
Sesampainya di mobil, inge masih saja memerengkan kepalanya yang menimbulkan tanda tanya di benak Zain dan Xindy.
"Udah kali ma Aktingnya, kita sudah di mobil nih ," ujar Zain
"Jadi dari tadi Mama Inge hanya Akting doang ?" tanya Xindy
"Iya sayang, Mama sudah dong ayan nya, mereka sudah enggak nampak lagi ," ujar Zain
"Zain mama sudah enggak Akting lagi kok, tiba-tiba leher Mama jadi kaku enggak bisa di gerakin nih ," ujar Inge
Zain dan Xindy jadi panik, Mareka tidak tahu harus ngapain.
"Ma..gimana ini, apa Mama aku bawa ke rumah sakit saja ?" tanya Zain
"Jangan Zain, telpon Joko saja suruh kemari, dia tahu tempat tukang urut yang ampuh, lagi pula kalian harus menghadiri Aqad nikahnya Yuki dan Bintang, Mama tidak mau mereka kecewa karena kalian tidak ada di sana," ujar Inge
Zain tidak membuang waktu lagi, dia segera menelpon Joko untuk menemani Mamanya ke tukang Urut.
Setelah Joko dan Inge pergi, Zain dan Xindy kembali masuk ke Gedung Hotel itu namun acara aqad Nikahnya sudah selesai dan mereka pun jadi kecewa.
"Ini semua gara-gara mama, kita kan gak sempat lihat aqad nikahnya ," ujar Zain
"Sudahlah Sayang, kenyamanan mama lebih penting dari semuanya, lagian nanti kita jalani saja Aqad nikah kita sendiri, ngapain lihat nikahan orang ya kan ," ujar Xindy
"Iya juga sih, atau kita nikah aja di sini yuk sayang, biar bisa malam pertama barengan sama Bintang dan Yuki, pasti seru tuh," ujar Zain
"Ada-ada saja kamu mas, bisa di Mutilasi kamu sama Mama kalau itu semua terjadi, lagian seorang Zain Erico perdana numpang nikah di nikahan orang, apa kata dunia ," ucap Xindy
"He..he..he.. ya enggak apa-apa lah sayang, biar Viral gitu ," ujar Zian
"Kalau mau Viral noh baring di tengah jalan lalu kelindes truk, cepat tuh Viralnya ," ujar Xindy
"Kamu tega banget sih sayang, doain calon suami kamu kelindes Truk begitu ,"
"Aku enggak doain mas kok, aku hanya menyadarkan kamu agar tidak berbuat apa yang bisa merusak Reputasi kamu sebagai CEO perusahaan ternama saja,"
"Waah kamu perhatian sekali sayang, aku makin cinta deh sama kamu ," ujar Zain mau nyosorin pipi Xindy tapi ada sebuah tangan yang menutup pipi Xindy sehingga Bibir Zain tidak jadi mencium pipinya.
"Tangan siapa sih, ganggu saja ,malah bau banget lagi tu tangan ," ujar Zain sambil berakting mau muntah.
__ADS_1
"Tangan Gue Zain, lagian ini tempat umum malah main nyosor-nyosor aja lo anak orang ," ujar Jo
"Heh curut, lo makan apa sih tadi, tangan Lo bau banget tau gak ," ujar Zain.
Enggak tau tuh tadi gue makan pakai nasi di sana, kayak Rendang gitu tapi bukan daging ," ujar Jo
"Mungkin jengkol kali mas Jo ?" ujar Xindy
"Jengkol..apa itu Jenkol ? baunya nyengat banget sih tapi enak loh ," ujar jo.
"Lo cuci tuh tangan pakai sabun sepuluh kali bila perlu pakai tanah sekalian agar tangan lo hilang baunya, mulut lo juga bau tau ," ujar Zain
"Ah masak sih, " ucap Jo lalu menghembuskan nafasnya ke tangan, dan apa yang terjadi Jo hampir saja pingsan karena bau nafasnya sendiri.
"Heh jangan pingsan di sini Lo, lo ke toilet sana ," suruh Zain
Jo buru-buru ke Toilet untuk membersihkan tangan dan mulutnya, Xindy dan Zain tertawa melihat Jo.
