Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 110


__ADS_3

"Calon suami siapa dulu dong Tante ha..ha..ha..," Zain semakin narsis saja, tapi Itu hanya candaan saja untuk mencairkan suasana agar mereka tidak lagi berlarut-larut dengan kesedihan.


Kruukk...


Sebuah suara yang berasal dari perut Xindy yang membuat mereka saling berpandangan satu sama lain lalu tertawa.


"Sayang kamu lapar ya, duuh kasian anak Ibu kelaparan, Zain kenapa kamu enggak ngasih makan anak Tante hah ," tanya Susan kepada Zain


"Aku sudah ngasih dia makan Tante, tapi dianya saja yang enggak mau makan karena kepikiran sama tante terus," ujar Zain membela diri


"Benar sayang ?, maafin Ibu ya nak, gara-gara ibu kamu malah jadi enggak nafsu makan," ujar Susan dengan nada sedihnya.


"Ibu enggak salah Kok, sekarang aku jadi nafsu makan tapi suapin ya Bu ,"


"Kalau begitu ayo kita makan, ibu juga belum makan dari kemaren," ajak Susan.


"Ayuk..." mereka bertiga pun keluar dari ruangan itu dan menuju ke salah satu Meja kosong yang ada di luar.


"Mbak siapkan makanan yang paling the best di Cafe ini ya buat kita," suruh Susan.


"Baik Bu ," Sahut pelayan Itu.


Makanan sudah di sajikan di atas Meja, Xindy makan dengan di suapi oleh Susan sehingga menjadi perhatian semua pengunjung terutama pelayan-pelayan yang ada di sana.


Dari arah jalan terlihat Liora dan Kinara berjalan menuju ke Cafe tersebut dan melihat adegan suap-suapan itu.


"Liora bukankah itu Xindy sama Mas Zain ya ? atau ini hanya halusinasiku saja ," tanya Kinara


"Iya Kinara, gue juga melihat kalau itu adalah Xindy dan kenapa Tante Susan malah suap-suapan dengannya ya ," ucap Liora


"Kamu kenal sama Tante itu ?" tanya Kinara


"Iya, Tante Susan itu adalah manager Cafe ini Kinar, kemaren saat aku , Xindy dan mas Zain makan di sini juga ada dia," jelas Liora


"Ooo kalau begitu ayo kita Samperin," ajak Kinara, Liora dan Kinara pun kemudian menghampiri mereka.


"Hai Mas Zain dan Tante seru banget nih kelihatannya, kita boleh gabung enggak," tanya Liora


"Hai..kamu kan temannya Xindy yang kemaren itu ya, Oh Boleh banget kok nak, ayo ikut makan ," ajak Susan


"Waah makanannya Banyak banget loh Tan, enak-enak lagi ," ucap Liora lalu mengambil kursi yang masih kosong dan menaruhnya di sana.


"Eh..ini siapa, kenapa masih berdiri saja, ayo duduk dekat Tante," ujar Susan


"Oh ya aku lupa kenalin dia, ini Kinara Tante, dia juga teman kita," ujar Liora

__ADS_1


"Mari Nak Kinara duduk di samping Tante," suruh Susan


"Makasih Tante," ucap kinara Lalu duduk di samping kiri Susan.


"Oh iya Tante dalam rangka apa ini sepertinya kalian sedang mengadakan pesta ya ," tanya Liora


"Enggak Kok Lio, kita tidak lagi mengadakan Pesta," ujar Xindy


"Kinar, Lo ada mendengar suara-suara enggak, mirip suaranya Xindy, tapi enggak mungkin ah, Xindy kan lagi sakit di rumah ," ujar Liora seolah-olah tidak bisa melihat Xindy ada di sana.


"Sialan Lo Lio orang gue segede gaban gini enggak kelihatan," ujar Xindy


"Kinar ada suara kok enggak ada orangnya ya ," ucap Liora kembali.


Aduuh......


Liora mengaduk ketika Xindy menjewer telinganya.


