Gadis Somplak Penakluk Hati CEO

Gadis Somplak Penakluk Hati CEO
DICKO 109


__ADS_3

"Kamu harus bisa Sayang, bagaimanapun dia adalah Ibu kandung kamu, dia yang sudah melahirkan kamu dan dia meninggalkan kalian bukan tanpa alasan, Dia melakukan itu agar kalian tetap selamat," ujar Zain, Xindy menoleh ke arah Zain dengan tatapan lekatnya.


"Maksud kamu apa mas ?" tanya Xindy


Zain mulai menceritakan semuanya kepada Xindy apa yang dia dengar dari Susan tadi tanpa kurang sedikitpun. Tangis Xindy mengencang, dia tidak menyangka Apa yang di laluinya bersama ayahnya tidak sebanding dengan apa yang di Lalui oleh Ibunya.


Xindy memeluk Zain untuk meredakan kesedihannya, senyum muncul di bibir Zain. Terlihat Juga senyum di bibir milik sepasang mata yang dari tadi masih mengintai mereka siapa lagi kalau Bukan Mama Inge.


"Semoga Kamu sudah bisa menerima Susan sebagai Ibumu sayang, Mama turut bahagia buat kalian ," ucap Inge meneteskan air matanya.


*


*


Di Kampus...


Bintang sedang mencari-cari Xindy, dia berencana mau memberi kejutan kepada Yuki di ulang tahunnya yang ke 22 namun dia butuh bantuan Xindy dan Liora untuk membuat sebuah kejutan yang terindah di hari ulang tahunnya itu.


Bintang mulai berjalan menuju Ke Ruang kelas mereka, Terlihat Liora dan Kinara sedang mengobrol sambil sesekali tertawa di sana.


Bintang celingak-celinguk melihat ke seluruh penjuru Ruangan itu namun dia tidak menemukan Xindy.


Liora tak sengaja melihat Bintang yang berdiri di ambang pintu ruang kelas itu.


"Kak Bintang...!!


Bintang menoleh ke arah Liora yang memanggilnya, langkah kakinya bergerak menuju ke arah Liora dan Kinara.


"Kak Bintang ngapain di sini ?" tanya Liora


"Xindy tidak masuk ya ?" tanta Bintang


"Iya nih kak Bintang, katanya Xindy sedang sakit."


"Dia sakit apa, apa parah ?" tanya Bintang panik


"Gak gitu kali ekpresi khawatir nya kak, dia hanya enggak enak badan doang kok ," ujar Liora


"Ooo kirain,"


"Oh ya Kak, ngapain kakak nyari Xindy ?" tanya Liora


"Gue mau minta bantuan dia buat mempersiapkan sebuah pesta kejutan buat Yuki," ujar Bintang.


"Ooh Aku tahu..Yuki kan sebentar lagi ulang tahun ya ," ucap Kinara

__ADS_1


"Iya..Gue lupa kalau Lo sahabatnya juga," ujar Bintang


"Jadi ceritanya hanya Xindy aja nih yang di mintain Tolong sama kak Bintang ?" pancing Liora


"Eh enggak kok, sama kalian juga. Karena aku tidak melihat Xindy jadi aku malah nanyain dia he..he..,"


"Rencananya nanti pulang kampus kita mau menjenguknya, Kak Bintang mau ikut gak ?"


"Boleh..tapi setelah gue anterin Yuki ya, Soalnya kalau tidak dia bisa tahu rencana kita..Bisa kacau nanti," ujar Bintang


"Oke..kita tunggu Kak Bintang di Cafe depan Kampus saja ya nanti,"


"Oke sampai ketemu nanti ya ," ucap Bintang lalu pergi dari sana.


Sementara Xindy yang sudah mendengar cerita dari Zain sangat ingin bertemu dengan Susan Ibunya, dia merasa bersalah sudah bersikap seperti kemarin terhadap Ibunya itu, apa lagi Zain mengatakan kalau Susan sempat Pingsan setelah mendengar kalau Ayahnya sudah meninggal.


"Mas mau gak kamu anterin aku ke Tempat Ibu ?" tanya Xindy


"Sayang...kamu menyebut dia apa tadi ?" tanya Zain


"Kamu iiih.. aku minta tolong malah di becandain sih," ujar Xindy


"Sayang aku senang loh karena kamu sudah bisa memaafkan Ibu kamu, dengan senang hati aku akan mengantarkanmu ke sana," ujar Zain


Mereka pun kemudian pergi ke Cafe tempat Susan bekerja yaitu di depan Kampus mereka.


