
"Akhirnya saya mengizinkannya buat pergi setelah dia berjanji gak akan lama, saya menunggunya kembali namun non Inge sampai sekarang belum kembali bu, saya sudah mencarinya di warung nasi goreng itu tapi kata penjualnya non Inge tidak ke sana." ujar satpam itu.
"Apa...jadi maksud bapak Inge hilang ?" ucap Nita kaget, Pak satpam menganggukan kepalanya lemah.
Nita terduduk di lantai lemah, dia tidak bisa membayangkan kalau Devan mengetahui semua ini, Devan bakalan hancur banget perasaannya. Nita tidak tau apa Inge pergi dari rumah atau dia di culik lagi seperti dulu.
"Mika..cepat hubungi Devan, kasih tau ke dia segera cari Inge, jangan sampai kejadian dulu terulang lagi," ujar Nita sambil memegang dadanya.
Melihat itu Mika bukannya menghubungi Devan malah berteriak memanggil Bondan.
"Om..om Bondan Tolong..." teriakan Mika menggema di seluruh Mansion itu, Bondan kaget mendengarnya, Dia bergegas keluar dari kamarnya, dari tadi dia sudah siap dengan pakaian kantornya dan juga mau keluar tinggal sentuhan terakhir saja belum dia lakukan yaitu bercermin dengan gaya khasnya.
"Ada apa Mika kamu teriak pagi-pagi ?" tanya Bondan yang belum melihat kondisi istrinya.
"Ini Om ..tante.." ucap Mika terputus saat Bondan segera mengendong istrinya lalu membawanya ke kamarnya. Bondan mengambil obat di laci nakas lalu meminumkannya ke Nita, beberapa saat kemudian Nita kembali normal.
"Mika cepat hubungi Devan," ujar Nita
"Baik tante," jawabnya.
Mika mengambil ponselnya dan segera menelpon Devan.
Devan yang lagi bercermin dengan penampilannya yang sudah sempurna itu mendengar ada panggilan masuk dari ponselnya. Ternyata dia melihat panggilan dari Mika, dia langsung mengangkatnya.
"Iya Mika, gimana Apa kamu sudah membawa Inge ke tempat yang aku suruh ?" tanya Devan, Mika gak tau harus bilang apa sama Devan, dia takut dan gugup sekali.
"Kak Devan...Inge..Inge.." ucapnya terbata-bata
"Van Inge hilang," teriak Nita sambil menangis.
"Apa...! Mika Bilang sama gue , kalian bohong kan, kalian lagi nge prank gue kan ?"
"Kak Devan ini beneran, gak ada yang nge prank kak Devan, Inge hilang beneran kak," ucap Mika, ponsel Devan jatuh dari tangannya, dia mematung, air matanya mengalir jatuh di pipinya.
Trio sengklek yang melihatnya langsung bertanya.
"Van Lo kenapa " tanya Edo, Devan masih mematung tak ada respon darinya, tubuhnya bergetar hebat dan akhirnya dia terduduk lemah di lantai. Andi segera memungut ponsel Devan dan melihat kalau masih ada sambungan telpon dengan Mika dia langsung bertanya sama Mika.
"Mika ini Andi, sebenarnya ada apa sih sampai Devan shock seperti itu ?" tanya Andi
__ADS_1
"Inge hilang kak," ujar Mika
"Beneran, lo gak bohong kan ?"
"Iya gue gak bohong, bilang sama kak Devan agar cepat mencarinya, kita semua khawatir kalau-kalau dia di culik kayak dulu lagi ," ujar Mika
"Oke..kita semua akan segera mencarinya." ujar Andi lalu memutuskan telponnya.
"Ada apa Ndi ?" tanya Elang
"Inge hilang, kalian cepat bikin Devan sadar, gue akan melacak keberadaan Inge, semoga ponselnya masih Aktif," ujar Andi segera mengambil laptopnya lalu segera melacaknya.
Devan masih saja bengong dengan air mata terus mengalir di pipinya, dia seperti kehilangan separuh nyawanya saat ini.
"Ketemu ! " ucap Andi
"Tapi kenapa dia ada di bandung ya ?" ucap Andi membuat Devan tersadar. Dia langsung melihat lokasinya di laptop Andi.
