Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 107


__ADS_3

"Apa kamu tahu sesuatu mas ?" tanya Xindy


"Aku belum pasti apa benar dia orangnya, Dulu Papaku pernah cerita tentang seseorang yang dia tolong dari kecelakaan mobil tapi aku belum pasti juga sih, nanti aku pastikan dulu baru aku kasih tahu ke kamu ya sayang ," ujar Zain


"Kalau begitu ayo kita pulang ," ajak Zain


"Mas..Tunggu..!!


"Ada apa sayang ?


"Maaf ya aku sudah membuat meeting kamu berantakan, aku pulang sendiri saja biar kamu bisa melanjutkan Meetingmu ," ujar Xindy


"Tidak ada yang lebih penting selain kamu sayang, Jangankan Meeting sama para manager, Meeting sama Klien pun bakalan aku tinggalkan demi kamu, kamu itu orang yang paling berharga bagi aku di bandingkan segalanya ," ucap Zain


"So Sweet..." ucap Jo yang kepalanya muncul dari balik pintu


"Jo...! Lo belum pergi juga ?


"Belom...Gue kan mai menjaga dedek Cantik biar gak di apa-apain sama Lo he..he..


"Joo..oo....!!


Bantal kembali melayang ke arah Jo, Jo hanya menghindar sambil memeletkan lidahnya ke arah Zain, Xindy pun tertawa melihat tingkah mereka berdua.


Zian kesal sama Jo tetapi dia juga berterima kasih padanya karena sudah bisa membuat Xindy kembali tertawa.


*


*


Zain kini sudah duduk berhadapan dengan Susan di sebuah Privat Room sebuah Restorant, Susan menatap ke arah Zain seolah menyuruh dia yang berbicara duluan tapi Zain masih saja diam.


"Zain ada apa kamu mengajak Tante ketemuan di sini ?" Akhirnya Susan membuka percakapannya.

__ADS_1


"Saya pikir Tante sudah mengerti maksud saya Tante," ucap Zain, Susan hanya menunduk.


"Saya hanya ingin Tante cerita apa yang sebenarnya terjadi sama Tante sehingga Tante meninggalkan Xindy bersama ayahnya.


"Ceritanya panjang Zain,"


🍃Flash Back On


Di malam Itu Ada seorang Pria mendatangi rumah Susan.


"Murni kamu harus melakukan tugas ini dan Kamu tidak bisa menghindar dari kedua belah Pihak, lebih baik kamu memilih pihak yang benar Susan," ujar Virgon teman Murni yang sekarang bernama Susan.


Murni adalah Seorang Intelijen rahasia Kepolisian yang bertugas menyelidiki sebuah Komplotan Gengster yang meresahkan di sebuah Desa yang ada Bali.


Semenjak Menikah dan mempunyai seorang Putri dia tidak pernah berurusan lagi dengan Kepolisian ataupun para Mafia dan Gangster.


Dan entah dari mana Virgon mengetahuinya kalau sebahagian dari Mafia atau Gengster tersebut sedang mencari keberadaan Murni dan keluarganya.


"Maaf Gon, aku tidak mau berurusan lagi dengan tugas itu, aku sekarang sudah punya suami dan seorang Putri, kamu pasti mengerti apa yang aku lakukan sekarang adalah pilihan yang tepat Gon," ucap Murni


"Bukankah aku sudah di lepas tugaskan dari misi ini Gon, kenapa kalian mesti mencariku lagi, aku sudah bahagia dengan kehidupanku yang sekarang. Jadi sekali lagi aku minta maaf Gon, aku tetap pada pendirianku ," ujar Murnu


"Murni aku menyuruh kamu begini hanya untuk menyelamatkan Suami dan anakmu, tapi itu terserah kamu lagi, kamu tahu kan Konsekuensinya kalau para Mafia dan Gengster itu menemukan kalian, bukan hanya kamu saja yang di habisi namun Suami dan Putrimu juga Wika," ujar Virgon lalu pergi dari sana.


Damar yang mendengarkan percakapan mereka di balik pintu kamar menggepalkan tangannya.