"Sudah kelihatan kan, becandanya enggak Lucu tau gak ," ujar Xindy kesal


"Lagian Lo sih kenapa bilang sama kita kalau Lo sakit, untung saja gue, Kinara sama Bintang belom ke rumah Lo, kalau kita langsung pergi ke sana kan gak bakalan ketemu ya, benar enggak Kinar ?" ujar Liora


"Iya nih, kita mau jengukin kamu loh Xin,"


"Eh tunggu..tunggu, tadi kalian ada sebut nama Bintang Juga, apa dia mau jenguk gue juga ?" tanya Xindy


"Hey mau apa si cunguk itu mencari-cari pacar gue, apa dia sudah bosan hidup ," tanya Zain marah.


"Katanya sih mau minta tolong sama kita bertiga untuk mempersiapkan pesta Ulang tahun Yuki yang ke 22 sih," jelas Kinara.


"Waah So sweet banget sih Bintang, Sayang nanti kalau aku ulang tahun kamu bakalan buat pesta juga enggak ," tanya Xindy pada Zain


"Pastinya dong, tapi tempatnya rahasia," ujar Zain


"Di luar negeri dong mas Zain biar kita juga bisa ikut ke sana ," ujar Liora


"Ish itu maunya Lo ," mereka semua tertawa.


"Oh ya tante, kita lihat tadi Tante lagi menyuapi Xindy ya Tan, baek banget ,"


"Iya nih, Tante lagi menyuapi anak Tante yang sudah lama hilang ," ujar Susan


"Jadi Xindy anaknya Tante ," Kaget Kinara


"Iya Kinara, Xindy sebenarnya anak Tante ,"

__ADS_1


"Wah enak banget Lo Xin, patesan saja wajah Lo cantik banget Nyokap lo saja cantik begini, masih muda lagi ,"


"Ya Iya lah gue cantik, kalau enggak Cantik mah mana mau Mas Zain sama gue ," ujar Xindy narsis.


"Kamu ini ya Xin, pantang di puji sedikit malah tambah sombong kamu ," ujar Liora


"Ini bukan Sombong Liora tapi ini mensyukuri nikmat tuhan yang di berikan kepadaku, Maka nikmat tuhan yang manakah yang kamu dustakan."


"Sayang...itu kan Arti salah satu ayat di Surat Ar-Rahman kan ?"


"Iya sayang..Alhamdulillah berarti kamu memang sudah Khatam surat itu ," ujar Xindy senang.


"Hai..hai..hai..kenapa pada ngumpul di sini, bukankah Xindy lagi sakit ya ?" tanya Bintang


"Heh Curut, Lo jangan macam-macam ya sama Istri gue, Awas Lo kalau ketahuan nyari-nyari dia lagi,"


"Eh Santai dong Bro, Gue enggak salah dengar nih..Istri..Calon Istri kali Zain,"


"Suka-suka gue lah mau nyebutin dia kayak gimana dia enggak bakalan marah ya kan sayang ?"


"Terserah kamu saja Mas," ucap xindy datar.


"Tuh kan dengar sendiri, Lagian ngapain sih Lo nyari-nyari Xindy ?"


"Kan tadi gue sudah bilang sama Mas Zain kalau.."


"Diam Lo, gue mau dengar langsung dari mulut dia sendiri, bisa aja kan Lo ngarang," ujar Zain yang membuat Liora Bungkam


"Galak amat sih Bro sama cewek, Gue nyariin Xindy mau minta bantuan nyiapin pesta ulang tahun yang berkesan buat Yuki pacar Gue," ujar Bintang.


"Tu kan Mas Zain enggak percaya sih sama gue, gue enggak ngarang kali ," ujar Liora kesal


"Iya..iya..sekarang Gue baru percaya, sepertinya lo juga butuh bantuan Gue deh," ujar Zain


"Beneran lo mau bantu ?" tanya Bintang


"Tergantung bayaranya ,"


"Perhitungan benget sih Lo Zain, udah kaya juga masih minta duit,"


"Siapa bilang kalau gue mintanya duit ," ucap Zain


"Terus kalau bukan duit apa dong ?" tanya Bintang


Zain membisikkan sesuatu di telinga Bintang, Bintang hanya tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2