"Kamu peluk dong, biar dia senang ,"


"Iya kalau itu aku tahu, aku sangat gugup sayang ,"


"Kalau gugup peluk aku dong, biar gak gugup lagi,"


"Ish maunya..nanti mama marah loh ?


"Kalau kamu yang peluk duluan Mama gak akan marah kok sayang, yang jangan kalau aku yang peluk duluan bisa tamat riwayatku he..he..,"


Xindy tertawa mendengar ucapan Zain itu, dan akhirnya mereka sampai juga di sana.


"Sayang aku sangat gugup ," ucap Xindy


"Tenang sayang, Tante Susan enggak Gigit kok ,"


Awww...


Zain meringis kesakitan di saat Xindy mencubit lengannya

__ADS_1


"kenapa aku di cubit sih sayang ?


"Abisnya kamu dari tadi bercanda mulu, aku kan jadi kesal ,"


"Aku gak akan bercanda lagi Kok , Ya sudah ayo kita turun dan nyamperin Tante Susan.


Mereka pun akhirnya turun dari mobil dan mulai melangkahkan kakinya menuju ke dalam Cafe tersebut.


Zain langsung membawa Xindy menuju ke Ruangan Susan.


Tok..tok...


Susan yang sedang bekerja segera membuka Pintu Itu dan di saat Pintu itu terbuka, Susan melihat Xindy berada tepat di hadapannya.


Xindy berjalan lalu memeluk Ibunya dengan sangat erat, keduanya sampai meneteskan air matanya meresapi pelukan yang sudah lama mereka nantikan itu.


Perlahan tangan Susan membelai rambut Xindy , Xindy sampai memejamkan matanya. Dia sangat merindukan saat-saat seperti ini datang lagi. Mungkin kemarin Xindy sangat membenci Susan tapi di saat Xindy sudah mengetahui semuanya dia Ingin sekali memeluk Suaan dan memanggilnya dengan sebutan Ibu .


Susan mulai melepaskan pelukannya perlahan dan kemudian mencium seluruh wajah Xindy. Susan mulai memegang kedua bahu Xindy dan menatap wajah Xindy lekat.


"Sayang..maafin Ibu yang sudah meninggalkan kamu dulu, Ibu tidak Ingin kamu dan Ayah kamu mendapat bahaya karena Ibu bersama kalian, maafin Ibu ya sayang ," ucap Susan masih terisak


"Ibu enggak salah, Xindy yang salah Bu, Maafin Xindy ya yang sudah membenci Ibu sedangkan Ibu banyak melewati bahaya hanya demi kami berdua, Maafin Xindy ya Bu ," ucap Xindy kembali berhambur kepelukan Susan.


Zain ikut merasa terharu, tak terasa air mata menetes di pipinya, dia segera menghapusnya lalu tersenyum kearah Kedua wanita di depannya lalu berjalan ke arah mereka.


"Tante..Sayang..yang berlalu biarlah berlalu, mulai sekarang kita Lupakam semua yang sudah berlalu dan menuju masa depan yang lebih bahagia," ujar Zain


Mereka berdua melihat ke arah Zain.


"Kamu siapa ?" tanya Susan


"Kenalkan Tante Aku Zain Erico perdana yang Tampannya Paripurna juga yang akan menjadi menantu tante yang sempurna," ucap Zain dengan gaya narsisnya Yang membuat Susan dan Xindy tertawa.


"Kamu Lihat Xindy, calon Menantu Mama ini lebih Narsis daripada Bos Mama Pak Devan, padahal dia tidak ada apa-apanya di bandingkan Ayahnya itu," ujar Susan


"Waah Tante ngeremehin aku ya, Lihat saja Nanti ya Tante, aku akan bisa lebih segalanya dari Papa," ujar Zain


"Ayo coba apa yang bisa membuat Kamu lebih hebat dari papa kamu ?" tanya Susan


"Emmmm apa ya..Aku bisa menjadi menantu Tante tapi Papa enggak, jadi aku lebih hebat kan Tante ," ujar Zain, Susan tertawa


"Kalau itu Tante tidak bisa membantah lagi, Tante sekarang mengakui kalau kamu memang hebat sayang," ucap Susan lalu memeluk Zain.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Hai..hai.. miss N masih enggak bosan-bosan meminta dukungan para Readers agar mendukung Novel Baru miss N yang Berjudul DENDAM SANG PEWARIS.


dengan cara Like dan Coment di setiap eposode nya ..Makasih..🙏🙏🙏


__ADS_2