Saat Murni masuk ke kamarnya dia melihat Damar duduk di atas kasur sambil menatap tajam ke arahnya.


"Loh kok mas Damar belum tidur to, Apa mas Damar kepanasan, aku kipasin ya mas ," ujar Murni seolah-olah tidak ada yang terjadi.


"Murni..apa kamu mau meninggalkan aku sama putri kita ?" pertanyaan Damat membuat Murni menoleh ke arah Damar.


"Mas Damar mendengar pembicaraan aku dan Virgon ?

__ADS_1


"Jawab saja Murni, apa kamu mau meninggalkan aku sama Xindy putri kita hah ?" suara Damar kini sedikit meninggi.


"Siapa bilang aku akan melakukan itu, aku sudah keluar dari sana Mas, aku gak mungkin akan meninggalkan kalian hanya untuk mereka," ujar Murni sambil tersenyum.


"Maafin mas Ya Murni, mas sudah salah sangka padamu, aku yakin kamu akan tetap bersama kami,walaupun kita harus mati bersama mas Minta kamu jangan pernah meninggalkan kami ya sayang ," ujar Damar sambil memeluk dan mengecup pucuk kepala Murni.


Sepanjang malam Murni memikirkan apa yang di katakan oleh Virgon, sudah jam dua dini hari dia masih belum juga bisa memejamkan-- matanya.


Murni mengambil Ponselnya lalu mengetik sebuah pesan buat Virgon agar dia menjemputnya sekarang juga.


Murni mulai menulis di secarik kertas dan menarunya di atas bantalnya serta ponselnya sebuah amplop berisikan uang juga di taruh di sana.


Penampilan Murni sekarang layaknya seorang polisi cantik yang memakai baju serba hitam dan jaket senada dengan pakaiannya.


Murni mengambil Tas Ransel miliknya dan pelan-pelan Murni keluar dari Rumah itu lalu pergi bersama Virgon.


Suara berisik mobil yang mereka pergunakan membuat Damar terbangun dari tidurnya dan melihat Murni tidak ada di sampingnya lagi, Damar bergegas keluar dari rumah untuk mengejar Murni namun apa daya mobil yang membawa Murni sudah melaju kencang meninggalkan rumah itu.


"Murni....jangan tinggalkan kami ," teriak Damar sambil mengejar mobil itu namun Murni tidak melihat ke arah Damar, dia takut kalau menoleh itu akan membuatnya membatalkan niatnya untuk menjauh dari Damar dan Putrinya.


Sudah dua minggu Murni meninggalkan Damar dan putri semata wayangnya, Hari ini dia akan berencana masuk ke markas Gengster yang terkenal sadis dan kejam itu. Akan tetapi usahanya di ketahui oleh salah satu anggota dari kelompok Gengster tersebut dan menyebabkan kejar-kejaran mobil pun terjadi.


Mobil Murnu jatuh kejurang dan terbakar habis. Mereka mengira kalau Murni sudah mati terbakar api itu namun tanpa di sadari oleh mereka ternyata Murni masih hidup dengan luka bakar di tubuh dan sebahagian wakahnya.


Devan yang sedang Honymoon bersama Inge menemukan Murni dalam keadaan mengenaskan di pinggir jalan, mereka membawa Murni berobat ke Luar Negeri sampai sembuh dan melakukan Operasi Plastik di bagian wajah dan tubuhnya yang terbakar. Setelah melakukan operasi plastik wajah Murni menjadi seperti sekarang dan Namanya di ubah menjadi Susan oleh Devan dan Inge.


Susan di percaya oleh Devan untuk mengelola Restorannya yang ada di Singapura, di tangan Susan Restorant itu berkembang pesat.


Setelah 15 tahun menetap di sana Susan kembali ke Jakarta dan mencari keberadaan suami dan Putrinya akan tetapi dia tidak menemukan mereka lagi di sana.


Susan memutuskan untuk menetap di Jakarta dan mengambil alih Cafe yang dulunya di Manageri oleh Sarah.dan sampai sekarang Susan menjadi Manager di Cafenya Devan yang menggantikan Sarah yang sudah ikut Suaminya pindah Ke Luar Negeri.


🍃Flash Back Off

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2