" Sayang ayo kita pulang dulu untuk Istirahat, nanti malam kita kembali lagi saat Resepsi di adakan ," ajak Zain
"Ayuk..," ujar Xindy yang juga sudah kelelahan.
*
*
Setelah Ijab Qabul selesai, Bintang dan Yuki beristirahat di kamar yang sama , Bintang sudah selesai mandi dan memakai bajunya, sedangkan Yuki masih mengenakan kebayanya.
"Kamu mandi dulu sana ?" suruh Bintang
"Enggak mau ," jawab Yuki
"Loh kenapa ? apa kamu enggak risih dengan riasan kamu itu ," tanya Bintang
"Aku malu tau, kamu keluar dulu sana, bila perlu kamu tidur di ruangan lain dulu ," suruh Yuki
Bintang tersenyum, ternyata Yuki yang bar-bar bisa malu juga, pikirnya.
"Loh kenapa harus malu, kan kamu sudah jadi istri aku, bebas dong kalau aku mau lihat apa saja milik kamu, karena apa yang kamu punya adalah milik aku sekarang ," ujar Bintang mencoba menggoda Yuki. Karena melihat Yuki yang malu-malu itu membuat Bintang membalas mengganggu Yuki seperti yang di lakukan Yuki padanya dulu.
__ADS_1
"Loh kok masih duduk sih, ayo cepat mandi atau kamu mau aku mandiin ?" tanya Bintang
"Apaan Sih kamu, aku bisa mandi sendiri tau enggak," ujar Yuki segera menuju ke kamar Mandi lalu menguncinya dari dalam.
Yuki merasa melupakan sesuatu tapi dia tidak tahu apa itu, dia langsung saja merendam tubuhnya di Batup, setelah setengah jam berlalu Yuki selesai dengan mandinya dan ketika dia mau keluar dia baru ingat kalau dia lupa bawa masuk baju ganti.
"Aduuh gimana ini, apa aku harus keluar seperti ini di depan Bintang, enggak-enggak..bisa langsung di terkam aku sama dia, tapi kalau aku minta tolong sama dia nanti dia tahu dong kalau aku lagi enggak pakek baju, bisa-bisa dia beneran nerkam aku ," ucap Yuki
"Aku enggak mau kalau nanti saat Resepsi aku enggak kuat berdiri, dia sih enak enggak lecet lah aku bisa luka asetku nanti ," ujar Yuki lagi.
"Tapi gimana caranya agar aku bisa keluar tanpa di lihat sama Bintang ya ," Yuki mulai mencari cara untuk bisa membuat Bintang kalau melihat dia tidak jadi nerkam.
Tiba-tiba dia punya ide, Yuki mulai membuka sedikit pintu kamar mandi dan mengeluarkan kepalanya.
"Bintang..."
"Iya..ada apa sayang ," ucap Bintang yang membuat Yuki semakin ngeri saja mendengarnya, sifat Bar-barnya seketika lenyap bagai di telan bumi setelah aqad nikah selesai tadi.
"Boleh aku minta tolong enggak ?" tanya Yuki
"Memangnya ada apa sih sayang ?"
"Kamu mau enggak beli pembalut buat aku ?" ujar Yuki
Bintang melihat ke arah Yuki dengan wajah tidak percayanya.
"Kamu datang bulan sayang ?" tanya Bintang kecewa
"Hooh..," ucap Yuki
Seketika Bintang lemas tak bertenaga, baru saja dia menghayalkan malam pertamanya bersama Yuki tapi sudah di hadapkan dengan hal yang tidak di duga-duga olehnya.
"Kamu mau tidak ?" tanya Yuki
"Iya deh, aku pergi dulu ya," ujar Bintang lalu pergi dari kamar itu.
Saat berada di luar kamar Bintang masih binggung apa dia mau beli sendiri atau menyuruh mamanya untuk membelikannya.
Selagi Bintang berpikir Dia mendengar Yuki tertawa cekikikan karena sudah berhasil membohongi Bintang.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...