget, Zain pasti terpesona dengan kecantikan kamu ini,” ujar Inge.
“Iya dong anak siapa dulu,” ujar Susan
“Iya.. iya.. kamu memang cantik Susan, puas..!
“iiih ngambek kayak ABG saja sih kamu ,” ujar Susan
“Siapa coba yang ngambek, anak kamu memang cantik, tapi anakku Enggak kalah tampan loh.”
“Iya jelas dong, tidak ada yang bisa mengalahkan ketampanan Zain, kalau bukan dia menantuku sudah aku embat tuh anak ,” ujar Susan
“Ibu jangan dong, Mas Zain itu jatahnya Xindy masak mau di embat juga,” ujar Xindy
“Bercanda kok sayang, Mama enggak mungkin dong suka sama Brondong, ya sudah kita keluar yuk,” ajak Susan
“Eh.. eh.. eh.. cantik banget menantu kamu ini Nge, enggak kalah loh sama mertuanya,” ucap Mika.
“Iya dong, oh ya Bella mana, kok dia enggak bareng sama kamu,” tanya Inge
“Palingan lagi makan dia, dia itu kalau enggak tidur, Makan atau bikin masalah ,” ucap Mika
“Eh jangan seperti itu Mik, Bella kan masih anak-anak, biarin saja kenapa ,” ujar Inge
“Gak salah Nge, kalau anak orang lain mungkin sudah menikah dan punya anak, nah dia masih saja urakan seperti...
“Mamanya ,” ucap Inge dengan cepat
“Iya sih...,” ujar Mika cengengesan, semua tertawa melihatnya.
“Ayo kita bawa pengantinnya ke Luar, Zain pasti sudah enggak sabar menantikan kedatangannya ,” ajak Susan
“Ayo,” ucap mereka.
Dengan Langkah pelan Xindy berjalan ke arah Zain yang sudah tampan dengan memakai pakaian yang senada dengan Xindy, dia terpesona ketika melihat Xindy yang sudah di dandani sedemikian rupa sampai-sampai Zain tidak mengenalinya tadi.
__ADS_1
“Biasa saja lihatnya,” ucap Mika yang membuat Zain cengengesan.
“Sayang kamu cantik banget loh, aku terpesona dan ingin cepat-cepat malam tiba ,” ucap Zain yang mendapatkan pelototan dari Mamanya.
“Sudah sah Ma,” ucap Zain
MC memulai acaranya, semua keluarga di persilahkan berdiri di samping kedua mempelai agar para undangan bisa memberikan selamat kepada semuanya.
Dari arah pintu masuk terlihat dua orang pria paruh baya yang datang dengan Buket bunga di tangannya, semua mata melihat ke arah mereka.
"Jauh-jauh Kamu dari saya, merusak pemandangan saja ," ucap Bisma
"Kamu tuh yang merusak ketampanan saya, minggir saya duluan yang datang dan saya duluan yang harus bertemu dengan Miss Inge" ucap pria yang agak sedikit Gondrong siapa lagi kalau bukan Rey
Rey berjalan mendahului Bisma ke arah Inge, Zain yang melihat kedatangan mereka segera memberitahukan kepada Mamanya.
"Ma itu Fans Mama sudah datang," ucap Zain, Inge menoleh ke arah mereka.
"Hadeuh..datang lagi upin dan ipin itu, siapa sih yang mengundang mereka ?"
"Aku yang mengundangnya Ma, kan mereka Fansnya Mama, sayang Dong kalau enggak di Undang," ujar Zain
"Miss inge...mau kemana, Aku datang membawa sebuket Bunga yang cantik untuk orang yang sangat cantik hari ini ," ucap Rey sambil memberikan Buket mawar merah itu kepada Inge.
"Jangan di ambil Inge, bunganya dia petik dari kebun Orang, ini dari aku yang spesial aku beli dari toko Bunga ternama di Jakarta, mohon di terima ya ," ujar Bisma sambil menggeser Rey ke belakang.
"Eh enak saja kamu bilang aku metik di kebun orang, ini mawar spesial tanda cintaku pada Miss inge, enggak kayak kamu tuh apaan..ngasih buat Miss Inge kok Bunga Lily, kalau tanda cinta itu bunga mawar tau ," ujar Rey
"Emang iya..tapi cantikan bunga lily tau, Inge pasti suka ," ujar Bisma
"Stop..Stop...kalian ini apa-apaan sih, kalau kalian ke sini hanya untuk berantem sebaiknya kalian pergi saja, lagian saya tidak mengundang kalian ke sini," ujar Inge lalu pergi dari sana, dia sungguh pusing menghadapi Upin dan Ipin tersebut. Ingin rasanya dia pergi dari sana tapi ini kan hari bahagia Putranya, dia akhirnya naik ke pelaminan dan berdiri di samping Zain.
"Gimana Ma, jadi siapa yang di pilih nih," tanya Zain
"Di pilih gundulmu, tidak ada yang bisa menggantikan Papa Devan di hati Mama Zain, kamu jangan coba-coba menjodoh-jodohkan Mama sama orang lain apa lagi sama Upin ipin itu ," ucap inge kesal, Zain hanya tertawa melihat Mamanya itu.
Sementara Bisma dan Rey masih saja berdebat di sana.
__ADS_1
Di salah satu meja yang penuh dengan makanan ada seorang gadis yang terlihat sedang asik mengunyah makanan yang ada di sana.
Andi yang hendak mengambil minum tidak sengaja menabraknya.
“Heh..punya mata enggak sih Lo, orang segede ini masih saja di tabrak ,” ucap gadis itu.
“Eh maaf mbak, saya tidak sengaja,”
“Mbak-mbak, memangnya Gue embak Lo apa, jadi kotor kan Gue ,” ujar gadis itu.
Andi mengambil tisu yang ada di sana dan dia hendak mengelap baju Gadis itu namun gadis itu menepisnya lalu pergi meninggalkan Andi sendirian di sana.
“Galak amat sih tu cewek,” ucap Andi lalu mengambil minum dan pergi dari sana.
“Andi ngapain Lo masih di situ, ayo kita kasih selamat sama Xindy dan Zain,” ajak Tedi dan mereka pun berjalan naik ke atas pelaminan.
Di saat Andi mulai menyalami satu persatu keluarga Dari Zain Netranya melihat kalau Gadis tadi juga ada di sana.
“Eh kamu kan yang tadi,” ujar Andi
“Heh jangan sok kenal Lo sama Gue, sudah pergi sana gak usah salaman ,” ucap Gadis itu.
“Bella, jangan seperti itu ah. Maafkan dia ya Nak, dia memang seperti itu orangnya sama orang yang baru di kenal ,” ucap Mika
“Ooo namanya Bella ya , Cantik secantik Orangnya,” ucap Andi yang mendapat pelototan dari Bella.
Andi mengedipkan matanya ke arah Bella yang membuat Wajah Bella memerah karena kesal.
“Awas Lo cowok genit, nanti Gue congkel mata Lo itu ,” ucap Bella
Andi hanya tertawa menanggapinya, dia suka melihat wajah Bella yang seperti itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai..hai..hai..para Resders setiaku...
Sepertinya Kisahnya Zain dan Xindy hampir End nih, kalau miss N buat Kisah Andi Dan Bella kalian bakal mampir gak sih, sepertinya bakalan lebih kocak dari yang sudah-sudah Loh...gimana...kalian masih setia kan ?😁😁
__ADS_1
kalau kalian bilang Iya , aku bakalan rilis novelnya di awal Oktober ya..😊😊
Gimana menurut kalian???