"Gue tau dia di mana " ucap Devan.
"Kalian ikut gue ke sana," ujarnya lalu segera keluar dari ruangan itu menuju mobilnya, mereka segera mengikutinya.
Sampai di mobil Devan duduk di balik kemudi dan mereka bertiga langsung masuk ke mobil itu, Devan melihat ke arah mereka dengan tatapan tajamnya.
"Kalau kalian di mobil gue semua nanti Inge pulangnya pakek apa ?" tanya Devan
"Iya juga ya ," ucap Andi
"Lang kita pakai mobil lo aja, sekalian kita ajak Mika dan Nia," ujar Andi
"Gak boleh, Nia biar sama gue aja," ucap Edo
"Dasar Bucin lo dalam keadaan genting kek gini aja lo masih mikirin cemburu," ujar Elang
"Gue aja yang semobil sama Elang dan Nia, lo Ndi semobil sama Devan dan Mika," ujar Edo
"Oke kita jemput Mika dulu, dan kalian Jemput Nia, kita ketemu di gerbang Tol menuju Bandung."
"Oke Lest Go.." ujar Edo kemudian turun dari mobil Devan menuju mobil Elang. Elang pun juga melakukan hal yang sama.
__ADS_1
Mereka pun akhirnya berpisah, Devan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju mansionnya, sampai di sana dia segera menelpon Mika agar keluar dari mansion menuju ke gerbang depan.
Mika mengambil tasnya lalu segera menuju ke sana, dan merekapun akhirnya berangkat menuju Bandung.
Di mobil suasana hening, Mika terus berusaha menghubungi Inge tapi tidak diangkat oleh Inge, dia belum menyerah masih saja mencoba menelpon Inge tapi semuanya sia-sia saja.
"Inge..lo di mana Sih Nge, angkat dong telpon gue, jangan bikin gue khawatir," ucap Mika dengan wajah cemasnya
"Eh gadis bawel,, gak usah ngomel-ngomel sendiri deh, Kita ini lagi menuju ke tempat Inge berada," ujar Andi
"Memangnya kalian tau di mana Inge ?" Tanya Mika
"Dia di kampung halamannya," ujar Devan
"Kok kak Devan tau kalau kampung halamannya Inge Di Bandung ?" tanya Mika
"Lo itu begok atau apa sih, Devan kan pacarnya Inge, Ya pastilah dia tau, lagian dia juga pernah ke sana sebelum kenal sama Inge, dan lo tau gak pertemuan mereka yang pertama itu sangat mengesankan loh," ujar Andi, Devan tidak mengubris obrolan mereka, Yang ada di pikirannya adalah segera sampai ke sana untuk menemui kekasih hatinya.
"Emangnya mereka bertemu dimana pertama kalinya ?" tanya Mika
"Di air terjun di kampung halaman Inge, saat itu Devan yang menolong Inge saat tenggelam di Lubuk air terjun itu," jelas Andi
"Jadi...Dedemit itu adalah Kak Devan?" tanya Mika, Andi mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Mika.
"Maksud lo Apa ?" tanya Andi
"Inge pernah cerita kalau dia pernah di tolong oleh orang dan dia memanggil orang itu dengan sebutan Dedemit karena dia tidak mengenalnya." jelas Mika
"Ha..ha..ha.., Parah tu si Inge , masak The King Of Campus yang ketampanannya mengalahkan artis-artis malah di samain sama dedemit sih, ini berita heboh loh," ujar Andi.
"Heh kalian bisa diam gak sih, kalau enggak gue turunin disini kalian," Bentak Devan.
"Iya..iya..kita diam kok,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai...hai..Udah pada mampir belom di novel kedua miss N, Kalau kalian suka adegan sedih-sedihan dan seru-seruan ayo cepat mampir ya, di jamin gak akan nyesel deh...
kalau kalian malas nyari judulnya klik aja profil miss N, di sana ada semua karya-karya miss N yang lagi Ongoing...
__ADS_1
Yuk mampir segera dan jangan lupa tinggalkan jejaknya ya..
Love U All 😘😘😘