
Inge segera pergi ke Toilet, Rasanya dia Ingin melampiaskan kekesalannya itu, tapi apa daya tidak ada yang bisa menjadi sasaran empuknya untuk melepaskan amarahnya.
Ketika dia sedang berjalan dia tidak sengaja bertabrakan dengan seorang pria yang sedang keluar dari Toilet.
"Heh punya mata gak sih , main nabrak-nabrak saja, sengaja ya ? ," Bentak Inge tidak melihat orang yang dia tabrak.
"Inge..kita bertemu lagi, kenapa wajah kamu memerah seperti itu ?" tanya Pria itu yang tak lain adalah Bisma. Dia adalah partner Bisnis ayahnya Bintang dan dia juga adalah salah satu undangan dari pihak mempelai laki-laki.
"Gue mau makan orang ," ucap Inge setelah tahu kalau pria itu adalah Bisma.
"Wow..sejak kapan kamu jadi kanibal Nge, ini sungguh berita terbaru," ujar Bisma
"Sejak hari ini, apa kamu mau jadi tumbal pertamanya Bisma ?"
"Ha..ha..ha..kamu sangat menyeramkan Inge, aku enggak menyangka setelah Devan pergi kamu menjadi bringas seperti ini , Devan sungguh Hebat ya ha..ha..," ujar Bisma
"Sepertinya kamu ingin aku musnahkan Bisma, kamu jangan mengganggu Harimau lagi tidur, lebih baik kamu pergi sana karena aku tidak mau kamu terluka terkena amukan ku nanti ," ujar Inge lalu masuk ke Toilet laki-laki.
"Tunggu Inge...!!
"Ada apa sih manggil-manggil terus, aku lagi kesal nih Bisma, jangan memancing aku ya," marah Inge
"Aku mau kasih tau kalau kamu salah masuk Toilet," ujar Bisma
Inge melihat ke arah tanda Toilet itu
"Memangnya kenapa kalau ini toilet pria, suka-suka aku dong mau masuk ke mana, kamu urus saja urusan kamu sendiri ," ujar Inge lalu berbalik dan masuk ke Toilet wanita
Bisma tertawa melihat Tingkah Inge yang masih saja seperti dulu itu.
"Inge...Inge..kamu masih seperti yang dulu, apakah aku bisa menggantikan tempat Devan di hatimu, aku tidak yakin akan hal itu," ucap Bisma sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.
Bisma sudah pergi dari sana sedangkan Inge malah geli sendiri sendiri mengingat apa yang di lakukannya tadi.
"Kenapa aku pakek salah masuk Toilet sih, mau di taruh di mana muka aku ini, semoga saja aku tidak bertemu dengan Bisma lagi nanti, kalau tidak aku bisa di godain habis-habisan sama dia ," ucap Inge mulai bercermin.
"Huh..aku kesal banget sama tu Tuan Rey, bisa-bisanya dia menggoda nenek-nenek kayak aku, aku mesti menghindar dari dia." ucap Inge.
__ADS_1
Inge sudah selesai urusannya dari Toilet itu dan dia keluar dari sana lalu menuju ke sebuah meja yang masih kosong.
Tak Lama Zain dan Xindy menghampirinya dengan membawa makanan dan minuman di tangannya.
"Kalian dari mana sih, enggak kasian apa Mama di tinggal sendirian," ujar Inge
"Aduuh Mama ini kayak enggak pernah muda aja deh, kita kan mau kumpul-kumpul dengan teman yang seumuran, kalau mama ada di antara kita yach gak nyambung dong pembicaraannya ," ujar Zain
"Jadi kamu meremehkan Mama ya Zain, kamu pikir mama tidak bisa berbaur sama kalian semua begitu ? ," ujar Inge semakin kesal
"Mama kenapa sih, kenapa mama jadi marah-marah begitu, jelek tau ," ujar Zain
"Kamu tahu enggak Zain, tadi Mama di gangguin sama bujang lapuk tau gak ?" ujarnya
Ha..ha..ha..
Sontak tawa Zain dan Xindy pecah, mereka geli melihat ekspresi ilfiel mama Inge ketika menceritakan kejadian itu.
"Ha..ha..ha..Bagus dong Ma, pepet terus Ma, biar mama enggak kesepian lagi ," ujar Zain
Pletakkk...
Inge memukul kepala Zain dengan Tas nya, Zain terlihat meringis kesakitan.
"Pepet kepala kamu, kamu kan tahu kalau Mama tidak mungkin menduakan Papa kamu, cinta mama ke Papa Kamu melebihi segalanya ," ujar Inge
"Iya..Iya..Zain Faham Kok Ma, Lagian Papa juga pasti bahagia kalau melihat Mama Bahagia, walaupun harus melihat Mama bersama Pria lain," ujar Zain
"Kamu mulai enggak Waras ya Zain, kalau Papa ada di posisi kamu, apa yang kamu rasakan kalau Xindy bersama Pria lain Hah ?" ujar Inge
"Ya aku bunuh pria itu ma ," ucap Zain
"Nah begitu Pula sama Papa kamu, Mama juga enggak mau menikah lagi Zain, sudah punya kamu dan Xindy saja mama sudah sangat bahagia, tidak perlu ada pria lain di antara kita ," ujar Inge semakin mendramatisir.
"Iya..iya..Lagian yang mana sih orangnya Ma, apa dia tampan ?" tanya Zain
"Dia kalah jauh sama Papa Kamu Zain, papa kamu orang yang paling tampan yang ada di hati mama , lagian Mama sudah enggak mau ketemu sama orang itu lagi, mama Risih tau enggak ," ujar Inge.
__ADS_1
"Apa ciri-ciri pria itu tinggi, putih dan rambutnya agak Gondrong ?"
"Loh kok kamu tau Zain, kamu juga melihat mama saat sama dia tadi ya ," ucap Inge
"Enggak ," jawab Zain
"Terus Kamu tahu dari mana ciri-cirinya ?" tanya Inge
Zain dan Xindy menunjuk kebelakang Inge, perasaan Inge menjadi tidak enak, dia pura-pura sakit ayan agar Tuan Rey Ilfiel padanya.
"Ma..mama kenapa ?" tanya Zain dan Xindy yang panik, Rey juga panik, dan Sontak mau mengendong Inge tapi sebuah tangan menahannya.
"Biar saya saja yang mengendongnya," ucap Seorang pria yang tidak lain adalah Bisma.
"Kamu siapa ? datang-datang minta gendong Inge," tanya Rey
"Saya sahabatnya Inge, saya tahu apa yang di butuhkan oleh Inge sekarang."
"Saya juga temannya Inge saya yang melihat dia duluan, jadi saya yang berhak mengendongnya," ujar Rey
Teman ?, sejak kapan aku jadi temannya, aku bahkan baru bertemu sama dia tadi, tu Bisma ngapain lagi di sini, bikin kepala aku pusing saja,, Batin Inge
Inge mengode ke arah Zain agar dia segera menggendong Inge, Zain masih saja melihat perseteruan Bisma dengan Rey dan dia tidak melihat ke arah Inge.
Inge mencubit lengan Zain sehingga Zain meringis kesakitan.
"Mama ngapain nyubit Zain Sih," bisik Zain
"Gendong mama Zain, jangan biarkan salah satu dari mereka menggendong mama ," bisik Inge sambil terus berakting ayan.
Zain tersenyum ketika mengetahui kalau mama nya itu hanya Akting doang, Zain pun ikut berakting agar melengkapi adegan itu.
"Stoop..kenapa mesti bersebat sih, yang berhak mengendong Mama saya adalah saya, om-om tidak berhak sama sekali ," ujar Zain memulai aktingnya.
"Iya nih, Om-Om ini memangnya ada hubungan apa sama Mama Inge sehingga bisa mengklaim orang yang paling berhak begitu," ucap Xindy juga menambahkan.
Bisma dan Rey melongo mendengar ucapan Zain dan Xindy tapi sebelum mereka bersuara Zain sudah membopong Inge lalu membawanya ke luar Gedung Hotel tersebut dan membawanya ke Mobil.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mampir dong di Dendam Sang Pewaris🙏🙏